
juris bertholds dan pasukan pengawalnya sedang menghadapi pasukan deathman waktu itu. mereka terkepung dari segala sisi. jumlah pemain pengawal yang disewa oleh juris bertholds pun sekarang tinggal 16 orang. monster deathman benar benar menjadi mimpi buruk bagi pemain yang disewa oleh juris bertholds. lebih dari setengah jumlah awal mereka mati oleh kepungan monster deathman.
"tuan... kita tidak akan bertahan lebih lama lagi. jumlah mereka terlalu banyak." bujas memberikan laporan pada juris bertholds. mukanya tampak panik karena dikepung oleh monster deathman dari segala sisi. bujas sudah mengumpulkan semua pemain pengawal untuk menerjang kumpulan monster deathman. namun usahanya tampak sia sia. susahnya menghabisi monster deathman, ditambah jumlah mereka yang banyak menjadi masalah utama mereka sekarang.
"kita sudah setengah jalan. sebentar lagi kita akan sampai di istana. tidak bisakah kita terus maju?" juris bertholds tentu tidak senang dengan laporan dari bujas. dirinya sudah terbayang bayang harta yang akan dia dapatkan dari reruntuhan eldisium.
"tuan... kami takut keselamatan tuan akan terancam jika..." bujas tentu tidak berani meneruskan perkataanya setelah melihat mimik wajah juris bertholds yang geram.
"baiklah... kita mundur!" juris bertholds dengan muka tidak senang memerintahkan pada bujas untuk membuat jalan mundur. bujas pun langsung memasang muka lega setelah mendengar perintah dari tuannya.
belum sampai mereka membuat jalan untuk mundur. para monster deathman yang sedari tadi begitu agresif menyerang tiba tiba berhenti bergerak.
"ada apa? kenapa mereka semua berhenti bergerak?" bujas mengerutkan dahi melihat semua deathman terdiam berdiri mematung. bujas semakin terkejut melihat monster deathman tumbang satu persatu. seakan akan semua monster deathman itu kehilangan tenaganya.
"kenapa? kenapa mereka semua langsung tumbang? apa yang terjadi?" semua orang di kelompok tersebut tentu bingung dengan apa yang terjadi. mereka hampir saja kehilangan nyawa mereka karena terkepung monster deathman. namun tiba tiba semua monster deathman berhenti bergerak dan tiba tiba tumbang. mereka tentu tidak mengira jika tumbangnya monster deathman karena kelompok alan yang telah berhasil mengalahkan oldus death king.
"tuan... kita bisa melanjutkan perjalanan ke istana." bujas memberi tahu juris bertholds.
"aku tahu bego!"
bujas pun terdiam, dirinya tentu tidak ingin membuat tuannya lebih marah. dirinya langsung mengatur kembali pasukan pengawal untuk melanjutkan perjalanan ke istana reruntuhan eldisium.
__ADS_1
"tuan kita sudah sampai." bujas memberi laporan pada juris bertholds ketika mereka sampai didepan gerbang istana.
"bagus... kita langsung masuk!" juris sudah tidak sabar untuk memastikan desas desus tentang adanya harta karun di reruntuhan tersebut.
pasukan pengawal langsung berusaha untuk membuka gerbang istana. namun gerbang istana terkunci dari dalam karena penghalang yang tigerclaw pasang. setelah beberapa kali mendobrak dan tidak membuahkan hasil akhirnya bujas turun tangan sendiri. dengan satu kali tebasan pedang bujas, gerbang istana yang begitu kokoh terbelah menjadi dua. semua orang disana selain juris tentu terperangah dengan apa yang bujas tampilkan.
juris bertholds langsung memimpin pasukannya untuk masuk kedalam istana. dirinya berjalan di barisan paling depan dari kelompoknya. bujas tentu memperingatkan tuannya untuk selalu berada di belakangnya. takut jika istana ini memiliki jebakan atau adanya serangan dadakan. namun mata dan telinga juris sudah tertutup oleh harta yang ingin segera dia lihat. dirinya tentu ingin menjadi orang pertama yang melihat harta karun di reruntuhan eldisium.
rombongan juris bisa melewati lorong lorong istana tanpa hambatan. karena semua jebakan yang ada di lorong lorong istana telah di non aktifkan oleh kelompok alan. bujas tentu mengerutkan dahi sepanjang perjalanan. instingnya berkata seharusnya lorong lorong ini penuh dengan jebakan. namun tidak satupun jebakan yang mereka jumpai. malahan mereka menjumpai ratusan anak panah dan bola bola api bekas terbakar yang tersebar di lorong istana.
"tuan... sepertinya ada seseorang yang lebih dulu datang kesini."melihat ratusan anak panah dan bola api bekas terbakar yang berserakan, tentu bujas merasa ada yang tidak beres dari tempat itu.
" seseorang?"
"apa mungkin kelompok pemain itu?" juris teringat akan kelompok alan yang berangkat terlebih dahulu.
"bisa jadi tuan. mengingat hanya pemain dari kelompok itu yang tidak kembali berkumpul setelah saya panggil." bujas sedikit ragu. dirinya beranggapan kalau kelompok alan sudah mati terkepung oleh monster deathman.
merasa tidak akan mendapat jawaban di tempat itu. juris pun memerintahkan anak buahnya untuk bergerak lebih cepat. juris tentu khawatir jika kelompok alan telah lebih dahulu mengambil harta karun yang ada di reruntuhan eldisium.
tidak berselang lama juris dan pasukan pengawalnya bisa sampai di tempat alan dan teman temannya berada. juris, bujas dan semua orang di kelompoknya tentu terkejut melihat ruangan utama istana yang porak poranda. terlihat jelas bekas pertarungan hebat telah terjadi ditempat ini sebelum mereka datang.
__ADS_1
bujas yang sedari tadi waspada langsung mendekat ke kelompok alan. bujas bisa melihat alan yang sedang pingsan, tertidur di pangkuan shoote sun.
"apa yang terjadi disini?" bujas tentu ingin segera tahu tentang apa yang telah terjadi disana.
"kami bertarung dengan oldus death king dan berhasil mengalahkannya." moon night menjawab pertanyaan dari bujas. kelompok alan memang hanya berdiam diri. menunggu alan untuk bangun. mereka tentu tidak ingin meninggalkan alan sendirian di ruang tahta.
mendengar nama oldus death king bujas tentu langsung merinding. dirinya sudah menghadapi monster deathman di luar istana, dan tahu betapa susahnya untuk menghabisi satu monster deathman. bujas tentu tidak mengira kelompok alan akan berhasil mengalahkan oldus death king. pimpinan dari para monster deathman. kini dirinya pun mengerti alasan kenapa semua monster deathman berhenti bergerak dan langsung tumbang. semua berkat alan dan teman temannya.
setelah mengetahui apa yang telah terjadi, bujas pun melapor pada juris.
"tuan... tempat ini sudah aman. semua berkat mereka. kita tinggal mencari letak ruang harta."
"bagus... langsung cari hartanya!" juris tentu tidak terlalu mempedulikan tentang kelompok alan. dirinya sudah tidak sabar untuk membawa pulang harta karun yang ada di reruntuhan ini.
ruang harta ternyata terletak di belakang tahta oldus. ada sebuah pintu kecil yang menghubungkan ruang tahta dengan ruang harta. juris yang mendapat laporan tentang ditemukannya ruang harta langsung bergerak cepat. dirinya ingin menjadi orang pertama yang memasuki ruang harta.
mata juris berubah menjadi hijau setelah membuka ruangan harta. tumpukan emas, bola crystal berharga, perhiasan, dan senjata senjata seakan menjadi satu gunung di dalam ruangan tersebut.
"hahaha... ini dia... ini dia..."
juris langsung berlari kearah tumpukan emas, menghempaskan badan di atasnya. juris mengambil koin koin emas, lalu menaburkannya ke udara. seakan akan dirinya sedang mandi dengan emas. namun tatapan juris terhenti pada barang yang terletak di ujung tumpukan emas.
__ADS_1
jika alan melihat benda tersebut pasti akan langsung mengambilnya tanpa berpikir panjang. karena benda tersebut adalah sebuah baju zirah hitam yang memancarkan aura kematian. baju zirah yang dikenakan oleh oldus death king.
tanpa pikir panjang tentu juris langsung mengambil baju zirah tersebut. benda yang berada di paling atas dari tumpukan harta adalah benda paling berharga dari tumpukan harta.