
"monster undead?" wajah para pemain tentu bingung melihat monster undead. sebagian besar para pemain telah mengetahui tentang adanya monster undead dari forum new world. namun baru kali ini mereka menghadapi secara langsung.
"jangan takut! level mereka rendah, akan mudah untuk membunuh mereka!" teriak salah satu player bawahan deathmark. dirinya mencoba menyemangati player player lainnya.
"o ya... kita lihat kalau begitu." jonta bisa mendengar perkataan player player dari para undeadnya. setelah mengaktifkan skillnya, jonta memang bisa mendapatkan visual dari monster yang dirinya panggil. jika tidak terbiasa dalam menggunakan skill tersebut, tentu jonta akan bingung sendiri. karena bisa melihat dan mendengar dari banyak mata dan telinga. untungnya jonta benar benar telah terbiasa menggunakan skillnya tersebut.
jonta memanggil lebih dari 200 monster undead. kalau saja jonta tidak mendapat stock potion yang banyak dari alan, tentu jonta tidak akan berani memanggil begitu banyak monster undead.
jonta langsung menggerakkan pasukan undeadnya untuk menyerang para player. jonta sadar jika monster monster undeadnya tidak sekuat para player. namun monster undead jonta memiliki keunggulan tidak bisa dibunuh secara langsung. para player harus membuat hp monster undead menjadi 0 untuk membunuhnya. pasukan undead pun bisa menjadi perisai yang cocok untuk para pasukan revolusi.
thang...
thang...
jleb...
jleb...
serangan para player selalu berhasil mengenai monster undead. namun tidak ada satupun dari para player yang bisa membunuh monster undead dengan sekali serang. walaupun mereka telah menyasar bagian vital atau menebas kepala monster undead. selama mana dari jonta masih mengalir, tubuh monster undead akan kembali beregenerasi sampai hp mereka menjadi 0.
"sialan... monster undead ini sangat merepotkan..." para player mulai merasakan kesulitan dalam menghadapi monster undead. belum lagi mereka harus menghadapi pasukan revolusi.
"bagus... ini kesempatan kita. ayo maju!" olsen melihat para player yang mulai kerepotan menghadapi monster undead. dirinya langsung mengajak prajuritnya untuk maju menyerang para player.
"dengar... gunakan monster undead sebagai perisai!" perintah olsen kepada prajuritnya.
dengan bantuan monster undead, alur pertempuran seakan berubah 180°. pasukan revolusi dengan cerdik memanfaatkan monster undead sebagai penghalau serangan para player. sedangkan para player merasa kesulitan untuk bertahan maupun menyerang. satu demi satu para player mulai berjatuhan.
"hahaha... rasakan... sekarang kalian tahu akan kekuatanku!" di atas pohon jonta mengawasi pertarungan dan monster undeadnya dari kejauhan. dirinya merasa bangga karena kekuatannya bisa berguna sekarang.
shoote sun dan yang lainnya tentu juga bisa melihat kemunculan monster undead di bagian tengah pertempuran. awalnya shoote sun dan yang lainnya langsung panik melihat kemunculan monster undead. mereka teringat akan kejadian terakhir kali bertemu dengan monster undead tersebut. namun begitu melihat monster monster undead tersebut menyerang para player, shoote sun malah tersenyum sinis.
"kau memang selalu membuat kejutan." shoote sun sangat yakin jika alan ada di balik kemunculan monster monster undead tersebut.
__ADS_1
tidak ingin kalah dengan alan, shoote sun ingin segera mengakhiri peperangan ini. "ayo akhiri ini!"
shoote sun mengangkat kedua tangannya ke atas. lingkaran sihir langsung tercipta di atas tangannya.
"rain of justice!"
sihir cahaya langsung keluar dari lingkaran sihir di atas shoote sun dan menjulang ke atas langit. sekumpulan sihir tersebut langsung pecah di atas awan dan menyebar menjadi butiran butiran cahaya kecil. butiran cahaya tersebut langsung turun perlahan. bagaikan air hujan yang turun dari langit.
semua orang yang berada di medan pertempuran tentu melihat sihir cahaya yang di keluarkan oleh shoote sun. untuk sejenak pasukan revolusi dan para player terkesima melihat keindahan butiran cahaya yang berjatuhan di langit.
"apa ini?" para player yang melihat keindahan sihir shoote sun tentu keheranan. karena mereka sama sekali tidak merasakan perubahan apapun ketika butiran cahaya sihir shoote sun mengenai mereka.
namun berbeda dengan para pasukan revolusi, para pasukan revolusi yang terkena butiran sihir cahaya shoote sun langsung bercahaya. seolah olah butiran cahaya tersebut menempel kepada mereka dan masuk ke dalam tubuh mereka.
"lihat... lukaku sembuh..."
"apa yang terjadi?"
"bagaimana bisa?"
para player langsung menelan ludah dalam dalam melihat para pasukan revolusi yang terluka kembali sembuh. mereka semua sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi di peperangan ini.
"ini gawat... mereka semua kembali prima." salah satu player bergumam.
setelah mengeluarkan rain of justice, shoote sun langsung kehabisan mana. tubuhnya terasa sangat lelah karena memaksakan menggunakan sihir terkuatnya. "aku serahkan kepada kalian." shoote sun terjatuh pingsan di tempat. untung saja clara berada di dekatnya dan bisa menangkap tubuh shoote sun.
"kakak sun... kamu baik baik saja?" clara kebingungan karena mendapati shoote sun yang pingsan di tengah area pertempuran.
"cepat bawa dia ke dalam pabrik! pastikan dia tidak terluka!" freya memerintahkan clara dan pasukan revolusi di sekitarnya untuk membawa tubuh shoote sun.
clara dan pasukan revolusi segera melakukan apa yang freya katakan. "kakak sun... kamu sepertinya perlu diet... kenapa badanmu berat sekali..." jika shoote sun mendengar apa yang clara katakan pasti dirinya langsung akan marah besar. untungnya shoote sun sedang tidak sadarkan diri ketika clara menggendong tubuhnya.
olsen yang mendapati dirinya pulih tentu langsung bersemangat. "ronde kedua dimulai..." senyum sinis terpancar di wajahnya. beserta prajuritnya, olsen seakan memberikan para player pelajaran agar tidak berani macam macam dengan pasukan revolusi.
__ADS_1
para player benar benar tidak bisa berkutik kali ini. dengan kondisi badan yang kelelahan mereka harus berhadapan dengan monster undead dan pasukan revolusi yang semuanya kembali prima.
keunggulan jumlah pun bagaikan tidak artinya bagi para player. perlahan tapi pasti, pasukan revolusi menghabisi player satu demi satu. belum lagi jumlah monster undead yang dipanggil oleh jonta semakin banyak.
jonta merasa sangat menikmati sensasi bisa memanggil monster undead tanpa takut kehabisan mana. itu semua karena potion mana regeneration yang diberikan alan. bahkan saking senangnya, jonta telah menghabiskan lebih dari 70 botol potion mana regenaration. jika saja mana regeneration itu memabukkan, jonta pasti sudah teler sekarang.
###
setelah menghabisi para player yang terhisap di dalam tornado, alan ingin bergabung dalam pertempuran di area tengah. namun langkah alan terhenti oleh butiran sihir yang berjatuhan dari langit.
"apa ini?"
'joker... identifikasi!'
[menganalisa objek... ditemukan...
sihir cahaya murni yang berfungsi untuk memulihkan kondisi pada target yang dipilih.]
alan langsung tersenyum mendengar penjelasan dari joker. dirinya sangat yakin jika sihir cahaya ini adalah sihir yang shoote sun keluarkan. "sepertinya kamu tidak sesederhana yang aku pikirkan." alan bergumam sendiri. dirinya tahu jika sihir yang shoote sun keluarkan ini adalah sihir kelas berat.
alan telah bersama shoote sun cukup lama, dan dirinya tahu betul jika shoote sun tidak pernah mendapatkan skill ini selama dirinya bersama shoote sun. itu artinya shoote sun telah mendapatkan skill ini sebelum shoote bertemu dengan alan.
merasa butiran sihir cahaya tersebut tidak membahayakan dirinya, alan melanjutkan langkahnya lagi untuk ke tengah area pertempuran. namun langkah alan kembali lagi terhenti.
duar...
sebuah serangan mendarat tepat di depan alan. jika saja langkah alan lebih cepat satu detik, dirinya pasti sudah terkena serangan tersebut. alan langsung menoleh ke arah sumber serangan tersebut. alan hanya tersenyum sinis melihat orang yang mengirim serangan barusan.
"sepertinya cukup susah untuk membunuhmu!" alan melihat deathmark yang dengan kondisi berantakan. deathmark hanya tertawa mendengar perkataan alan, dirinya langsung meminum potion penyembuh untuk memulihkan diri.
"kamu pikir bisa semudah itu membunuhku? mainan anak anak seperti itu tidak akan bisa membunuhku!"
"hem... baiklah... sepertinya aku harus mengurusmu dulu. baru yang lainnya." alan langsung berlari ke arah deathmark. dirinya tentu tidak ingin membuang buang waktu terlalu banyak dengan hanya meladeni satu orang saja.
__ADS_1
"mengurusku? hahaha... kita lihat siapa yang akan di urus!" deathmark yang telah pulih dari lukanya setelah meminum potion penyembuh ikut maju. dirinya juga ingin cepat mengakhiri pertarungan dengan alan untuk mengembalikan nama baiknya di mata anak buahnya.