
"Tambang sudah direbut..." Bisik Ole pada seorang penjual peralatan yang membuka lapaknya di pinggir jalan.
Pria itu pun langsung bangkit dan pergi setelah mendengar bisikan Ole.
####
Alan membuat potion dalam jumlah yang banyak. Dia sangat yakin Heart King Guild akan datang kepadanya untuk membalas dendam.
Selagi Alan membuat potion, Alan meminta Clara dan Freya untuk mengawasi crystal link. Meskipun Alan sangat yakin, perlu waktu satu hari bagi Heart King Guild untuk datang ke South Hill. Tapi tidak ada salahnya berjaga jaga.
Satu hari waktu yang sangat cukup bagi Alan untuk menyiapkan segala kebutuhan yang dirinya butuhkan.
Sesuai perhitungan Alan, keesokan harinya Clara melaporkan adanya rombongan pasukan yang datang ke desa South Hill dari arah timur laut. Alan pun bersiap menunggu di tambang biji besi. Dirinya tidak ingin melibatkan warga desa dalam pertarungan, takut jika ada korban yang tidak diinginkan.
Ciung... Ciung...
Crystal link Alan yang Alan dapat dari Red Bull berbunyi. Alan mengaktifkannya dan terlihat seorang pria dengan baju zirah emas yang mencolok.
"Aku Heart King, Guild Master dari Heart King Guild. Serahkan dirimu jika tidak ingin celaka."
Kata Heart King tanpa basa basi melalui crystal link.
"Hahahaha.... Serahkan diri? Apa kamu bercanda?" Alan tertawa dengan ancaman Heart King yang terdengar begitu arogan.
"Kau..." Geram Heart King.
"Kau akan menyesali pilihanmu..." Lanjut Heart King.
"Ooohh... Begitu kah? Kamu bisa membuktikan ancamanmu itu... Aku tunggu..." Kata Alan sambil menutup sambungan crystal link.
"Brengsek..." Heart King membanting crystal linknya hingga pecah.
"Pastikan dia mati 1000 kali. Dia ada di tambang." Heart King mengarahkan bawahannya. Heart King bisa tahu posisi Alan karena dia melihat bukit tandus di belakang Alan dan pintu masuk ke tambang.
"Guild Master... Aku takut ini jebakan." Kata assassin di samping Heart King.
"Area di sekitar tambang adalah tanah yang lapang. Kita akan segera tahu jika dia menyiapkan jebakan." Kata Heart King dengan mantap.
Assassin itu pun mengangguk dan membawa pasukan ke tambang. Pasukan Heart Knight terdiri dari 200 orang lebih. Gerakan langkah kaki dari pasukan itu pun bisa terdengar dari jarak 500 meter ke sekitarnya.
"Kakak... Mereka datang..." Kata Clara melalui crystal link. Alan sudah memindahkan crystal link yang di area selatan desa untuk dia pakai di sekitar tambang. Sehingga Clara bisa mengawasi area sekitar tambang dengan jelas.
"Bagus... Mari kita mulai." Alan tersenyum dengan licik.
Alan sudah menyiapkan berbagai rencana untuk menghadapi pasukan Heart King Guild.
Tidak sampai 10 menit, Alan bisa melihat rombongan Heart King datang. Dengan jumlah mereka, area tambang benar benar terkepung. Seakan tidak ada jalan lari untuk Alan. Tapi memanh bukanlah lari yang Alan inginkan. Alan pun menyiapkan busur panahnya.
"Cuma pemain level 25?" Heart King terkejut melihat level Alan yang sengaja Alan tunjukkan.
Red Bull dan Assassin yang bernama Wind Hunter itu pun terkejut. Mereka tidak menduga telah kalah oleh pemain yang levelnya jauh dibawah mereka.
Yang mereka tidak ketahui adalah, Alan sengaja menurunkan levelnya untuk mengupgrade Wind Bownya. Meskipun hanya level 25, atribut Alan tidak kalah dengan pemain level 40. Mengingat atribut tidak akan turun jika level sengaja diturunkan. Belum lagi dengan tambahan atribut dari perlengkapan Alan.
"Ini kesempatan terakhirmu... Menyerahlah dan merangkak untuk meminta maaf!" ateriak Wind Hunter dari kejauhan.
"Jangan mimpi..." Alan membalas berteriak.
"Bunuh dia... " Kata Heart King dengan tersenyum setelah mendengar teriakan Alan. Dirinya benar benar terhibur oleh keberanian Alan.
Ciu... ciu... ciu...
Puluhan anak panah langsung meluncur ke arah Alan. Alan dengan sigap menghindari anak panah yang jumlahnya puluhan tersebut. Sesekali Alan menangkis anak panah dengan cakarnya.
__ADS_1
Melihat serangan anak panah tidak berhasil melukai Alan. Heart King mulai mengerutkan dahi.
"Bawa dia padaku!"
Pasukan melee class langsung bergerak maju. Diikuti dengan range class di belakangnya. Hanya menyisakan Heart King dan beberapa healer yang tetap berdiri di posisi semula.
Semuanya seperti yang Alan harapkan. Alan langsung menarik 3 anak panahnya dan menembakkannya ke arah bawah bebatuan yang berbeda di pinggir jalan.
Melihat arah serangan Alan melenceng sangat jauh. Para melee class hanya tersenyum sinis.
"Lihat... Saking paniknya dia. Serangannya jadi asal asalan... Hahaha...." Seru red Bull sambil terus berlari ke arah Alan.
Tapi... Tanpa rombongan melee class itu sadari, serangan Alan mengenai sebuah besi di bawah batu.
Booom
Sontak semburan api langsung membakar hampir setengah melee class termasuk Red Bull yang berlari di barisan paling depan.
Heart king begitu murka melihat bawahannya mati terbakar dalam sekejap. "Hati hati... Dia sudah menyiapkan jebakan..." Teriak Heart king.
Tapi peringatan dari Heart King begitu terlambat. Sebuah angin puyuh sudah mulai terbentuk di tengah kerumunan bawahannya.
"Semua menyingkir... Itu skill Tornado Dance..." Teriak Wind Hunter yang sangat mengenali skill tersebut.
Wind Hunter langsung melompat ke belakang, sampai posisinya berada di samping Heart King. Tapi tidak dengan melee class teman temannya. Wind Hunter memang sudah memperingatkan teman temannya, tapi agility mereka tidak setinggi Wind Hunter. Alhasil terhisaplah mereka ke dalam pusaran angin puyuh dan terbang tidak beraturan.
Alan pun dengan sigap menarik busur panahnya. Membombardir para melee class dengan Wind Arrownya. Setiap tembakan wind arrow alan seakan mengejar kepala setiap melee class.
Wind Hunter, Heart King dan para range class sangat terpukau akan ketepatan tembakan panah Alan. Sampai sampai mereka lupa untuk menyerang. Yang tidak mereka ketahui adalah, Alan mengatur arah angin di dalam tornado agar bisa mengarahkan Wind Arrownya selalu tepat mengenai kepala lawan.
"Kurang ajar... Hancurkan dia sampai tidak bersisa!" Teriak Heart King yang sangat murka melihat bawahannya jatuh satu persatu.
Para range class langsung bertindak setelah angin puyuh Alan selesai. Lemparan bola api, lesatan petir dan panah, lemparan bongkahan batu semua mengarah ke tempat Alan berdiri.
Alan berlari, melompat ke kiri dan ke kanan menghindari serangan satu persatu. Serangan sihir para player pada level saat ini masih dalam tahap area yang tidak terlalu luas. Alan masih bisa menghindarinya dengan mudah. Hanya serangan lemparan bongkahan batu saja lah yang jangkauan serangannya sedikit luas.
Asap debu mengepul dari hasil serangan para range class. Heart King, Wind Hunter maupun para range class yakin Alan mati terkena bombardir serangan tersebut.
Namun... Dari kepulan asap tersebut langsung tersembur gas beracun.
"Back Breath!"
Dengan satu semburan para range class langsung tertutupi oleh gas beracun. Sontak mereka terkejut karena mendapati diri mereka terkena stun.
"Dia masih hidup? Tidak mungkin." Seru Wind Hunter.
Namun seruan Wind Hunter tidak bisa menyelamatkan teman teman range classnya. Alan dengan Shadow Stab langsung muncul di tengah tengah para range class. Dengan Black Poison dagger di tangan kanan dan Wind short Blade di tangan kirinya. Alan selayaknya menari sambil memenggal, menebas para range class satu persatu.
Tidak sampai kepulan gas beracun itu hilang. Alan sudah menghabisi para range class yang berjumlah lima puluhan orang.
"Apakah dia manusia?" Sontak Wind Hunter yang begitu ketakutan melihat Alan berjalan mendekat ke arahnya.
"Bagaimana? Masih mau lanjut?" Tanya Alan yang berjalan dengan perlahan keluar dari kepulan gas beracun.
"Ka... kau... Dasar brengsek..." Sontak Heart King sangat marah dan berlari ke arah Alan.
Wind Hunter pun mengikutinya dengan mengaktifkan stealth. Alan mungkin bisa membunuh teman temannya dengan mudah. Tapi tidak jika Heart King berkombinasi dengannya.
Heart King adalah Guild Master dari Heart King Guild. Kemampuannya adalah yang terbaik dari yang terbaik di guild.
Thang thang...
Benturan pedang Heart King dan Alan terus berderu menimbulkan suara dan percikan api. Kemampuan Heart King dalam menggunakan pedangnya memang bagus, tapi masih di bawah Alan yang setiap hari berlatih di dojo. Ditambah Alan menggunakan pedang dan belati. Sedangkan Heart King hanya menggunakan satu pedang.
__ADS_1
Thang... Serangan pedang Heart King berhasil di tangkis Alan dengan Wind Short Blade. Belati di tangan kanan alan langsung mengarah ke perut Heart King.
Thang...
belati Alan ditangkis oleh sebuah belati kepunyaan Wind Hunter yang muncul dari stealtnya.
Wind Hunter berencana menyerang Alan secara diam diam, tapi mendapati Guild Masternya dalam bahaya. Dia pun memilih untuk menangkis serangan Alan dan muncul dari Stealthnya.
"Tidak akan semudah itu kamu mengalahkan kami." Seru Wind Hunter sambil menangkis serangan Alan.
Heart King yang merasa gerakan Alan terhenti langsung melompat ke belakang.
"Slash Light "
Sebuah gelombang tebasan cahaya langsung mengarah ke Alan dan Wind Hunter. Wind Hunter pun tahu jika dirinya akan ikut terkena serangan tersebut. Tapi dia rela mati asalkan bisa menebus nama baik guildnya.
Duar....
Serangan dari Heart King tepat mengenai sasaran. Kepulan debu langsung menutupi area Alan dan Wind Hunter tadi berdiri.
Setelah kepulan menghilang. Tubuh wind hunter tergeletak tidak bernyawa.
"Kemana dia?" Teriak Heart King yang bingung sendiri karena tidak mendapati tubuh Alan di samping tubuh Wind Hunter.
"Mencariku?" Suara Alan yang muncul dengan perlahan dari bayangan Wind Hunter.
"Ba...ba...bagai..mana mungkin..." Heart King kini tidak bisa menampilkan sifat arogannya lagi. Tubuhnya seakan mati fungsi tidak bisa mengikuti pikirannya yang ketakutan melihat Alan.
200 orang lebih mengepung Alan sendirian. Tapi kini hanya tersisa dirinya dan beberapa healer.
"Sebenarnya apa classmu?" Tanya Heart King yang masih ketakutan. Dia sempat berpikir Alan adalah seorang assassin. Tapi melihat Alan bisa menggunakan busur menunjukkan Alan adalah seorang archer. Tapi dengan melihat permainan pedang Alan, swordman biasa pun pasti kalah jika berduel dengan Alan.
"Class ku? " Senyum sinis Alan di tepi mulutnya.
"Kau tidak perlu tahu..."
"Critical Wind Spear!"
Sebuah tombak angin langsung meluncur ke Heart King. Menusuk tepat di kepala Heart King. Heart King pun tergeletak tak bernyawa.
"Bagaimana dengan kalian?" Tanya Alan dengan tatapan dinginnya ke pada para healer yang sedari tadi mematung melihat Alan menghabisi teman temannya.
"Ka.... ka....mi menye...menyerah..." Salah seorang healer terbata bata karena ketakutan melihat Alan.
"Bagus... Kita bisa akhiri ini dengan damai. Serahkan semua uang yang kalian miliki dan pergi."
Para healer itu pun menurut, menyerahkan semua uang mereka dan pergi secepat mereka bisa sebelum Alan berubah pikiran.
Alan berhasil mendapat 2 gold 23 silver dari para healer.
"Lumayan... Bisa buat bekal perjalanan." Gumam Alan.
Namun yang paling mengejutkan dari Alan adalah. Item item yang dia dapat dari pemain yang dia bunuh. Setiap pemain menjatuhkan 1 item, alhasil Alan mendapat 200 item. Meskipun tidak semuanya berkualitas, tapi paling tidak Alan bisa menjualnya.
"Kamu tidak perlu bantuanku ternyata." Tanya Freya yang berjalan di depan mulut tambang. Sedari tadi Freya bersembunyi di dalam mulut gua sesuai rencana Alan. Freya akan membantu Alan jika kondisi Alan benar benar terjepit.
"Ah... untuk hanya melawan mereka itu masih belum perlu. Simpan saja tenagamu untuk gelombang selanjutnya."
"Gelombang selanjutnya?" Tanya Freya yang terheran dengan perkataan Alan.
Alan yang masih mengumpulkan drop item pun hanya mengangguk.
###
__ADS_1
Dari hutan terdekat dari tambang, seseorang berdiri di atas pohon. Dia melihat semua pertarungan Alan dan Guild Heart King dengan zoom yang dia miliki.
"Ini akan jadi berita besar..." Gumamnya pelan sambil mematikan mode rekam.