New World

New World
pertempuran di tebing


__ADS_3

"apa maksudmu?" shoote sun tentu semakin marah pada alan. berkali kali dirinya menanyakan pada alan tentang kebenaran jalannya. namun kini yang dirinya dapati hanyalah sebuah jalan buntu berbentuk jurang.


"ini..." alan tentu juga tidak bisa berkata apa apa. dirinya telah mengikuti petunjuk yang joker munculkan. namun tidak menduga yang akan didapatinya adalah sebuah jurang curam.


'apa mungkin joker keliru?' alan bergumam di dalam hati. tidak pernah sekalipun joker salah dalam menampilkan informasi. merasa joker tidak mungkin salah dalam menampilkan informasi, alan memeriksa ke bibir jurang.


jurang itu begitu dalam, dasar jurang pun nampak hitam. apalagi waktu yang sudah menunjukkan malam hari. membuat dasar jurang tersebut tidak terlihat sama sekali.


"aku kira kamu serius. ternyata kamu masih sempat sempatnya bercanda di situasi seperti ini." shoote sun tampak semakin kesal pada alan. shoote sun pun mengajak clara dan freya untuk segera meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke kota.


namun... alan yang terus mengamati dasar jurang, samar samar mendengar jeritan jeritan manusia dari dasar jurang. jeritan jeritan tersebut menggema di setiap dinding jurang. menjadikannya seperti kicauan burung yang saling bersaut sautan.


'joker... tampilkan gambar di dasar jurang!' merasa ada yang tidak beres alan meminta bantuan joker untuk menampilkan gambar di dasar jurang.


[mengakses peta lokasi. mengidentifikasi lokasi.]


meskipun tidak bisa menampilkan gambar real di dasar jurang, joker bisa menampilkan peta di daerah dasar jurang. dan... alangkah terkejutnya alan setelah membaca peta yang joker tampilkan. begitu banyak titik titik merah dan biru di dasar jurang tersebut.


titik titik biru di peta tersebut berarti keberadaan pasukan revolusi. sedangkan titik titik merah berarti keberadaan player.


"tunggu!" alan mencoba menghentikan shoote sun dan lainnya yang baru akan meninggalkan tempat tersebut.


"ada apa lagi?" shoote sun semakin jengkel kepada alan yang mencegah dirinya untuk pergi dari tempat tersebut.


"mereka ada di bawah sana. ayo cepat!" alan mengajak ketiga temannya untuk melompat dari atas jurang.


"jangan main main kamu AS!" shoote sun merasa hari ini alan begitu aneh. berjalan menelusuri hutan tanpa kejelasan, dan kini mengajak melompat dari tebing tinggi.


"tidak ada waktu lagi untuk menjelaskan! ayo cepat!" alan merasa tidak sabar pada shoote sun yang terus terusan bertanya.


"aku duluan! kalian menyusul nanti!" tanpa berlama lama alan melompat dari atas jurang.


"hey... apa maksudmu?" shoote sun yang melihat alan melompat ke dalam jurang langsung berlari ke bibir jurang. didapatinya sebuah jurang yang dasarnya nampak hitam.


"bagaimana ini?" tanya shoote sun pada clara dan freya.


"bagaimana lagi? kita ikuti saja!" freya nampak bersiap melompat ke dalam jurang untuk menyusul alan. clara yang melihat freya melompat menyusul alan pun juga langsung ikut melompat.


"kalian ini..." shoote sun menghela nafas panjang. begitu heran dirinya pada freya dan clara yang begitu percaya pada alan.


###

__ADS_1


"komandan... penjagaan mereka sedang lengah." seorang assassin melapor pada pimpinannya tentang situasi yang sedang dirinya pantau.


seorang pria yang memiliki class archer tersenyum puas setelah mendapat laporan tersebut. pria tersebut adalah komandan dari pasukan yang dirinya. seorang archer berlevel 51 bernama zegra. zegra adalah pemimpin dari 500 player yang dirinya bawa. ke 500 orang tersebut, mereka semua adalah anggota dari sebuah guild bernama seven guardian.


seven guardian merupakan salah satu guild besar yang berbasis di kerajaan west dragon empire. kerajaan yang berbatasan langsung dengan kerjaan south mountain di sebelah barat. karena peluang mendapatkan gold yang begitu besar di kerajaan south mountain. seven guardian pun mengirimkan sebagian pasukannya untuk pergi ke south mountain demi mendapatkan gold dari perburuan pasukan revolusi.


tidak hanya untuk mendapatkan gold, tujuan seven guardian ikut memberantas pasukan revolusi di kerajaan south mountain juga untuk lebih mendekatkan diri dengan kerajaan south mountain.


"bagus... kita bergerak sekarang..." zegra menggerakkan pasukannya untuk segera menghabisi pasukan revolusi yang tengah mereka incar selama ini.


"range class bombardir mereka!" zegra memerintahkan player range class untuk menyerang terlebih dahulu. mencoba mengurangi jumlah musuh sebanyak mungkin yang mereka bisa.


ciu...


ciu...


ciu...


lesatan panah, lesatan bola bola api, lesatan petir langsung bersamaan mengarah ke perkemahan pasukan revolusi. lebih dari 100 player range class menyerang secara bersamaan.


duar...


duar...


duar...


"serangan..."


"aaaa....."


teriakan dari anak buahnya langsung membangunkan elman yang tengah beristirahat. dirinya tidak menduga akan adanya serangan dadakan di malam hati seperti ini. segeralah dirinya keluar dari tendanya untuk melihat situasi.


terpana, shock, terkejut, bingung. itu mungkin yang dirasakan elman saat ini. perkemahan tempat dirinya dan prajuritnya beristirahat kini menjadi api unggun api unggun raksasa.


"prajurit bersiap! segera bentuk formasi!" elman tentu tidak ingin terpaku terlalu lama. dirinya langsung mengatur prajuritnya untuk bersiap berperang.


naas baginya, prajurit yang tadinya berjumlah sekitar 300 orang, telah berkurang lebih dari sepertiganya. bukan hanya itu, semangat prajurit prajuritnya pun nampak begitu lemah seakan akan sudah pasrah akan hidup mereka.


"dengar.... kalau kalian ingin mati silahkan... tapi... matilah kalian dengan terhormat!"


"jangan sampai kita mati dalam keputus asaan!"

__ADS_1


"jangan sampai kita mati dalam keadaan menyerah!"


"kita boleh mati... tapi kita hanya akan mati dalam peperangan!"


"mati hanya ketika pedang masih di tangan kita!"


"yaaa...."


seruan dari elman tentunya membangkitkan semangat dari prajurit prajuritnya yang telah luntur. dengan gagah beraninya, elman memimpin prajuritnya untuk menghadapi serangan dari player player yang menyergap.


thang...


thang...


pasukan elman boleh saja kalah dalam jumlah maupun kemampuan bertarung. namun mereka tidak sedikitpun kalah dalam semangat bertarung. prinsip mereka malam ini adalah jika mereka mati, mereka harus membawa minimal satu musuh untuk ikut mati bersama mereka.


elman bertarung selayaknya singa yang mengincar mangsanya. dengan cepat dirinya telah menghabisi lebih dari 10 player.


"apa apan ini?" zegra melihat arus pertempuran tidak berpihak ke arahnya meskipun dirinya menang dalam jumlah dan persiapan. kalau pertempuran berlanjut seperti ini, memang seven guardian bisa menang, namun kerugian yang dialami tentu sangat besar. dirinya tidak ingin hal itu sampai terjadi.


"sepertinya aku harus menggunakan ini." zerga menarik sebuah anak panah dari punggungnya. anak panah tersebut berbeda dari anak panah yang lainnya. terukir tulisan tulisan rune di anak panah tersebut.


ditariknya anak panah tersebut dan di luncurkannya ke arah tempat yang paling banyak pasukan revolusi berdiri.


"eagle wing!"


panah meluncur ke arah pasukan revolusi, namun anak panah tersebut langsung berubah menjadi sebuah burung elang yang terbuat dari angin. dengan cepat burung elang tersebut menyambar pasukan revolusi yang ada di hadapannya. pasukan revolusi yang terkena serangan burung elang tersebut langsung terpental ke atas dengan badan tercabik cabik.


"apa itu?" elman terpana dengan satu serangan dari zerga yang telah menghabisi lebih dari 50 prajuritnya.


elman langsung memeriksa prajuritnya yang terkapar di tanah, mereka semua sudah tak bernyawa lagi.


"kurang ajar..." elman begitu marah... dirinya langsung maju menyerang kembali.


"bagus... majulah... maka akan kuberikan kalian kematian yang mudah..."


alur pertempuran langsung berubah 180° setelah saru serangan dari zerga. semangat dari pasukan revolusi tidak setinggi ketika pertempuran baru saja dimulai. satu demi satu pasukan revolusi mulai berjatuhan di tanah, menerbangkan nyawa mereka ke nirwana.


merasa pertempuran akan dengan mudah dimenangkan, zerga memilih untuk mengamati dari belakang. dirinya tentu tidak ingin menyianyiakan anak panah eagle wingnya hanya untuk pertempuran kali ini. itu karena dirinya hanya tinggal memiliki 4 anak panah eagle wing.


namun... ketika pasukan revolusi mulai berjatuhan, zegra mendapati pasukannya yang mulai mati satu demi satu. yang lebih anehnya, zegra tidak mendapati adanya pasukan revolusi yang berada di sekitar pasukannya tersebut.

__ADS_1


"apa? ada apa ini?" zegra nampak bingung dengan apa yang terjadi. anak buahnya mati satu demi satu tanpa adanya sebab yang diketahui...


__ADS_2