New World

New World
heart king guild


__ADS_3

"Bu Lily... Boleh saya bertanya sesuatu?" Kata Alan sambil memberi kode kepada Freya.


Freya yang sudah diberitahu Alan sewaktu perjalanan kembali kerumah Lily pun mengerti akan kode dari Alan. Freya mengajak Clara dan Ole untuk bermain diluar.


"Kamu ingin bertanya apa AS? Sepertinya penting, Sampai sampai yang lainnya harus keluar." Tanya Lily yang sedikit kebingungan.


"Sebelumnya maaf kalau ini akan menyinggung perasaan Bu Lily. Apakah Bu Lily tahu kalau belakangan ini Ole sering mencuri?" Alan bertanya dengan pelan.


"Apa?" Lily terkejut akan pertanyaan Alan. Seketika Lily langsung meneteskan air mata. Dia tidak mengira anaknya akan melakukan hal yang memalukan seperti itu. Padahal dirinya tidak pernah mengajarkan hal seperti itu.


"Maaf Bu Lily... Saya tahu pertanyaan ini akan menyinggung Bu Lily..."


Lily masih mencoba mengatur nafasnya.


"Hah..."


"Ini semua salahku. Aku tidak bisa merawat anakku dengan baik." Gumam Lily pelan.


"Bukan begitu Bu Lily... Melihat kondisi Ibu Lily, Akupun mengerti kenapa Ole sampai kedapatan mencuri."


Lily pun kembali menangis. Dari tatapan matanya tersirat penyesalan tidak bisa merawat anaknya dengan benar. Alan pun membiarkan Lily untuk menenangkan diri terlebih dahulu.


Selang satu jam Alan pun keluar dari rumah untuk memanggil teman temannya. Alan berhasil mendapat informasi tentang desa ini dari Lily. Walaupun tidak sampai detil sekali, mengingat Lily hanya sering dirumah karena sakit yang dideritanya. Lily pun bisa tahu informasi informasi yang diberikan ke Alan dari Ole yang sering bercerita ke dirinya.


Dari informasi Lily, kebanyakan warga disini bekerja sebagai penambang biji besi. Mereka bekerja dari sebelum matahari terbit sampai malam hari. Itulah sebabnya jalanan di desa tampak sepi.


Warga sebenarnya keberatan dengan pekerjaan mereka. Tetapi karena pajak dari kerajaan yang begitu tinggi membuat warga tidak punya pilihan lain.


Bahkan Lily juga harus ikut membayar pajak ke Kerajaan. Padahal kondisinya tidak memungkinkan. Alhasil dia pun sudah menunggak pajak selama 1 tahun terakhir. Kerajaan pun mengancam akan menyita rumah Lily jika Lily tidak membayar pajak.


Untung saja jarak dari ibukota Kerajaan ke South Hill jauh. Jadi pasukan kerajaan yang di kerahkan ke desa ini sedikit. Mengingat daerah selatan tidak berbatasan dengan Kerajaan lain. Pasukan Kerajaan lebih banyak di tempatkan di daerah yang berbatasan dengan Negara lain dan Ibukota. Jadi belum ada pasukan Kerajaan yang menagih pajak.


Alan yang merasa iba dengan kondisi Lily dan Ole pun berjanji akan mencarikan jalan keluar untuk Lily dan Ole. agar Ole tidak perlu mencuri lagi.


'Joker... Apakah kamu tahu penyakit yang diderita Lily dan obatnya?'


[Penyakit yang diderita Lily adalah Botulisme. Dapat disembuhkan dengan menghirup uap daun *G**ynora* yang direbus secara rutin.]


"Botulisme? Gynora?"


Alan langsung terpikir tanaman herbal yang sempat dia petik sewaktu di hutan. Alan pun menemui Freya untuk mengambil tanaman tersebut dari dimensional bag Freya.


"Untung saja aku terpikirkan untuk memetik beberapa tanaman sewaktu di hutan." Gumam Alan.

__ADS_1


Alan mengambil beberapa tanaman Gynora dan menanamnya di depan rumah Lily. Tidak lupa Alan meminta Clara untuk merebus beberapa helai daunnya.


Selesai Clara merebusnya, Clara langsung memberikan kepada Alan. Tidak berlama lama Alan memberikannya kepada Lily mumpung uap daunnya masih banyak.


Lily pun menghirup daun tersebut. Efek samping dari uap daun tersebut adalah bisa membuat penghirupnya tertidur. Lily pun langsung tidur setelah menghirup uap tersebut.


"Kalian berdua tolong tunggu dan jaga Lily. Aku keluar sebentar."


Clara dan Freya pun menuruti Alan. Mereka tidak bertanya kemana Alan akan pergi. Yang pasti akan mengurus suatu hal yang penting.


"Pak Kepala Desa... Bisakah saya membeli sebidang tanah di pinggir desa?" Tanya Alan pada Kepala Desa South Hill.


"Tentu Tuan Honorable Guest. Anda bisa membeli tanah di sini. Tapi harganya tentu tidak murah."


"Boleh saya tahu harganya?"


"10 gold untuk seratus meter persegi "


Alan melongo dengan jawaban Kepala Desa. 10 gold? Kalau alan berburu perlu waktu 1 tahun untuk mendapatkan uang segitu. Uang Alan hanya tinggal 74 silver. Memang untuk biaya hidup uang segitu sangat cukup. Tapi untuk membeli tanah? Masih kurang 9 gold 26 silver.


"Baik lah Pak Kepala Desa. Saya akan menyiapkan uangnya." Alan pun pergi ke tambang biji besi. Dia sempat melihat tambang biji besi itu dijaga lebih dari 20 player. Dan player player itu memiliki lambang yang sama di dada mereka. Pastinya mereka dari sebuah Guild. Guild yang bisa memiliki kuasa atas tambang pasti memiliki hubungan dengan Kerajaan, Dan pastinya mereka memiliki cukup banyak uang.


Alan berjalan mendekati tambang. Jalan ke tambang merupakan jalan yang lapang tanpa pepohonan. Hanya beberapa bebatuan besar yang kadang menghiasi pinggiran jalan.


Dari perlengkapan yang dia gunakan, Sepertinya pria itu adalah pimpinan penjaga.


"Aku tidak berniat buruk. Aku kesini ingin menawarkan barang untuk aku jual kepada Guild kalian. Apakah kalian bisa menghubungi Ketua guild kalian?"


"Ketua kami ada di ibu kota. Barang apa yang ingin kamu tawarkan?"


"Tidak banyak. hanya beberapa perlengkapan dan senjata." Kata Alan sambil mengeluarkan beberapa senjata berlevel 25 ke atas.


Mata para penjaga tersebut langsung berbinar melihat senjata dan perlengkapan yang di keluarkan Alan. Mereka sudah berjaga di tambang selama satu minggu. Mereka belum mengupgrade senjata mereka.


Alan pun langsung waspada setelah melihat tatapan para penjaga ke arah senjata dan perlengkapan yang dikeluarkan Alan. Dia yakin mereka akan berniat buruk.


"Tidak buruk... Boleh aku melihat senjata itu dari dekat?" Kata pria pimpinan penjaga tersebut.


Alan pun mendekat untuk memperlihatkan barang yang akan dia jual. Namun ketika Alan sudah semakin dekat, Pria itu tersenyum licik. Dengan cepat dia menarik pedangnya dan menebaskan ke arah Alan.


Alan yang melihat senyuman licik pria itu semakin waspada. Dan benar saja, Pria itu menebaskan pedangnya ke arah dirinya. Alan langsung bereaksi menggunakan skill Shadowingnya untuk masuk ke bayangan pria tersebut.


Pedang pria tersebut hanya menebas angin. Semua orang terkejut tidak bisa berkata apa apa melihat Alan langsung lenyap. Tapi belum sampai mereka sadar dari rasa terkejut mereka. Alan sudah berdiri di samping pria tersebut. cakar dari gauntlet alan tepat berada di leher pria tersebut.

__ADS_1


"Sudah kubilang aku tidak berniat buruk. Aku hanya ingin menjual barang, bukan berkelahi!" Kata Alan dengan tatapan membunuh.


Pria tersebut dan orang orang di belakangnya sampai tidak bisa bergerak melihat tatapan membunuh Alan.


"Ka...Kau..." Kata pria tersebut tidak percaya dirinya berada dalam bahaya.


"Aku adalah Red Bull. Komandan pleton dari Heart King Guild. Kau berani macam macam denganku?" Kata Red Bull dengan sedikit gemetar.


Meskipun ini hanya di dalam game. Tapi sensasi rasa takut, sakit sangat nyata.


"Aku tidak peduli kamu dari Guild mana. Aku hanya ingin menjual barangku. Kenapa kamu malah menyerangku?" Alan masih dengan nada sinisnya.


"Apa yang kalian tunggu? Serang dia?" Teriak Red Bull.


Tapi setelah teriakan Red Bull keluar, cakar Alan masuk ke leher Red Bull. Tubuh Red Bull pun tergeletak tak bernyawa, healer yang berada di belakang Red Bull tidak bisa menyelamatkannya.


Melihat pimpinannya terbunuh, bawahan Red Bull langsung menyerang Alan. Lebih dari enam anak panah mengincar Alan. Alan pun menggunakan tubuh Red Bull sebagai perisai untuk menghalau panah.


Jleb... jleb...jleb...


Panah hanya menancap di tubuh Red Bull. tidak ada satupun yang mengenai Alan.


Alan langsung menggunakan Shadow Stabnya untuk muncul di belakang Healer.


Slash...


Kepala healer tersebut langsung tertebas oleh dagger Alan. Alan tidak berlama lama. langsung mengeluarkan Black Breathnya.


"Black Breath!"


Gas beracun langsung mengelilingi semua orang yang ada disana. Semua orang hanya bisa berdiri mematung memandangi lan menghabisi lawannya satu persatu.


Alan hanya menyisakan satu orang. Dengan cepat Alan menendang seorang pria yang membawa busur panah. Pria tersebut langsung keluar dari area gas beracun.


"Uhuk... uhuk..." Pria tersebut terbatuk sambil berusaha untuk berdiri.


Tapi belum sampai dia bisa berdiri secara utuh. Sebuah cakar sudah menempel di lehernya cakar itu bergerak ke atas dengan pelan, sehingga pria tersebut mengikuti gerakan cakar agar tidak terluka oleh cakar.


"Apa yang kamu inginkan? Kami anggota Heart King Guild. Kamu mau coba macam macam dengan kami?"


"Aku tidak peduli... Katakan pada Ketuamu. Tambang ini sudah menjadi milikku. Kalau ingin mengambilnya kembali, kalian harus membayar 50 gold." Kata Alan sambil menebaskan cakarnya.


Pria tersebut hanya bisa mati. wajahnya masih menunjukkan keterkejutan atas apa yang Alan katakan.

__ADS_1


__ADS_2