New World

New World
Gereja Satanisme Diserang!


__ADS_3

Acara pemujaan yang seharunya mengorbankan satu orang wanita, harus terhenti karena munculnya Rendemiz dan Selene yang terbang dari atas langit ke tengah tengah tempat acara pemujaan. Alan mengatur kemunculan kedua Demon kakak beradik agar terlihat spektakuler. Membuat semua jemaah Satanisme yang sedang melakukan pemujaan terdiam dan terperangah. Mereka semua percaya, jika Asmodias yang mereka puja telah menjawab persembahan mereka selama ini.


"Aku tidak akan mengulangi dua kali apa yang aku katakan. Namaku Selene, anak dari Asmodias. Dan ini kakakku... Rendemiz..." Suara Selene begitu lantang di tengah tengah kerumunan para jemaah Satanisme. Keangkuhan dan kesombongan dirinya benar benar berhasil dirinya tunjukkan.


Semua Jemaah terdiam mematung, tidak percaya jika sosok di hadapannya merupakan salah satu anak dari Demon junjungan mereka.


"Ayahku tidak suka dengan pengorbanan yang kalian lakukan." Suara Rendemiz tidak kalah lantang dari suara Selene.


Semua jemaah terdiam lagi. Jika Demon junjungan mereka tidak suka dengan persembahan mereka selama ini? Lalu apa yang harus mereka persembahkan kepada Asmodias?


"Ayahku tidak mengharapkan apa pun dari kalian. Selama kalian mempercayai adanya kami, dan saling menjaga satu sama lain, itu sudah lebih dari cukup bagi Ayahku..." Sambung Selene.


"Apa kamu benar benar anak Asmodias?" Celetuk salah satu jemaah dari tengah kerumunan.


"Apa kalian meragukanku?" Selene mengeluarkan aura keunguan dari dalam tubuhnya. Memberikan bukti jika dirinya benar benar salah satu anak dari Asmodias. Dan dengan aura kekuatannya yang besar, sudah menjadi bukti yang cukup bagi para jemaah Satanisme Desa Gorden untuk percaya pada perkataan Selene.


Melihat apa yang Selene tunjukkan, semua jemaat kembali terdiam. Mereka ketakutan, bahkan untuk melihat sosok Selene dan Rendemiz yang berdiri di atas panggung pemujaan pun tidak berani.


"Aku datang hanya membawakan pesan ayahku... Dia tidak akan pernah memberikan peringatan dua kali... Jika sampai kalian masih mengulanginya. Mungkin kemarahan ayahku yang akan kalian dapatkan..." Tanpa menarik aura keunguannya, Selene memberi tanda pada Alan untuk melakukan bagian tugasnya.


Alan yang bersembunyi dari kejauhan pun memperlebar Shadow Zonenya hingga ke tempat Selene dan Rendemiz berdiri. Mengatur Shadow Zone agar gravitasi yang menarik tubuh Rendemiz dan Selene menjadi berlawanan. Tubuh Selene dan Rendemiz pun langsung melesat ke atas dengan kecepatan tinggi, menghilang dari tengah tengah lapangan pemujaan.


"Apa tadi itu nyata?" Ucap salah satu jemaah Satanisme. Mempertanyakan apakah dirinya baru saja berhalusinasi atau tidak.


"Tidak... Aku juga melihatnya." Balas jemaah yang ada di sampingnya. Membenarkan perkataan temannya tersebut.


"Apa Anda yakin ini akan berhasil Tuan?" Flyin sedikit ragu dengan apa yang Alan lakukan. Tidak mungkin jika para jemaat tersebut akan menghentikan ritual yang sudah turun temurun dilakukan hanya karena satu peringatan.

__ADS_1


"Kita cukup memberikan contoh jika samai ritual seperti itu masih berlanjut..." Balas Alan dengan datarnya. Tidak mempermasalahkan jika rencana dirinya tidak berhasil. Dirinya yakin seratus persen, jika manusia pada dasarnya diselimuti rasa ketakutan. Dan dirinya hanya perlu menunjukkan satu bentuk kekuatan yang absolute, agar rasa ketakutan di dalam tubuh manusia bisa mengendalikan pikiran mereka.


###


Vizgraf tidak akan pernah menyangka, jika tugas yang diberikan oleh Tara adalah menghancurkan suatu bangunan yang mirip dengan gereja.


Ya... Gereja... Gereja yang digunakan oleh para jemaat Satanisme untuk menyembah dan berdo'a kepada Asmodias, Demon junjungan mereka. Terpampang di kejauhan, sebuah gereja yang tidak pernah kehabisan pengunjung. Satu persatu NPC wanita maupun pria keluar masuk ke dalam gereja. Menandakan gereja berukuran satu stadion sepak bola tersebut adalah pusat dari ajaran Satanisme.


"Apa kamu yakin Vizgraf?" Tanya salah satu anggota Light Guardian. Memastikan sekali lagi keputusan yang akan diambil oleh Vizgraf sebagai pemimpin sementara menggantikan Toni.


"Mau bagaimana lagi? Toni masih belum bisa dihubungi, aku juga tidak memiliki kuasa untuk menolak permintaan dari Nona Tara."


"Kita selesaikan ini dengan cepat. Dan segera pergi... Jangan sampai ada pihak yang mengetahui apa yang kita lakukan." Vizgraf memberi tanda kepada kelima penyihir yang dibawanya.


Kelima penyihir pun tahu jika sudah waktunya bagi mereka berlima untuk beraksi. Mereka saling mengeluarkan item dari tas penyimpanan mereka. Satu persatu item tersebut di keluarkan, kemudian dirakit untuk menjadi sebuah menara setinggi 1 meter.


Jika Alan melihat alat tersebut mungkin akan langsung tahu jika itu adalah sebuah meriam sihir. Alat yang bisa digunakan untuk menggabungkan kekuatan sihir hingga menjadi satu serangan yang begitu dahsyat. Hanya saja perkembangan New World yang begitu cepat, membuat meriam sihir kini bisa lebih mudah untuk dimobilisasi.


Namun tentu saja... Meriam sihir tidak bisa dimiliki sembarang player maupun grup. Mengingat kekuatan yang dihasilkan dan daya hancurnya yang begitu luar biasa. Harga satu buah meriam sihir melambung begitu tinggi. Hanya kelompok elit atau guild guild besar saja yang mampu dan mau membelinya.


Salah satu penyihir memasukkan Mana Stone ke dalam meriam sihir. Meriam sihir pun sempat bersinar sekejap, menandakan kekuatan di dalam meriam sihir telah terisi sepenuhnya.


"Dengan aba abaku..." Vizgraf memberi tanda pada kelima penyihirnya.


"Maafkan aku..." Batin Vizgraf... Yang merasa begitu berat hati harus menjadikan para NPC sebagai korban yang tidak perlukan. Selama dirinya berkarir di New World, baru kali ini dirinya melakukan sebuah genosida seperti ini.


"Sekarang..."

__ADS_1


Kelima penyihir Light Guardian langsung membacakan mantra mantra terkuat mereka. Memusatkan mana mereka untuk menjadikannya satu serangan yang begitu kuat. Meriam sihir langsung menjalankan tugasnya, meriam sihir menyerap semua kekuatan yang dikeluarkan oleh kelima penyihir Light Guardian.


Slash...


Sebuah sinar laser berwarna putih langsung melesat dari atas bangunan tinggi tempat Vizgraf dan yang lainnya berada. Sinar laser tersebut melesat cepat ke arah Gereja Satanisme.


Booom....


Bagaikan sebuah kembang api raksasa. Gereja Satanisme yang tadinya berdiri begitu kokoh kini langsung luluh lantah, mendapatkan serangan gabungan dari meriam sihir. Penjaga yang menjaga Gereja Satanisme tidak sempat untuk melakukan sihir perlindungan.


Gelombang angin bercampur reruntuhan bangunan menyebar ke segala penjuru, membuat semua yang ada di sekitar Gereja Satanisme ikut hancur karena efek serangan yang tiba tiba tersebut. Debu debu terbang langsung menutupi seluruh area bekas Gereja Satanisme, yang kini telah hancur berantakan.


Vizgraf tentu tahu jika apa yang dilakukannya ini adalah suatu kesalahan. Tapi mau bagaimana lagi? Dirinya hanya seorang anggota Light Guardian, yang merupakan organisasi kaki tangan dari Kuil Cahaya. Dirinya hanya bisa menuruti perintah dari Kuil Cahaya, walaupun perintah tersebut berlawanan dengan kata hatinya.


"Kita pergi..." Vizgraf tidak ingin terlalu lama memandang kepulan debu yang menutupi area bekas Gereja Satanisme. Akan lebih menyakitkan hati lagi jika sampai dirinya melihat jasad jasad para NPC yang ikut menjadi korban serangan.


Semua anggota Light Guardian langsung mengemasi meriam sihir yang mereka gunakan tadi. Membereskan peralatan untuk menghilangkan jejak atas serangan kepada Gereja Satanisme. Membuat siapa pun tidak akan tahu siapa di balik penyerangan kepada Gereja Satanisme.


###


Kerajaan Demon God memang didominasi oleh Guild RnP, namun bukan berarti tidak ada player independent yang ada di Kerajaan tersebut. Player independent yang melihat akan serangan ke arah Gereja Satanisme tentu langsung bereaksi. Ada yang mengumpati, ada juga yang merasa takjub. Namun sebagian besar dari para player yang melihat kejadian memilih untuk berempati pada para NPC yang tidak memiliki salah apapun tersebut.


Mereka langsung membuat postingan di forum New World. Menyebarkan berita akan hancurnya Gereja Satanisme di Ibukota Kerajaan Demon God.


Postingan video video yang menjelaskan seperti apa dahsyatnya serangan yang menghancurkan Gereja Satanisme dan membunuh ratusan jemaah ajaran Satanisme dalam sekejap. Dan tentunya video tersebut langsung menjadi tranding topik terhangat. Bukan suatu rahasia umum, jika di Kerajaan Demon God sedang terjadi gejolak panas antara Kuil Cahaya dan Satanisme. Semua player yang membaca berita dan melihat video yang ada di forum New World, langsung menyangkut pautkan Kuil Cahaya berada di balik tragedi mengenaskan tersebut.


[Kerajaan Demon God memanas. Gereja Satanisme diserang. Apakah Kuil Cahaya pelakunya?]

__ADS_1


Sebuah postingan dengan judul yang begitu provokatif sedang dilihat oleh Alan. Bukannya merasa sedih atau pun marah. Alan justru tersenyum kecil melihat judul postingan tersebut.


"Hem... Dengan begini akan lebih mudah..." Gumam Alan pelan. Yang tentunya langsung ditanggapi dengan wajah penuh tanda tanya oleh Rendemiz dan Selene yang ada di sampingnya.


__ADS_2