
"Bagaimana Flyin?" Alan menanyakan hasil pembacaan pikiran Flyin. Dirinya belum sempat mengetahui dimana lokasinya saat ini, Flyin sudah terlanjur membunuh player yang seharusnya menjawab pertanyaannya.
"Kita ada di perbatasan Kerajaan Demon God dan Kerajaan North Castle Tuan." Jawab Flyin yang baru saja selesai menghisap darah dari para player. Flyin nampak begitu rakus, tidak ada setetes darah pun yang Flyin sisakan. Menandakan bangsa Demon benar benar sangat menyukai darah merah untuk diminum.
Alan tidak bisa membayangkan, akan seperti apa kacaunya Midgard jika sampai semua bangsa Demon yang dirinya tahan di dalam The Forgotten World dirinya lepaskan. Pasti bangsa Demon akan membunuh ras ras lainnya secara membabi buta untuk mendapatkan darah merah.
Dan Alan tentu tidak ingin hal itu terjadi, untuk itulah Alan menahan semua bangsa Demon di dalam The Forgotten World. Agar dirinya bisa mengatur dengan sendirinya, siapa Demon yang hendak dirinya keluarkan ataupun tidak dari dunia kekuasaan Alan tersebut.
"Baguslah... Kita ikuti jalan ini... Semoga Kota terdekat tidak terlalu jauh." Alan mengajak Flyin untuk melanjutkan perjalanan. Dirinya juga telah selesai menata semua Mana Stone yang berceceran di atas tanah untuk dimasukkan ke dalam dimensional ringnya.
"Apa di sana masih banyak darah yang bisa saya minum Tuan?" Flyin mengikuti langkah kaki Alan. Bayangan akan bermacam macam rasa darah sudah terbayang di benaknya.
"Ya... Tapi kamu harus mendapat persetujuanku. Darah siapa yang bisa kamu ambil atau tidak. Aku tidak mau ada kekacauan yang tidak diperlukan." Alan memperingatkan Flyin. Agar tidak bertindak di luar batas. Alan tentu tidak ingin mendapat masalah hanya karena satu Demon yang dirinya biarkan berada di luar The Forgotten World. Jika bukan karena kemampuan special Flyin yang bisa membaca pikiran, dan begitu setianya Flyin pada dirinya dan Azazel selama ini. Alan sudah pasti akan ikut memasukkan Flyin ke dalam The Forgotten World.
"Tentu Tuan... Anda bisa percaya pada saya." Flyin tentu tahu maksud dari Alan. Meskipun rasa darah merah begitu adiktif bagi dirinya. Namun kesetiaannya tidak cukup untuk dibayar hanya dengan rasa darah. Bahkan jika Alan meminta dirinya mati sekalipun, Flyin pasti akan segera memberikan nyawanya. Menandakan Flyin memang Demon yang sangat setia pada Tuannya.
"Terima kasih pengertiannya Flyin..." Alan tersenyum di balik tudung hitamnya. Dirinya bersyukur memiliki pengikut Demon yang begitu setia seperti Flyin.
###
Death Mask merupakan suatu organisasi pembunuh bayaran yang terdiri dari ratusan player berkemampuan tinggi dalam hal pembunuhan secara tiba tiba. Sebagian besar anggota Death Mask merupakan seorang Assassin, dimana mereka lebih diuntungkan di dalam hal pembunuhan secara tiba tiba. Namun bukan berarti semua anggota Death Mask merupakan seorang Assassin. Ada player yang memiliki class lainnya juga di dalam organisasi pembunuh Bayaran bernama Death Mask tersebut.
__ADS_1
Salah satunya adalah Cleo, seorang player wanita yang merupakan seorang Ranger. Ranger merupakan satu class khusus, dimana setiap player akan bisa memilih satu partner berupa monster untuk ikut bertarung. Khusus bukan berarti special, namun juga tidak bisa diibaratkan dengan yang biasa. Level maksimal untuk player yang memiliki class Ranger tetap 100, sama seperti class lainnya.
Hanya saja ada yang membedakan dengan class lainnya. Class Ranger memiliki satu partner, dimana partner tersebut juga akan ikut berkembang levelnya bersama dengan player. Player Ranger class akan saling berbagi exp dengan partner mereka, membuat kenaikan level mereka begitu lambat daripada class lainnya.
Itulah sebabnya Ranger Class sangat sedikit jumlahnya, mengingat player akan kesulitan untuk menaikkan level mereka. Belum lagi jika playet Ranger Class kehilangan partner mereka karena mati dalam pertarungan. Player Ranger Class perlu membayar puluhan Gold untuk bisa menghidupkan partnernya. Membuat beban player Ranger Class semakin berat.
Namun ketika level para pemain sudah mencapai maksimal seperti sekarang, banyak player yang menyesal tidak mengambil Ranger Class dahulu.
Memiliki partner bertarung dengan level maksimal, tentu sangat membantu dalam suatu pertarungan. Monster yang menjadi partner Ranger class bisa sekuat monster Lord Class di level 100. Apalagi jika player Ranger class menambahkan aksesoris penguat atribut untuk partner mereka. Tentu partner mereka bisa menjadi satu senjata yang begitu hebat.
Setiap anggota Death Mask memiliki kemampuan yang hebat. Mereka selalu ditugaskan secara individu untuk menghadapi satu kasus permintaan. Hanya berkelompok jika memang kasus permintaannya terlalu berat.
Sama seperti anggota Death Mask yang lainnya, Cleo kali ini juga ditugaskan seorang diri untuk melindungi paket Mana Stone yang dikirim oleh Polar Guild. Namun Cleo melakukan satu kesalahan fatal dalam pengawalannya kali ini.
Winged Lion memang memiliki kemampuan untuk terbang dengan sangat cepat. Membuat Cleo meninggalkan rombongan yang seharusnya dirinya pantau dari jarak dekat, dirinya tinggalkan ke Ibukota Kerajaan Demon God untuk mengupgrade senjata cakar Winged Lionnya.
Dan disitulah kesalahan yang Cleo lakukan. Cleo dengan Winged Lion hanya mendapati jasad jasad player yang nampak begitu pucat ketika sampai di tempat lokasi pertarungan. Cleo bisa melihat jasad player dari pihak Polar Guild dan juga pihak perampok yang merupakan anggota RnP Guild. Dari melihat lokasi pertarungan, Cleo bisa menduga jika telah terjadi pertarungan yang cukup sengit, melihat adanya bekas ledakan di beberapa tempat.
"Ah... Tidak... Aku terlambat..." Cleo segera melompat dari punggung Winged Lion bahkan sebelum Winged Lion mendarat dengan sempurna. Dirinya begitu panik setelah melihat salah satu jasad para player merupakan Hoster, ketua rombongan yang seharusnya dirinya lindungi.
Cleo semakin panik, setelah tidak menemukan satu pun Mana Stone yang ada di tempat tersebut. Menandakan rombongan yang harusnya dilindungi oleh Cleo telah resmi berhasil dirampok.
__ADS_1
Di tengah kepanikan Cleo, Cleo mencoba untuk berpikir tentang apa yang harus dirinya lakukan saat ini. Jika sampai Ketua Death Mask mengetahui tragedi ini, dirinya pasti akan mendapatkan skorsing dan tidak akan mendapatkan pekerjaan perlindungan lagi.
"Bagaimana bisa?" Cleo semakin tidak percaya dengan yang dirinya lihat, tadinya dirinya berpikir jika Guild RnP berhasil merampok rombongan Hoster. Namun setelah melihat tubuh Rhodes tergeletak tak bernyawa, tentu membuat Cleo berpikir ulang.
Cleo tentu tahu siapa Rhodes, dan dirinya juga tahu betul jika Rhodes tidak akan pernah mau bekerja sama dengan Kapten lainnya di dalam RnP Guild untuk menjalankan satu misi. Karena itulah Cleo berpikir ulang dengan semua yang terjadi pada tempat tersebut.
"Mau tidak mau aku harus melaporkan hal ini pada Commander."
"Uargh..."
Raungan Partner Cleo membuat Cleo mengalihkan pandangannya dari barisan mayat yang terbengkalai. Kali ini Cleo menatap whilli si Winged Lion partner Cleo dengan sedikit terheran.
"Ada apa Whilli?" Cleo menghampiri Winged Lionnya yang nampak sedang mengendus endus sesuatu.
"Uargh..." Jawab Winged Lion tersebut dengan bahasanya. Mungkin jika orang biasa tidak akan tahu maksud dari raungan Winged Lion tersebut. Namun Cleo tentu memahami apa yang dikatakan oleh Willi.
"Kamu bisa melacaknya?"
"Uargh..." Raungan Winged Lion disertai dengan anggukan kepala. Menandakan dirinya bisa melakukan apa yang Cleo tanyakan.
"Bagus... Kita kejar mereka... Mereka pasti belum jauh. Kita buat mereka menyesal telah membuat urusan dengan Death Mask." Perintah Cleo sembari dirinya menaiki pundak Winged Lion. Winged Lion pun berlari menyusuri arah bau yang bisa dirinya lacak.
__ADS_1
*****Pendek ya? Maaf ya? Tapi gak papa lah... Lebih baik pendek ceritanya dari pada pendek harapanmu menanti dia...
eaaa**...***