New World

New World
oread temple 2


__ADS_3

seorang peri berpakaian serba putih memasuki ruangan. sayap di punggungnya membentang, tidak seperti peri peri yang lain. yang biasanya akan menutup sayapnya ketika berjalan dan hanya membukanya ketika akan terbang. sayap peri berpakaian serba putih tersebut nampak memiliki butiran butiran emas yang menghiasi setiap centinya. langkah pria tersebut sangatlah tegas, pedang bergagang emas yang tersemat di pinggangnya semakin menambah kesan perkasa baginya.


pria tersebut melangkah melewati ke 48 orang yang berjajar rapi sambil memberi hormat untuk menyambutnya. tidak ada satupun dari ke 48 orang tersebut yang berani menegakkan kepalanya di hadapan pria tersebut.


ke 48 orang tersebut baru berani menegakkan kepalanya ketika pria berbaju putih tersebut duduk di kursi singgasananya. baru beberapa saat pria berbaju putih tersebut duduk di singgasana, seseorang yang memiliki paras hampir mirip dengan pria berbaju putih memasuki ruang singgasana. pria tersebut memakai pakaian campuran hijau dan putih.


"kau tidak sepantasnya duduk disitu!" pria berbaju hijau putih menunjuk pria yang duduk di singgasana.


pria yang duduk di singgasana langsung berdiri, diikuti dengan pandangan tajam ke 48 orang yang berbaris rapi di depannya. "apa maksudmu harald? jelas jelas para tetua telah memilihku sebagai raja baru bangsa oread seperti kehendak ayahanda kita."


"raja tidak seharusnya lemah seperti dirimu klaus. raja haruslah orang yang kuat!" harald tidak terima jika saudara laki lakinya yang menjadi raja baru menggantikan ayahnya yang baru saja wafat. baginya raja haruslah kuat seperti dirinya. yang merupakan peri terkuat di kerajaan bangsa oread. sebelum klaus naik tahta tentunya.


"kamu memang lebih kuat dariku harald, tapi sisi hatimu yang seperti itulah yang membuat ayahanda menyerahkan tahta kepadaku."


"jangan banyak omong kosong! kita tentukan siapa yang pantas menjadi raja!" harald langsung menarik pedang yang ada di punggungnya. klaus yang melihat pedang hitam berukiran rune merah darah tersebut langsung terkejut.


"demon blade? darimana kamu mendapatkan pedang itu harald?" klaus menangkis serangan pedang harald dengan pedang bergagang emasnya.


"kamu tidak perlu tahu!" harald menyerang klaus dengan membabi buta. klaus pun bisa menangkis semua serangan harald dengan sempurna.


ke 48 tetua peri langsung menyingkir dari arena pertarungan mereka berdua. walaupun mereka merupakan tetua, mereka takut jika keberadaan mereka malah akan mengganggu pertarungan kedua kakak beradik tersebut. mereka semua yakin jika klaus setelah naik tahta dapat mengalahkan harald.


harald memang peri terkuat dulunya. namun setelah klaus naik tahta, klaus mendapatkan berkat dari gaia sang dewa bumi dengan memberikannya pedang emas yang dirinya pakai saat ini. dengan pedang emas tersebut, kekuatan klaus bertambah berkali kali lipat. tentu saja mudah bagi klaus untuk mengungguli harald.


"jangan bilang kamu telah berpihak kepada demon?" klaus takut jika saudaranya tengah berpihak kepada pihak yang salah.


"itu semua bukan urusanmu! yang penting aku mendapatkan kekuatan!" harald terus menyerang klaus. klaus yang tadinya segan untuk melukai kakaknya tersebut merubah pikirannya. jika benar harald telah berpihak kepada demon, maka keberadaan harald haruslah dilenyapkan. daripada menimbulkan bencana yang tidak diharapkan bagi bangsa oread.


"maafkan aku harald... tapi aku harus melakukan ini!" klaus melompat melewati harald untuk mengambil jarak dengan harald. klaus langsung mengacungkan pedangnya ke atas. sebuah sinar langsung turun dari langit langit dan merasuk ke dalam pedang klaus. pedang klaus langsung bersinar.

__ADS_1


"hand of gaia!"


dengan membaca mantra, klaus melepaskan tebasan ke arah harald. gelombang tanah dan cahaya mengarah ke harald. harald berusaha melompat untuk menghindarinya, namun akar akar keluar dari dalam tanah untuk menahan kakinya yang akan melompat. harald pun terdiam di posisinya berdiri.


"kamu tidak akan bisa lari dari gaia selama kamu masih ada di atas tanah!" klaus berujar. dirinya yakin jika serangannya dapat mengalahkan harald.


diluar dugaan klaus, harald mengeluarkan aura kehitaman dari pedangnya. aura kehitaman tersebut langsung merasuki harald seutuhnya.


boom...


serangan dari klaus mendarat di tubuh harald. "maafkan aku saudaraku. semoga gaia mengampuni semua kesalahanmu!" klaus berpikir jika harald telah mati setelah terkena serangannya. klaus menyarungkan pedangnya dan mendoakan saudara laki lakinya tersebut.


jleb...


belum selesai klaus berdo'a, pedang hitam bertulisan rune merah darah telah menusuk perutnya. "kamu pikir hal seperti itu akan membunuhku klaus?" senyum mengejek tergambar di wajah harald.


"ka... kau..." klaus serasa tidak percaya akan apa yang dilihatnya kali ini. saudara laki lakinya telah berubah menjadi setengah demon. walaupun harald masih memiliki sayap peri, namun tanduk demon yang ada di kepalanya menandakan harald telah mengambil kekuatan kegelapan.


"aku... aku... akulah raja yang seharusnya!" harald memandang ke arah 48 tetua yang berdiri di samping pilar pilar ruangan singgasana. pandangannya seakan menuntut persetujuan kepada seluruh 48 tetua.


ke 48 tetua tentu tidak ingin kerajaan mereka dipimpin oleh makhluk setengah peri setengah demon. walaupun mereka sadar jika tidak bisa mengalahkan harald, tapi mereka lebih memilih mati berjuang daripada harus mengakui harald sebagai raja.


ke 48 tetua maju bersamaan untuk menyerang harald. namun tidak ada satupun yang bisa memberikan perlawanan. harald tidak segan segan menghabisi ke 48 tetua peri oread tersebut. pendapatnya... dirinya bisa memilih tetua baru setelah dirinya menjadi raja oread.


klaus masih belum kehilangan nyawanya meski perutnya telah dilubangi oleh harald. dengan rasa amarah yang menumpuk, dirinya melihat bagaimana harald menghabisi ke 48 tetua satu persatu.


"hen... hen.. hentikan harald..." klaus tidak kuasa melihat saudara laki lakinya membantai para tetua. hatinya serasa teriris iris. namun tentu suara klaus tidak bisa didengar harald maupun para tetua. klaus mencoba menggerakkan badannya, namun tusukan dari pedang demon blade nampaknya membuat tubuhnya kehilangan tenaga.


"gaia... tolonglah lindungi kami... aku tidak rela melihat rakyatku di pimpin oleh demon." harald berdo'a kepada dewa junjungan bangsanya. dewa gaia, sang dewa bumi. dewa yang memberikan kesuburan akan tanah pegunungan yang mereka tempati.

__ADS_1


darah dan air mata klaus menetes di pedang bergagang emas klaus. seketika pedang bergagang emas tersebut bersinar tepat saat harald menghabisi tetua terakhir. harald memandang dengan heran apa yang terjadi dengan pedang bergagang emas tersebut.


"apa yang terjadi?" harald nampak keheranan. namun dirinya langsung melompat setelah mendapati pedang bergagang emas yang tadi di pegang oleh klaus terbang sendiri ke arah dirinya.


"ada apa ini?" harald tidak mengerti akan yang terjadi.


pedang bergagang emas tersebut meleset untuk memberikan luka kepada harald. harald bisa mendarat dengan sempurna di atas lantai. namun begitu mendarat di atas lantai, akar akar keluar dari bawah lantai dan kembali melilit tubuh harald dengan sempurna. harald mencoba untuk membebaskan diri dari lilitan akar tersebut, namun akar akar tersebut jauh lebih kuat daripada akar yang klaus kendalikan tadi. pedang bergagang emas berbalik, dan kembali mengincar sasaran utamanya, tubuh harald.


pedang bergagang emas tersebut langsung menancap di tubuh harald yang tidak bisa menggerakkan badannya.


jleb...


aura kehitaman langsung keluar dari dalam tubuh harald begitu pedang bergagang emas tersebut menancap. aura kehitaman tersebut membentuk sebuah ilusi demon bersayap dan langsung lenyap di udara. harald pun mati dengan kondisi terikat akar dan tubuhnya tertancap pedang.


"terima kasih gaia... aku harap kamu selalu melindungi rakyatku..." klaus bisa menghembuskan nafas terakhirnya dengan sebuah senyuman di wajahnya setelah melihat kematian harald.


pedang bergagang emas melepaskan diri dari perut harald dan langsung terbang ke langit langit. pedang bergagang emas tersebut menancap di bagian tengah langit langit. cahaya keemasan langsung menyebar ke seluruh penjuru arah setelah pedang bergagang emas tersebut tertancap.


mayat klaus dan para tetua yang terkena cahaya keemasan tersebut langsung berubah menjadi batu lalu hancur menjadi debu secara perlahan.


sedangkan pedang demon blade dan tubuh harald ditarik oleh akar akar yang keluar dari bawah lantai lalu hilang tertelan oleh tanah.


"jadi begitu... ini menampilkan sejarah yang terjadi di tempat ini." alan mengerti kenapa istana ini dijaga oleh guardian golem, dan para peri berubah menjadi batu. selama ini dewa gaia telah menjaga mereka semua.


"tapi untuk apa gaia merubah mereka semua menjadi batu?" shoote sun tentu bingung akan kehendak gaia.


pertanyaan shoote sun tidak bisa alan jawab, karena alan mendengar sebuah notifikasi.


[player mendapat tawaran quest.

__ADS_1


terima? tidak?]


__ADS_2