
Level Alan langsung naik ke level 22. Tinggal sedikit lagi naik ke level 23. Tapi dia tidak berlama lama bersuka hati. Dirinya teringat akan Clara.
"Clara... Kamu tidak apa apa?" Tanya Alan setelah mendengar notifikasi. Dia takut kalau Clara ikut terkena racun dari black breath.
"Aku tidak apa apa Kak AS. Kakak benar benar hebat. Bisa mengalahkan monster itu sendirian." Puji Clara.
"Apa maksudmu? Ini semua berkat kamu. Kalau kamu tidak menarik monster itu keluar, mungkin kita masih jadi bahan bulan bulanan monster itu."
Alan menghampiri bangkai dari Shadow Panter. Memeriksa drop item dan mengambil dagingnya untuk dijadikan bekal perjalanan.
[Shadow Boot, Epic Class
Str + 60
Agi + 85
Int + 35
Deff + 40
Atribut tergantung dari pengguna. Setiap naik level atribut akan bertambah 2.
Pasive skill : Menghilangkan suara langkah kaki.
Active skill :
Shadow Step
Meningkatkan Agi 2 kali lipat dalam 20 detik. Pengguna akan terlihat menjadi bayangan hitam ketika menggunakan skill.
Cooldown : 1 jam
Shadowing
Bersembunyi di dalam bayangan. Maximal waktu bersembunyi 1 jam.
Cooldown : Sejumlah waktu bersembunyi.]
Alan tercengang dengan apa yang dia dapat.
"Sebuah item Epic Class?"
Item Epic Class masih menjadi misteri di New World. Banyak pertanyaan pertanyaan yang Alan baca di forum tentang bagaimana cara mendapatkan Item Epic Class. Tidak dia sangka, dirinya akan mendapatkan satu dari perjalanannya.
'Joker... Kenapa item Epic Class tidak tertera levelnya?'
[Untuk Item Epic Class ke atas bukanlah item masal. Setiap itemnya hanya ada 1 di New World. Item Epic Class ke atas adalah item yang bisa dipakai player sampai level berapapun. Atribut yang tertera itu pun juga tergantung dari atribut pengguna masing masing. Semakin tinggi atribut pengguna, semakin tinggi atribut yang tertera.]
Alan pun memakai sepatu tersebut. Dia sudah tidak sabar untuk melihat atributnya. Segera Alan membuka jendela statusnya.
[Nama : AS
Level : 22
Class : Wind Archer
Tittle : Honnoured guest, Tallented Alchemist
Credit : 98 silver
Hp : 2300
Mp : 247
Str : 193
Agi : 236
__ADS_1
Int : 147
Deff : 161
Hidden atribut
Honor : 400
Senjata : windbow, Black poison Dagger.]
Alan tersenyum puas dengan atributnya. Dia sudah tertinggal dengan pemain lainnya selama 1 minggu lebih. Dengan begini dia bisa mulai menyusul ketertinggalannya.
Untuk pemain profesional. Satu minggu waktu yang lebih dari cukup untuk naik 5 sampai 10 level. Apalagi jika di dukung sumber daya yang cukup dari guildnya.
Sunflower guild tentunya tidak akan merekrut pemain sembarangan. Jika Alan ingin menghancurkan Sunflower, maka dia harus menjadi lebih kuat dari sekarang.
Alan dan Clara pun melanjutkan perjalanan. Alan sempat mencoba skill barunya. Shadowing. Dia bersembunyi di bayangan Clara selama 1 detik, dan langsung keluar. Ternyata cooldown untuk skillnya hanya 1 detik. Begitu pula jika Alan bersembunyi selama 2 detik, maka cooldown skillnya juga 2 detik.
Clara yang masih tetap berjalan merasa risih karena Alan terus terusan mencoba skill Shadowingnya. Bagaimana tidak? Clara seorang perempuan. Seseorang tiba tiba masuk ke bayangannya, terus tiba tiba muncul lagi dari bayangannya. Perempuan mana yang tidak risih terus dihantui bayangannya?
Cethak...
"Kakak AS... Hentikan... " Clara menjitak kepala Alan yang baru saja keluar dari bayangan Clara.
aAan yang baru saja keluar dari bayangan Clara langsung merintih kesakitan sambil memegangi kepalanya. Hp Alan langsung turun 100 poin.
"Xlara kamu kenapa?" Tanya Alan yang masih terduduk sambil memegangi kepalanya. Nampak jelas jika dirinya tidak merasa telah berbuat salah.
"Aku tidak suka kakak melakukan seperti itu. Kalau kakak ingin mencoba skill kakak, pakai bayangan pohon atau apa. Jangan pakai bayanganku!" Clara membentak Alan.
Alan hanya melongo melihat Clara yang marah, dan tidak berani untuk beradu argumen. Karena sekali perempuan marah, laki laki pasti selalu kalah. amau bagaimanapun posisinya.
Clara terus berjalan meninggalkan Alan yang masih terduduk. Alan pun langsung bangkit dan mengejar Clara untuk meminta maaf.
"Clara kamu marah?"
"Hem..."
"Hem..."
"Iya... Kakak janji tidak akan mengulangi lagi..."
"Iya..." Jawab Clara sekenanya. Tanda suasana hati Clara masih tidak enak.
'Joker... Apakah NPC juga bisa merajuk seperti ini?'
[Setiap NPC di New World adalah kecerdasan buatan sendiri. Mereka memiliki logika dan cara berpikir sendiri.]
'Apakah ada cara untuk mendapat maaf dari clara?'
[Untuk cara itu tidak ada di sistemku. Sistemku berisi informasi tentang New World. Bukan tentang urusan antar pemain atau pun pemain dengan NPC. ]
"ahh...."
Alan hanya menghela nafas. Bahkan joker yang sebuah sistem berisi informasi terlengkap di New World tidak memiliki cara untuk meminta maaf kepada seorang wanita. Memang susah menghadapi wanita yang sudah terlanjur marah.
'Perempuan memang sangat rumit.'
Mereka berdua pun terus berjalan dengan keadaan hening. Clara yang masih marah dengan Alan. Dan Alan juga tidak tahu harus melakukan apa untuk meminta maaf kepada Clara.
"Clara... Tunggu... " Alan mencoba untuk menghentikan langkah Clara.
Clara yang masih marah dengan Alan tidak menghiraukan Alan. Dia berpikir kalau Alan masih ingin mencoba meminta maaf.
"Clara..."
Belum sempat Alan menyelesaikan perkataannya sebuah jaring sudah terlempar ke arah mereka berdua. Alan langsung bereaksi menghindari jaring tersebut. Namun naas bagi Clara. Fokusnya masih terbagi, dan tidak bisa menghindari jaring tersebut. Clara pun terjebak di dalam jaring.
__ADS_1
Clara yang terjebak di dalam jaring mencoba melepaskan diri dengan memotong jaring. Tapi usahanya sia sia. Jaring itu di lindungi sihir, sehingga pedang biasa tidak bisa memotongnya.
"Penyusup... Kalian telah melanggar wilayah. " Suara seorang pria dari atas pohon.
Alan mengaktifkan zoom untuk melihat sosok yang berbicara tersebut.
[Guardian Wood Elf]
"Ada bangsa Elf disini?" Batin Alan.
"Serahkan diri kalian dan ikut kami untuk ditahan."
"Kami?" Alan langsung melacak panas di sekitarnya untuk memastikan jumlah musuh.
Alan tercengang. Lebih dari 20 titik panas terdeteksi di sekitarnya. Itu berarti ada lebih dari 20 Wood Elf yang mengepung dirinya dan Clara.
'Joker.. Cari jalan untuk kabur bersama clara.'
[Meneliti area
Simulasikan rute pelarian
Hasil tidak bisa kabur bersama clara.
Hanya bisa kabur seorang diri dengan shadow step skill.]
'Tidak ada rute kabur?'
[Benar AS. Wood Elf memiliki kemampuan mengontrol pepohonan. Jika kabur bersama Clara pasti akan tertangkap.]
Alan hanya menggigit giginya sendiri dan pergi meninggalkan Clara. Dia masih bisa menyelamatkan Clara jika dia berhasil kabur. Tapi jika dirinya dan Clara sama sama tertangkap, siapa yang akan menyelamatkan?
Alan menggunakan Shadow Step untuk meningkatkan kecepatan dirinya. Dengan gesit dia menghindari tali tali dari pohon yang dikendalikan Wood Elf. Para Wood Elf yang mengepung Alan pun tidak bisa berbuat banyak.
Menyerang Alan, Alan bisa menghindarinya. mengejar Alan juga mereka kalah cepat.
"Captain... Dia kabur... " Salah satu bawahan Wood Elf.
"Biarkan saja pengecut itu. Kita sudah mendapatkan temannya. Dia akan kembali untuk menyelamatkan temannya jika dia bukan pengecut. Kita kembali ke desa."
"Baik captain. "
Clara hanya bisa menurut dirinya di bawa ke desa Wood Elf. Dia sempat melihat mata Alan sebelum Alan kabur. Dari sinar mata Alan, Clara tahu kalau Alan pasti akan datang menyelamatkan dirinya.
Alan mengikuti rombongan Wood Elf dari jarak yang aman. Setelah lebih dari 30 menit berjalan sampailah rombongan itu pada sebuah desa yang terletak di atas pepohonan.
Desa Wood Elf terletak di pedalaman hutan. Mereka membangun rumah rumah di atas pohon sebagai tempat tinggal mereka. Hidup mereka sangatlah primitif. Menunjukkan mereka hidup terpisah dari dunia luar.
Alan hanya mengawasi dari suatu pohon di luar desa. Dia tidak berani gegabah untuk langsung menyerang dan menyelamatkan Clara.
'Joker... Bisa kamu tampilkan peta area desa Wood Elf dan posisi Clara dikurung?'
" Baik AS."
Layar langsung menampilkan peta desa Wood Elf. Peta sangat lengkap berisi nama nama dari rumah rumah di peta. Dari peta tersebut, Alan mengetahui kalau Clara di kurung di rumah tahanan. Tepat di sebelah rumah kepala desa Wood Elf.
'Bisa kamu buat rute penyelamatan?'
[Membuat simulasi penyelamatan
Mengkalkulasi kemampuan, area, dan jumlah lawan.
Hasil : bisa sampai di tempat Clara tapi tidak bisa kabur. ]
'Ahh... Sudah kuduga...'
Hanya dikepung 20an Wood Elf saja tidak bisa kabur. Apalagi untuk keluar dari desa Wood Elf.
__ADS_1
"Lebih baik aku bersiap sampai menunggu waktu yang tepat."