New World

New World
Full Winter Frustasi


__ADS_3

Hampir semua anggota Sun Flower Guild yang masih aktif di malam itu langsung bergerak menuju ke perkebunan untuk memenuhi panggilan Guild Master mereka. Hanya segelintir anggota saja yang merasa malas untuk memenuhi panggilan sang Guild Master dan tetap memilih untuk menikmati waktu luang mereka di New World.


Tentu saja anggota yang tidak memenuhi panggilan mendadak Guild Master itu hanya lah anggota anggota biasa saja. Untuk anggota yang memiliki posisi penting di Sun Flower Guild mau tidak mau harus merelakan waktu luang mereka. Mereka tentu tidak ingin posisi mereka di Sun Flower Guild langsung tergeser, mengingat SunFlower Guild memberikan bayaran yang memang layak untuk sekedar bermain game.


"Candy... Kenapa Guild Master tiba tiba memanggil kita?" Seorang Assassins perempuan bernama Black Crown menanyai seorang penyihir yang ikut berlari di sampingnya. Kedua wanita tersebut berada pada baris paling depan di antara semua anggota Sun Flower Guild yang datang memenuhi panggilan Full Winter.


"Aku tidak tahu dengan pasti... Tapi dilihat dari jumlah anggota yang datang, seharusnya ada masalah yang gawat." Meskipun Sweet Candy juga seorang Kapten di Sun Flower Guild, dirinya juga tidak tahu alasan pasti Guild Master memanggil semua anggota yang masih aktif malam ini. Dilihat dari jumlah anggota, Sweet Candy bisa berasumsi jika mereka akan berperang antar Guild. Seribu anggota lebih tentu lebih dari cukup untuk menghancurkan sebuah guild kecil.


"Dasar laki laki buaya itu... Awas saja jika ini bukan masalah yang penting..." Black Crown mengumpat sendiri, karena tidak mendapati jawaban yang dirinya butuhkan.


"Coba katakan itu di depan Guild Master." Sweet Candy hanya terkekeh melihat Black Crown yang marah marah sendiri. Sudah menjadi rahasia umum di Sun Flower Guild jika Black Crown pernah dicampakkan oleh Full Winter. Sweet Candy pun bisa berasumsi jika Black Crown masih menaruh hati pada Full Winter. Hanya saja Sweet Candy tahu, jika Black Crown tidak kuat menerima siksa batin untuk melihat Full Winter berganti ganti wanita penghibur setiap harinya.


Kedua player wanita tersebut pun mempercepat langkah kaki mereka begitu mulai melihat puncak piramida hitam yang ada di tengah perkebunan. Tidak salah lagi, telah terjadi sesuatu di area pabrik yang tepat berada di tengah tengah area perkebunan.


"Candy... Aku pergi dulu... Lebih cepat aku tiba lebih baik..." Black Crown tidak menunggu jawaban dari Sweet Candy. Dengan menggunakan salah satu skill yang dimilikinya, Black Crown berubah menjadi seekor gagak dan terbang meninggalkan rombongannya.


Beberapa anggota Sun Flower Guild yang memiliki kemampuan untuk membuat mereka bisa terbang pun mengikuti Black Crown. Mereka ingin cepat sampai dan mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Semuanya... Lari lebih cepat!" Sweet Candy sadar diri tidak bisa terbang seperti Black Crown, dirinya harus mengandalkan langkah kaki untuk bisa sampai ke tempat tujuan.


###


Pertukaran serangan antara Alan dan Full Winter terus terjadi. Full Winter yang memang tidak diunggulkan dengan serangan jarak dekat selalu berusaha menjaga jarak dan mengandalkan tombak tombak es untuk menyerang Alan.


Namun tidak peduli berapa banyak tombak es yang Full Winter lancarkan, Alan seakan bisa membaca semua arah serangan Full Winter. Dengan panah anginnya, Alan selalu bisa menghancurkan tombak es yang mengincar dirinya.

__ADS_1


"Cih... Harus aku akui... Kamu memang benar benar pemanah yang ulung." Puji Full Winter yang begitu frustasi menghadapi Alan. Hampir separuh mana yang dirinya miliki telah terkuras habis untuk mengeluarkan tombak tombak es yang selalu bisa ditangkis Alan.


"Tidak usah banyak bicara di depan kematianmu..." Alan sudah muncul di belakang Full Winter lagi. Kali ini dirinya menggunakan Shadow Stab dari Black Poiton Dagger.


Thang...


Perisai es menyelimuti tubuh Full Winter yang mencegah Alan untuk bisa membunuh Full Winter dengan sekalu tusukan.


"Cih... Berapa banyak skill menjengkelkan seperti itu yang kamu miliki?" Full Winter kembali menjaga jarak. Jika bukan karena pelindung es miliknya bisa aktif secara otomatis, mungkin dirinya sudah mati sedari tadi dengan skill Alan yang selalu muncul tiba tiba di belakang lawan.


"Berapa banyak jumlahnya... Itu kamu tidak perlu tahu!"


"Critical Wind Spear!"


Tombak angin melesat dengan cepat ke arah Full Winter, mengincar bagian vital dari Full Winter.


Meskipun perisai es milik Full Winter aktif dan menangkis serangan dari Alan. Namun kuatnya daya serang dari skill Alan membuat Full Winter terlempar. Full Winter harus rela dirinya terjerembab ke dalam pepohonan Violet Cactus.


"Gila... Kuat sekali..." Ken yang melihat daya serang dari skill Alan sampai terkejut. Skill yang baru saja Alan keluarkan memiliki daya serang yang sama besarnya dengan Hand of Budha miliknya. Bedanya Ken harus mempersiapkan skill itu cukup lama, sedangkan Alan... Alan bisa mengeluarkannya dengan begitu mudah.


"Cuih... Kamu benar benar tidak bisa dimaafkan..." Full Winter yang baru saja bangkit mengumpat sendiri. Meskipun bisa menangkis serangan Alan, HP miliknya berkurang 10% karena daya serang Alan yang lebih kuat dari perisainya.


"Frost Domain, Second Phase!"


"Cyclone Chill!"

__ADS_1


Angin di area perkebunan langsung berhembus dengan kencang. Butiran butiran salju kembali turun dari langit. Dengan adanya angin tersebut, butiran butiran salju tersebut bergerak dengan begitu cepat.


"Ini gawat... Dia berniat membekukan semua tempat ini..." Ken sadar jika skill yang dikeluarkan Full Winter sangat berbahaya. Bahkan dirinya yang hanya sebagai penonton pertarungan pun bisa ikut terkena imbas dari skill Full Winter. Ken pun memilih untuk menjaga jarak.


Alan yang melihat perubahan alan di sekitarnya tetap tidak gentar. Bagaimanapun juga, dirinya memiliki Wind Archer Class. Angin berada di dalam kendalinya. Meskipun tahu jika butiran butiran salju Full Winter tersebut sangat berbahaya. Alan tidak kehilangan ketenangannya.


Tidak ada satupun butiran salju yang berhasil mengenai Alan. Setiap butiran salju yang akan mendekati Alan, selalu terbawa angin yang membawanya menjauhi Alan. Semua karena skill pasif Alan yang bisa mengatur arah angin.


"Kenapa?" Full Winter merasa ada yang tidak beres. Seharusnya setiap butiran salju tersebut akan mengincar Alan dan mengurangi HP Alan secara perlahan. Memberikan rasa sakit secara perlahan yang akhirnya membunuh Alan.


"Kalau hanya ini kekuatan terbesarmu... Biar aku perjelas. Kematianmu sudah ada di tanganku."


"Shadow Zone!"


"Demon Hand!"


Alan mengaktifkan Shadow Zone, mengarahkan tangan kanannya ke depan. Mengatur agar tangan kanan Alan menjadi pusat gravitasi untuk tubuh Full Winter.


"Apa ini?" Full Winter merasa panik, mendapati tubuhnya tertarik dengan sendirinya ke arah Alan. Dirinya berusaha mengaktifkan segala skillnya untuk membuat dirinya tidak tertarik ke arah Alan.


"Sudah aku bilang sia sia..."


"Canon Claw!" Alan menggunakan skill dengan damage terkuat yang dimilikinya. Meskipun Full Winter nanti bisa menangkisnya. Alan sangat yakin jika Canon Claw akan bisa membunuh Full Winter dengan sekali serang.


***Segini dulu ya... Takut nanti kedinginan kalo kebanyakan adegan tentang es. Gak baik kalo kebanyakan dingin dingin, apalagi sikap dingin dari si dia...

__ADS_1


aduh...***


__ADS_2