New World

New World
botani book


__ADS_3

"Jadi murid kakek?" Alan dan Clara serempak.


Kakek Vincent adalah seorang Master Alchemist. sejak kecil Kakek Vincent mempelajari buku buku Alchemist peninggalan keluarganya.


"Benar... Kenapa kalian terkejut? Tapi tentu saja itu semua tergantung dari bakatmu. Kalau kamu tidak berbakat dengan Alchemist, mau seperti apapun mencoba juga akan percuma. Contohnya cucuku satu ini." Vincent menunjuk Clara.


Clara pun cemberut setelah diejek kakeknya. Clara memang sedari kecil di ajari kakeknya untuk menjadi seorang Alchemist. Tapi menjadi seorang Alchemist perlu ketelitian dan ketabahan yang tinggi. Clara tidak bisa memenuhi kriteria itu.


"Terima kasih banyak Kakek Vincent. Kalau begitu saya mohon bimbingan dari Kakek Vincent." Alan merasa jika dia menjadi seorang Alchemist akan mempermudah dirinya dalam mencari uang.


"Bagus... Bisa kamu bantu kakek untuk ke ruang kerja kakek? " Pinta Vincent.


Alan membantu Vincent berjalan ke ruang kerja Vincent. Alan terperangah setelah memasuki ruang kerja Vincent.


"Kakek? Apakah benar ini ruang kerja kakek? Lebih mirip seperti toko potion." Tanya Alan.


"Hahaha... Ini semua adalah sample sample dari karyaku. Kamu mungkin akan bisa membuat ini semua kelak. " Balas Vincent


Clara menatakan bantal dan sandaran untuk kakeknya duduk. Kemudian Alan membantu Vincent untuk duduk.


"Baiklah... Kita lihat dulu seperti apa bakatmu." Kata Vincent.


"Apakah ada caranya untuk melihat bakat Alchemi seseorang?"


"Tentu saja ada. Ambillah kotak hitam itu, lalu letakkan di atas meja." Perintah Vincent pada Alan.


Alan menuruti perintah Vincent. Alan benar benar penasaran dengan bakatnya sebagai seorang Alchemist.


Alan membuka kotak itu. Di dalam kotak itu ada bermacam macam alat yang sering digunakan oleh seorang Alchemist. Mulai dari tabung reaksi, kompor kecil pemanas, pipet dan lain lain. Namun yang menarik perhatian alan adalah sebuah batu hitam di tengah tengah kotak itu.


[Alchemy Tracker Stone, ???? ]


"Kakek Vincent.... Batu apa ini?" Alan mengambil batu tersebut. Dia penasaran karena tidak ada penjelasan dari sistem untuk batu tersebut.


"Nanti kamu juga akan tahu.... Clara... atolong siapkan bahan bahan ini." Kakek Vincent menulis sebuah catatan.

__ADS_1


Clara lalu keluar rumah untuk memetik tanaman tanaman yang ada di halaman depan rumah. Selang 15 menitan Clara kembali dengan beberapa macam daun daunan.


"Terima kasih banyak cucuku..." Kata Vincent sambil menerima tanaman tanaman herbal dari Clara.


Vincent ******* tanaman herbal tersebut. Mencampurnya dengan air dan memasaknya. Lalu di saring sehingga menghasilkan cairan berwarna hijau kebiruan. Cairan itu lalu di masukkan ke dalam tabung. Di pindah ke tabung yang lainnya lagi. Vincent melakukan hal seperti itu agar cairan itu cepat turun suhunya.


Setelah suhu cairan sudah turun, Vincent memasukkan batu hitam yang tadi di pegang Alan. Dengan perlahan cairan yang tadi berwarna hijau perlahan memudar menjadi bening seperti terbersihkan dari noda.


"Luar biasa..." Kata Alan yang takjub akan apa yang diperlihatkan oleh Vincent.


" hahaha... ini masih belum selesai. berikan aku setetes darahmu. " pinta vincent.


alan sedikit bingung, tapi akhirnya menurutinya. dengan anak panahnya dia menusuk ibu jarinya. darah yang menetes ibu jarinya, alan masukkan ke tabung yang vincent pegang.


"Hem lumayan, tidak buruk." Kata Vincent melihat cairan di tabung berubah warna menjadi hijau.


"Bakatmu biasa biasa saja, tapi juga tidak buruk. Untuk mencapai master alchemist perlu waktu yang lama. Apakah kamu tetap ingin menjadi muridku?" Tanya Vincent.


Alan mengangguk. "Tolong beri saya kesempatan Kakek Vincent." Pancaran mata Alan menunjukkan niat yang kuat. Dia benar benar tertarik dengan Alchemi setelah melihat Vincent membuat larutan.


"Ok... Baiklah. Mulai hari ini kamu resmi aku angkat sebagai murid. Panggil aku Master mulai hari ini."


Pertama tama kamu bacalah buku ini. Vincent menyerahkan sebuah buku tebal berwarna hijau tua yang sudah lapuk.


[Botani book, ????]


"Lagi lagi tanda tanya. Sebenarnya atribut seperti apa yang di dalamnya."


Alan pun dengan seksama membaca buku itu. Setelah membaca halaman pertama Alan terperangah.


Botani book berisi pengetahuan tentang tanaman tanaman yang ada di New World.


Alan yang sedari kecil sangat suka dengan tanaman. Serasa seperti anak kecil mendapatkan mainan baru.


Alan membaca Botani book dengan seksama, dirinya serasa tenggelam di dalam dunianya sendiri. Clara dan Vincent yang melihat Alan asik membaca buku itu halaman per halaman pun terkejut. Tidak mereka duga, Alan akan sangat menikmati membaca buku setebal itu.

__ADS_1


Tidak terasa Alan membaca sampai malam hari. Dia pun berpamitan kepada Vincent dan Clara untuk kembali ke dunia nyata.


###


Di tengah hutan, Alan sedang berhadapan dengan 5 Lizardman. Alan berencana menaikan levelnya terlebih dahulu sebelum kembali ke tempat Vincent untuk belajar alchemi.


[Lizardman, level 3, common monster]


Di tengah tengah kepungan Lizardman Alan melompat kesana kemari sambil melepaskan Wind Arrownya.


"Critical Wind Spear "


Dengan killmust skillnya Alan menghabisi satu Lizardman. Setelah berkurang satu ekor, kepungan terhadap Alan menjadi lebih longgar. Alan menjadi semakin menggila dalam menembaki kedua monster Lizardman yang tersisa.


Setelah berburu Lizardman selama 2 jam Alan berhasil menaikan levelnya ke level 4. Namun hp alan tinggal 20 persen dari hpnya. Free atribut dari naik level dia gunakan untuk menaikkan str dan agi nya.


Alan memilih kembali ke desa. Dia berharap bisa mendapatkan potion untuk memulihkan Hpnya.


Alan sangat berhati hati dalam kembali ke desa. Dia takut bertemu monster mengingat hpnya tinggal sedikit. Jika dia mati, usahanya selama 2 jam akan jadi sia sia.


Alan sampai di desa setelah satu jam perjalanan. Alan langsung menuju ke rumah Vincent.


Sesampainya di rumah Vincent, Alan langsung disambut oleh Botani Book. Dia berencana menyelesaikan membaca Botani Book hari ini.


Waktu sudah tengah malam. Akhirnya Alan telah menyelesaikan membaca seisi Botani book. Meskipun tidak hafal semuanya. Paling tidak Alan sudah mengetahui dasar dasar tentang tanaman di New World beserta fungsinya.


Cekrek....


Alan mendengar pintu terbuka. Tapi bukan pintu ruang kerja dimana Alan berada. Alan pun keluar dari ruang kerja untuk melihat siapa yang membuka pintu.


Alan melihat vincent keluar dari rumah. Alan mengikutinya secara diam diam.


Vincent berjalan di jalanan desa yang sepi. Alan masih mengikutinya secara diam diam. Dia penasaran kemana Vincent akan pergi tengah malam begini.


Sampailah mereka berdua di suatu bukit di sebelah selatan desa. Bukit itu adalah awal dari barisan pegunungan yang mengelilingi desa. Yang mengejutkan Alan adalah, di bukit itu ada sekitar 10 orang lebih. Semuanya duduk memandangi langit. Vincent yang sampai di atas bukit ikut duduk bersama rombongan.

__ADS_1


Alan melihat ke atas. Terlihat butiran butiran putih turun dari atas langit. Seperti salju, tapi lebih kecil. Butiran putih itu menghiasi langit. Menambah indahnya langit yang penuh bintang.


Saat butiran putih itu turun menerpa tubuh Alan dan orang orang di atas bukit. Suara notifikasi sistem terdengar.


__ADS_2