
Bagaimanapun juga, dibentuknya Sun Flower Guild adalah untuk kepentingan bisnis, bukan hanya untuk membesarkan nama perusahaan Sun Flower yang telah memiliki nama besar di dunia nyata.
Pendapatan jutaan dollar haruslah bisa Sun Flower Guild dapatkan untuk bisa membayar para pemain penting dan tentu saja mengisi kantong kas guild.
Lalu darimana mereka bisa mendapatkan uang sebanyak itu?
Pertanyaan itu pasti langsung terbayang bagi semua orang yang mengetahui permasalahan keuangan tersebut. Tapi tentu hal seperti itu bukan masalah untuk sebuah guild yang didukung kekuatan ekonomi yang begitu kuat.
Sun Flower Guild memiliki beberapa cabang usaha untuk menutup semua masalah keuangan mereka. Di antaranya usaha pengiriman barang, pengawalan, bisnis hiburan di Black Dessert City, dan satu bisnis berupa produksi wine.
Dua cabang usaha terakhir adalah usaha yang paling memberikan dampak terbesar untuk pemasukan guild. Black Dessert City terkenal akan suatu kota hiburan dengan wanita wanita cantiknya. Sun Flower Guild tentu memiliki beberapa tempat hiburan yang mereka andalkan untuk meraup ribuan koin emas setiap harinya.
Semua orang berpikir jika Sun Flower Guild adalah pencetus hadirnya suatu hiburan dewasa di New World, karena mereka memiliki bisnis tempat terbesar untuk bisnis semacam itu.
Padahal pada kenyataannya... Sun Flower Guild juga hanya menjadi pengikut arus. Pencetus pertama terbuatnya tempat hiburan dewasa di New World adalah dua orang player bernama Heaven Sins dan Jack Wilshere. Mereka berdua membuat suatu tempat hiburan dan merekrut banyak player wanita untuk berpatisipasi dalam suatu tempat hiburan bernama Heaven Throne.
Sayangnya... Heaven Throne kini harus mengalami kemunduran. Kekuatan modal, relasi bisnis, serta kekuasaan yang dimiliki oleh Sun Flower Guild membuat perkembangan Heaven Throne sedikit terhambat.
Lalu? Apa tidak ada kebijakan Sexual Harassment dari sistem New World? Kenapa bisa dibuat adanya suatu bisnis untuk orang dewasa di suatu game, yang notabene hanya untuk hiburan semata.
Tentu ada...Pihak Microboot tetap memberikan perlindungan kepada player wanita, dengan adanya suatu forum khusus Sexual Harassment.
Tapi bukan berarti player wanita bisa seenak hati melaporkan suatu hal bernama Sexual Harashment. Laporan sexual harashment harus disertai dengan bukti yang kongkrit, berupa rekaman video tindak asusila yang diterima para player.
__ADS_1
Lagipula laporan sexual harassment bisa dilakukan jika ada pihak yang melapor. Usaha prostitusi adalah suatu usaha jasa, wanita menawarkan tubuh mereka, sedangkan sang pembeli membayar dengan koin emas dan silver mereka. Tidak ada yang dirugikan dalam transaksi jual beli jasa seperti itu.
Duduk dengan kepala menempel pada salah satu tangannya di suatu ruangan yang terbilang cukup sepi. Tidak banyak orang yang ada di ruangan tersebut. Hanya ada satu orang laki laki dan tidak lebih dari sepuluh orang wanita. Semua yang ada di tempat tersebut adalah player, tidak ada satupun NPC di tempat tersebut. Termasuk juga sang laki laki yang berdiri di konter bar.
"Hah... Kita bisa gulung tikar kalau seperti ini terus..." Heaven Sins mengajak bicara sang laki laki yang berdiri di seberang meja bar. Tangannya tetap menahan kepalanya, seakan akan kepalanya begitu berat karena beban pikiran yang ada di dalam kepalanya.
"Mau bagaimana lagi? Kita sudah berusaha semampu kita..." Sang laki laki bernama Jack Wilshere tersebut menghentikan aktifitasnya, dan menatap kedua bola mata Heaven Sins.
"Padahal kita yang pertama membuka tempat usaha seperti ini... Tapi kenapa kita yang harus gulung tikar pertama?" Heaven Sins masih teringat satu tahun yang lalu, seperti apa ramainya tempat hiburan bernama Heaven Throne milik dirinya dan Jack Wilshere ini.
"Kita tidak memiliki produk terbaik yang bisa kita jual. Wanita wanita di tempat ini juga secara perlahan beralih ke tempat lain..."
"Ya... Tapi aku masih tidak terima... Bagaimana bisa pihak Kerajaan menetapkan aturan pajak yang begitu tinggi. Jika saja pajak dari Kerajaan tidak begitu tinggi, kita bisa menurunkan harga untuk lebih kompetitif."
"Apa lebih baik kita terima tawaran dari mereka? Mereka masih mau membayar untuk tempat ini kan?" Heaven Sins menatap Jack Wilshere dengan penuh tanda tanya. Berharap mendapatkan saran terbaik dari sahabatnya tersebut.
"Kalau kamu ingin menjualnya tidak masalah... Tapi jawabanku tetap tidak... Tempat ini adalah hasil kerja keras kita dua tahun ini..." Jack Wilshere menatap tajam kedua mata Heaven Sins yang berwarna merah senja. Menegaskan semua isi jawabannya barusan.
"Yah... Tapi mau bagaimana lagi?" Heaven Sins menaikkan kedua bahunya, menanyakan solusi akan permasalahan keuangan Heaven Throne.
"Apa kamu masih lupa bagaimana kita membangun usaha ini dulu?" Jack Wilshere mengingatkan Heaven Sins akan kejadian dulu. Jaman dimana dirinya masih menawarkan jasa Heaven Sins untuk melayani para player hidung belang di jalanan. Bahkan mereka berdua sampai rela menyewa suatu penginapan untuk dijadikan suatu tempat pelayanan jasa untuk para pelanggannya.
"Ah... Aku tidak akan lupa hal itu... Tapi masalahnya... Bagaimana kita akan menghadapi keadaan saat ini?"
__ADS_1
Pertanyaan Heaven Sins membuat Jack Wilshere terdiam. Bagaimanapun juga dirinya juga tidak memiliki jawaban akan pertanyaan Heaven Sins tersebut.
Keheningan pun tercipta, mereka berdua terus berpikir untuk memecahkan solusi permasalahan yang ada. Mereka tidak peduli pada wajah cemberut para player wanita yang ada di dalam Heaven Throne karena tidak adanya pelanggan. Mereka lebih dipusingkan dengan pertanyaan "dengan apa mereka akan membayar pajak dari Kerajaan Black Dessert untuk mempertahankan Heaven Throne tetap buka?"
Keheningan pun terpecah setelah adanya suatu bunyi pintu terbuka.
Klinthing...
Klinthing...
Begitulah suara bunyi bel yang berada di atas pintu masuk. Bel tersebut akan berbunyi jika ada seseorang yang mencoba keluar atau masuk ke dalam Heaven Throne.
"Siapa lagi yang akan keluar?" Heaven Sins tidak berasumsi jika akan adanya pelanggan yang datang. Dirinya lebih condong ke dalam pikiran jika ada satu lagi wanita penghiburnya yang pergi dari Heaven Throne untuk bergabung ke pesaing bisnisnya.
"Selamat datang..." Berbeda dengan Heaven Sins, Jack Wilshere langsung menyapa tiga orang yang datang memasuki Heaven Throne. Terlihat jika semua wanita penghibur yang ada di Heaven Throne langsung mengerubungi tiga orang tersebut.
"Oh... Ada orang datang?" Heaven Sins langsung mengalihkan pandangannya, melihat siapa yang datang ke tempat usahanya. Dirinya justru diselimuti ketakutan, takut jika yang datang adalah dari pihak Kerajaan yang akan menarik pajak.
"Hali Heaven Sins... Atau boleh aku panggil... Rose?" Tanya seseorang yang keluar dari kepungan wanita penghibur Heaven Throne.
"Kamu?" Sontak Heaven Sins terkejut dengan kemunculan pria tersebut. Hanya beberapa orang saja yang mengetahui nama aslinya di dunia nyata. Dirinya sengaja tidak mengumbar identitasnya agar tetap menjaga privasinya.
"Ya... Ini aku... Aku datang untuk menepati janjiku..." Senyum terkembang dari wajah pria tersebut. Sebuah senyum yang terlihat sebagai jawaban untuk semua masalah yang Heaven Sins miliki saat ini.
__ADS_1
Sementara Jack Wilshere hanya terbengong, dirinya tidak kenal siapa pria yang datang ini. Namun dari satu kata janji tersebut, Jack Wilshere bisa mengetahui jika Heaven Sins mengenal pria yang baru saja datang tersebut. Hanya saja dirinya tidak tahu, janji yang akan dipenuhi itu adalah janji yang berefek baik, atau justru janji yang berefek buruk.