New World

New World
master strategi


__ADS_3

"Hubungi Freya untuk membuka penutupnya." Perintah Alan pada Clara melalui crystal link.


Dengan keluarnya komando dari Alan. Akar akar pohon keluar dari dalam tanah dan mengangkat batu besar. Batu besar itu tadinya menutupi lubang selebar 2 meter dan sedalam 3 meter.


Di dalam lubang tersebut terdapat panci besar yang berisi daun Gynora yang telah direbus dan mengeluarkan uap. Uap yang sedari tadi terkumpul di dalam lubang pun keluar secara perlahan, menyebar kesekitar area lubang.


Elementalist pasukan revolution langsung menggunakan sihir anginnya. Mendorong uap itu secara perlahan menuju ke arah pasukan Kerajaan.


Ada lebih dari 20 lubang yang telah disiapkan. Gabungan uap dari ke 20 lubang tersebut membentuk kabut tipis ke sekitar jalan yang akan dilalui pasukan Kerajaan.


"Kenapa disini ada kabut?" Gumam seorang pria yang merupakan pemimpin pasukan Kerajaan.


"Kabut akan menghalangi pandangan. Perintahkan semua untuk berhati hati dengan penyergapan." Teriak pria tersebut.


Pasukan kerajaan pun terus berjalan hingga mereka memasuki kabut tipis. Mereka menjadi lebih waspada terhadap area sekitar mereka. Takut apabila mereka di sergap secara tiba tiba.


"Hoooaam..."


"Hoooaam..."


Pasukan Kerajaan yang melewati kabut mulai merasakan rasa kantuk. Andai saja mereka tidak dalam kondisi akan berperang, mungkin mereka sudah tidur semua sekarang.


Mereka terus berjalan melewati kabut tersebut. Rasa kantuk yang menyerang mereka membuat kesiagaan mereka menurun.


Alan masih tetap mengawasi dari atas pohon. Dirinya mengatur angin di sekitar tubuhnya agar tidak ada kabut yang mendekat ke arahnya. Alan tidak ingin dirinya terkena senjatanya sendiri.


"Clara... Tahap dua!" Perintah Alan dengan pelan


"Baik Kakak..." Clara langsung menghubungi Freya dan yang lainnya.


Freya dan yang lainnya langsung melepaskan jebakan jebakan yang telah mereka siapkan.


Ciu....


Ciu....


Puluhan jaring langsung terlempar ke arah pasukan Kerajaan bagian belakang barisan. Pasukan kerajaan pun tidak bisa bereaksi akan serangan dadakan tersebut. Hampir seperempat dari pasukan terjebak didalam jaring.


"Hati hati... Ada penyergapan. " Teriak salah satu pasukan


Berita ada penyergapan langsung disalurkan ke barisan depan. Ketika pimpinan pasukan mendengar berita penyergapan dirinya begitu terkejut.


"Formasi bertahan!" Teriak pimpinan pasukan.


Tapi belum sampai pasukannya bisa membentuk formasi. Batu batu besar sudah berjatuhan dari atas langit. Menghujani pasukan kerajaan tanpa ampun.


Boom....


Boom....


Batu batu besar itu adalah kiriman dari Elementalist pasukan revolusi.

__ADS_1


"Semuanya... Menyebar... Kita berkumpul di dekat desa..." Perintah pimpinan pasukan kerajaan.


Kondisi pasukan kerajaan benar benar tidak diuntungkan. Mereka tidak mengetahui lokasi penyergap karena tertutup kabut. Fokus mereka juga terpecah karena rasa kantuk. Jika mereka terus bertahan di posisi ini mereka akan menjadi korban hujan batu. Jika mereka bergerak dalam berkelompok, penyergap akan dengan mudah menyerang mereka.


Satu satunya cara adalah dengan menyebarkan pasukan. Mungkin akan jatuh korban, tapi paling tidak jumlah korban bisa di minimalisir.


Alan melihat pasukan kerajaan yang berlari ke segala arah. Dengan senyum liciknya alan menghubungi clara.


"Clara... tahap tiga. "


"Baik kakak." Clara langsung menghubungi Freya dan yang lainnya.


Setelah komando alan menyebar.


wush..


wush...


Lautan api langsung menutupi semua jalan keluar dari pasukan kerajaan. Pasukan kerajaan yang melihat lautan api di semua arah langsung menghentikan lari mereka.


"Komandan Wislock... Gawat... Jalan keluar tertutup api." Lapor salah satu pasukan pada pimpinan pasukan.


Muka Wislock langsung pucat mengetahui jalan untuk lari tertutup semua oleh api.


"Penyihir... Padamkan api!" Perintah Wislock pada bawahannya.


Penyihir langsung merapal mantra dan membentuk gumpalan air yang melayang di udara.


Ciu.... Duar...


Ciu.... Duar...


Wislock semakin pucat melihat para penyihirnya mati satu demi satu.


"Buat perisai pelindung." Teriak Wislock


Penyihir yang tersisa langsung membuat pelindung dari sihir untuk menangkis serangan anak panah. yang mengincar mereka.


Duar...


Duar...


Perisai pelindung terus di bombardir oleh anak panah yang terdapat sebotol kecil Red Iron Spark potion di ujungnya. Wislock yang ikut berada di dalam pelindung sihir, hanya bisa menatap pasukannya di bombardir hujan batu.


Dirinya tidak menyangka kalau pasukannya akan dengan sangat mudah terjebak dalam rencana musuh.


Ridak sampai 10 menit pasukan kerajaan yang diluar perisai sihir telah habis ada yang jatuh pingsan, ada yang mati tertindih batu ataupun terkena panah. Bahkan ada yang tertidur pulas karena terkena efek uap daun Gynora.


"Sial... Kenapa jadi seperti ini." Wislock menggigit giginya sendiri sambil mengutuk pelaku penyergapan. pasukannya yang terdiri dari 1000 orang, kini tersisa tidak lebih dari 50 orang yang berlindung di dalam perisai sihir.


"Kakak... Zane sudah selesai... " Clara menghubungi Alan melalui crystal link. Alan yang mendengar informasi dari Clara langsung tersenyum menang.

__ADS_1


Alan melompat dari atas pohon untuk menghampiri pasukan kerajaan yang tersisa. Lautan api yang tadi mengelilingi pasukan kerajaan kini telah kehabisan bahan bakar dan mulai padam. Dengan perlahan Alan mendekat ke arah Wislock dan pasukannya yang masih berlindung di dalam perisai sihir.


"Menyerahlah..." Kata Alan sambil berjalan mendekat ke arah perisai sihir.


"Ooohh... Akhirnya si pengecut menampakkan diri." Wislock mencoba memprovokasi Alan.


"Terserah kamu mau bilang apa. Kini pasukanmu sudah habis. Menyerah adalah satu satunya jalan keluarmu." Alan tentu tidak terprovokasi dengan cemoohan Wislock. Dirinya sangat hafal dengan berbagai taktik perang. Provokasi tentu salah satunya, dan Alan tidak mau masuk kedalamnya.


"Hahahaha.... Kamu pikir kamu bisa menang? Bahkan untuk menembus perisai ini pun kamu tidak mampu. hahaha..."


Alan hanya tersenyum sinis dengan perkataan wislock. Dengan santai dirinya pun mengambil sebatang kayu besar dan menancapkan ke depan perisai sihir itu. bayangan dari batang itu pun membentang dari luar perisai sampai ke dalam perisai.


Perisai sihir bisa saja menangkis serangan sihir ataupun panah. Tapi perisai sihir tidak bisa menghalangi bayangan dari sebuah benda.


"Apa yang akan kamu lakukan?" Wislock terheran dengan perbuatan Alan.


"Kesempatan terakhirmu... Menyerahlah... sebelum semuanya terlambat." Perkataan Alan kali ini benar benar dingin.


"Hahaha... Kamu pikir hanya kamu yang menyiapkan sebuah rencana?" Kata Wislock yang masih mencoba untuk terlihat tenang. Dia belum tahu apa yang akan Alan lakukan, jadi dia masih bisa menggertak Alan.


"Ooohh... Maksudmu pasukan cadanganmu yang kamu kirim lewat jalur timur?" Alan memberikan senyum kemenangan.


"Ka... kau... Nagaimana bisa tahu?" Wislock penasaran dengan perkataan Alan. dia menduga kalau ada mata mata di pasukannya.


"Hahaha... Tenang saja. Mereka sudah terurus. Kesempatan terakhirmu sekarang. menyerah atau mati." Ancaman alan seperti air es yang disiramkan ke kepala, membekukan otak.


Wislock tidak mengira rencananya sudah terbongkar. Tentu saja semuanya karena Alan yang telah memasang crystal link di seluruh are hutan. Alan tetap harus waspada dengan strategi lawan.


Guild King Heart yang menjadi koalisi kerajaan juga ikut andil mengirimkan pasukan melalui jalur timur. Tapi Zane beserta anak buahnya sudah menghadang mereka. Dengan menerapkan strategi yang sama, Zane dengan mudah menghabisi pasukan guild King Heart.


"Kau... " Wislock sangat terpukul dengan apa yang dia dengar. pikirannya tidak bisa berjalan dengan semestinya.


"Kamu kira bisa menghancurkan perisai ini?" Wislock mencoba terlihat tenang. Meskipun dalam pikirannya tidak menemukan jalan untuk kabur atau memenangkan perang.


"Ohh... Siapa bilang aku ingin menghancurkannya?" Alan tersenyum dengan sadis.


Alan menggunakan skill Shadowingnya untuk masuk ke bayangan batang kayu, dan langsung keluar dari bayangan tersebut. Akan tetapi Alan keluar di dalam perisai pelindung.


"Black breath!"


Kepulan gas beracun langsung menyembur dari Alan dan memenuhi seluruh perisai pelindung. Gas beracun tertahan oleh perisai pelindung dan langsung menelan seluruh pasukan Wislock.


Wislock dan pasukannya langsung terkejut dengan munculnya gas beracun. Gas beracun menyebar dengan cepat dan membuat mereka tidak bisa bergerak. Secara perlahan mereka teracuni oleh gas beracun yang mereka hirup.


"Kesempatan terakhir kalian.. Menyerah atau mati?" Alan berjalan mendekati Wislock yang tidak bisa bergerak dan teracuni.


Muka Wislock dan pasukannya mulai membiru tanda racun sudah mulai menyebar ke dalam tubuh mereka. Perisai pelindung yang tadinya melindungi mereka lenyap. tanda penyihir pasukan wislock sudah tidak mampu mempertahankan sihirnya.


"Me...menye...menyerah..." Wislock dengan susah payah mengatakan kata menyerah. Tubuhnya sudah tidak bisa mengikuti keinginannya.


Mendengar wislock menyerah alan langsung menghilangkan gas beracun. Kini Wislock dan pasukannya bisa sedikit bernafas lega.

__ADS_1


Tapi itu tidak bertahan lama. Akar akar pohon langsung menjerat mereka semua dan mengikat mereka. Wislock dan pasukannya hanya bisa pasrah manjadi tahanan Alan dan pasukan revolusi.


__ADS_2