New World

New World
pembebasan puteri leoni 3


__ADS_3

[Identifikasi lokasi. Scanning objek.]


Joker langsung menampilkan peta ibukota South Mountain di layar tampilan Alan. Peta yang Joker tampilkan begitu lengkap beserta dengan posisi posisi pasukan kerajaan, player, maupun warga ibukota. Alan memerlukan data yang lengkap agar dirinya tidak salah dalam menentukan strategi.


"Kita bagi tim ini menjadi dua tim! Freya kamu memimpin tim yang satunya." Setelah melihat kemunculan monster naga hitam Alan langsung membagi tugas kepada pasukannya. Alan memilih untuk membagi timnya menjadi dua tim. Satu tim untuk membantu pasukan revolusi yang ada di pintu masuk selatan, dan satu tim lagi untuk membebaskan puteri Leoni.


Alan lebih memfokuskan kekuatan timnya untuk membantu pasukan revolusi. Oleh sebab itu Alan hanya mengajak Shoote sun dan nightwalker untuk misi penyelamatan. Sedangkan Jonta, Clara, Freya dan pasukan revolusi elit akan menuju ke pintu masuk selatan.


"Kamu yakin hanya akan pergi bertiga?" Freya memastikan sekali lagi rencana yang ingin dilakukan Alan. Bagi dirinya langkah yang akan dilakukan Alan begitu beresiko.


"Ya... Kekuatan kalian lebih dibutuhkan disana. Usahakan untuk datang membantuku secepat kalian bisa." Alan sama sekali tidak ragu terhadap rencananya walaupun sudah mendapat peringatan dari Freya. Lagipula Alan berpikir akan lebih sulit baginya untuk menyusup ke tempat eksekusi puteri Leoni jika dirinya membawa terlalu banyak orang.


"Bawa ini... Gunakanlah dengan bijak." Alan memberikan 100 botol mana regeneration potion kepada Jonta.


Mendapatkan begitu banyak stock mana regeneration potion dari Alan membuat Jonta begitu bersemangat. Seratus botol mana regeneration potion? Itu artinya Jonta bisa memanggil begitu banyak monster undead untuk membantunya bertarung. "Serahkan padaku. Aku pasti akan menghabisi pasukan kerajaan itu dengan cepat." Sesumbar Jonta setelah menerima mana regeneration potion dari Alan.


Tim yang dipimpin Freya pun langsung berangkat menggunakan 5 ekor monster gagak yang Jonta panggil untuk menuju ke pintu masuk selatan ibukota. Hanya meninggalkan Alan beserta Shoote sun dan Nightwalker yang bersiap untuk menyelamatkan puteri Leoni.


Jonta menggerakkan monster gagaknya secepat dia bisa agar bisa mengejar dua ekor monster naga yang lebih dahulu terbang menuju ke pintu selatan. Tidak sampai sepuluh menit rombongan Jonta terbang, dan kini mereka sudah bisa melihat lautan manusia yang seakan membanjiri area pintu selatan tersebut.


Dari ketinggian, mereka bisa melihat api yang berkobar di beberapa bagian area pertempuran. Kepulan asap hitam pun menjulang tinggi, membawa bau gosong dari daging daging manusia yang terbakar. Mereka juga bisa melihat dua ekor naga tengah terbang di atas lautan manusia tersebut. Panah panah maupun serangan sihir berulang kali mengarah ke dua ekor naga tersebut. Namun kedua monster naga tersebut dengan lincahnya selalu bisa terbang menghindari serangan yang mengarah kepada mereka.


"Jonta... Cari posisi yang aman untukmu mendarat. Lalu bawa aku sedekat mungkin ke kedua naga itu. Dan... Ambil ini!" Freya memberi perintah kepada Jonta sambil melemparkan dimensional bagnya.


Jonta pun menangkap dimensional bag milik Freya dan langsung menuruti perintahnya. Jonta menggerakkan monster gagak yang ditunggangi Freya dan Clara untuk terbang mendekati kedua ekor naga. Sedangkan dirinya beserta pasukan revolusi memisahkan diri untuk mencari tempat mendarat yang sekiranya aman.


Kemunculan monster gagak yang ditunggangi oleh Jonta dan pasukan revolusi tentu tidak luput dari perhatian pasukan kerajaan, namun pasukan kerajaan beranggapan monster gagak tersebut juga merupakan monster yang dikendalikan oleh Sander. Mereka pun tidak menyerang monster gagak yang terbang di atas mereka.


Pasukan kerajaan baru sadar jika monster gagak beserta penunggangnya adalah musuh ketika keempat monster gagak tersebut mendarat di area pasukan revolusi.


"Sialan... Kenapa begitu banyak monster yang datang?" Olsen sudah dipusingkan dengan kemunculan dua ekor monster naga. Dan kini bertambah lagi dengan 5 ekor monster gagak. Namun Olsen tidak buru buru memberi perintah kepada pasukannya untuk menyerang monster gagak yang muncul. Prioritas utamanya sekarang adalah menghabisi dua ekor naga yang membabi buta menyemburkan api dari mulutnya.


Olsen sedikit mengerutkan dahi ketika melihat salah satu monster gagak mendekati dua ekor monster naga. "Apa yang ingin dilakukan Monster itu?"


Slash...


Olsen bisa melihat jika seorang wanita melompat dari punggung monster gagak dan memberikan tebasan ke sayap salah satu monster naga. Monster naga yang tertebas itu pun kehilangan keseimbangannya, dan meluncur jatuh ke atas tanah.


"Dia..." Olsen terkejut ketika melihat wanita yang tadi melompat dari punggung monster gagak terbang menggunakan sayap dari bajunya. Olsen tahu siapa saja orang yang memiliki baju yang bisa digunakan untuk terbang seperti itu. Yang pastinya mereka adalah kawan bukan lawan.


"Jauhi naga yang jatuh itu! Penyihir... Serang dari jauh!" Olsen memperingatkan pasukannya. Walaupun naga tersebut sudah tidak bisa terbang karena sayapnya robek, namun naga tersebut masih bisa menyemburkan api ataupun menyerang menggunakan ekornya.


duar...


duar...

__ADS_1


Serangan serangan sihir langsung membombardir naga hitam yang terjatuh. Kepulan debu pun beterbangan menutupi tubuh naga hitam tersebut.


uargh...


Raungan naga menunjukkan jika serangan sihir dari pasukan revolusi tidak berhasil membunuhnya. Monster naga tersebut langsung menyemburkan api ke sekelilingnya, membakar semua yang ada di sekitarnya.


Setelah mendarat di tempat yang sekiranya aman, Jonta langsung menonaktifkan monster gagak yang di tungganginya tadi. Jonta langsung mengganti monster yang dirinya panggil. Kali ini Jonta memanggil monster beruang dan 2 ekor monster serigala. Jonta langsung menggerakkan ketiga Monsternya untuk menyerang naga yang jatuh tersebut.


"Serahkan Naga itu pada monster monster itu. Fokuskan pada pasukan kerajaan. Kita terobos masuk blokade mereka!" Olsen yang melihat kedatangan Jonta bisa sedikit merasa lega. Dirinya kini bisa memfokuskan diri kepada pasukan kerajaan.


Langkah ketiga monster yang Jonta kendalikan begitu cepat, sebentar saja mereka sudah sampai di hadapan monster naga.


uargh...


Monster naga yang melihat kedatangan tiga ekor monster ke arahnya langsung meraung, menyiapkan semburan apinya untuk membakar ketiga monster tersebut.


boom...


Semburan api monster naga telak mengenai ketiga monster yang Jonta kendalikan. Membuat seluruh tubuh mereka dipenuhi oleh api merah yang membara.


"Kamu pikir hal seperti itu bisa menahan monster monsterku?" Jonta tersenyum sendiri. Semburan api monster naga mungkin akan berefek untuk makhluk yang hidup. Namun untuk jenis monster undead seperti yang Jonta kendalikan, Semburan api seperti itu hanya sedikit menghambat langkah monsternya. Memang HP dari monsternya terus turun akibat terbakar, tapi asalkan Jonta terus menyalurkan mananya untuk meregenerasi tubuh monster monsternya. Efek semburan naga tersebut tentu tidak akan berarti banyak.


Monster beruang langsung mencoba menerkam monster naga.


boom...


"Lumayan..." Jonta masih tetap tidak kehilangan senyumannya. Itu karena dua ekor monster serigala yang Jonta kendalikan tengah bersiap di samping kanan dan kiri monster naga.


Slash...


Slash...


Kedua monster serigala memberikan sayatan ke dada dan leher monster naga dengan cakarnya. Monster naga pun meraung kesakitan akibat luka sayatan dari kedua monster serigala.


boom...


Monster naga kembali menyemburkan apinya ke salah satu monster serigala. Monster serigala pun terbakar seutuhnya.


bung...


Setelah monster naga selesai menyemburkan apinya, pukulan cakar monster beruang telak mengenai rahang kiri monster naga. Tubuh monster naga pun terpental puluhan meter ke belakang sampai membentur dinding pembatas ibukota. Melihat monster naga terpental, Jonta langsung menggunakan kesempatan untuk meregenerasi monster serigala yang terbakar. Jonta langsung meminum satu botol potion untuk memulihkan mananya yang terkuras.


Jonta tidak menunggu sampai monster naga tersebut bangkit dan bersiap. Jonta langsung menggerakkan monster beruang untuk menahan tubuh monster naga. kedua monster serigala pun ikut menyusul monster beruang. Kedua monster serigala mencabik cabik tubuh monster naga dengan taring dan cakarnya.


Raungan tersiksa monster naga menggema di seluruh penjuru area pertempuran. Tidak sedikit pasukan revolusi maupun pasukan kerajaan yang merasa iba ketika melihat monster naga yang seakan menjadi santapan ketiga monster panggilan Jonta. Tubuh monster naga tersebut langsung menguap menjadi bayangan hitam ketika monster naga itu mati.

__ADS_1


"Apa? dimana tubuhnya?" Jonta bingung melihat tubuh monster naga yang langsung menghilang menjadi asap hitam. Padahal Jonta baru saja kepikiran untuk menyimpan bangkai monster naga tersebut. Perasaan bangga bisa mengendalikan seekor naga pun harus Jonta tahan.


"Jonta... Jangan alihkan perhatianmu!" Suara Freya dari crystal link mengejutkan Jonta.


Jonta pun langsung teringat akan Freya dan Clara yang masih menunggangi monster gagaknya. "Maafkan aku kak? Aku sedikit keasikan." Jonta langsung mengendalikan monster gagak yang ditunggangi Freya dan Clara.


Selama Jonta bertarung dengan naga, monster gagak yang di tunggangi Freya dan Clara hanya terbang memutar mutar di seluruh area pertempuran. Monster naga yang satunya pun juga sesekali memberikan serangan semburan api ke arah Clara dan Freya. Untung saja Clara selalu bisa menebas semburan api yang dikeluarkan oleh monster naga menjadi dua. Membuat monster gagak yang ditunggangi Freya dan Clara tidak terbakar.


"Cepat bawa kita mendekat!"


"Baik kak..." Jonta langsung menggerakkan monster gagaknya untuk terbang mendekati monster naga. Namun Monster naga yang satu ini nampaknya sudah belajar dari kesalahan rekannya. Monster naga langsung terbang ke atas untuk menjauhi Clara dan Freya. Bahkan kini monster naga memposisikan dirinya di belakang monster gagak. Membuat monster naga bisa leluasa memberikan semburan api ke arah Clara dan Freya.


"Sialan... Kenapa naga ini menjadi pintar?" Gerutu Freya yang merasakan panasnya api dari semburan naga yang ditebas oleh Clara.


"Kita tidak bisa seperti ini terus kak. Apa yang akan kita lakukan?" Clara mulai kelelahan karena harus terus terusan menggunakan tekhnik pedang khusus untuk membelah semburan api naga.


"Jonta... Bawa kita terbang menukik ke bawah!" Perintah Freya melakui crystal link.


"Tapi kak... Bahaya jika..."


"Lakukan!" Suara jonta langsung diputus di tengah jalan oleh Freya.


Walaupun terbang menukik ke bawah akan sangat berbahaya bagi Clara dan Freya, Jonta pun tidak memiliki pilihan lain selain menuruti perintah Freya.


Monster gagak langsung menukik tajam ke bawah, Clara dan Freya berpegangan erat kepada bulu monster gagak agar tidak terpental. Monster naga juga ikut menukik seperti yang dilakukan oleh monster gagak. Membuat monster gagak dan monster naga terbang dalam satu garis lurus. Monster naga pun bersiap untuk menyemburkan apinya ke arah Clara dan Freya.


"Berbelok ketika aku beri tanda!"


Jonta mengamati monster gagaknya dan crystal linknya dengan cermat. Takut jika dirinya terlambat merubah arah terbang monster gagak.


"Sekarang..."


Jonta langsung membelokkan monster gagak untuk terbang mendatar. Tepat 3 meter di atas tanah monster gagak bisa terbang secara mendatar. Semburan api monster naga pun hanya mengenai tanah di bawahnya.


Jleb...


Sebuah akar besar yang diselimuti api langsung menembus tubuh naga dari ujung kepala sampai tembus ke punggungnya. Akar tersebut adalah sihir akar Freya yang Freya keluarkan tepat ketika monster gagak berbelok arah.


"Berhasil..." Jonta melompat kegirangan melihat monster naga tersebut menguap menjadi asap hitam. Clara dan Freya pun kini bisa bernafas lega di atas punggung monster gagak.


###


"Apa?" Sander yang baru saja sampai di taman tengah ibukota terkejut mengetahui dua ekor monster naga yang dirinya kirim berhasil dikalahkan. Tadinya dirinya berpikir pasukan revolusi hanya beruntung bisa mengalahkan naga pertama yang dirinya kirim. Tapi ternyata dua ekor naga lagi yang dirinya kirim juga berhasil dikalahkan.


"Sepertinya aku terlalu meremehkan mereka." Sander merasa percuma jika dirinya mengirim monster naga lagi.

__ADS_1


"Deathmark!" Panggil Sander melalui crystal link.


__ADS_2