New World

New World
Pembebasan Puteri Leoni 7


__ADS_3

Kekuatan kegelapan yang meningkatkan atributnya nyatanya tidak cukup bagi Deathmark untuk bisa mengungguli Alan terlalu jauh. Walaupun dari segi kekuatan Deathmark bisa lebih unggul, namun dalam segi kecepatan nyatanya Alan tidak kalah cepat dengan Deathmark.


Selalu mengutamakan agility untuk ditingkatkan ketika naik level benar benar membuahkan hasil yang bagus untuk Alan kali ini. Andai saja Alan menyeimbangkan poin yang didapatnya ke strength dan agility, Alan pasti sudah mati terkena serangan dari pedang Deathmark.


"Sampai kapan kamu akan main kabur kaburan seperti itu?" Mendapati Alan terus menghindari serangannya tanpa memberikan serangan balik Deathmark merasa geram.


Alan bukannya tidak ingin memberikan serangan balik kepada Deathmark, Alan hanya menunggu waktu yang tepat. Alan tidak ingin membuang buang tenaganya hanya untuk memberikan tebasan tebasan tak berarti.


"Kita lihat kamu masih bisa kabur atau tidak kali ini!" Deathmark menjaga jarak dari Alan dan bersiap untuk mengeluarkan skill andalannya.


"Seven judge!"


Tujuh buah pedang cahaya melayang di atas Deathmark. Ketujuh pedang tersebut berbeda dengan terakhir kali Alan melihatnya. Ukuran dari masing masing ketujuh pedang tersebut hampir dua kali lipat dari terakhir kali Alan melihatnya.


"Sial... Kenapa pedangnya menjadi lebih besar?" Alan langsung mundur untuk mengambil jarak. Dirinya tidak yakin bisa menghindari ketujuh pedang tersebut jika posisinya terlalu dekat.


Slash...


Slash...


Ketujuh pedang cahaya tersebut menyerang Alan secara bergantian. Membuat Alan harus melompat kesana kemari untuk menghindari ketujuh pedang cahaya yang mengincarnya. Untung saja kecepatan serangan ketujuh pedang cahaya tersebut tidak mengalami peningkatan seperti ukurannya.


"Hahaha... Kita lihat... Sampai kapan kamu bisa bertahan?" Deathmark tidak ikut maju menyerang Alan. Dirinya lebih terfokus untuk menstabilkan pergerakan dari ketujuh pedang cahayanya. Menggerakkan ketujuh pedang cahaya tersebut sudah sangat memakan konsentrasinya.


"Jadi begitu..." Setelah berulang ulang menghindari serangan. Alan bisa mengetahui cara kerja pedang tersebut dengan melihat pergerakan Deathmark sendiri. Alan yakin jika Deathmark harus menggunakan seluruh fokus kerja otaknya untuk mengendalikan ketujuh pedangnya.


Kekuatan kegelapan bisa saja menaikkan atribut Deathmark secara signifikan. Tapi kekuatan kegelapan sama sekali tidak menaikkan kinerja otaknya. Lonjakan atribut yang begitu besar, membuat skill yang dikeluarkan semakin besar, beban kepada otak yang diterima pun menjadi semakin besar.


Nampak sekali jika otak Deathmark belum siap untuk mengendalikan ketujuh pedang yang membesar hampir dua kali lipat beserta tubuhnya secara bersamaan.


Alan pun melihat peluang untuk bisa dirinya manfaatkan. Alan terus menghindari serangan dari ketujuh pedang Deathmark dengan lihainya. Namun langkah Alan semuanya benar benar terukur. Perlahan namun pasti Alan mendekati tubuh Deathmark berdiri. Deathmark yang terlalu fokus dengan pergerakan ketujuh pedangnya tidak menyadari secara pasti jika Alan berencana untuk mendekatinya.


Ketika jarak Alan dengan Deathmark hanya berjarak 10 meteran, Alan langsung berlari ke arah Deathmark. Deathmark tanpa berpikir panjang menggerakkan ketujuh pedangnya untuk menyerang Alan dari belakang. Ketujuh pedang cahaya Deathmark melesat dengan cepat untuk menusuk Alan.


Deathmark baru menyadari secara pasti rencana Alan setelah jarak dirinya dengan Alan hanya tinggal beberapa meter di hadapannya. "Kau..."

__ADS_1


Alan menggunakan skill sahdowingnya tepat ketika dirinya berada di hadapan Deathmark. Deathmark terlambat menyadari jika Alan sengaja mengarahkan ketujuh pedangnya untuk menyerang dirinya sendiri.


Deathmark pun tidak bisa menghentikan ketujuh pedangnya yang melaju kencang ke arah dirinya secara sempurna.


Boom...


Tiga dari tujuh pedang Deathmark mengenai sang pemilik skillnya. Membuat tubuh Deathmark harus terpental puluhan meter ke belakang. Keempat pedang cahaya yang masih sempat Deathmark hentikan pergerakannya langsung menghilang.


"Kurang ajar..." Deathmark begitu marah mendapati dirinya terkena serangan dari skillnya sendiri. Dirinya tidak menduga jika Alan akan menggunakan cara yang begitu licik. Deathmark bergegas mengambil potion penyembuh dari tas sistemnya untuk memulihkan Hpnya yang tersisa kurang dari setengah.


Thang...


Seakan tidak memberi kesempatan kepada Deathmark untuk memulihkan Hp, Alan yang bersembunyi di bayangan Deathmark langsung muncul di samping Deathmark untuk memberikan serangan fatal. Namun Deathmark masih bisa menepisnya.


Thang...


Thang...


Arus pertarungan kedua player tersebut langsung berubah setelah satu kejadian tadi. Alan menekan Deathmark dengan trengginasnya. Walaupun tidak bisa langsung membunuh Deathmark, Alan tentu tidak akan membiarkan Deathmark untuk memulihkan diri.


Deathmark yang merasa tertekan langsung mengaktifkan Rush modenya untuk menaikkan atributnya sekali lagi. Tubuh Deathmark langsung memancarkan sinar kemerahan dibalut aura kegelapan yang hitam kelam. Kecepatan dari Deathmark pun meningkat sekali lagi bahkan kini bisa mengungguli kecepatan Alan.


"Sial... Kalau begini terus..." Alan mengumpat di dalam hati mendapati kecepatan Deathmark yang meningkat. Alan yang terpaksa harus terus menerus menggunakan skill shadowingnya untuk menghindari serangan Deathmark mulai merasakan beban berlebih di otaknya.


Walaupun nampak lebih unggul, nyatanya tidak membuat Deathmark senang. Deathmark hampir putus asa karena Alan yang terus muncul dan menghilang sebelum dirinya berhasil mendaratkan serangan. Rush mode yang dirinya gunakan juga menuntut kinerja otak yang berlebihan. Kondisi Deathmark dan Alan yang sama sama mendapat tekanan berlebih pada otak mereka menjadikan pertarungan ini sebagai pertarungan daya tahan otak.


###


Pasukan revolusi, Freya, Jonta, Clara beserta 5 boneka monster golem yang Clara panggil telah berhasil mengevakuasi warga ibukota yang bermukim di bagian luar ibukota. Mereka pun mulai memasuki bagian tengah ibukota untuk memulai evakuasi warga yang bermukim disana.


Mereka menyebar ke setiap bagian ibukota untuk membantu para warga keluar dari ibukota South Mountain.


Namun langkah mereka terhadang oleh ratusan player yang masing masing dari mereka memiliki aura kegelapan. Mereka adalah player anak buah Deathmark. Masing masing dari player tersebut menampilkan kekuatan yang hebat, pasukan revolusi dibuat tidak berkutik ketika berhadapan dengan mereka. Pasukan revolusi yang tadinya masih berjumlah dua ribuan pun langsung turun drastis hingga tersisa tidak lebih dari seribu pasukan.


"Kakak... Kalau begini terus kita bisa terpukul mundur." Clara yang baru saja menghabisi tiga player anak buah Deathmark mengerutkan dahi melihat pasukan revolusi yang tertekan oleh anak buah Deathmark di beberapa bagian ibukota.

__ADS_1


"Kita hanya bisa terus maju. Akan disayangkan jika kita harus mundur sekarang." Freya tidak memiliki alternatif lain. Walaupun kelompoknya bisa mengimbangi para player tersebut, namun tidak dengan kelompok pasukan revolusi yang lainnya.


Hanya kelompok pasukan revolusi yang Alan latih saja yang masih bisa mengimbangi para player, itupun karena bantuan dari poiton white fang yang Alan berikan.


"Jonta... Gunakan Monster monstermu untuk membantu pasukan revolusi!" Freya tidak peduli lagi jika monster monster yang Jonta kendalikan akan menghancurkan bangunan bangunan ibukota. Lagipula bangunan bangunan yang ada di ibukota juga telah hancur sebagian akibat serangan brutal dari para player anak buah Deathmark.


Merasa mendapat kesempatan untuk tampil di atas panggung, Jonta langsung mengaktifkan skill pemanggilannya.


Lima ekor monster serigala beserta satu monster gagak muncul di hadapan Jonta. "Kakak... Aku pergi dulu!" Jonta langsung naik ke atas punggung monster gagak dan terbang ke atas ibukota.


Jonta memerlukan pandangan yang luas untuk bisa mengendalikan monster monsternya guna membantu para pasukan revolusi yang tertekan. Dengan terbang di atas ibukota, Jonta bisa mengetahui bagian pertempuran mana yang memerlukan bantuan dari monster monsternya.


Lima ekor monster serigala jonta melompati satu bangunan ke bangunan yang lain. Tidak memperdulikan jika apa yang dilakukan mereka merusak rumah rumah warga.


Uargh...


Raungan ke lima monster serigala tersebut tentu menarik perhatian para player dan pasukan revolusi. Jonta tidak basa basi lagi, dirinya segera menggerakkan monsternya untuk menyerang para player anak buah Deathmark. Para player anak buah Deathmark tentu langsung waspada dengan kemunculan monster serigala di ibukota.


Kemunculan Monster serigala yang Jonta kendalikan memang tidak bisa langsung mengatasi kekuatan para player, tapi paling tidak monster monster yang Jonta kendalikan dapat digunakan sebagai perisai pelindung bagi pasukan revolusi.


###


Iring iringan kereta kuda yang membawa raja Robert lengkap dengan pengawalan pasukan bersenjata lengkap akhirnya tiba di taman tengah ibukota. Raja Robert turun dari kereta kuda termewah. Mahkota berhiaskan berlian, Jubah berwarna merah menyala dengan hiasan bordiran emas menutupi tubuhnya.


Walaupun kekacauan tengah terjadi di ibukota, tidak menurunkan kebiasaan raja Robert yang selalu tampil begitu mewah.


"Sander..." Teriak raja Robert begitu dirinya turun dari kereta kuda. Raja Robert begitu geram melihat kepulan asap hitam yang membumbung tinggi dari bagian luar ibukota.


"Ya Yang Mulia..." Sander menahan geramnya kepada pria berbewok satu ini.


"Kenapa pasukan revolusi bisa menerobos ibukota? Apa yang kamu lakukan dari tadi?" Raja Robert mempertanyakan kinerja Sander sebagai Great Wizard, dimana tugas utamanya adalah mengamankan ibukota.


Sander tidak menjawab pertanyaan raja Robert. Sander malah mengangkat tangannya dan mengarahkan ke arah raja Robert. Lingkaran sihir langsung tercipta di atas kepala raja Robert.


"Apa yang ka..." Raja Robert tidak menyelesaikan kata katanya karena tubuhnya telah berubah menjadi abu dalam sekejap. Tubuh berbalut jubah merah tersebut terbakar oleh api hitam yang muncul tiba tiba dari lingkaran sihir di atas kepalanya.

__ADS_1


Sander mengalihkan pandangannya ke arah pengawal pribadi raja Robert yang masih mematung melihat abu raja Robert. "Ada yang ingin protes lagi?"


Pertanyaan dari Sander membuat seluruh pengawal pribadi raja Robert menelan ludah. Tidak ada satupun dari mereka yang berani bertindak maupun sekedar mengucapkan kata.


__ADS_2