New World

New World
langkah awal


__ADS_3

Alan melihat kepulan gas dari Black Venom tidak menghilang. Iron Monkey pun menyadari kalau area itu sudah tidak bisa mereka tinggali. Rombongan Iron Monkey yang tidak terkena gas langsung kabur menjauh.


Alan merasa dia memiliki kesempatan untuk mengambil drop item dari Black Venom. Black Venom adalah special elit monster. Dia pasti menjatuhkan barang yang bagus.


Alan mengatur arah angin di depannya, gas beracun yang di depan Alan pun langsung menyingkir dengan adanya angin.


Black Venom menjatuhkan 3 barang. Sebuah dagger, sebuah taring, dan sebuah perkamen kulit black venom. Alan memeriksa atribut dari ketiga barang.


[Black Venom Skin, gold material


dapat digunakan untuk membuat baju.]


[Black Venom Fang, gold item.


Taring Black Venom mengandung racun. Benda cair yang bersentuhan dengan taring akan menjadi racun.]


[Black poison dagger. Level 10 - 50 (sesuai level pengguna), gold class.


Str + 25


Agi + 10


Int + 10


Deff + 10


Atribut untuk level terendah, setiap naik level akan naik 2 poin.


Passive skill : Kebal terhadap racun tingkat gold kebawah.


Aktif skill :


Shadow stab


Tusukan dan muncul tiba tiba di belakang musuh dalam radius 50 meter. Lawan akan terkena racun dari Black poison dagger jika terkena dagger dan kehilangan 30 hp per detik selama 15 detik.


Cooldown 6 menit


Black Breath


Mengeluarkan gas beracun ke sekitar area pengguna dalam radius 100 meter. Lawan akan mengalami keadaan stun selama menghisap gas dan kehilangan 20 hp per detik. Durasi gas 5 menit.


Cooldown 20 menit ]


"Gila ini dagger, dengan ini aku tidak takut di kepung musuh berjumlah 100 orang pun." Gumam Alan.


Alan melihat ke sekitarnya, setelah menyimpan taring dan kulit Black Venom kedalam tasnya. Masih ada sekitar 7 Iron Monkey yang belum mati tapi pingsan karena racun Black Venom.


Alan pun tidak menyianyiakan peluang exp gratisan. Dengan cepat dia membunuh ketujuh Iron Monkey. Membuat Alan naik ke level 12.


Ketujuh Iron Monkey pun menjatuhkan barang yang lumayan. Walaupun tidak sebagus punya Black Venom. Tapi sesuai dengan yang Alan butuhkan sekarang.


[Arm guard, bronze rank.


Deff + 3]


[Chest guard, bronze rank.


deff + 5]

__ADS_1


[Monk helmet, silver rank (terbatas archer)


int + 8


deff + 10


passive skill : dapat melakukan zoom penglihatan sampai 4x jarak maksimal penglihatan. ]


Alan pun memakai semua peralatan yang di jatuhkan Iron Monkey. Dengan rasa sumringah dia melihat statusnya.


Setelah melihat statusnya Alan merasa kalau wind bownya perlu di level up. Agar bisa mengimbangi dirinya. Alan menaikkan Wind Bownya sampai ke level 10. Alhasil exp Alan turun dan berhenti di level 10 juga.


Alan pun melihat statusnya sekali lagi.


[Nama : AS


Level : 10


Ras : elf


Class : wind archer


Tittle : -


Credit : 27 chopper


Hp : 1100


Mp : 153


Str : 70


Int : 53


Deff : 38


Hidden arttribut


Honor : 100


Senjata : windbow, black poison dagger]


Alan puas sekali dengan atributnya sekarang. meskipun dia masih level 10, tapi dengan additional atribut dari senjata senjatanya dia bisa disamakan dengan atribut pemain berlevel 15.


Alan pun kembali ke desa untuk menuju ke rumah Vincent.


Sesampainya di rumah Vincent Alan mendapati Vincent sedang terbujur lemas di tempat tidur. Kondisinya lemas sekali, sesekali dia akan batuk batuk sampai mengeluarkan darah. Alan pun panik melihat Vincent seperti itu.


"Clara... Kenapa dengan kakekmu?" Tanya Alan.


"Penyakit kakek sedang kambuh kak AS. Dari tadi pagi kakek seperti ini." Jawab Clara sambil mengusap air matanya.


Mata Clara terlihat bengkak, tanda dia sedari tadi menangisi kesakitan kakeknya.


"Ini pasti ada hubungannya dengan fenomena semalam." Batin Alan.


"Clara.... Apakah kamu tahu kakekmu menyimpan resep obat peredanya dimana? " Tanya Alan.


"Di meja ruang kerja kak. Kakak mau apa? "

__ADS_1


"Akan kucoba membuat obatnya. Agar bisa mengurangi rasa sakit kakekmu." Kata Alan sambil pergi ke ruang kerja.


Alan membaca resep tersebut, lalu mengambil bahan bahannya. Untungnya Moon Grass yang menjadi bahan utama resep ini ada.


Setelah selesai mengumpulkan bahan, Alan membaca kembali resepnya. Di resep yang Vincent tulis tertera prosedur proses pembuatan. Alan dengan hati hati melakukan prosedurnya satu persatu.


Percobaan pertama gagal. Warna cairan yang dihasilkan hitam. Potion yang berhasil seharusnya berwarna hijau.


Percobaan kedua lebih gagal lagi. Kompor pemanas hampir saja meledak.


Di percobaan ke tiga Alan masih gagal, tapi cairan yang di hasilkan sudah tidak hitam melainkan biru.


Barulah di percobaan ke enam Alan berhasil membuat potion dengan warna hijau. Setelah berhasil membuat potion tersebut. Suara sistem terdengar.


[Selamat player berhasil membuat green moon potion.


Player berhasil menjadi Apperintize Alchemist. Kumpulkan 10000 exp potion untuk naik ke Basic Alchemist. Setiap potion yang dibuat akan menghasilkan 1 exp potion.


Player menjadi pemain pertama yang menjadi Alchemist class.


Mendapatkan tittle Tallented Alchemist dan Honor 300.]


Suara notifikasi membuat Alan sangat girang. Dia akhirnya bisa menjadi seorang Alchemist.


"Ini langkah awalku." Gumam Alan.


Alan tidak berlama lama bersenang hati. Karena Alan teringat akan Vincent. Dia pun segera memberikan Green Moon potion ke Vincent.


Setelah meminum potion Vincent sudah tidak batuk batuk lagi. kini Vincent bisa beristirahat dengan tenang.


Clara pun menghentikan tangisannya, dan berulang kali berterima kasih pada Alan. Alan mengajak Clara keluar kamar agar Vincent bisa beristirahat dengan tenang.


Alan memilih untuk menghabiskan waktu membaca baca resep dan buku sambil mengobrol dengan Clara.


"Clara... Apakah kamu tahu Natalia itu siapa?" Tanya Alan sambil terus membaca.


Clara terkejut Alan menanyakan nama Natalia. Natalia adalah neneknya yang sudah meninggal sejak dahulu.


"Natalia adalah nenekku kak. Darimana kakak tahu nama itu?"


"Oh... Pantas saja. Aku kemarin mendengar kakekmu mengigau nama itu." Kata Alan asal takut Clara tahu akan kejadian semalam.


Alan yakin kejadian semalam hanya diketahui oleh orang orang tertentu saja. Alan pun berniat menanyakan kejadian semalam kepada Vincent.


Setelah 4 jam tidur Vincent keluar dari kamar. wajahnya masih tampak pucat. Clara yang melihat Vincent bangun merasa sangat senang. Clara menceritakan kalau Alan berhasil membuat potion dari resep kakeknya, sehingga kondisi kakeknya membaik.


"Terima kasih banyak muridku. Aku berhutang budi lagi kepadamu. " Kata Vincent.


"Master.... Sudah sewajarnya muridmu menolong master. Saya minta maaf karena telah dengan sengaja membaca resep punya master tanpa seijin master. " Jawab Alan.


"Hahahaha... Kamu itu sudah menjadi muridku. Resep apapun yang aku miliki kamu boleh membaca atau menyalinnya. "


"Terima kasih banyak master. "


"Sudahlah.... Aku merasa sangat lapar. Kamu sudah makan?" Tawar Vincent.


"Biar Clara yang masak kakek. Kakek duduk saja sama kak AS. Kakak AS juga mau makan disini kan?"


Alan hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Clara. Di dalam pikirannya sekarang hanyalah bagaimana caranya dia akan bertanya kepada Vincent tentang kejadian semalam.

__ADS_1


"Master... Apakah penyakit yang master derita ada hubungannya dengan kejadian semalam di atas bukit?" Alan mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada masternya. Walaupun mungkin Vincent akan marah, tapi ini semua juga demi kesehatan Vincent sendiri.


__ADS_2