New World

New World
berburu informasi 1


__ADS_3

"kemana mereka semua?" shoote sun yang baru saja kembali log in tentu saja bingung mendapati dirinya sendirian di dalam kereta kuda. seharusnya sekarang mereka akan segera memasuki kota velsen, tetapi kini kereta kuda malah berhenti di tengah hutan dekat dengan jembatan yang terputus.


shoote sun melihat ke daftar temannya, namun tidak mendapati alan telah aktif. akhirnya dirinya hanya mengirim pesan pada alan dan memilih menunggu di dalam kereta kuda. shoote sun berharap kalau clara dan freya baru pergi keluar sebentar dan alan masih belum log in.


alan yang baru saja log in langsung mendapati pesan dari shoote sun. dirinya pun memilih untuk menjemputnya terlebih dahulu. karena lokasi persembunyian ini sangat rahasia, tidak mungkin bagi shoote sun untuk mencarinya seorang diri.


"sudah lama menunggu?" suara alan tentu mengejutkan shoote sun yang sedang menunggu sambil tiduran di dalam kereta kuda.


"darimana kamu?"


"nanti aku ceritakan... ikut aku!" alan tentu tidak ingin basa basi terlalu lama. lebih mudah untuk menjelaskan pada shoote sun jika shoote sun melihat secara langsung.


sesampainya di tempat persembunyian tentu shoote sun merasa sangat terkejut. dirinya tidak menyangka akan ada tempat persembunyian bawah tanah di bawah sebuah pohon besar. namun shoote sun tentu paling terkejut ketika melihat kondisi para elf yang berada disana.


"siapa yang tega melakukan ini pada mereka?" umpat shoote sun yang matanya berkaca kaca karena melihat kondisi para elf.


"jangan salah sangka dulu! kamu belum tahu yang sebenarnya..." alan pun menjelaskan pada shoote sun tentang hubungan nightwalker dan temannya dengan para elf yang disana. bukannya shoote sun bisa menerima penjelasan alan, shoote sun malah mengumpat sendiri. membodoh bodohkan nightwalker dan teman temannya yang salah mengambil langkah.


alan pun memilih untuk diam. karena sekali wanita marah, sesuatu yang benar pun akan terlihat salah baginya. shoote sun baru bisa meredam amarahnya ketika dirinya berbaur dengan alves dan anak anak elf lainnya. shoote sun pun mulai menceritakan pengalamannya selama ini. alves dan anak anak lainnya tentu mendengarkan ceritanya dengan antusias.


"kamu sudah datang ternyata?" suara nightwalker mengejutkan alan ketika dirinya masih memandangi shoote sun yang masih bercerita.


"ehem... siapa dia?" lanjut nightwalker sambil pandangannya mengarah ke shoote sun.


"temanku... berhati hatilah dengannya!" alan memperingatkan nightwalker karena dirinya tahu shoote sun sudah menandai nightwalker dengan citra yang buruk.


"tenang saja... aku tidak akan merebutnya darimu. hahaha..."


"hah... bukan itu maksudku..." rupa rupanya nightwalker memiliki pemahaman yang berbeda dengan peringatan alan.


"aku sudah dapat rencana terbaik untuk menyelamatkan para tahanan elf di kota velsen."


"benarkah? bagaimana?" nightwalker tentu langsung memfokuskan perhatiannya pada alan.


"ya... tapi aku perlu memastikan beberapa hal terlebih dahulu. jadi kita perlu melakukan penyelidikan di kota velsen terlebih dahulu."


"itu..." nightwalker tampak ragu setelah mendengar perkataan alan. dirinya ingat terakhir kali dirinya berada di kota velsen, dirinya dibunuh oleh pasukan kerajaan karena memiliki ras elf.


"aku tahu apa yang kamu takutkan." alan langsung mengambil dimensional bag milik freya dan mengeluarkan beragam peralatan yang bisa digunakan oleh nightwalker dan teman temannya untuk menutupi jati diri mereka sebagai seorang elf.

__ADS_1


"betul ini untuk kami?" nightwalker dan teman temannya tentu ragu jika alan memberikan item item tersebut begitu saja.


"iya... ambil yang kalian perlukan!" alan juga mengeluarkan beberapa senjata. alan tentu sedikit merasa bersalah karena telah membuat mereka turun 3 level.


nightwalker dan yang lain tidak sungkan lagi. mereka memilih item item yang mereka sukai. mereka pun sekarang ikhlas jika harus dibunuh alan sekali lagi, asalkan alan bersedia memberikan item seperti ini lagi.


"baiklah... kita akan berangkat setelah ini. kita akan membagi tim menjadi 5 kelompok. setiap kelompok memiliki tugas yang sama. cari informasi sebanyak mungkin!" alan membeberkan rencananya.


"baik!" seru semua pemain yang ada disana.


selesai bersiap alan memilih untuk berangkat terlebih dahulu dengan kereta kuda agar bisa sampai lebih cepat. alan masih harus mengurus bisnisnya dengan gold backer di kota velsen.


dengan sihir kayunya freya memperbaiki jembatan yang rusak dengan mudahnya. membuat jembatan bisa digunakan kembali. kereta kuda alan langsung melaju kencang setelah jembatan bisa dilewati kembali. karena kusir kuda telah dibunuh oleh nightwalker, alan pun harus turun tangan sendiri untuk menjadi kusir kuda dadakan.


"berhenti!"


teriak salah satu penjaga gerbang kota velsen. kota velsen merupakan kota militernya kerajaan south mountain. bentuk kotanya begitu unik karena dikelilingi oleh tembok tinggi yang menjulang setinggi 20 meter. membuat kota velsen lebih terlihat seperti benteng daripada sebuah kota.


alan langsung memberhentikan kereta kudanya. dirinya tentu tidak ingin memancing masalah yang tidak dirinya inginkan, mengingat tujuan utamanya dan dirinya juga sudah lelah. hampir sehari penuh alan menjadi kusir kuda dadakan, yang tentu saja menguras staminanya.


"apa yang ada di dalam keretamu?"


penjaga gerbang pun membuka pintu kereta kuda dan bisa melihat tiga gadis cantik di dalam kereta kuda. dirinya memandang tajam pada ketiga gadis cantik tersebut.


freya yang tahu akan keadaan langsung bereaksi. dirinya langsung mengedipkan mata ke arah penjaga tersebut sambil memasang senyum termanjanya.


sang penjaga langsung meleleh begitu melihat wajah manja dari freya dan tidak berani memeriksa lebih lanjut. dirinya pun mempersilahkan kereta untuk masuk ke kota.


"hah... tidak di dunia nyata maupun di dalam game, wanita cantik memang selalu mendapat kemudahan dari pria." gerutu alan dalam hati. namun dirinya bersyukur mendapat manfaat dari kemudahan tersebut.


begitu masuk ke kota velsen alan mengendarai keretanya pelan pelan. dirinya memeriksa kiri kanan jalan, mencoba mencari informasi tentang kota velsen sebanyak mungkin. pandangannya pun terjatuh pada seorang anak yang sedang duduk sambil membawa mangkuk kecil.


tidak berlama lama alan menghentikan kereta kudanya dan menghampiri anak tersebut. di ajaknya anak tersebut untuk naik ke kereta kuda. untungnya anak itu bersedia ikut setelah alan berjanji akan membelikannya makanan untuk anak itu.


'joker... tampilkan peta kota velsen!'


joker langsung menampilkan peta untuk alan baca sambil mengendarai kuda. alan mencari restoran yang cukup nyaman untuk bisa makan dan mengajak anak kecil itu bicara.


"makanlah pelan pelan!" alan memperingatkan kalu yang terlihat sangat rakus makannya. nama anak kecil itu diketahui bernama kalu. dirinya hidup sebatang kara, dan mengandalkan mengemis sebagai mata pencahariannya

__ADS_1


"siap kak..." jawab kalu yang mulutnya masih penuh dengan makanan.


selesai makan barulah alan mengajak kalu bicara tentang tujuan utamanya.


"dengar kalu... kamu ingin uang?"


kalu hanya mengangguk, tanda mengiyakan pertanyaan alan.


"tapi aku mau minta tolong ke kamu." alan mengeluarkan sebuah kantong kulit dan menaruhnya di atas meja.


cring...


mata kalu langsung bersinar memandangi kantong kulit di atas meja. "apa itu kak?" kalu nampak tidak sabar untuk mengambil uang yang ada di atas meja.


alan pun menjelaskan pada kalu mengenai tugas tugasnya beserta hadiah yang akan dia dapatkan. mata kalu nampak berbinar binar, mengingat tugas dari alan adalah hal yang mudah baginya dan bayarannya sangat menggiurkan.


setelah setuju kalu langsung berterima kasih pada alan dan langsung mengerjakan apa yang diminta alan. sementara alan menghubungi gold backer jika dirinya telah sampai di kota velsen.


.


.


.


.


.


**Dear pembaca seupritku... ini adalah bonus chapter karena new world telah mencapai 1000 like...


ye... senengnya hatiku...


sebenarnya niatnya mau update 2 chapter sekaligus, eh... ternyata waktu tidak bisa diperhitungkan memang ya... mundur jauh dari target...😌


aku lihat kayanya banyak pembaca baru yang bersedia mampir di new world, aku ucapkan terima kasih banyak. semoga kalian terhibur dengan cerita satu ini.


terima kasih kembali untuk kalian yang selalu meluangkan waktu membaca new world. saran, kritik, cacian, makian kalian adalah batu loncatan bagiku untuk bisa menulis lebih baik lagi.


salam kopi cantik... kopi dara**...

__ADS_1


__ADS_2