New World

New World
Babak 16 Besar


__ADS_3

Pagi menyongsong dengan cepatnya, seakan malam hanya lah sebuah tempat persinggahan untuk mata memejamkan mata. Poska pun mulai melangkahkan kaki keluar penginapan. Bersiap untuk menjalani salah satu hari terpenting dalam hidupnya.


Hari ini... Dirinya begitu yakin... Jika dirinya akan bisa mengungkapkan identitas dari pimpinan Bangsa Demon.


"Senjata siap?"


"Tas?"


"Dompet?" Tanya Poska secara beruntun pada setiap Kaptennya.


"Siap Commander..."


"Harga diri?" Tanya Poska dengan senyuman kecil.


"Aaaa.... Aku lupa kalau kalian sudah menjual harga diri kalian... Hahaha..." Canda Poska sembari menepuk pundak kedua Kaptennya tersebut. Rombongan tiga orang dari asal mulanya tujuh orang itu pun berangkat menuju Abyss Colloseum.


Suasana di depan Abyss Colloseum nampak sama seperti kemarin. Meskipun matahari masih saja enggan memunculkan lingkaran penuhnya, suasana pasar dadakan di depan Abyss Colloseum sudah dibanjiri oleh para Merchant player maupun NPC. Tidak sedikit pula player player yang terlihat sedang tawar menawar dengan para Merchant, mencoba mendapatkan harga serendah mungkin dari barang yang para Merchant jual.


Namun ada sedikit yang berbeda dengan pintu masuk ke dalam Abyss Colloseum. Antrian ke dalam Abyss Colloseum nampak sedikit lenggang, antrian justru terletak di loket sebelah pintu masuk Abyss Colloseum.


Ketiga orang dari Light Guardian tersebut pun tentu tertarik, ingin mengetahui perihal apa yang sampai membuat antrian mengekor panjang.


"Sepuluh Gold untuk Burning Moon..."


"Tiga puluh Silver untuk Coward."


"Lima Gold untuk Poska..."


Suara suara tersebut terdengar dari para pengantri yang ada di depan loket tersebut. Mereka saling berteriak satu sama lain kepada jagoan jagoan andalan mereka, dan menyebutkan nilai taruhan untuk mereka.


"Ladang judi?" Blue Spirit langsung terkejut mendapati adanya sebuah ladang judi di Abyss Colloseum untuk babak 16 besar. Baru saja semalam dirinya pulang dari Abyss Colloseum, dan dirinya belum mendapati adanya sebuah loket perjudian untuk setiap pertarungan.


"Bangsa Demon memang tidak main main dalam usaha membangun kerajaan mereka..." Keluh Poska yang sejatinya juga sedikit terkejut.


Ketiga orang tersebut pun langsung masuk ke dalam Abyss Colloseum, mereka bertiga tidak terlalu menanggapi loket taruhan. Meskipun sebenarnya jiwa Blue Spirit sedang bergejolak dengan hebat. Dirinya sangat gatal ingin menaruh koin koin emasnya di bursa taruhan. Mencoba peruntungan untuk bisa mendapatkan pelipat gandaan koin koin emasnya.


Satu persatu peserta 16 besar turnamen pun memasuki Abyss Colloseum. Wajah wajah petarung kuat seperti Coward, Burning Moon, Fire Blade mulai menampakkan wajah mereka di dalam Abyss Colloseum. Saling lirik dan curi curi tatap pun tidak terhindarkan antar masing masing peserta. Mencoba meneliti setiap peserta yang mungkin akan menjadi lawan mereka.


Kursi penonton pun mulai terisi satu persatu, barulah setelah satu jam menunggu... Puluhan ribu kursi penonton pun kini telah terisi sepenuhnya. Pertandingan 16 besar turnamen Abyss Colloseum kini telah siap di mulai sepenuhnya.


"Abyss Colloseum... Siap untuk pertarungan 16 besar?" Suara Flyin menggema dengan sebuah crystal pengeras suara.


Suara penonton pun langsung bersorak setelah mendengar sang pembawa acara mulai membuka acara. Mereka semua sudah dipenuhi antusiasme untuk melihat pertarungan pertarungan yang menegangkan.


"Terima kasih Anda semua telah menyambut turnamen ini dengan begitu bersemangat... Tanpa berlama lama... Saya akan tampilkan daftar pertandingan hari ini..."


Layar datar langsung menampilkan daftar pertandingan yang akan dilaksanakan hari ini. Total semua ada 12 pertandingan hari ini, di mana hasil dari 12 pertandingan tersebut akan menghasilkan 2 peserta terkuat yang nantinya akan bertanding di pertandingan final esok hari.


Jadwal pertandingan :


Poska VS Fire Blade


Golden Boy VS Gina


Ken Vs Blast


Blue Spirit VS Gorin

__ADS_1


Dealova vs Coward


Straight Ball VS Vine


XXX VS Burning Moon


Itulah jadwal pertandingan 16 besar yang tertera di layar datar. Penonton pun bersorak sorak, mereka semua nampak sudah tidak sabar untuk menyaksikan pertandingan 16 besar.


"Hem... Kita akan bertemu..." Blast melirik ke arah Ken yang berdiri duduk di sampingnya.


"Aku tidak akan segan segan kepadamu..." Jawab Ken sembari ikut melirik ke arah Blast. Dirinya sudah begitu penasaran dengan kekuatan sebenarnya yang dimiliki Blast, mengingat Blast lolos ke 16 besar dengan begitu mudah.


"Justru itu yang aku harapkan..." Senyum kecil terpancar di bibir Blast, dirinya juga ingin tahu seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh Ken. Meskipun sudah melihat Ken bertanding 2 kali, namun Blast masih belum bisa melihat sejauh mana batas kekuatan yang dimiliki oleh Ken.


"Tanpa menunggu berlama lama.... Kita panggil peserta pertandingan pertama kita... Fire Blade dan Poska..." Panggilan Flyin pada peserta pertandingan pertama langsung diikuti tepuk tangan beserta sorak sorak para penonton.


Semua orang langsung berantusias, masing masing Fire Blade ataupun Poska adalah kandidat kuat untuk menjadi pemenang turnamen. Semua penonton tentu penasaran dengan apa yang akan terjadi dalam pertandingan ini.


"Aku harapkan pertarungan yang adil darimu..." Poska memberi hormat kepada lawannya. Sebagai peserta yang membawa nama Light Guardian, Poska haruslah menunjukkan sisi wibawanya. Apalagi posisi dirinya adalah seorang Commander.


"Tentu... Aku juga berharap begitu..." Fire Blade ikut memberi hormat, dirinya sudah melihat sendiri bagaimana Poska lolos ke 16 besar dengan satu kali serangan ke arah lawannya di babak 32 besar. Dirinya pun mengakui kekuatan yang Poska miliki.


"Pertandingan pertama babak 16 besar, Poska melawan Fire Blade... Dimulai..." Flyin langsung mengambil jarak agar dirinya tidak ikut terkena efek pertarungan.


"Elemental Body, Full Version!"


Fire Blade langsung berubah ke mode bertarung terkuatnya. Dirinya sadar diri, jika dirinya tidak memberikan 100% dari detik pertama pertarungan. Maka dirinya bisa dipastikan akan terbunuh oleh Poska.


"Elemental Body? Menarik..." Poska masih tersenyum meskipun melihat tubuh Fire Blade yang sudah berubah menjadi manusia api seutuhnya. "Tapi seperti itu saja belum cukup..." Poska langsung menarik pedangnya dari sarung pedangnya. Mencoba mendaratkan serangan cepat ke arah Fire Blade.


Slash...


Penonton pun terdiam, tidak menyangka jika pertarungan akan berakhir secepat itu. Mereka semua mengira jika Fire Blade telah kalah dalam satu tebasan pedang dari Poska.


"Jangan bercanda... Kamu sudah berkata akan memberikan pertarungan yang adil..." Tubuh api Fire Blade yang tadinya terbelah menjadi dua kini kembali menjadi satu. seakan akan Fire Blade tidak pernah merasakan tebasan pedang dari Poska.


"Hahaha.... Aku hanya ingin melihat, seberapa banyak kamu bisa menguasai Elemental Body milikmu..." Poska tersenyum kecil, melihat tubuh Fire Blade yang telah menjadi satu.


"Baiklah kalau kamu memang begitu penasaran... Akan aku tunjukkan..." Fire Blade melayangkan satu pukulan ke arah wajah Poska yang berdiri di dekatnya.


Reflek Poska langsung menghindari serangan Fire Blade, namun tinju Fire Blade langsung membesar dengan sendirinya. Membuat bukan lagi sebuah tangan api yang mengincar Tubuh Poska, melainkan sebuah semburan api yang cukup besar.


Boom...


Insting tajam Poska benar benar bekerja saat ini, instingnya mengatakan jika serangan Fire Blade bukanlah serangan pukulan sederhana. Untung saja Poska sempat membuat perisai pelindung dari mana miliknya. Membuat semburan api Fire Blade tidak bisa membakar tubuhnya. Tubuh Poska hanya terlempar beberapa meter ke belakang, akibat gaya doring yang dihasilkan dari semburan api Fire Blade.


Fire Blade seakan tidak memberi kesempatan kepada Poska untuk mengatur strategi guna menghadapi dirinya. Dengan sebuah dorongan api di kakinya, Fire Blade kembali melancarkan serangan ke arah Poska. Kini dirinya membentuk dua buah pedang api yang menjadi satu dengan tangannya, menjadikan tangan Fire Blade kini lebih panjang, lebih tajam dan lebih panas.


"Bagaimana? Masih tidak mau serius?" Tanya Fire Blade sembari bertukar serangan dengan Poska. Beberapa tebasan pedang apinya selalu bisa ditangkis dengan sempurna oleh Poska.


"Aku sama sekali tidak meremehkanmu... Aku hanya menunggu waktu yang tepat..." Poska terus menangkis serangan yang datang kepada dirinya. Jujur saja dirinya sedikit kerepotan akan bentuk Full Version Elemental Body milik Fire Blade.


Full Version Elemental Body membuat Poska harus berpikir keras, tentang cara bagaimana dirinya menghabisi Fire Blade yang tengah berubah menjadi api seutuhnya tersebut.


"Baiklah kalau kamu masih tidak mau serius... Akan aku paksa kamu hingga ke titik yang paling serius..."


"Range Fire!"

__ADS_1


Fire Blade melemparkan puluhan bola bola api ke arah Poska, Poska pun langsung menghindarinya begitu saja. Namun semua api yang Poska hindari tidak langsung menghilang begitu saja. Semua api tersebut kini tengah menyala di atas arena pertarungan. Membuat Poska kini tengah terjebak di dalam lingkaran bola bola api beserta Fire Blade


"Jadi itu rencanamu?" Poska akhirnya tahu tujuan dari Fire Blade, Fire Blade ingin mengepung dirinya agar membatasi pergerakannya.


"Pikiranmu terlalu sederhana..." Senyum Fire Blade terkembang di wajah apinya. Meskipun senyum tersebut tetap tidak bisa terlihat ketika Fire Blade menggunakan Full Version Elemental Body.


"Activated!"


Api api yang mengitari Poska langsung membesar dengan sendirinya, hingga semua api tersebut kini telah menjadi satu lingkaran api penuh. Tidak ada jalan keluar bagi Poska kecuali dirinya harus terbang ke atas.


"Apa kamu yakin ingin mengepungku dengan seperti ini?" Poska tetap tidak kehilangan ketenangannya, meskipun panasnya api yang mengelilingi dirinya mulai bisa dirinya rasakan. Dirinya masih cukup yakin, jika dirinya bisa lolos dari kepungan api ini.


"Kita tidak akan tahu jika tidak mencobanya bukan?" Fire Blade mengangkat tangan kanannya, dan seketika tubuhnya ikut masuk ke dalam lingkaran api yang mengelilingi Poska.


Lingkaran api pun semakin membesar, hingga akhirnya lingkaran api tersebut berubah menjadi sebuah kubah api yang mengepung Poska. Perlahan lahan kubah api tersebut semakin kecil diameternya, membuat kerapatan api yang ada di dalam kubah tersebut juga semakin tinggi. Nyala api yang tadinya merah pun perlahan berubah menjadi lebih hitam, menandakan panasnya api Fire Blade bertambah semakin besar.


"Hem... Sepertinya akan aman bagiku jika menggunakannya di sini..." Gumam Poska ketika mendapati api yang mengelilinginya semakin mengecil dan nampak akan menghimpit tubuhnya.


"Light Guardian Protection, Bless of God!"


Tubuh Poska pun mengeluarkan aura putih yang terang, seakan akan tubuh Poska adalah sebuah matahari yang memancarkan sinar sendiri.


Semua penonton pun terdiam, mereka begitu terkesima akan skill yang Fire Blade tunjukkan. Mereka semua yakin dan percaya, jika ini adalah nasib terakhir Poska di Turnamen Abyss Colloseum.


Sementara Alan yang melihat dari ruang VIP hanya tersenyum kecil. Berkat analisis yang ditunjukkan oleh Joker, dirinya bisa mengetahui semua yang terjadi di atas arena lebih dari siapapun. Termasuk apa yang dilakukan oleh Poska di dalam kubah api buatan Fire Blade.


Boom...


Sebuah hempasan angin yang begitu kuat tercipta dari benturan energi Poska dengan api milik Fire Blade. Arena pertarungan yang terbuat dari batu berkualitas tinggi pun sampai hancur berantakan. Bahkan perisai pelindung yang melindungi para penonton pun sampai bergetar.


Flyin yang ada di sekitar arena pertarungan pun sampai ikut terpental hingga beberapa meter. Jika bukan karena ada satu bayangan yang keluar dari bayangan Flyin dan menangkap tubuhnya ketika tubuh Flyin terlempar, mungkin Flyin sudah membentur perisai pelindung dengan begitu keras.


Arena pertarungan pun tertutup debu yang tebal, efek benturan dua kekuatan super tadi benar benar begitu mengerikan. Semua penonton terdiam dan menajamkan mata mereka ke arah arena. Mencoba menjadi yang pertama untuk menyaksikan apa yang telah terjadi sebenarnya.


Sebuah bayangan hitam tiba tiba terlihat meluncur dari atas arena.


Bruk...


Begitulah suara yang tercipta ketika bayangan hitam tersebut berbenturan dengan lantai arena yang telah rusak.


Uuuaaaa.....


Sorak sorak penonton langsung terdengar begitu meriah, setelah melihat seorang Poska berdiri dengan tegapnya di tengah arena yang rusak tanpa terluka sedikitpun. Sosok Fire Blade kini tengah terbaring tidak berdaya di dekat Poska. Meskipun tidak terlihat adanya luka dari luar atau darah yang merembes keluar dari tubuh Fire Blade, penonton tahu betul jika Fire Blade kini berada pada kondisi terendahnya.


"Hebat... Hebat sekali..." Bisik Fire Blade yang sudah tidak kuasa lagi untuk bangkit atau berdiri. Seluruh tulang tangan dan kakinya sulit digerakkan, rasanya seperti semua tulang di tubuhnya telah lepas dari pondasinya.


"Kamu juga hebat... Bisa memaksaku menggunakan kekuatan terbesarku... Aku salut padamu..." Puji Poska pada sosok di hadapannya, sembari dirinya mendekati tubuh Fire Blade yang sudah tidak berdaya. Pedang putih panjangnya telah siap untuk melakukan tugas terakhirnya.


Gina yang melihat Fire Blade tergeletak tak berdaya langsung lemas seketika. Dirinya sangat tidak menyangka ada seorang NPC yang bisa melebihi kekuatan Fire Blade. Rasa geram menyelimuti dirinya, namun apa daya? Dirinya juga tidak bisa berbuat apa apa. Fire Blade saja tidak bisa mengalahkan Poska, apalagi dirinya?


"Lakukan..." Senyum kecil terpancar di bibir Fire Blade... Meskipun dirinya kalah, tapi paling tidak dirinya kalah dengan satu cara yang terhormat. Dirinya tidak malu jika kini harus menerima untuk merasakan kematian kedua kalinya selama bermain New World.


Poska menuruti apa yang Fire Blade pinta. Dengan satu tebasan di leher Fire Blade, selesai sudah pertarungan pertama babak 16 besar.


Semua puas, penonton puas, Poska puas, Fire Blade yang mati pun juga cukup puas. Tapi yang paling puas di antara yang lainnya adalah Alan. Dirinya benar benar mendapatkan data yang menguntungkan dirinya dari pertarungan antara Fire Blade dan Poska.


***Panjang? Iya... Sengaja aku bikin panjang... Biar gak kaya balesan chat darimu, pendek pendek... Seakan gak ada harapan...

__ADS_1


Eeeaaa...***


__ADS_2