
"AS..." teriak teman teman alan yang mencari alan di sekitar tempat alan dan thunder eagle jatuh. mereka semua tentu khawatir akan keselamatan alan setelah melihat alan terjatuh bersama thunder eagle dari ketinggian seperti itu.
"AS..."
"kakak AS..."
alan yang baru saja selesai memeriksa dan mengumpulkan item tentu mendengar teriakan teman temannya. tidak ingin membuat teman temannya panik, alan bergegas menghampiri mereka.
"tidak usah teriak teriak... aku sudah dengar..." alan melompat dari atas pohon. hal yang dilakukan oleh alan tersebut membuat teman temannya terkejut.
"AS..." teriak shoote sun dan langsung memeluk tubuh alan erat erat. alan tentu menjadi bingung sendiri mendapat perlakuan yang memalukan tapi menyenangkan tersebut.
"ehem..." batuk dibuat buat keluar dari ketiga orang lainnya.
"shoo... shoo..." alan mencoba mengingatkan shoote sun jika waktunya tidak tepat untuk saling berpelukan.
"ah... maaf?" wajah shoote sun tersipu malu karena secara reflek dirinya memeluk alan. dirinya merasa sangat khawatir akan keselamatan alan.
"kakak... bagaimana dengan kuncinya?" jonta bertanya dengan antusias.
"aku berhasil mendapatkan screet treasure key terakhir. tapi aku belum memeriksa dimana letak screet treasure temple."
"ayo kak... kita cari sekarang. tunggu apa lagi?" sorot mata jonta dipenuhi dengan antusiasme. dirinya sudah tidak sabar ingin melihat harta karun seperti apa yang akan didapatkan dari screet treasure temple.
alan mengeluarkan kelima screet treasure key dari tas sistemnya dan meletakkannya di tanah. kelima screet treasure key tersebut langsung bersinar. dari sinar tersebut muncullah sebuah proyeksi yang menunjukkan gunung south mountain. proyeksi tersebut membesar di puncak gunung, dan ketika sudah menunjukkan puncak gunung proyeksi tersebut berubah menjadi sebuah bangunan kuno yang mirip dengan sebuah istana.
"ini..." tidak hanya alan yang kagum. keempat orang lainnya juga terpana melihat proyeksi istana kuno tersebut. walaupun terlihat kuno, alan dan yang lainnya bisa membayangkan seindah apa istana tersebut dulunya.
"di puncak gunung?" shoote sun mengerutkan dahi. "tapi tidak ada apa apa disana?"
"pasti ada jalan misteri disana. kelima screet treasure key ini pasti bisa menunjukkan jalannya. ayo kita kesana!"
alan dan yang lainnya bergegas kembali ke puncak gunung. tidak lupa mereka menjemput ke 30 pasukan revolusi yang tersisa. barulah di sore hari mereka sampai di puncak gunung.
"bagaimana? kita lanjut hari ini? atau menunggu besok?" alan menanyakan pada shoote sun dan jonta karena waktu sudah sore hari. alan perlu memastikan apakah shoote sun dan jonta memiliki aktifitas yang tidak bisa ditinggalkan di dunia nyata.
__ADS_1
"tidak masalah... aku bisa lanjut." shoote sun yang tahu akan maksud alan menjawab.
"ya kak... kita lanjut saja. aku juga tidak ada aktifitas di dunia nyata." jonta sangat bersemangat. harta karun... harta karun... kata kata tersebut sudah terngiang ngiang di kepala jonta.
"baiklah..." alan langsung mengeluarkan kelima screet treasure key. tanah bergetar ketika kelima screet treasure key alan keluarkan. muncul lima pilar batu di setiap sisi puncak gunung. pilar dengan hiasan ukiran ukiran rune yang berbeda di setiap sisinya. di masing masing pilar tersebut terdapat sebuah lubang untuk dimasuki kunci.
alan membagikan keempat kunci kepada clara, freya, jonta, dan shoote sun untuk di pasang ke kempat pilar. sedangkan dirinya memasang di salah satu pilar. mereka berlima memasang kunci secara bersamaan.
kelima pilar tersebut bercahaya ketika kelima kunci telah dimasukkan. cahaya yang begitu terang. semua orang yang ada di kaki gunung pasti bisa melihat adanya cahaya yang begitu terang di puncak gunung. ketika cahaya telah padam, tanah kembali bergetar. kali ini getaran terpusat di tengah tengah puncak gunung. bagian tengah puncak gunung tersebut memunculkan retakan.
"semua menepi!" alan waspada dengan apa yang terjadi. tidak ingin terjadi apa apa dengan pasukannya, alan memperingatkan mereka.
semua pasukan alan menuruti perintah alan. mereka semua memandang bagian tengah puncak gunung dengan perasaan waspada. bersiap jika ada hal buruk yang akan terjadi. retakan di bagian tengah puncak gunung semakin membesar.
brul...
bagaikan bangunan yang kehilangan tiang penyangganya, bagian tengah puncak gunung tersebut langsung ambrol. membentuk sebuah lingkaran berdiameter 5 meter. getaran di tanah pun berhenti ketika lubang tersebut tercipta.
alan mendekati lubang tersebut, memeriksa sedalam apa lubang tersebut. matanya terperanjat ketika mendapati hitamnya dasar lubang tersebut, alan tidak bisa melihat dasar lubang tersebut.
"apa benar ini jalannya?" jonta seakan kehilangan semangat untuk mendapatkan harta karun setelah melihat lubang tersebut. dirinya membayangkan harus terjun ke dalam lubang tersebut
"yakin kita akan lompat?" shoote sun menatap alan yang seakan sudah bersiap untuk melompat.
"apa kalian melihat jalan lain?" alan tersenyum kepada shoote sun. dilompatkanlah badannya ke dalam lubang tersebut.
"tunggu AS..." shoote sun berusaha mencegah tapi sudah terlambat, alan sudah terlanjur melompat. "hah... dia ini..."
"tunggu apa lagi? ayo..." clara mengikuti alan melompat ke dalam lubang tersebut.
"tunggu tunggu..." peringatan shoote sun nampaknya tidak dihiraukan oleh NPC NPC pengikut alan ini. kesetiaan mereka terhadap alan nampaknya telah mendarah daging.
tersisalah jonta dan shoote sun berdua di puncak gunung. "bagaimana denganmu?" shoote sun bertanya kepada jonta.
"bagaimana lagi? kita tidak tahu kalau tidak mencobanya kan?"
__ADS_1
"dada kak shoo... sampai jumpa di bawah..." jonta ikut melompat ke dalam lubang tersebut.
"hah... aku akan mati ini..." shoote sun menyusul teman temannya.
gelap... itulah yang shoote sun gambarkan... walaupun dirinya melompat ke dalam sebuah lubang, namun dirinya tidak merasakan adanya hembusan angin yang biasanya orang orang rasakan ketika melompat dari tempat tinggi. sekitar 2 menit shoote sun berada dalam kondisi seperti itu. barulah setelah w menit, shoote sun bisa mulai melihat setitik cahaya di bawahnya. cahaya tersebut membesar dan membesar seiring dengan mendekatnya shoote sun ke titik cahaya tersebut.
tubuh shoote sun mulai melambat ketika hampir menyentuh tanah. dan akhirnya dirinya bisa mendarat dengan sempurna di tanah. setelah mendarat barulah shoote sun bisa melihat jika dirinya tengah meluncur di dalam sebuah lingkaran sihir.
"dimana ini?" shoote sun mengawasi sekitarnya. dirinya bisa melihat alan dan yang lainnya juga sedang melihat lihat sekitar.
dihadapan mereka kini terpampang sebuah istana kuno yang pernah mereka lihat dari proyeksi screet treasure key. shoote sun bisa melihat keindahan dari istana kuno tersebut lebih indah daripada ketika dirinya melihat dari proyeksi.
"hai... akhirnya kamu berani ikut lompat juga..." alan membuyarkan lamunan shoote sun.
"helo... siapa yang takut? aku hanya tidak mau bertindak ceroboh..." shoote sun tidak terima dirinya disebut takut.
"ya... ya.. tapi lihatlah... kita baik baik saja kan?" alan tentu tidak ingin berdebat dengan wanita. karena tahu melakukan hal seperti itu tidak mungkin baginya untuk menang.
"kakak AS... ayo masuk..." jonta berlari ke arah istana tersebut. antusiasmenya begitu tinggi untuk segera mendapatkan harta karun.
"jonta tunggu!" alan memperingatkan jonta untuk tidak bertindak sembarangan. dirinya belum memeriksa apakah ada jebakan atau tidak untuk masuk ke dalam istana.
peringatan alan rupanya terlambat. jonta terlanjur terlalu dekat dengan istana. tanah pijakan mereka langsung bergetar. di depan pintu masuk istana keluar sebuah monster batu dari dalam tanah dengan perlahan.
[guardian golem. elemental lord. level 60.
hp 80000.]
"elemental lord?" alan mengerutkan dahi melihat jenis monster baru.
'joker... identifikasi!'
joker langsung menampilkan statistik data guardian golem. alan langsung menelan ludah dalam dalam membaca statistik data guardian golem. tidak hanya atributnya yang tinggi, guardian golem juga memiliki kemampuan untuk mengontrol elemen di sekitarnya. seperti class elementalis pada umumnya.
"jonta mundur!" alan memerintahkan jonta untuk mundur terlebih dahulu. jonta tentu langsung menuruti perintah alan untuk kembali ke rombongannya.
__ADS_1
"apa yang akan kita lakukan?" shoote sun bertanya kepada alan sambil matanya tetap menatap monster golem setinggi 10 meter tersebut. dirinya tidak berani mengalihkan perhatiannya ketika di hadapan monster golem tersebut.