New World

New World
Shadow Warrior dan Ken 3


__ADS_3

Hening... Hening seketika... Tidak ada yang berani bersuara maupun berteriak di dalam Abyss Colloseum. Semua orang yang ada di Abyss Colloseum kini tengah memaksimalkan indera penglihatan mereka, mencegah mereka kehilangan momen yang tersaji di atas arena pertarungan.


"Hand of Budha!"


Dengan satu telapak tangan Ken yang menghadap ke arah Alan, Ken mengeluarkan skill miliknya. Berusaha menangkap Alan yang kini tengah tertutup aura gelap seutuhnya.


"Benar benar skill yang berbahaya.."


Alan seketika telah muncul di dekat Ken, Black Poiton Dagger miliknya tengah siap melancarkan satu tebasan ke arah Ken.


Slash...


Alan hanya menebas udara, tubuh Ken yang terselimuti aura keemasan kini melayang begitu tinggi di udara.


"Bagaimana bisa?" Ken yang merasa dirinya sudah aman hanya terperanjat. Dirinya begitu yakin Alan tadi sudah tertangkap Hand of Budha miliknya. Seharusnya Alan akan tertarik ke dalam telapak tangannya.


Apa yang tidak Ken ketahui adalah, Alan menggabungkan skill Shadowing dan penggunaan Shadow Zone. Dengan Shadow Zone alan menghilangkan pengaruh Hand of Budha milik Ken. Alan masuk ke dalam bayangan miliknya, dan dengan Shadow Zone lagi Alan mengarahkan bayangannya untuk bisa segera sampai di dekat Ken. Dengan Full Option, seluruh wilayah Shadow Zone dapat dikendalikan oleh Alan, termasuk letak bayangannya sendiri. Membuat Alan bisa berpindah posisi dengan begitu cepat tanpa lawannya menyadari apa yang telah dirinya lakukan.


"Kenapa terkejut? Bukan hanya kamu yang memiliki kekuatan Crowd Control yang hebat..." Alan ikut melayang di udara. Dengan menonaktifkan gravitasi yang menarik tubuhnya, tubuh Alan kini sejajar dengan Ken yang melayang terselimuti aura keemasan.


"Hebat..." Hanya satu kata itu yang bisa keluar dari mulut Ken. Kekuatan kegelapan yang dimiliki Alan ternyata adalah sebuah kemampuan Crowd Control. Dengan kemampuan seperti itu yang terus aktif menutupi seluruh arena pertarungan, mustahil bagi Ken untuk bisa mendaratkan serangan ke arah Alan.


Namun Ken masih belum tahu, jenis dan type seperti apa kemampuan Crowd Control milik Alan tersebut. Ken juga mencoba menguatkan hati, jika dirinya masih bisa menang melawan Alan. Yang perlu dirinya lakukan adalah menunggu sampai kemampuan Alan berada dalam masa cooldown.


"Aku tidak yakin kamu masih bisa menahan ini..." Ken kembali mengarahkan tangannya ke arah Alan. Kali ini bukan hanya satu tangan, melainkan kedua tangannya. Membuat daya hisap dari telapak tangan Ken semakin luas dan semakin kuat.


"Begitukah? Mari kita lihat..." Alan tidak mencoba menghindar. Dirinya menerima secara langsung tarikan dari telapak tangan Ken. Memang itu yang Alan inginkan.


"Bagus..." Ken tersenyum mendapati Alan berhasil dirinya tangkap, dan kini meluncur ke arah dirinya. Ken masih belum menyadari jika Alan menggunakan kekuatan Ken untuk bisa mendekati Ken dengan lebih cepat.


Ken baru tersadar ketika Alan sudah berada dua meter di hadapannya. Jelas terlihat jika tangan kanan Alan kini tengah bersiap untuk memukul dirinya. "Dia masih bisa melakukan hal itu?" Ken terperanjat, insting bertarungnya mengatakan jika Alan memang berencana tertangkap Hand of Budha miliknya dan memanfaatkan gaya tarikannya.


Ken langsung membalikkan gaya tarikan Hand of Budha menjadi gaya dorong yang kuat. Dirinya tentu tidak ingin terkena satu serangan yang Alan sedang siapkan.


"Canon Claw!"

__ADS_1


Alan melancarkan satu pukulan dengan gauntletnya tepat ketika Ken membalikkan efek Hand of Budha. Benturan antara cakar gauntlet Alan dan tenaga dorong Hand of Budha milik Ken pun tidak terhindarkan.


Boom...


Baik Alan maupun Ken langsung terpental belasan meter ke belakang. Efek benturan dua kekuatan tadi benar benar menghempaskan semua yang ada di sekitar mereka berdua. Bahkan perisai pelindung yang menutupi arena pertarungan sampai ikut bergetar, terkena kencangnya angin yang dihasilkan dari efek benturan.


"Kuat sekali..." Ken hanya bisa bergumam sendiri, baru kali ini dirinya menghadapi lawan yang cukup gila untuk membenturkan kekuatan Hand of Budha. Ken tidak bisa membayangkan, seberapa besar atribut kekuatan yang dimiliki oleh Shadow Warrior tersebut.


"Kamu lihat kemana?" Belum sampai Ken bisa melihat lawannya, ternyata Alan sudah sampai di belakang dirinya. Black Poiton Dagger sekali lagi telah mengincar leher Ken.


Slash...


Ken berusaha menghindar, namun langkahnya sedikit terhambat. Dirinya harus menerima belati Alan menebas bahu kiri miliknya. Tapi Ken tidak menyesal, lebih baik bahu kirinya yang terluka, daripada lehernya yang tertebas sempurna.


Seakan tidak memberikan Ken kesempatan untuk menyeimbangkan diri, Alan kembali melancarkan serangan ke arah Ken. Ken pun semakin tersudut karena setiap tebasan yang Alan lakukan selalu bisa memberikan luka kepada dirinya. Meskipun hanya luka ringan, tapi Ken merasakan ada yang salah dari luka ringan tersebut. HP miliknya terus turun meskipun ketika dirinya bisa menghindari tebasan milik Alan.


"Apa ini? Apa ini racun?" Ken baru menyadari, jika ternyata belati yang Alan gunakan merupakan jenis senjata beracun. Asa Ken untuk bisa menang melawan Alan pun semakin menipis, setelah dirinya mengetahui belati yang Alan gunakan beracun.


"Kamu baru menyadarinya?" Alan hanya tersenyum di balik jubahnya. Alan telah menaikkan Black Poiton Dagger hingga mencapai level Epic, setiap luka yang berhasil Alan berikan akan terus mengurangi HP lawannya secara perlahan. Meskipun hanya 1% setiap detik, tapi itu sudah lebih dari cukup. Alan hanya perlu menunggu 100 detik untuk bisa melihat lawannya mati kehabisan HP.


"Licik..." Ken mengumpat sendiri. Racun adalah sebuah tekhnik yang begitu pengecut. Dengan racun, seseorang yang lemah sekalipun bisa membunuh lawan yang jauh lebih kuat darinya.


"Baiklah... Kamu yang memaksaku untuk melakukan ini..." Ken menggigit giginya sendiri. Dirinya sebenarnya tidak ingin menunjukkan skill terkuat yang dimilikinya. Dirinya ingin menyimpan skill ini pada turnamen resmi New World nanti.


Tapi Ken juga tidak ingin terlihat mati konyol dalam pertarungan ini. Mati dalam turnamen mungkin terhormat jika mati karena serangan lawan. Tapi jika mati karena kehabisan HP? Penonton pasti akan mentertawakan dirinya. Apalagi ini adalah pertarungan pamungkas. Ken tentu tidak akan segan segan.


Ken memancarkan aura keemasan yang begitu hebat. Bahkan Shadow Zone yang tadinya menutupi arena pertarungan pun kini nampak sedikit pudar, karena efek cahaya yang keluar dari tubuh Ken.


"Budha Judgement, Streak Fist!"


Aura keemasan yang menyelimuti tubuh Ken perlahan berubah bentuk, membentuk puluhan tangan yang terbuat dari cahaya keemasan di sekitar tubuh Ken.


Alan menyadari apa yang akan dilakukan Ken. Ken hanya akan menambah jumlah pukulan Hand of Budha yang dikeluarkannya. Alan langsung mendarat di atas arena pertarungan. Dirinya tidak yakin busa menghindari setiap pukulan Ken jika melayang di udara.


"Coba saja kalau kamu bisa menahan ini..." Ken melepaskan skill terkuatnya ke arah Alan. Puluhan tangan emas langsung meluncur ke arah Alan.

__ADS_1


Boom...


Boom...


Boom...


Benturan tangan emas Ken dan lantai arena pertarungan menggema. Penonton pun semua terdiam, mereka begitu terpukau dengan skill yang dimiliki Ken. Sebuah skill yang memiliki daya hancur luar biasa dan pasti bisa membunuh lawannya.


Shadow Zone yang menutupi arena pertarungan pun menghilang setelah Ken menyelesaikan skillnya. Kepulan debu kini menutupi arena pertarungan, karena arena pertarungan kini telah hancur berantakan akibat pukulan tangan emas Ken.


"Dengan ini berakhir..." Ken mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada. Dirinya yakin Alan tidak akan bisa selamat dari serangan pamungkasnya tadi.


"Kamu benar... Dengan ini berakhir..."


Slash...


Sekali lagi Ken terperanjat, dirinya tidak menduga sama sekali jika Alan bisa selamat dari puluhan serangan yang dirinya lancarkan tadi. Namun Ken juga tidak bisa berbuat apa apa, pandangannya beribah gelap seketika, setelah dirinya melihat tubuhnya melayang tanpa kepala dan Alan yang melayang di sampingnya.


Ken benar benar harus menerima, jika dirinya telah kalah dalam pertarungan melawan Shadow Warrior. Shadow Warrior? Siapa yang bisa mengalahkannya? Bahkan setelah Ken mengeluarkan serangan pamungkas, Shadow Warrior tersebut nampak tidak terluka sedikit pun.


Penonton pun tetap tidak bersorak, bahkan setelah melihat tubuh Ken terjatuh dari udara dengan kepala yang terpisah. Mereka sama sekali tidak menduga jika hasil pertarungan akan berbeda dari pemikiran mereka. Padahal mereka semua tadi sudah yakin, jika Shadow Warrior akan mati ketika menerima serangan pamungkas dari Ken.


"Ken... Benar benar player yang kuat..." Alan tersenyum di balik jubahnya. Jika bukan karena dirinya memiliki skill Shadowing dan Shadow Zone, mungkin dirinya yang kalah dalam pertarungan ini. Respect paling besar pun Alan berikan pada Ken yang menjadi lawannya barusan.


###


"Mustahil..." Poska tidak percaya dengan apa yang dirinya lihat. Dirinya tahu betul seperti apa kuatnya serangan terakhir Ken tadi.


Namun nyatanya? Jangankan untuk membunuh Shadow Warrior, memberikan luka secuil pun sama sekali tidak. Poska tidak bisa membayangkan, sekuat apa sebenarnya Shadow Warrior tersebut.


Dirinya benar benar harus melaporkan keberadaan Shadow Warrior ini pada tetua Light Guardian. Membujuk mereka semua agar merubah rencana yang telah mereka siapkan. Bahkan seluruh anggota Light Guardian di kerahkan, tidak akan cukup untuk bisa menumbangkan Kerajaan Bangsa Demon selama ada Shadow Warrior.


###


"Jadi ini kekuatanmu AS?" Toni yang melihat dari ruang VIP hanya bisa berdecak kagum. Pantas saja Alan pernah sesumbar bisa menghancurkan Guild Keluarganya dengan mudah.

__ADS_1


Toni memang pernah bertarung dengan Alan dalam latihan. Tapi terlihat jelas, jika Alan masih menahan diri ketika bertarung malawan dirinya dulu.


"Apa rahasiamu? Bagaimana kamu bisa sekuat ini?" Toni menduga jika Alan pasti memiliki rahasia lain selain Joker. Tidak mungkin player biasa memiliki kekuatan sebesar yang Alan miliki.


__ADS_2