
Seorang pria dengan baju zirah berwarna emas mencolok sedang duduk di sebuah sofa di sudut ruangan. Sofa itu menghadap ke jendela luar yang menampakkan hiruk pikuk ramainya kota.
Sruuup...
Suara secawan arak yang diminum pria tersebut. Pria tersebut mengisi kembali cawan yang telah kosong.
Thok... thok...
"Masuk!" Kata pria tersebut.
"Guild Master... Saya membawa laporan penting." Seorang berpakaian serba hitam memasuki ruangan dan menghadap ke pria tersebut. Dari penampilannya bisa ditebak jika dia adalah seorang assassin.
"Ada apa?"
"Tambang biji besi kita di South Hill telah direbut."
"Apa?" Raut muka pria tersebut langsung memerah. Bukan karena mabuk arak tapi karena kemarahan yang memuncak.
Guildnya dengan susah payah menjalin kerja sama dengan kerajaan untuk bisa mengelola tambang tersebut. Tapi kini direbut oleh orang lain.
"Guild mana yang berani merebut tambang kita?"
"Bukan sebuah guild, tapi seseorang."
"Seseorang katamu? Bukannya tambang itu dijaga oleh Red Bull?" Pria itu semakin geram.
"Saya tidak bohong Guild Master. Saya membawa rekaman video yang berhasil kita dapat." Assassin itu lalu mengirimkan video ke Guild Masternya.
Guild Master itu pun melihat rekaman video tersebut. Bukannya semakin marah dia malah tertawa.
"Bagus sekali. Kamu datanglah sendiri ke South Hill. Sewa kuda tercepat agar bisa sampai dalam 1 hari. Aku ingin dia bergabung dengan guild kita."
"Bergabung?" Kata assassin itu terheran.
"Apa ada masalah?"
"Tidak Guild Master. Bagaimana jika dia menolak?"
"Tudak ada kesempatan kedua. Katakan padanya kalau dia menolak seluruh guild ini akan memburunya sampai tidak tersisa di New World. "
"Laksanakan Guild Master. "
Assassin itu pun pergi dan langsung menyewa kuda terbaik agar bisa cepat sampai di South Hill.
###
Setelah Alan membunuh penjaga. Alan mengambil drop item dari para penjaga tersebut. Walaupun itemnya tidak terlalu bagus tapi cukup memuaskan alan. Tapi ada satu barang yang menarik perhatian Alan.
[Crystal Link, bronze class.
Digunakan untuk saling berhubungan dua arah. Pengguna bisa saling melihat melalui crystal.]
"Wah... Alat yang bisa bermanfaat ini." Gumam Alan.
'Joker kamu tahu bagaimana mendapatkan benda ini?'
[CrystalLlink banyak dijual oleh pengrajin. Bahan dasarnya adalah White Star Stone.]
'Hem... Sepertinya aku harus menemui pengrajin.'
"Tuan Honorable Guest, ada yang bisa saya bantu?"
"Apakah aku bisa membeli beberapa Crystal Link?"
"Tentu... 1 crystal link seharga 50 chopper."
Alan pun membeli 50 crystal link dan bergegas pergi ke hutan hutan di sekitar South Hill. Alan menempatkan Crystal crystal link itu di 4 sudut mengitari South Hill. Crystal Link alan tempatkan di pohon yang tidak mudah terlihat orang tapi bisa melihat ke area sekitar dengan jelas. Sampai sore hari Alan memasang crystal crystal link tersebut. Total 24 crystal link Alan pasang, dan berhubungan dengan 24 crystal lainnya.
Alan bergegas kembali ke rumah Lily. Dia harus log out untuk kuliah di dunia nyata.
Alan terbangun dari tidurnya. Matahari masih belum terbit dan jam menunjukkan jam 4 pagi. toni masih dengan tenangnya tidur di ranjang dan memakai helm VRnya.
"Sepertinya toni juga bekerja keras karena mendapat kepercayaan menjadi wakil guild master." Gumam Alan.
Alan pun memilih untuk berolahraga pagi. Dia berlari keliling komplek di sekitar Universitas. Saat Alan berlari di perumahan sekitar universitas. Alan bertemu dengan wanita yang berdandan sangat cantik sedang berjalan dengan luntainya ke arah Alan.
Semakin mendekat wajah wanita itu pun semakin jelas. "Kak Rose?" Tanya Alan setelah melihat wanita itu.
__ADS_1
"Ah... Alan? " Kata Rose yang terkejut. Melihat Alan mengenali dirinya, Rose pun langsung berlari menghindari Alan.
Alan bingung sendiri kenapa Rose berlari menjauhi dirinya. "Apa karena bau badanku ya?" Batin Alan sambil melanjutkan lari paginya.
Alan kembali ke new world sedikit terlambat. Kuliah hari ini begitu panjang dan melelahkan. asampai sampai Alan tidak punya waktu untuk berlatih ke dojo. Tapi yang Alan dapatkan benar benar bermanfaat untuk dirinya. Ilmu baru yang tidak mungkin bisa dia dapatkan tanpa masuk ke Universitas.
"kakak AS... Kamu kembali..." Suara Clara seperti sebuah alarm tanda dirinya sudah masuk ke New aworld. Bagaimana tidak, setiap Alan kembali ke New World, Clara pasti mengucapkan itu.
"Iya... Bagaimana keadaan Ibu Lily?" Tanya Alan pada Clara
"Sudah lebih baik. Kini ibu sudah mulai bisa berjalan. Obat dari kakak benar benar manjur." Ole menyahut kata kata Alan sambil mengacungkan jempolnya.
"Syukurlah... Jangan lupa kamu rawat tanaman obatnya ya... Agar ibumu cepat sembuh." Kata Alan sambil mengusap kepala Ole.
"Siap kakak..." Kata Ole sambil berlari keluar rumah untuk merawat tanaman obat.
Ibu Lily hanya tersenyum melihat Ole begitu bersemangat. Dirinya sangat bersyukur bisa bertemu dengan Alan.
"clara, Freya... Ada yang perlu aku bicarakan. Kita keluar sebentar." Kata Alan.
Alan, Clara dan Freya keluar dari rumah untuk mencari tempat yang aman untuk berunding.
"Ada apa kak?" Kata Clara.
"Aku ingin kamu membawa ini." Kata Alan sambil memberikan 25 crystal link ke Clara.
"Ini?"
"Ini Crystal Link. Aku sudah menempatkan di sekitar desa. Kamu bisa melihat aktifitas di hutan luar desa dengan ini."
"Waw... Keren... Tapi... Apa yang harus aku lakukan dengan ini?" Tanya Clara dengan polosnya.
Alan pun menjitak dahinya sendiri. Lupa kalau clara adalah NPC dan kurang tahu dengan strategi peperangan.
Alan pun menjelaskan kejadian kemarin dan memberitahu kemungkinan yang akan terjadi. Clara dan Freya sempat panik dengan penjelasan Alan. Mereka tidak menduga Alan akan bertindak nekat dengan merebut tambang.
Alan mengerti akan kepanikan Clara dan Freya. Oleh sebab itu Alan menjelaskan rencananya. Clara akan tetap berada di rumah Lily untuk melindungi Lily dan Ole. Sedangkan Freya akan mengambil jarak aman dari Alan. Freya bisa membantu Alan jika Alan membutuhkan bantuan.
"Apakah kamu yakin ini akan berhasil? Kemungkinan lawan kita banyak." Kata Freya
Saat mereka bertiga berdiskusi. Ada seorang anak kecil yang mengawasi mereka di balik semak semak. Anak itu adalah Ole.
Setelah menjelaskan rencananya Alan meminta Clara dan Freya menempati posisi. Alan ingin mencoba komunikasi dari Crystal Link efektif atau tidak.
Alan berdiri di depan tambang sambil memegang Crystal Link. Dari Crystal Link yang Alan pegang. Alan bisa melihat Clara sedang duduk di belakang meja makan.
"Kakak AS... Ada bayangan hitam yang berlari dengan cepat ke arahmu." Kata Clara lewat Crystal Link.
"Bagus... Berapa orang? "
"Aku tidak bisa memastikan. Bayangan itu hanya satu."
"Satu?" Alan terheran sambil mengaktifkan pelacak panasnya.
Benar saja, ada satu sumber panas yang berlari mendekat ke arah alan.
"Ini pasti Assassin dalam mode stealth." Batin Alan.
Dalam mode stealth assassin bisa tidak terlihat oleh lawan. Tapi itu percuma untuk Alan. Dirinya memiliki pelacak panas. Tidak ada yang bisa luput dari pelacak panas Alan kecuali orang itu bersembunyi di bayangan seperti Shadow Panter.
Saat assassin itu sudah di dekat Alan, Alan menyiapkan gauntletnya.
Clang...
Benturan pedang pendek Assassin dan gauntlet Alan. Assassin yang muncul setelah benturan itu terkejut Alan bisa mengetahui keberadaannya.
"Pantas saja Guild Master ingin merekrutmu." Gumam Assassin itu sambil melompat ke belakang.
"Merekrutku? Hahaha...." Alan tertawa mendengar perkataan Assassin tersebut.
"Kau... harusnya kamu bangga Guild Master kami ingin kamu bergabung." Geram Assassin itu setelah melihat tawa Alan yang seolah mengejek.
"Kenapa aku harus bangga? Bilang pada guild mastermu. Sudahkah dia menyiapkan permintaanku?"
"Kau... Kami Guild First Class. Banyak yang ingin bergabung dengan guild kami." Kata Assassins itu sambil mencoba menyerang Alan lagi.
Namun ketika dirinya akan melompat ke arah Alan. Sepasang akar keluar dari tanah dan langsung melilit tubuh Assassin tersebut. Assassin tersebut jelas tidak siap dengan serangan dari bawah tanah. Dirinya hanya bisa pasrah terikat oleh akar.
__ADS_1
"Hah.... Freya... " Alan menghela nafas jengkel. Baru dirinya akan bermain main dengan aassaasin ini tapi Freya sudah bertindak.
"Kamu terlalu lama." Ketus Freya dari atas bukit.
Alan pun hanya menghela nafas dan mendekati Assassin tersebut.
"Kamu bawa uang yang aku minta?" Kata Alan dengan tatapan membunuh.
"ya... ya... a...aku bawa... " Kata Assassin itu dengan terbata bata. Dia sampai merinding melihat tatapan mata Alan.
"Bagus... Serahkan uang itu dan kembalilah. Kita sudah tidak ada urusan lagi." Kata Alan dengan dingin.
Freya melonggarkan ikatan akarnya sehingga tangan Assassin bisa bergerak. Assassin itu pun mengeluarkan sekantong uang.
Alan menerima uang tersebut dan melihat isinya. 50 keping emas mengisi kantong tersebut.
"Dengar... Kamu bisa mendapat lebih dari 50 keping emas jika bergabung dengan kami." Kata Assassin itu yang masih mencoba membujuk Alan.
"Ih ya.... Berapa yang bisa kamu beri? 1000? 10000? 1000000?" Tanya aalan dengan menghina.
"Kau..." Assassin itu semakin geram dengan Alan.
"Dengar... aku tidak berniat bergabung dengan guild manapun." Seru Alan pada Assassin itu.
"Kamu akan menyesali ini. Guild kita akan memburumu sampai kamu tidak bersisa di New World."
"Oh... Itukah yang dikatakan Guild Mastermu? Bilang kepadanya... Aku tidak takut." Kata Alan sambil menebaskan cakarnya ke kepala Assassin.
Assassin itu pun mati dengan kepala terpisah. Wajahnya menunjukkan kemarahan yang mendalam.
Sebenarnya Alan berencana ingin melepaskan Assassin itu pergi. Tapi mendengar ancaman dari Assassin itu, Alan pun menjadi geram dan melampiaskannya ke Assassin tersebut.
Alan melihat assassin itu menjatuhkan sebuah pedang pendek. Alan pun mengambilnya.
[Wind short Blade, level 25 - 75, gold class
Str + 30
Agi + 40
Int + 25
Passive skill : Pengguna bisa mengaktifkan stealth. Stealth akan non aktif jika pengguna terkena damage atau menyerang lawan.
Active skill :
Wind Slash : membuat 10 tebasan angin ke arah musuh. Damage serangan 120% dari atribut pengguna.
cooldown 3 menit.
Tornado Dance : Membuat angin puyuh yang bisa menerbangkan lawan.
cooldown 10 menit.
Wind Short Blade terbatas untuk Assassin dan Wind Class.]
Alan merinding melihat skill dari Wind Short Blade.
"Membuat tornado? Keren..." Dengan Wind Short Blade ini dia bisa memiliki beberapa combo serangan.
###
"Guild amaster... Aku kembali... " Kata Assassin itu yang menghadap ke Guild Master.
"Bagus... Bagaimana hasilnya?" Kata Guild Master tanpa menoleh ke Assassin itu.
Assassin itu hanya terdiam. Dia mengirimkan video yang dia rekam ketika bertarung dengan Alan.
Thuuaarrr....
Suara cawan arak yang dibanting oleh Guild Master setelah melihat video rekaman.
"Siapkan heart knight... Kita berangkat sekarang." Seru Guild Master tersebut.
"Biik Guild Master." Assassin itu pun meninggalkan ruangan.
"Seekor semut ingin menggigit gajah... hahahaha...." Tawa Guild Master tersebut.
__ADS_1