
"Apa dia tidak butuh istirahat?" Cleo yang baru saja kembali log in mendapati Alan masih mengurung diri di dalam ruangannya.
"Entahlah... Aku juga tidak tahu dia log out atau tidak... Tapi dia belum sekali pun keluar dari ruangan itu sejak kemarin..." Jawab Heaven Sins.
"Tidak aku kira... Dia begitu bersemangat untuk menghancurkan perkebunan itu..."
"Ya... Entah apa yang mendasari dia bersikap seperti itu. Tapi perlu alasan yang begitu kuat sampai dia memiliki niat sekuat itu..."
Boom...
Di tengah tengah obrolan kedua player wanita tersebut, terdengar suara ledakan dari dalam ruangan Alan. Semua orang yang ada di tempat tersebut langsung menghentikan aktifitas mereka dan mengalihkan pandangan ke pintu ruangan tempat Alan berada.
Krek...
Pintu ruangan tempat Alan berada terbuka, asap hitam yang mengepul langsung keluar dari dalam ruangan. Sesosok elf dengan wajah hitam legam ikut keluar bersama iring iringan asap hitam.
"Kamu tidak..." Heaven Sins langsung menghampiri sosok Alan yang keluar dari ruangan, namun pertanyaannya langsung terhenti setelah melihat wajah Alan yang penuh dengan noda hitam. Heaven Sins sampai sakit perut karena menahan tawanya.
"Aku berhasil... Aku berhasil..." Tidak mengindahkan pertanyaan Heaven Sins, Alan justru melompat lompat kegirangan. Meskipun wajahnya hitam legam, ekspresi kebahagian Alan tetap bisa dilihat oleh semua orang.
"Hehehe... Iya... Apanya yang berhasil?" Heaven Sins merasa begitu bodoh, jelas terlihat jika wajah Alan telah gosong. Lalu apa yang dikatakan Alan berhasil? Apakah Alan ingin menghitamkan wajahnya sendiri?
"Kamu pasti tidak akan percaya... Lihat... Lihat ini..." Alan menunjukkan satu botol kecil cairan berwarna kuning keemasan.
[Beautiful Sun Rise Poison.]
"Racun?" Heaven Sins terperangah, ternyata yang dibuat oleh Alan selama satu hari ini adalah racun. Dirinya tidak menduga sama sekali jika elf di hadapannya ternyata memiliki skill Alchemist.
"Pagi... Kenapa begitu banyak asap? Apa ada kebakaran?" Ken yang baru saja log in langsung dibuat bingung karena adanya asap yang mengepul di seluruh Heaven Throne.
"Tidak... AS berhasil membuat satu racun baru..." Heaven Sins yang menjawab pertanyaan Ken.
__ADS_1
"Ohh... Racun apa lagi?" Ken sudah pernah merasakan racun dari Alan. Dan harus dirinya akui, sangat merepotkan jija menghadapi Alan ketika dia menggunakan racunnya.
"Kamu pasti akan terkejut..." Alan menunjukkan satu botol kecil Beautiful Sun Rise Poison.
"Ini..." Ken langsung merebut racun tersebut dari tangan Alan. Berkali kali dirinya memeriksa informasi yang sistemnya tunjukkan.
[Beautiful Sun Rise Poison. Mithic Class Poison.
Dapat dilarutkan di dalam air atau dibakar untuk menjadi gas. Memiliki efek stun dan pengurangan 380 HP setiap detik ketika dibuat menjadi gas. Dapat membunuh lawan dalam 2 detik ketika digunakan dalam bentuk cairan dan masuk ke tubuh lawan.
Poison ini disebut sebagai Beautiful Sun Rise karena tidak ada yang bisa melihat matahari terbit lagi setelah terkena racun ini.]
"Bagaimana kamu bisa mendapatkan resep poison Mithic class?" Ken tahu betul, kendala para Alchemist untuk menghasilkan suatu poison atau potion ada pada resepnya. Jika Alan bisa mendapatkan resep poison Mithic class, maka kemungkinan besar Alan memiliki seorang guru Grand Master Alchemist.
"Tidak penting aku dapat darimana... Yang terpenting ini akan berguna nantinya."
"Tapi tetap saja... Apa gunanya jika cuma satu botol? Lawan kita berjumlah ribuan." Sehebat apapun racun dari Alan, itu hanya ada satu botol.
"Kamu memang player yang misterius..." Ken hanya tersenyum, semakin lama dirinya bersama dengan Alan semakin banyak pula kejutan yang bisa Alan berikan kepada dirinya. Dirinya tidak bisa membayangkan, apa saja yang telah dilalui Alan selama dua tahun bermain New World.
"Sebelum kamu kembali membuat poison, istirahatlah dulu... Kita perlu semua orang dalam keadaan fit nanti malam." Heaven Sins mengingatkan Alan untuk beristirahat. Dirinya sangat yakin, Alan belum sekali pun log out sejak kemarin.
"Itu bisa menunggu..." Jawab Alan sembari kembali masuk ke dalam ruangan.
"Paling tidak bersihkan mukamu itu..." Teriak Heaven Sins sebelum tubuh Alan tertelan pintu ruangan.
"Hahaha..." Alan memegang wajahnya sendiri, dirinya hanya tertawa mendapati adanya noda gosong yang menempel di wajahnya.
###
Seperti biasanya... Full Winter menikmati hidupnya dengan begitu indah. Semua usaha Sun Flower Guild telah berjalan dengan sangat lancar. Dirinya hanya perlu sesekali melakukan pengecekan ke setiap bagian, untuk memastikan semua usaha Sun Flower Guild bekerja dengan semestinya.
__ADS_1
"Apa ada yang menarik belakangan ini?" Tanya Full Winter pada seorang wanita berparas cantik dengan pakaian yang serba minim.
Wanita itu bernama Sutra. Dia dipercaya oleh Full Winter untuk mengelola salah satu tempat hiburan milik Sun Flower Guild yang paling terkenal, yaitu Flower Rain.
"Tidak ada yang special Tuan... Operasional harian berjalan dengan lancar. Hanya saja ada beberapa pelanggan kita yang berpindah ke Heaven Throne." Jawab Sutra sembari menyajikan satu gelas Violet Wine kepada Full Winter.
"Apa karena diskon yang mereka berikan?" Full Winter sedikit mengerutkan dahi.
Jika memang diskon yang Heaven Throne berikan benar benar efektif untuk menarik pelanggan, maka Heaven Throne memang berniat menghancurkan harga dasar yang ada. Sun Flower Guild tentu tidak akan keberatan untuk ikut memberikan diskon kepada para pelanggannya. Hal seperti itu semudah membalikkan tangan bagi Full Winter. Hanya saja keuntungan yang akan mereka dapatkan memang sedikit menurun nantinya.
Tapi tentu itu bukanlah masalah, jika Heaven Throne tetap memberikan diskon kepada pelanggan. Hanya menunggu waktu saja sampai Heaven Throne benar benar tutup dan gulung tikar. Sun Flower Guild pun bisa kembali menaikkan harga dan menguasai bisnis hiburan di Kerajaan Black Dessert.
"Itu salah satunya Tuan... Tapi saya telah mengirimkan seorang mata mata untuk menjadi pelanggan mereka. Dan ternyata mereka juga memiliki satu produk baru."
"Iya kah?" Full Winter mencicip sedikit Violet Wine yang telah dibawakan oleh Sutra. "Apa itu?" Lanjut Full Winter setelah selesai menelan Violet Wine.
"Minuman itu bernama Abyssall Wine." Jawab Sutra dengan sedikit ragu. "Kata mata mata yang saya kirim, minuman itu bisa memberikan efek memabukkan kepada para player." Suara Sutra semakin kecil, menandakan dirinya semakin ragu untuk melanjutkan laporannya.
"Memberikan efek memabukkan kepada player?" Full Winter mengorek telinganya. Memeriksa apakah telinganya tidak salah mendengar laporan dari Sutra. Selama ini tidak ada minuman yang bisa memberikan efek seperti itu bagi para player.
"Apa kamu mendapatkan contohnya?"
"Maaf Tuan... Tapi minuman itu tidak boleh dibawa keluar dari Heaven Throne, mereka hanya melayani minum di tempat mereka."
"Sial..." Full Winter memukul penyangga tangan yang ada di kursinya. Diskon yang diberikan oleh Heaven Throne ternyata hanya sebuah pancingan untuk memperkenalkan produk baru mereka.
"Cari tahu dari mana mereka mendapatkan minuman itu... Kita harus memadamkan api sebelum api itu menjadi besar dan tidak terkendalikan." Perintah Full Winter pada Sutra.
Dari mana pun Heaven Throne mendapatkan minuman bernama Abyssall Wine itu, Sun Flower Guild tentu harus bisa merebut pembuat minuman itu. Full Winter menolak untuk percaya, jika pembuat minuman itu tidak membutuhkan uang. Dan Sun Flower Guild tentu bisa membayar lebih tinggi dari pada yang Heaven Throne bayarkan.
"Baik Tuan..." Sutra langsung pergi meninggalkan Full Winter. Dirinya harus memobilisasikan mata mata yang dimiliki oleh Sun Flower Guild untuk menyelidiki dari mana Abyssall Wine itu berasal.
__ADS_1