
"Tuan pikirkanlah terlebih dahulu..." Flyin mencoba memperingatkan Alan. Meskipun membunuh Naga Yang begitu mudah saat ini, tapi Flyin yakin jika keputusan tersebut bukanlah keputusan yang paling bijak. Mengingat Naga Yang merupakan utusan dari para dewa untuk menjaga pintu keluar dari Dunia Abyss.
"Temanmu benar anak muda... Kamu pasti tidak akan bisa lolos dari kejaran para dewa jika kamu membunuhku."
Alan mulai berpikir ulang mengenai keputusannya. Menimbang dampak baik buruknya di kemudian hari jika dirinya membunuh Naga Yang.
"Baiklah... Tapi kamu harus membantuku agar aku bisa keluar dari Dunia Abyss ini nanti."
"Itu..." Wajah imut Naga Yang memperlihatkan ekspresi berpikir, tidak yakin jika dirinya bisa membantu Alan untuk bisa keluar dari Dunia Abyss.
"Kenapa? Kamu tidak mau? Tidak ada gunanya kamu hidup berarti. Lebih baik aku langsung mengambil jantungmu."
"Tunggu..." Wajah imut Naga Yang langsung pucat, melihat Alan sudah mempersiapkan belatinya untuk menebas leher Naga Yang.
"Aku bisa membantumu untuk menekan kekuatan kegelapan yang ada di dalam tubuhmu." Naga Yang cepat cepat melanjutkan perkataannya, takut jika Alan terlebih dahulu bertindak.
"Maksudmu?"
"Kamu tidak bisa membohongi mataku. Kekuatan kegelapan yang ada di dalam tubuhmu masih belum bisa kamu kontrol secara sempurna. Bahkan mungkin kamu tidak akan bisa mengontrolnya. Aku bisa membantumu untuk menekan kekuatan kegelapan di dalam tubuhmu, tanpa mengurangi kekuatan yang bisa kamu gunakan."
Alan benar benar terdiam mendengar perkataan Naga Yang. Semua yang dikatakan Naga Yang memang benar adanya. Shadow Blood di dalam tubuhnya terlalu kuat untuk bisa Alan kendalikan. Bahkan Shadow Blood bisa saja sewaktu waktu mengambil alih kendali tubuh Alan tanpa persetujuan Alan. Hanya saja Shadow Blood merasa tubuh Alan belum terlalu kuat untuk bisa digunakan Shadow Blood secara seutuhnya.
"Pikirkanlah anak muda... Jiwa kegelapan di dalam tubuhmu itu terlalu berbahaya, bahkan dengan kekuatan penuhku pun aku belum tentu bisa membuat kekuatan kegelapan di dalam tubuhmu lenyap, tapi aku bisa memperlemahnya."
"Bagaimana aku tahu kalau kamu tidak menjebak diriku?" Alan masih belum percaya seutuhnya dengan Naga Yang, bagaimana pun juga Alan memiliki tujuan yang berlawanan dengan tugas utama Naga Yang. Alan ingin keluar dari Dunia Abyss, sedangkan Naga Yang menjaga pintu keluar agar tidak ada yang bisa keluar dari Dunia Abyss secara seutuhnya.
"Untuk apa aku menjebakmu? Lebih baik aku bersekutu denganmu dan mengamankan pintu keluar dari Dunia Abyss dari para Demon brengsek tadi."
"Meskipun aku juga akan keluar dari Dunia Abyss?"
"Aku tahu kamu berbeda anak muda... Kamu boleh memiliki kekuatan kegelapan yang begitu pekat, tapi di dalam hatimu terdapat sebuah cahaya. Cahaya yang menunjukkan kepedulian pada semuanya."
"Aku tidak masalah untuk membiarkan dirimu keluar dari Dunia Abyss. Selama itu hanya kamu. Tapi untuk hal itu... Kamu perlu membantuku saat ini."
__ADS_1
"Tidak masalah... Selama kamu membantuku keluar dari Dunia Abyss, apapun itu pasti akan aku bantu." Alan merasa mendapatkan harapan baru mendengar perkataan Naga Yang. Apapun itu pasti akan Alan lakukan demi bisa keluar dari Dunia Abyss yang mengurungnya.
"Bantu aku merebut segel pintu keluar Dunia Abyss. Aku yakin segel itu sudah dibawa oleh kedua Demon yang menyerangku."
"Siapa mereka berdua?" Alan tentu langsung ingin tahu pokok permasalahan, sosok dua Demon yang berhasil merebut segel pintu keluar Dunia Abyss.
"Aku tidak tahu pasti siapa mereka berdua. Tapi yang aku tahu... Salah satu dari mereka membawa pedang yang seolah olah bisa menghentikan waktu."
"Menghentikan waktu?" Alan, Flyin dan Rendemiz serentak bersamaan. Mereka bertiga sangat yakin jika pedang yang dimaksud adalah Timeless Blade yang Rendemiz cari.
"Kebetulan sekali... Aku juga sedang ingin berurusan dengan orang itu..." Alan tersenyum kecil. Dengan membantu Naga Yang, dirinya bisa melakukan dua hal dalam satu langkah.
"Masalahnya adalah Demon yang satunya. Dia membawa sabit besar sebagai senjatanya. Dan yang paling ditakuti adalah..." Naga Yang pun menjelaskan tentang Hell Chain yang menjadi sosok dirinya dan Naga Yin bisa terpisahkan. Jika saja tidak ada Hell Chain tersebut, pastinya Naga Yin dan Yang bisa mengatasi kedua Demon tersebut.
"Sabit besar? Rantai?" Alan tidak menduga akan menemukan pengguna senjata seperti itu di Dunia Abyss.
"Benar... Aku sempat membaca gerak bibirnya, dan tahu jika dia mengucapkan Hell Chain untuk memanggil rantai rantainya."
'Joker... Bisa kamu analisis Hell Chain?'
Hell Chain adalah adalah salah satu skill dari senjata bernama Hell Schyte. Hell Schyte diidentifikasi sedang digunakan oleh Behemout. Salah satu Jenderal Besar para Demon.]
"Behemout?" Satu kata dari mulut Alan memaksa Rendemiz dan Flyin untuk mengalihkan pandangannya ke arah Alan. Mencoba mencari tahu kenapa Alan sampai menyebutkan nama salah satu Jenderal besar para Demon lainnya.
"Tuan..." Flyin yang bisa membaca isi pikiran Alan pun langsung memperingatkan Alan. Akan sangat berbahaya jika sampai Alan berurusan dengan Jenderal Besar para Demon lainnya.
"Sudah terlanjur Flyin... Aku yakin ini semua memiliki hubungan." Alan mencoba menenangkan Flyin yang nampak begitu gusar. Alan tahu jika Flyin khawatir akan hal buruk yang mungkin terjadi. Tapi niat Alan untuk bisa segera keluar dari Dunia Abyss sudah bulat. Mau tidak mau, suka tidak suka Alan harus menghadapi Behemout.
Flyin pun hanya bisa menghela nafas panjang. Dirinya tahu sifat Alan jika sudah memutuskan sesuatu akan sulit untuk dirubah. Dirinya pun hanya bisa membayangkan akan semarah apa nantinya Azazel jika sampai harus datang menolong Alan untuk yang kedua kalinya. Mengingat lawan yang dihadapi juga merupakan Jenderal besar Demon, seperti Asmodias.
Walaupun tidak sekuat Asmodias, namun tetap saja... Jenderal Besar para Demon pasti akan sangat merepotkan.
"Baiklah... Sudah diputuskan... Ayo kita berangkat... Kita sudah tahu dimana segel itu berada. Jangan sampai segel itu pindah ke tangan lainnya." Alan mengajak semua yang ada di tempat tersebut untuk berangkat mencari Zepar yang diketahui sedang bersama Behemout. Mencoba merebut segel pintu keluar dari Dunia Abyss, agar dirinya bisa segera keluar dan log out dari New World.
__ADS_1
"Tunggu anak muda... Biarkan aku mengurus kekuatan kegelapan yang ada di dalam tubuhmu itu. Akan berbahaya jika sampai nantinya kamu lepas kendali ketika kita sedang bertarung dengan mereka." Naga Yang mencegah Alan yang terkesan sudah tidak sabar. Naga Yang begitu khawatir akan kekuatan kegelapan yang bersemayam di dalam tubuh Alan. Tentu Naga Yang tidak ingin rencana ini gagal hanya karena kekuatan kegelapan yang ada di dalam tubuh Alan.
"Oh... Tentu... Bagaimana kamu akan melakukannya?"
"Mudah saja..." Naga Yang terbang perlahan ke hadapan Alan. Perlahan tapi pasti, dahi Naga Yang akhirnya bersentuhan dengan dahi Alan.
Suing...
Dua buah aura langsung keluar dari kedua tubuh yang saling bersentuhan dahi tersebut. Aura kegelapan menyelimuti tubuh Alan, sedangkan aura putih terang menyelimuti tubuh Naga Yang. Aura kegelapan yang menyelimuti tubuh Alan begitu pekat, hingga aura putih yang menutupi tubuh Naga Yang hampir tertelan oleh aura kegelapan Alan. Namun perlahan lahan aura putih Naga Yang semakin berkembang, membuat Aura putih dan gelap menjadi seimbang. Hingga Akhirnya kedua aura berbeda warna tersebut melebur menjadi satu, menjadikan tubuh Alan kini diselimuti oleh aura berwarna abu abu.
"Hanya ini yang bisa aku lakukan." Naga Yang hampir terjatuh dari terbangnya, sayap kecilnya seakan kehilangan tenaga, tidak bisa lagi menopang tubuh kecil Naga Yang untuk tetap bisa terbang.
"Tidak ada sesuatu yang berbeda." Alan tidak menemukan adanya perubahan di dalam dirinya. Hanya bedanya aura kegelapan yang biasanya dirinya gunakan sebagai Shadow Zone, kini telah berganti warna menjadi abu abu.
"Memang tidak ada perubahan. Aku hanya mengikat jiwa kegelapan yang ada di dalam tubuhmu, tidak melenyapkannya. Paling tidak itu bisa menahan jiwa kegelapan itu agar tidak keluar dengan sendirinya."
"Begitu... Baguslah..." Alan belum bisa memastikan apakah yang dikatakan oleh Naga Yang itu benar adanya. Mengingat dirinya beluk berbicara dengan Shadow Blood lagi. Namun jika semua yang dikatakan oleh Naga Yang benar, dirinya tentu merasa begitu tertolong.
"Dengar anak muda... Kamu harus menjaga keseimbangan di dalam tubuhmu. Jangan sampai kekuatan kegelapan menelan sampai ke dalam jiwamu."
"Keseimbangan katamu?"
"Benar... Semua di dunia ini perlu keseimbangan. Hal yang tidak bisa digoyahkan adalah ketika kita bisa seimbang. Entah itu baik atau buruk, hitam atau putih. Jika semuanya seimbang tentu semuanya akan berjalan dengan sangat normal." Naga Yang menambahkan.
"Ah... Aku masih belum paham..."
"Tidak perlu sampai kamu untuk paham saat ini. Paling tidak jangan sampai kekuatan kegelapan yang ada di dalam dirimu menelan jiwamu. Kamu pasti sudah tidak akan bisa tertolong jika hal itu terjadi."
Alan tentu menganggap perkataan Naga Yang hanya angin lalu. Mana ada Jiwa ditelan oleh kegelapan di dalam game? Alan pun berpikir jika apa yang disampaikan oleh Naga Yang sudah di atur oleh sistem New World.
"Satu hal lagi... Jangan terlalu jauh dariku. Atau kekuatan pengikat jiwa kegelapan di dalam tubuhmu akan melemah. Aku yakin jiwa di dalam tubuhmu akan mencoba memberontak setelah aku ikat."
Ungkapan terakhir dari Naga Yang tentu membuat Alan menelan ludah. Jika dirinya tidak bisa jauh jauh dari Naga Yang. Lalu bagaimana dirinya akan keluar dari Dunia Abyss nanti? Alan pun merasa sedikit menyesal telah menerima tawaran bantuan dari Naga Yang.
__ADS_1
"Kenapa tidak bilang hal itu terlebih dahulu tadi?" Batin Alan di dalam hati.