New World

New World
Melawan Marry 3


__ADS_3

Alan kembali menyerang Marry. Mencoba mengakhiri nyawa Marry secepat mungkin sebelum dirinya kehabisan stamina.


"Dengan ini akan berakhir!" Alan bersiap menebas leher Marry, efek Real Counter telah membuat pergerakan Marry begitu lambat, begitu juga pertahanannya. Tidak ada lagi pertahanan Absolute yang melindungi Marry. Alan bisa mengakhiri nyawa Marry dengan satu kali serangan.


Thang...


Sebuah bayangan hitam tiba tiba muncul dan melindungi Marry. Alan tidak menduga akan kemunculan bayangan hitam tersebut, dirinya tidak bisa mendeteksi kedatangan bayangan tersebut meskipun dirinya tengah mengaktifkan Real Counter.


"Aku tidak akan membiarkanmu melukai Ratuku..." Suara serak keluar dari bayangan tersebut.


"Siapa?" Alan langsung mundur ke belakang, tidak ingin gegabah dalam bertindak. Mengingat dirinya tidak bisa mendeteksi kemunculan bayangan hitam tersebut.


"Bagus Varta..." Marry tersenyum kecil. Mendapati Varta menyelamatkan nyawanya tepat waktu.


'Joker! Apa itu?'


[Bayangan hitam itu adalah pecahan jiwa dari Demon bernama Varta. Sebuah pecahan jiwa dari kekuatan special yang dimilikinya.]


'Pecahan jiwa? Pantas saja...'


Alan tidak mempermasalahkan lebih jauh akan kemunculan Varta, dengan aktifnya Real Counter, dirinya cukup percaya diri untuk bisa mengalahkan kedua Demon di hadapannya. Hanya saja dirinya perlu sedikit waktu lebih lama.


"Mari akhiri ini segera!" Alan tidak ingin berlama lama. Staminanya terus menurun dengan aktifnya Real Counter.


Apa yang Alan prediksikan rupa rupanya tidak berjalan dengan lancar. Dirinya cukup kesulitan untuk menghadapi kedua Demon tersebut. Terutama pecahan jiwa Varta. Berbeda dengan Marry yang gerakannya terefek oleh Real Counter, membuat gerakan Marry begitu lambat. Gerakan Varta tidak terpengaruh sama sekali, bahkan Varta bisa menghilang dan muncul kapan saja dan dimana saja dirinya mau. Membuat Alan harus ekstra waspada akan serangan Varta yang bisa muncul tiba tiba.


"Kenapa dia tidak terpengaruh Real Counter?" Alan tidak habis pikir, harusnya dirinya bisa berkali kali memberikan serangan ke bagian vital Marry. Namun selalu dihentikan oleh Varta.


[Bayangan hitam itu hanyalah pecahan jiwa AS. Dia tidak memiliki struktur tubuh yang solid untuk bisa diatur oleh Shadow Zone.]


Penjelasan Joker akhirnya menjawab pertanyaan Alan. Namun tidak memberikan solusi kepada Alan untuk menyelesaikan masalahnya. Dirinya tetap saja tidak bisa mendaratkan serangan ke Marry dan sosok bayangan hitam yang merupakan pecahan jiwa Varta.


"Serahkan bayangan hitam itu padaku! Kamu cepat atasi Marry." Sebuah suara tiba tiba terdengar di telinga Alan. Meskipun Alan tahu siapa pemilik suara tersebut, namun tidak adanya sosok pemilik suara membuat Alan cukup terkejut.


"Kamu yakin kamu bisa?" Alan sekali lagi memastikan kepada sosok pemilik suara, Rendemiz yang tengah menggunakan kekuatan specialnya, membuat Rendemiz tidak terlihat dengan mata telanjang.

__ADS_1


"Ya... Serahkan dia kepadaku. Aku harus mencoba hasil latihanku dengan dirimu." Rendemiz cukup percaya diri, karena dirinya tengah memegang Timeless Blade.


"Apa kamu bisa bergerak dengan cepat?" Alan mencoba memastikan kondisi Rendemiz, akan percuma Rendemiz membantu dirinya jika Rendemiz juga terpengaruh dengan Real Counter.


"Ya... Setelah menggunakan kekuatan specialku, aku bisa bergerak dengan normal."


"Baguslah..." Alan tersenyum kecil, meskipun dirinya tidak tahu alasan Rendemiz tidak terpengaruh dengan Real Counter setelah mengaktifkan kekuatan specialnya. Tapi pasti itu semua ada hubungannya dengan kekuatan special yang Rendemiz miliki. Bisa saja Rendemiz kebal terhadap efek Crowd Control ketika dirinya menghilangkan keberadaannya.


Tentu itu hanya pikiran Alan sepintas, ada yang lebih penting daripada memikirkan kenapa Rendemiz bisa bergerak bebas di dalam Real Counter. Dirinya masih harus menghadapi Marry dan sosok bayangan hitam yang menyusahkan.


"Tunggu sampai dia muncul, lalu serang dia! Aku akan menyerang terlebih dahulu." Alan tidak ingin membuang keuntungannya. Marry dan Varta tentu tidak bisa menyadari keberadaan Rendemiz yang tidak kasat mata.


Setelah memberi penjelasan singkat, Alan langsung kembali menyerang ke arah Marry. Masih terlihat jelas jika Marry kesulitan untuk bergerak di dalam Real Counter.


Thang...


Belati Alan kembali tertangkis oleh sebuah tangan bayangan hitam, yang Alan yakini merupakan sosok pecahan jiwa Varta.


"Sekarang!"


Sebuah tebasan pedang tak kasat mata menebas bayangan hitam tepat di bagian kepalanya. Menjadikan bayangan hitam tersebut terbelah menjadi dua.


"Aaaa...." Jeritan Varta terdengar. Menandakan serangan Rendemiz berhasil mengenai sasarannya.


Melihat bayangan hitam mulai pudar, Alan tidak membuang kesempatan. Dirinya kembali mengayunkan kedua tangannya untuk menebas tubuh Marry.


Sayang... Jeritan Varta membuat Marry sempat untuk mundur satu langkah, kedua belati Alan gagal menebas leher Marry secara sempurna. Hanya memberikan luka goresan yang cukup dalam di leher Marry.


"Bocah kurang ajar..." Marry mengumpat, hampir saja nyawanya sudah tidak tertolong jika tidak karena reaksi cepatnya yang mundur satu langkah.


Namun Marry tidak bisa berbuat banyak, Alan kembali melayangkan serangannya. Kali ini The Forgotten Dagger tepat menusuk di jantung Marry.


"Aaa...." Suara serak Marry terdengar parau, merasakan rasa sakit di dadanya akibat tertembus The Forgotten Dagger.


"Dengan ini berakhir..." Alan mencabut The Forgotten Dagger dari dada Marry. Darah hijau tidak luput ikut keluar bersama tercabutnya The Forgotten Dagger.

__ADS_1


Tubuh Marry pun ambruk seketika di atas tanah, tergulai lemas tidak berdaya karena bagian vitalnya telah terluka.


Alan memeriksa tubuh Marry yang sudah terkulai lemas, mencari barang yang menjadi tujuannya.


[Abyss Seal.]


Alan tersenyum puas mendapati sebuah jam pasir yang merupakan segel pintu keluar dari Dunia Abyss. Kini dirinya sudah tidak akan dipusingkan lagi dengan masalah dirinya yang tidak bisa log out.


Merasa tujuannya sudah terpenuhi, Alan menonaktifkan Real Counternya. Dirinya tentu tidak ingin tiba tiba kehilangan kesadaran saat ini. Meskipun sudah mengamankan Abyss Seal, dirinya masih harus kembali ke Mischurine dengan selamat.


Namun satu hal yang Alan lupakan. Marry ternyata belum benar benar mati, jika Marry telah mati. Tentunya jiwa Marry akan terhisap ke dalam Shadow Blood, yang tentunya akan membuat Shadow Blood semakin kuat.


Baru beberapa langkah Alan meninggalkan tubuh Marry yang telah tergeletak di atas tanah. Alan merasakan adanya bahaya besar di belakangnya. Alan segera menoleh ke belakang untuk memeriksanya.


"Apa ini?" Alan tidak bisa berkata kata, melihat sosok Marry tengah melayang di udara. Kepala Marry masih tertunduk, namun aura kegelapan yang begitu besar dan pekat tengah menyelimutinya.


"Aku tidak akan melepaskanmu!" Suara serak Marry keluar dari mulutnya, kepalanya kini tidak lagi tertunduk. Kini Alan bisa melihat kedua mata Marry yang telah berubah menjadi merah.


"Berikan padaku... Cinta cinta kalian semua!" teriak Marry dengan lantangnya. Dan dengan satu teriakan Marry, Aura aura kegelapan dari seluruh penjuru Kota langsung terbang menuju ke tubuh Marry. Menjadi satu dengan aura kegelapan yang menyelubungi tubuh Marry.


###


"Tidak..." Varta berteriak di dalam satu ruangan Istana Marry. Dirinya tidak menduga jika akan mendapat serangan kejutan. Yang membuat pecahan jiwanya harus kembali ke tubuh utamanya.


Varta tidak akan mati, meskipun pecahan jiwanya telah ditebas. Satu satunya cara untuk membunuhnya adalah dengan membunuh tubuh aslinya.


Varta tahu jika Ratunya sedang dalam bahaya, dirinya kembali memecah jiwanya untuk melihat kondisi Ratunya.


"Ra... Ratu..." Pecahan jiwa Varta terpaku, melihat tubuh Marry tergeletak di atas tanah, terkulai lemas dengan darah hijau yang tercecer di atas tanah.


"Aku akan menyelamatkanmu Ratu..." Pecahan jiwa Varta kembali ke tubuh aslinya. Dirinya tidak ingin sampai Ratu Marry yang telah dirinya layani selama ratusan tahun mati saat ini.


"Herr der Seelen. Ich komme und zahle dir meinen Respekt. Nimm mein Angebot an, meine Königin zu ersetzen. Ich ... Varta ... Gib hiermit meine Seele auf, um Königin Marry als deine Dienerin zu ersetzen. Komm, nimm an und kehre zurück!"


Dengan membacakan mantra terlarang, Varta mengorbankan jiwanya untuk menyelamatkan Marry. Kekuatan special yang dimiliki Varta mampu dirinya gunakan untuk menukar jiwa Demon yang seharusnya mati, untuk ditukar dengan jiwanya. Dengan bayaran jiwa dirinya yang harus lenyap dari Dunia Abyss ini.

__ADS_1


"Terima kasih Ratu... Kamu adalah satu satunya sosok yang pernah peduli kepadaku." Tubuh Varta langsung terkulai lemas, terjatuh dari tempat duduknya. Sebuah bayangan hitam keluar dari dalam tubuh Varta, dan terbang untuk masuk ke dalam tubuh Marry. Mencegah Marry untuk tidak mati dengan mengorbankan dirinya sendiri.


__ADS_2