New World

New World
nightwalker 2


__ADS_3

"oh... akhirnya kamu datang juga..."


nightwalker langsung menoleh ke arah sumber suara, dan mendapati alan yang sedang duduk dengan anak anak ras elf. dari muka anak anak ras elf tersebut terpancar kegembiraan. sama dengan kegembiraan yang nightwalker lihat saat dirinya bercerita pada mereka.


"kamu... bagaimana kamu?" nightwalker tentu ingat dengan sosok alan. dialah yang berulang kali memberikan serangan mematikan kepada teman temannya belum lama ini.


"bisa kalian semua berikan waktu untukku mengobrol dengan nightwalker?" alan memberitahu anak anak ras elf untuk meninggalkannya berdua dengan nightwalker.


"tapi kak... ceritamu belum selesai..." rajuk alves yang sangat bersemangat untuk mendengarkan kelanjutan cerita alan.


"tenang saja... ceritanya tidak akan berubah kalau aku menceritakannya besok. bahkan mungkin lebih seru lagi." alan membalas rajukan alves dengan senyuman terhangatnya.


"dia benar anak anak... kakak ini ada sedikit urusan denganku. biarkan kami selesaikan urusan kami dulu." nightwalker membenarkan perkataan alan dan meminta anak anak untuk memberi waktu bagi alan dan nightwalker untuk bisa bicara empat mata.


"lebih baik kita bicara diluar kan?" sembari bangkit dari duduknya alan mengajak nightwalker untuk pergi keluar dari ruangan tempat persembunyian.


nightwalker pun menuruti alan dan mengikutinya keluar dari ruangan. teman teman nightwalker ingin mengikuti nightwalker, namun nightwalker segera memberi tanda untuk tetap berjaga di dalam. nightwalker tentu takut jika kedua teman alan yang di dalam punya niat terselubung.


"ok... apa yang kamu mau?" nightwalker yang mendapati alan sedang duduk santai di atas batu besar sambil memandang ke arah dirinya dengan tajam.


"aku tidak ingin apa apa. aku hanya ingin tahu alasanmu menyembunyikan mereka di bawah tanah."


nightwalker sedikit tersentak, pertanyaan alan seakan memancing dirinya bersalah. bisa saja alan melaporkan pada kerajaan tentang lokasi persembunyian ini untuk mendapatkan hadiah.


"kenapa kamu ingin tahu?"


"hah... tentu aku ingin tahu. dengan melihat kondisi mereka yang seperti itu..." alan sedikit geram dengan jawaban yang diberikan nightwalker.


"kau semestinya belajar untuk tidak mengurusi urusan orang lain!" nightwalker tanpa basa basi menyerang alan dengan skill pedangnya.

__ADS_1


alan dengan mudah menghindari serangan dari nightwalker, namun bekas dari serangan dari nightwalker menghancurkan batu besar tempat alan duduk tadi. menandakan tingginya damage atribut yang dimiliki oleh nightwalker.


"kenapa kamu menyerangku?" sembari menghindar alan bertanya pada nightwalker.


"untuk menutup mulut besarmu!" nightwalker langsung menyasar alan yang sedang melompat di udara. nightwalker tahu jika alan memiliki class archer, serangan jarak dekat tentu menjadi kelemahan alan.


seperti itulah yang ada dalam pikiran nightwalker, sayangnya dugaannya salah besar. alan dengan cepat menangkis pedang pendek nightwalker dengan pedang pendeknya.


thang...


thang...


pertukaran serangan di udara terjadi berkali kali. alan bisa melihat jika nightwalker begitu mahir memainkan pedang pendeknya. namun tentu alan juga tidak kalah. keunggulan dalam atributnya benar benar bisa menutupi kekurangan teknik berpedangnya dari nightwalker.


"sebenarnya apa classmu?" nightwalker mengambil jarak dari alan setelah beberapa serangan kombinasi tekniknya bisa dimentahkan oleh alan.


"apa itu menjamin mulut besarmu bisa selalu tertutup?" nightwalker maju kembali melayangkan serangan serangan dengan pedangnya.


pertukaran serangan kembali terjadi. alan berulang kali berhasil menahan serangan dari nightwalker. nightwalker sampai merasa frustasi karena setiap serangannya tidak ada yang berhasil mengenai alan, atau hanya sekedar menggoresnya.


nightwalker akhirnya menggunakan skill stealth. skill yang membuat dirinya tidak terlihat dan bisa memberikan serangan kejutan pada alan.


"hah... sepertinya aku harus melakukannya..." alan sebenarnya tidak ingin melukai nightwalker karena tujuannya hanya ingin berbicara. namun melihat sifat keras kepala nightwalker, sepertinya alan harus mengambil langkah lain.


"black breath!"


stealth memang efektif untuk membunuh lawan secara sembunyi sembunyi. tapi untuk alan yang bisa mendeteksi panas di sekitar tubuhnya, skill stealth hanyalah skill tipuan sulap amatir. alan tetap bisa mendeteksi posisi dari nightwalker. begitu nightwalker sudah berada di dekatnya, alan langsung mengeluarkan black breath.


langkah nightwalker langsung terhenti ketika dirinya tinggal beberapa centimeter untuk mendaratkan serangan ke leher alan. tubuhnya tidak bisa bergerak. notifikasi sistem jika dirinya telah terkena racun pun terngiang di telinganya.

__ADS_1


alan tetap berdiri dengan tenang meskipun pedang nightwalker tinggal beberapa centimeter lagi mencapai lehernya. "apa perlu harus seperti ini agar kamu mau mendengarkan perkataanku?"


muka nightwalker langsung pucat pasi. tubuhnya tidak bisa bergerak, sedangkan hpnya terus menerus menurun secara perlahan. jika alan ingin menghabisinya sekarang, tentu akan menjadi hal yang mudah bagi alan. dirinya pun teringat akan teman temannya yang turun 3 level setelah dibunuh alan.


tanpa nightwalker duga, bukannya menghabisi dirinya. alan malah menarik nightwalker keluar dari area gas beracun. membuat nightwalker bisa bernafas secara lega. nightwalker menarik nafasnya dalam dalam, seperti dirinya sedang ingin menghabiskan oksigen yang ada di sekitarnya. seolah olah dirinya takut kehabisan oksigen.


"bagaimana? apa masih harus aku pakai cara yang lain agar kamu mau mendengarkanku?" senyum licik alan tergambar jelas, yang membuat ngeri siapapun yang melihatnya.


nightwalker tentu tidak berani berkata yang tidak tidak. baru kali ini dirinya merasakan diracuni walaupun hanya beberapa detik, namun rasanya seperti sudah tidak bernafas selama seminggu.


"baiklah... aku akan jawab semua pertanyaanmu."


alan pun mengajukan pertanyaan pertanyaan yang terngiang di kepalanya selama ini. alan bisa tahu jika nightwalker ternyata menyelamatkan para elf dari kejaran pasukan kerajaan. kondisi para elf yang mengenaskan disebabkan karena kurangnya makanan untuk mereka semua.


nightwalker hanya mengandalkan perampokan untuk mencari uang dan membelikan makanan untuk para elf. alan pun menepuk jidat sendiri mendengar cerita dari nightwalker. baginya apa yang dilakukan nightwalker memang bersifat mulia. tapi bodoh namanya jika rencana selanjutnya tidak dipikirkan. hanya mengandalkan perampokan untuk memenuhi kebutuhan 100 elf lebih, tentu tidak akan bisa untuk mencukupi.


"dengar... apa kamu belum pernah tahu tentang pasukan revolusi?" alan merasa geram sendiri pada nightwalker. jika saja nightwalker mau meminta bantuan pada pasukan revolusi, para elf tentu tidak akan menjadi seperti ini.


nightwalker menggelengkan kepalanya, sejak bermain new world dirinya berada di kota dan selalu diburu oleh pasukan kerajaan. itulah sebabnya nightwalker terus berada di hutan sambil sesekali menyelamatkan elf yang ada di sekitaran hutan.


"hah... pantas saja..." alan tidak menduga ada pemain seperti nightwalker yang tidak mengindahkan pentingnya informasi mengenai dunia sekitarnya.


alan pun menjelaskan pada nightwalker tentang pasukan revolusi. tidak lupa alan memberikan saran pada nightwalker tentang langkah apa yang harus dilakukannya jika nightwalker ingin menyelamatkan para bangsa elf yang dirinya tampung.


nightwalker serasa tercerahkan oleh dewa ketika mendapat penjelasan dari alan. dirinya tidak menduga alan memiliki koneksi yang begitu kuat di dalam pasukan revolusi.


"rencanamu luar biasa. tapi bisakah kamu membantumu sekali saja?" nightwalker dengan malu malu bertanya pada alan.


"tentu jika aku bisa membantu akan kubantu."

__ADS_1


__ADS_2