
"Repel The Damage!"
Boom....
Alan begitu terkejut mendapati seorang assassin wanita tiba tiba muncul di hadapannya dan menerima serangan Canon Claw dirinya. Tubuh Assassin wanita tersebut pun langsung terlempar menabrak Full Winter hingga mereka berdua terjerembab di antara pepohonan Violet Cactus.
"Black Crown?" Full Winter terkejut mendapati seorang wanita kini tengah tengkurap di atas dirinya. Sayangnya ini bukanlah waktu yang tepat untuk saling tumpang tindih dengan seorang wanita. Jika saja waktunya tepat, mungkin akan berbeda cerita.
"Siapa dia Guild Master?" Black Crown langsung berdiri dan menatap Alan yang masih terbang melayang di atas udara. Baru saja dirinya merasakan pukulan yang begitu penuh dengan damage, jika saja bukan karena skill perlindungan dirinya yang bisa mengabaikan semua damage dalam satu serangan, mungkin dirinya sudah mati tadi.
"Aku tidak tahu pasti... Tapi dia yang menghancurkan pabrik kita..." Full Winter ikut berdiri di samping Black Crown, menatap Alan dengan penuh kebencian.
"Dia? Seorang diri?" Black Crown hampir tidak percaya dengan apa yang dirinya dengar. Tadinya dirinya berpikir jika ada masalah yang begitu gawat sampai Guild Master memanggil semua anggota. Jika memang hanya seorang diri, itu bukanlah suatu masalah besar.
"Jangan gegabah...Dia begitu kuat... Aku tidak tahu berapa banyak skill yang dia miliki..." Full Winter memperingatkan Black Crown untuk tidak bertindak sembarangan.
"Kita serang dia bersama, mau seberapa banyak skill yang dia miliki... Dia pasti akan kehabisan mana..." Black Crown tidak berbasa basi, dirinya langsung mengaktifkan skill andalan seorang assassin, Stealth. Tubuh Black Crown pun langsung tidak terlihat oleh kasat mata.
"Jadi bantuan sudah datang? Sepertinya aku sudah harus serius saat ini..." Alan tersenyum kecil. Meskipun dirinya gagal membunuh Full Winter tadi, dirinya tidak terlalu kecewa. Masih akan ada kesempatan lain selama pertarungan masih berlangsung.
"Five Guardian!"
Seketika muncul lima monster bayangan dari bayangan Alan di atas tanah. Kelima monster bayangan tersebut bersenjatakan lima senjata yang berbeda beda.
"Summon skill?" Full Winter semakin terkejut dengan skill milik Alan. Menghadapi Alan seorang diri saja sudah begitu susah, apalagi ditambah lima monster bayangan. Belum lagi Full Winter harus memikirkan Naga dan Bangsa Titan yang kini tengah asyik memporak-porandakan perkebunan.
Thang...
Alan menangkis serangan tiba tiba dari Black Crown yang sudah muncul di belakangnya. Sudah menjadi ciri khas seorang Assassin menyerang secara tiba tiba seperti itu.
"Sayang sekali... Skill milikmu tidak berguna dalam menghadapiku..."
__ADS_1
"Jangan senang dulu..."
"Crown Cage!"
Rantai rantai langsung keluar dari balik baju Black Crown. Rantai rantai tersebut mengikat seluruh tubuh Alan seutuhnya.
"Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Black Crown tersenyum puas. Tujuan utama dirinya adalah menghentikan pergerakan Alan. Buar Full Winter yang memberikan damage yang besar pada Alan.
"Bagus Crown..." Full Winter yang melihat kesempatan tidak ingin membuangnya begitu saja. Segera saja dirinya melancarkan serangan single target yang dahsyat.
"Critical Frezze!"
Sinar biru tipis berselimut aura keputihan langsung memancar ke arah Alan yang terikat. Black Crown yang melihat serangan Full Winter langsung menghindar sejauh mungkin. Mencegah dirinya ikut terkena dampak serangan dari Guild Masternya tersebut.
Boom...
seonggok es langsung jatuh begitu saja dari tempat Alan terbang tadi. Serangan Full Winter tadi akan langsung membekukan apapun yang terkena, bahkan jika Alan menggunakan perisai sekalipun, tubuh Alan akan langsung membeku. Dengan kata lain... Serangan Full Winter tadi tidak bisa ditangkis.
"Tadi hampir saja aku ikut terkena serangan darimu..." Black Crown langsung menghampiri Full Winter. Memarahi bekas kekasihnya tersebut yang telah sengaja menyerang ketika dirinya belum begitu siap untuk menghindar.
"Kenapa? Bukan kah kamu masih baik baik saja?" Full Winter membalas sinis cibiran Black Crown. Baginya yang penting mereka bisa menang, soal keselamatan Black Crown itu urusan belakangan. Paling paling Black Crown hanya akan turun satu level.
"Kau..." Black Crown merasa geram sendiri. Namun dirinya juga sadar jika Full Winter adalah Guild Masternya. Dirinya juga sudah bukan kekasih Full Winter yang bisa marah begitu saja pada Full Winter.
"Dimana yang lain? Kita masih harus membereskan Naga dan Bangsa Titan itu..." Full Winter melihat ke sekitar. Mendapati masih ada Grestal beserta Chiro yang dengan leluasa menghancurkan perkebunan.
"Kalian lihat kemana?" Sebuah suara tiba tiba terdengar di tengah tengah mereka berdua. Suara yang mereka berdua kenal sebagai suara sosok yang seharusnya sudah mereka bunuh.
"Kau..."
"Shadow Zone... Shadow Bone!"
__ADS_1
Satu kalimat dari Alan dan seketika Full Winter beserta Black Crown tidak bisa menggerakkan tubuh mereka. Bayangan milik mereka sendiri kini terlihat melilit tubuh mereka di beberapa sisi. Membuat mereka berdua hanya bisa mematung melihat Alan berada di tengah tengah mereka.
"Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa bergerak?" Full Winter dam Black Crown mencoba meronta. Namun kedua player tersebut hanya bisa menganggap usaha mereka sebagai asa belaka.
###
Sweet Candy dan anggota Sun Flower Guild lainnya telah berhasil sampai di area tepi perkebunan. Sayangnya semua tidak seperti yang mereka pikirkan. Meskipun telah sampai di area perkebunan, mereka tidak bisa langsung menuju area tengah perkebunan yang menjadi tujuan mereka.
Langkah mereka terhenti oleh kobaran api hitam putih yang membentang sepanjang area perkebunan. Kobaran api hitam dan putih nampak membakar setiap batang pohon Violet Cactus yang ada di perkebunan. Menjadikan pohon Violet Cactus sebagai bahan bakar penambah besarnya nyala api.
"Elementalist air, penyihir, semua yang memiliki item penangkal api... Gunakan semua yang kalian miliki untuk memadamkan api!" Sweet Candy segera memberi komando kepada anak buahnya. Mereka harus segera sampai di area tengah perkebunan untuk membantu Guild Master mereka.
Ciu...
Boom...
Slash...
Entah itu lesatan sihir air, bola bola air berukuran raksasa, atau pun batu batu besar langsung menghantam dinding api hitam putih yang menyala panas. Kepulan asap hasil dari padamnya api hitam putih itu pun kini mulai bermunculan.
"Bagus... Cepat bergerak ke area yang kosong!" Sweet Candy tidak ingin membuang waktu, dirinya mengajak semua anggota Sun Flower Guild untuk melewati area kosong sebelum kembali tertutup oleh kobaran api.
"Aaaa...."
"Uaaargh...."
Sweet Candy langsung menghentikan langkahnya begitu mendapati ada beberapa anggota Sun Flower Guild yang tiba tiba berteriak kesakitan setelah melewati kepulan asap. Instingnya yang tajam mengatakan jika melewati kepulan asap tersebut merupakan suatu hal yang berbahaya.
"Apa yang terjadi?" Sweet Candy kebingungan sendiri. Dirinya juga ingin ikut melaju ke depan, namun takut jika di dalam kepulan asap tersebut ada suatu hal yang sudah menanti mereka.
"Kap... Kap..ten... Ra... Racun..." Salah satu seorang anggota Sun Flower Guild yang baru saja maju ke depan untuk menembus kepulan asap kembali sembari memegangi tenggorokannya. Nampak sangat di wajahnya jika anggota Sun Flower Guild tersebut merasakan rasa sakit yang luar biasa sebelum mati dengan cepat.
__ADS_1
"Racun? Bagaimana bisa?" Sweet Candy menatap ke depan dengan tatapan kosong. Tidak menduga jika hanya untuk mencapai area tengah perkebunan saja akan sangat begitu merepotkan.