New World

New World
falling meteor


__ADS_3

pagi menyongsong begitu cepat. igor meletakkan palu kerjanya ke lantai. dengan tangan yang masih kotor dengan kepulan debu dirinya menghapus keringat yang membasahi wajahnya. setelah semalaman bekerja keras mempersiapkan perlengkapan perang untuk pasukan revolusi, akhirnya dirinya bisa meletakkan pinggangnya di sebuah kursi. tidak hanya igor, lebih dari 30 orang anak buah igor juga terduduk lemas seperti igor.


"igor... bagaimana?" baru saja igor ingin memejamkan matanya, suara olsen mesti memaksa dirinya membuka mata kembali.


"semua sudah siap tuan. silahkan dipakai." igor menyerahkan sebuah pedang khusus yang dirinya buat untuk olsen.


olsen yang menerima pedang dari igor langsung mencoba menebas nebaskan pedangnya ke udara. "hem... pedang yang sangat bagus. terima kasih banyak..." olsen tersenyum puas mendapati senjata baru dari igor.


igor hanya mengangguk. dirinya sudah tidak ingin panjang lebar menanggapi perkataan olsen. satu hal yang dirinya inginkan sekarang adalah tidur, mengistirahatkan matanya yang lelah.


"istirahatlah kalian. serahkan sisanya pada kami." olsen memberi pesan pada igor dan anak buahnya untuk tidak ikut berperang.


igor juga berpikir demikian, dirinya memang tidak ingin ikut dalam pertarungan dengan kondisi badan yang kelelahan. igor hanya menitipkan pesan pada olsen tentang kekuatan yang ada pada pedang baru olsen.


"semua bersiap! kita tidak punya banyak waktu!" olsen memerintahkan pasukannya untuk bersiap siap secepat mungkin.


sementara itu, di dalam hutan dekat pabrik senjata. pasukan deathmark telah bersiap siap untuk menyerang. mereka sedang menunggu informasi dari pasukan pengintai yang deathmark kirimkan.


"tuan... tidak ada pergerakan dari pasukan revolusi di luar pabrik." deathmark mendapat informasi dari sebuah panggilan anak buahnya.


"sepertinya mereka memilih untuk bertahan." deathmark yang sudah sering berperang di bermacam macam game online, tentu paham dengan strategi yang digunakan musuhnya kali ini.


"kau awasi terus. kita akan segera menyerang!" deathmark langsung menggerakkan pasukannya untuk mendekati pabrik senjata.


begitu deathmark sampai di depan pabrik senjata, dirinya sedikit kagum dengan persiapan yang dilakukan oleh pasukan revolusi. pasukan revolusi benar benar menutup rapat seluruh pintu masuk ke dalam pabrik. deathmark bisa membaca siasat yang disiapkan oleh pasukan revolusi. bahkan deathmark bisa melihat menara pantau di setiap sisi sudut pabrik yang sengaja dikosongkan.


"tutup semua akses ke pabrik senjata. jangan sampai ada satupun pasukan revolusi yang berhasil kabur atau bantuan yang masuk!"


"baik..." pasukan yang berada di belakang deathmark langsung berpencar untuk mengelilingi pabrik senjata. dengan lebih dari 3000 player, tentu sangat mudah untuk mengepung pabrik secara keseluruhan. akses keluar masuk menuju pabrik senjata pun langsung mati total.


"apa kita akan menyerang langsung tuan?" zegra belum paham rencana yang di inginkan oleh deathmark.


"bodoh... mereka pasti sudah bersiap siap di dalam pabrik. kita bombardir mereka dulu. coba buka akses masuk sebanyak mungkin dan bunuh sebanyak mungkin dari luar pabrik!"


zegra baru bisa paham setelah dimaki maki oleh deathmark, dirinya memang kalah jauh dengan deathmark masalah strategi perang.


player yang mengepung pabrik senjata langsung melancarkan serangan jarak jauh.


ciu...

__ADS_1


ciu...


lesatan bola api, panah, maupun lesatan lesatan sihir langsung meluncur ke arah pabrik senjata. seluruh player range class melancarkan serangan mereka secara bersamaan.


duar...


duar...


ledakan terjadi dimana mana di sekitar area pabrik. namun serangan serangan tadi tidak ada yang berhasil membuka akses masuk ke dalam pabrik.


"hem... sihir pelindung? lumayan..." deathmark memuji kualitas sihir pelindung yang dimiliki oleh pasukan revolusi.


"zegra... pakai ini!" deathmark memberikan sebuah anak panah kepada zegra. zegra yang melihat anak panah tersebut tentu merasa sangat terpukau.


"ini?" begitu melihat deskripsi dari anak panah tersebut, zegra tahu betapa bernilainya anak panah tersebut untuk sebuah peperangan.


[falling meteor. disposable epic item.


dengan menembakkan falling meteor ke arah langit, akan menyebabkan hujan meteor selama 3 menit dalam radius 1 kilometer. falling meteor adalah item sekali pakai, langsung akan menghilang setelah digunakan.


damage yang diberikan dari setiap meteor 2500 damage.]


zegra menelan ludahnya dalam dalam, membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya jika dirinya meleset dalam membidik.


zegra membidik ke arah atas pabrik senjata. ditariknya tali panahnya sekuat tenaga agar panahnya bisa tepat di tengah tengah pabrik senjata.


ciu...


anak panah zegra langsung menghilang di atas di atas pabrik senjata. seakan akan panah itu tidak pernah ada. namun... tidak berselang lama... awan hitam mengumpul di atas pabrik senjata. menutupi sinar matahari pagi. seakan akan hari mulai gelap lagi.


olsen yang melihat munculnya kepulan asap hitam di atas pabrik tentu merasa khawatir. dirinya tahu betul apa yang akan terjadi setelah melihat kepulan awan hitam di atas pabrik. "penyihir... buat perisai pelindung sebanyak mungkin!"


penyihir penyihir pasukan revolusi tentu tidak menunggu olsen memberi perintah dua kali. mereka langsung merapalkan mantra untuk membuat perisai pelindung di atas pabrik sebanyak mungkin.


awan hitam di atas pabrik senjata semakin lama semakin pekat. ketika semua langit telah menghitam karena tertutup awan. muncul sebuah pusaran hitam di tengah tengah awan tersebut. anehnya... pusaran hitam tersebut tidak menghisap apapun yang ada di sekitarnya. justru kebalikannya, dari dalam pusaran tersebut terlontar batu batu merah menganga. seperti batu yang dilemparkan dari letusan gunung berapi.


duar...


duar...

__ADS_1


duar...


puluhan batu menghantam perisai pelindung pabrik senjata. perisai pabrik senjata pun bergetar, seperti kaca tebal yang dihantam oleh pukulan tangan.


"penyihir... pastikan perisai pelindung tetap terjaga!" olsen memperingatkan para penyihir pasukan revolusi agar tetap mempertahankan perisai pelindung jika tidak ingin terkena serangan batu batu panas yang berpijar dari langit.


tanpa diperingatkan oleh igor pun para penyihir pasukan revolusi juga sudah tahu akan hal itu. mereka hanya mengumpat dalam hati melihat igor yang hanya bisa membantu mereka dengan do'a.


duar...


duar...


hujan meteor terus menghujani perisai pelindung. satu menit telah berlalu, perisai pelindung masih tetap utuh. dua menit telah berlalu dan perisai pelindung nampak masih bisa menahan serangan hujan meteor. barulah di menit ketiga, perisai pelindung nampak mulai memunculkan keretakan.


penyihir pasukan revolusi berusaha mati matian untuk mempertahankan perisai pelindung pabrik senjata. namun apa daya, mana mereka yang menjadi sumber tenaga perisai pelindung telah terkuras. perisai pelindung pun pecah di akhir menit ketiga. lebih dari 10 batu meteor yang tersisa berhasil masuk ke dalam pabrik senjata.


duar...


duar...


ledakan tentu langsung terjadi di tempat mendaratnya batu meteor. batu meteor tersebut juga mengenai pasukan revolusi yang berada di dalam pabrik senjata. lebih dari 200 pasukan revolusi langsung hangus terbakar tanpa sempat menyelamatkan diri.


"cepat padamkan api! bersiap untuk serangan selanjutnya!" olsen tentu langsung memerintahkan anak buahnya untuk bertindak cepat memadamkan api sebelum api ledakan membakar habis seluruh pabrik.


"hahaha... lihatlah... sebentar lagi mereka pasti akan keluar dari sarang mereka!" deathmark tersenyum puas melihat kobaran api mulai membesar di dalam pabrik.


"berikan serangan susulan!"


pasukan deathmark kembali melancarkan serangan jarak jauh. tanpa adanya perisai pelindung, tentu serangan serangan mereka berhasil dengan mudahnya masuk ke dalam pabrik. entah itu mengenai pasukan revolusi atau tidak, yang penting serangan tersebut bisa masuk ke dalam pabrik. karena tujuan utama deathmark adalah membuat semua pasukan revolusi keluar dari pabrik senjata.


"tuan olsen... serangan dari lawan terus berdatangan. kita tidak bisa memadamkan api lagi."


olsen tentu juga mengetahui keadaan yang terjadi tanpa diberitahu oleh anak buahnya. "tidak ada pilihan lain. kita serang mereka!" olsen tidak memiliki cara lain yang bisa dirinya gunakan saat ini. satu satunya cara adalah keluar dari pabrik dan membuka peperangan secara langsung. karena kalau tidak, pasukan revolusi hanya akan menjadi daging panggang di dalam pabrik.


dengan komando yang diberikan oleh olsen. pasukan revolusi langsung keluar dari pabrik senjata. olsen memilih memfokuskan kekuatan pasukan revolusi di satu arah, agar bisa membuka blokade yang dilakukan para player.


"akhirnya keluar juga mereka." deathmark tersenyum puas melihat pasukan revolusi yang berlarian keluar dari pabrik. mereka semua menuju ke satu arah yang sama.


"serang dari tiga sisi! jangan beri ampun!" komando dari deathmark langsung membuat seluruh player yang mengepung pabrik senjata bergerak.

__ADS_1


peperangan terbuka pun tidak bisa terhindari lagi. meskipun pasukan revolusi kalah jauh dalam hal jumlah, namun prinsip mereka adalah lebih mati dalam berjuang daripada mati sia sia.


__ADS_2