New World

New World
Minotaur


__ADS_3

Toni dan anggota divisinya sampai pada sebuah ruangan yang begitu besar di dalam The Broken Mine Dungeon. Ruangan tersebut di terangi oleh batu batu bersinar yang tertempel di dinding ruangan. Membuat ruangan tersebut tidak segelap ruangan lainnya yang ada di dalam Dungeon.


[Minotaur. Lord monster. Level 60.


Hp 72000.]


Toni dan anggota divisinya tersentak melihat bos terakhir dari The Broken Mine Dungeon. Tidak mereka sangka bos terakhir merupakan seekor lord monster bernama Minotaur.


Toni dan anggotanya telah bersusah payah untuk mengalahkan bos kedua dari The Broken Mine Dungeon dan sampai pada bos ketiga. Namun mereka sangat tidak menduga jika bos monster yang harus mereka hadapi akan seperti itu.


Minotaur merupakan monster bison yang berdiri dengan kedua kakinya. Ukurannya yang setinggi lebih dari 20 meter, otot yang menonjol di paha dan lengannya, mata merah menyala, kedua tanduk yang menghiasi kepalanya. Menjadikan Minotaur sebagai sosok yang sangat menakutkan bagi Toni dan anggota divisinya. Belum lagi palu raksasa yang Minotaur genggam, menambah kesan jika Minotaur adalah sosok yang tidak boleh diganggu oleh siapapun.


Anggota divisi Toni yang tadinya berjumlah 100 player pun kini hanya tersisa 43 player.


"Commander... Apa yang akan kita lakukan?" Blue Shark menelan ludahnya dalam dalam setelah melihat sosok Minitaur. Dirinya tidak yakin jika mampu bertahan dari satu serangan yang dikerahkan oleh Minotaur.


"Kita sudah sampai sejauh ini! Kalau kita gagal, kita hanya akan kehilangan satu level." Toni mencoba menyemangati dirinya dan anggota divisinya. Memang apa yang dilakukannya akan menjadi perjudian besar. Dirinya yakin jika Minotaur akan menjatuhkan drop item yang luar biasa jika dirinya dan anggota divisinya bisa mengalahkannya.


"Dasar makhluk hina! Berani kalian memasuki wilayahku!" Teriak Minotaur setelah Toni dan anggota masuk ke dalam area Minotaur.


"Hati hati! Monster ini berbeda dengan monster lainnya!" Toni sempat terkejut mendapati Minotaur bisa berbicara. Monster yang bisa berbicara tentu memiliki kecerdasan di atas monster biasa.


Minotaur langsung maju ke depan dan mengayunkan palu yang dirinya genggam untuk menghantam rombongan Toni.


"Semua menghindar!"


Boom...


Bagaikan dihantam oleh batu besar, satu ayunan palu dari Minotaur membuat seisi tambang menjadi bergetar. Untung saja Toni cepat memperingatkan anggota divisinya untuk menghindari serangan dari Minotaur.


"Menyebar! Jaga perimeter aman!" Perintah dari Toni langsung di iringi dengan menyebarnya anggota divisinya. Anggota divisi Toni langsung berdiri mengelilingi Minotaur, membuat Minotaur bingung harus menyerang bagian yang mana.


"Range class serang!" Tujuh penyihir dan elementalist yang tersisa dari anggota divisi Toni langsung melancarkan serangan jarak jauh mereka. Mencoba mengurangi Hp Minotaur sedikit demi sedikit.


-25


-46


Semua serangan dari penyihir maupun elementalist tidak ada yang berarti. Mengingat Hp dari Minotaur yang 72000, bisa tiga hari tiga malam baru para penyihir dan elementalist tersebut bisa membunuh Minotaur. Itupun jika mereka tidak mati terlebih dahulu atau kehabisan mana.


"Sial... Defendnya begitu tinggi." Toni mengerutkan dahi melihat serangan dari para penyihir dan elementalist anggota divisinya hanya menjadi bulu penggelitik bagi Minotaur.


"Kalian berani berulah di tempatku!" Seru Minotaur yang merasa risih mendapat serangan sihir yang hampir tidak terasa baginya.


Boom...


Boom...


Berulang kali Minotaur mengayunkan palunya ke arah anggota divisi Toni. Namun para player anggota divisi Toni yang menyebar, membuat Minotaur tidak bisa memberikan serangan yang tepat sasaran.


Toni dan anggota divisinya pun saling bergantian memberikan serangan dari titik buta Minotaur. Membuat Minotaur semakin geram karena merasa dipermainkan.


"Bagus... Pertahankan seperti ini. Turunkan Hpnya sedikit demi sedikit!" Toni merasa jika rencananya akan berjalan lancar. Meskipun tidak bisa mengurangi Hp Minotaur secara signifikan atau membunuh Minotaur dengan satu serangan di bagian vital, dirinya yakin jika Minotaur bisa dikalahkan selama mereka tetap fokus.


Dua jam pertarungan, Hp Minotaur telah turun lebih dari 15000. Langkah yang dipilih Toni terbukti efektif, mengingat tidak adanya player dari pihaknya yang menjadi korban dari serangan Minotaur. Serangan Minotaur boleh saja kuat. Namun dengan tubuhnya yang begitu besar, tentu pergerakan dari Minotaur tidak secepat para player. Para player pun selalu bisa menghindari serangan dari Minotaur dengan sempurna.

__ADS_1


"Uargh..." Minotaur semakin mengamuk karena terus terusan dipermainkan oleh Toni dan teman temannya. Dengan mengangkat palunya ke atas kepala, Minotaur melompat dari tempatnya berdiri.


Boom...


Boom...


Boom...


Getaran langsung terjadi di seluruh ruangan tersebut ketika tubuh Minotaur kembali menapak di atas tanah, Toni dan anggota divisinya pun tidak bisa menyeimbangkan badan mereka. Tanah dan dinding bergetar hebat, serpihan serpihan tanah mulai turun dari langit langit ruangan tersebut. Mereka pun terjatuh dan kesulitan untuk berdiri. Minotaur terus bergerak sambil melompat, dirinya menghampiri setiap player yang sedang kesulitan untuk berdiri.


Boom...


Sebuah pukulan dari palunya langsung berhasil membunuh 5 player yang tergeletak di tanah. Darah dan anggota tubuh para player langsung berceceran di tempat para player tadi berada.


Toni hanya memandang lesu kepada anggota divisinya yang mati secara tragis, baru kali ini dirinya melihat player yang terbunuh karena terkena pukulan dari palu raksasa. Walaupun dirinya marah dan kesal akan kematian anggota divisinya yang begitu tragis, dirinya juga tidak bisa berbuat banyak saat ini. Jangankan untuk menyelamatkan anggota divisinya, untuk berdiri saja dirinya merasa sangat sulit.


Minotaur terus bergerak ke satu tempat ke tempat yang lainnya, setiap kali dirinya mendarat, pasti ada player anggota divisi Toni yang mati secara tragis. Amarah Toni pun meledak sejadi jadinya, melihat anggota divisinya mati secara tragis. Walaupun bukan mati yang sebenarnya, tapi tetap saja... Toni tidak rela melihat anggota divisinya mati dengan cara yang begitu tragis, dirinya tidak bisa membayangkan rasa sakit yang dirasakan oleh para player tersebut.


Amarah Toni berganti menjadi ketakutan ketika Minotaur kini tengah mengarah kepadanya. Tubuh Minotaur yang besar sambil melompat lompat bagaikan kereta ekspres yang siap menghantamnya. Palu raksasa Minotaur pun siap untuk menghantam tubuh Toni yang masih tidak mampu untuk berdiri.


Namun Toni tidak siap untuk mati saat ini. Toni mennggigit giginya sendiri keras keras, dan memusatkan fokusnya untuk bisa mengeluarkan skill defensifnya.


"Eart Wall!"


Sebuah tembok tanah langsung muncul di depan palu Minotaur yang sedang terayun.


Boom...


Tembok tanah tersebut langsung hancur seketika, namun laju ayunan palu raksasa Minotaur bisa terhenti. Hembusan angin yang kencang langsung menyebar ke segala arah, membuat tubuh Toni dan player di sekitarnya terlempar beberapa meter ke belakang.


"Berhasil?" Toni menghela nafas lega setelah memeriksa tubuhnya masih dalam keadaan utuh. Dirinya pun merasakan getaran yang ada di tanah telah terhenti. Segera saja Toni mengalihkan pandangan ke arah Minotaur yang masih tertutupi debu.


"Sekarang saatnya! Dia sedang dalam mode lemah!" Toni yang melihat adanya peluang langsung memberikan komando kepada 18 anggota divisinya yang tersisa untuk menyerang Minotaur.


"Incar matanya!" Sembari melompat ke arah Minotaur Toni memberitahu anggota divisinya.


Slash...


Slash...


Satu persatu Toni dan anggota divisinya berhasil mendaratkan serangan ke arah kedua bola mata Minotaur. Minotaur pun mengerang kesakitan akibat serangan yang didapatnya.


"Uargh..."


Raungan Minotaur begitu keras, sampai sampai menimbulkan hembusan angin yang kencang. Minotaur yang tidak bisa melihat pun mengayunkan palunya ke sembarang arah.


"Makhluk hina! Lancang sekali kalian!" Minotaur terus mengayunkan palunya secara membabi buta. Toni dan anggota divisinya pun menjaga jarak yang aman agar terhindar dari serangan palu Minotaur.


"Biarkan dia kelelahan terlebih dahulu!" Toni merasa percuma untuk menyerang Minotaur yang sedang mengamuk tersebut. Dirinya yakin jika Minotaur tersebut akan segera kelelahan, mengingat Minotaur masih dalam mode lemahnya.


Dugaan Toni ternyata tepat. 20 menit berlalu setelah Minotaur mengayunkan palunya secara sembarangan, Minotaur berhenti melakukan pergerakan sia sianya. Minotaur pun bersujud menekuk lutut, palu kebanggannya dirinya letakkan di tanah. Kedua tangannya memegangi kedua bola matanya yang kini tidak lagi berfungsi.


"Sekarang!" Toni tahu kapan waktu yang tepat untuk menyerang. Kedelapan belas player tersebut menggunakan skill terkuat mereka untuk menyerang kepala Minotaur.


"Tiger Smash!"

__ADS_1


"Wind Slash!"


Serangan kedelapan belas player tersebut langsung menghantam kepala Minotaur, membuat kepala Minotaur berlubang sampai ke belakang kepala. Tubuh Minotaur yang besar itu pun ambruk di atas tanah.


[Grup player berhasil membunuh Minotaur.


Mendapatkan 15000 Exp.


Selisih 8 level, mendapatkan 700% Exp.]


[Selamat... Grup player berhasil menyelesaikan The Broken Mine Dungeon.


Mendapatkan 45000 Exp.]


Toni dan ketujuh belas player yang tersisa langsung bernafas lega setelah mendengar suara notifikasi dari sistem. Mereka tidak menduga akan berhasil mengalahkan Minotaur yang begitu kuat.


Pandangan mereka pun kini tertuju pada tubuh Minotaur yang berubah menjadi kepingan cahaya dan drop item yang tergeletak di sampingnya. Minotaur menjatuhkan lebih dari 15 item. Toni yang menjadi pimpinan pun mulai mengumpulkan item yang didapat dari Minotaur.


Dari kelima belas item tersebut, ada satu barang yang paling menarik perhatian Toni. Palu yang sama persis dengan yang Minotaur gunakan tadi. Toni pun tidak bisa untuk tidak segera melihat atribut dari palu tersebut.


[Mino Hammer, Legendary item.


Str +102


Int +72


Deff +130


Passive skill :


Menaikkan atribut defensif pengguna sebesar 20%.


Active skill


Shake and shake.


Pengguna menghantamkan Mino Hammer ke atas tanah, dan menimbulkan getaran ke tanah selam 2 menit dalam radius 1 km.


Cooldown 30 menit.


Hammer Fly.


Pengguna melemparkan Mino Hammer ke salah satu target. Memberikan damage sebesar 130 persen dari atribut pengguna. Mino Hammer akan secara otomatis terbang kembali ke arah pengguna setelah dilemparkan.


Cooldown 10 menit.


Reflektionity.


Pengguna dapat memantulkan serangan yang mengarah kepadanya. Maksimal damage yang bisa dipantulkan adalah 200% dari atribut pengguna.


Cooldown 25 menit.]


Toni terdiam sesaat melihat atribut dari Mino Hammer. Legendary item? Seumur umur baru kali ini dirinya melihatnya, memang dirinya pernah mendengar keberadaan legendary item dari Alan yang juga memiliki satu. Tidak dirinya sangka jika dirinya juga akan mendapatkan satu dari sekian item legendary yang ada.


Toni dan anggota divisinya pun di teleportasi ke tempat yang tadinya menjadi pintu masuk ke dalam dungeon. Toni membagikan item item yang didapatkan dari perburuan hari ini kepada anggota divisinya. Sedangkan dirinya menyimpan Mino Hammer untuk dirinya sendiri. Dirinya tentu tidak rela memberikan Legendary item kepada anggota divisinya. Lagipula anggota divisinya juga paham, jika item terbaik akan menjadi milik pimpinan. Lagipula siapa yang berani protes? Toh mereka saat ini juga bernaung dalam Guild keluarga Toni.

__ADS_1


"Kita kembali ke markas guild. Ada hal penting yang perlu aku urus." Toni pun melangkahkan kakinya dengan diikuti anggota divisinya. Dengan mendapatkan Mino Hammer kini Toni semakin percaya diri untuk melakukan rencananya.


"Tunggu aku AS!" Toni dalam hati.


__ADS_2