
Alan dan ketiga temannya mendarat di sekitar pabrik senjata. Tujuan Alan adalah untuk mengukur waktu yang diperlukan untuk terbang dari gunung ke pabrik senjata.
Setelah mendarat Alan memeriksa keadaan sekitar pabrik senjata. Memetakan posisi lawan dan kawan bila terjadi peperangan ditempat tersebut. Selesai dengan urusannya alan langsung menuju ke perkemahan pasukan revolusi.
"Ohhh.... Pahlawan South Hill kembali lagi... Apa kamu berubah pikiran?" Olsen yang melihat Alan dan ketiga temannya masuk ke tendanya, dirinya langsung menyambut ketiganya dengan cibiran yang tidak mengenakkan hati.
"Maaf mengganggu waktu anda Tuan Olsen. Saya kesini ingin memberikan beberapa saran tentang rencana penyerangan." Alan tetap menjawab dengan sopan meskipun mendapat cibiran dari Tuan Olsen.
"Hahahaha.... Saran?" Olsen tersenyum kecut melihat ke arah Alan.
"Saran apa yang bisa anak muda sepertimu berikan padaku? Olsen sang pedang merah." Arogansi Olsen benar benar terlihat dari perkataanya.
Alan yang mendengar perkataan Olsen hanya bisa mengumpat di dalam hati. Kalau saja dirinya tidak ingin membantu Freya untuk menyelesaikan masalah Wood Elf. Mungkin dirinya sudah pergi dari tempat itu.
"Mungkin saran saya tidak akan berguna terlalu banyak. Tapi bisa menjadi pilihan alternatif bagi Tuan Olsen untuk melakukan serangan." Alan tetap menunjukkan wajah ketenangannya, meskipun didalam hati dirinya sangat geram dengan arogansi Olsen.
Olsen yang melihat mimik muka Alan tetap tenang pun mengerutkan dahi. Dirinya sudah mencoba memprovokasi Alan dengan menunjukkan sikap arogansinya, tapi tidak menunjukkan hasil yang dirinya inginkan. Pertarungan psikologis sangatlah penting untuk melihat ketangguhan mental seseorang.
"Sepertinya anak ini menarik..." Gumam Olsen dalam hati.
"Baiklah..." Kata Olsen sembari bangkit dari duduknya dan menuju kemeja di tengah tenda.
Olsen membuka secarik peta yang menunjukkan lokasi pabrik senjata. Di peta tersebut sudah diberi tanda tanda yang menunjukkan base pertahanan musuh dan perkiraan kekuatan pasukan kerajaan di pabrik senjata.
Alan sempat terkejut melihat peta itu. Terakhir kali dirinya membantu pasukan revolusi tidak menemukan adanya peracik strategi. Tapi kini dirinya mendapati adanya peracik strategi disini.
Olsen menjelaskan satu satu rencana yang dirinya susun. Alan pun mendengarkan dengan seksama penjelasan Olsen. Dia tidak mengira Olsen akan membuat rencana yang sangat matang. Dengan ini pun Alan yakin pasukan revolusi bisa menghadapi pasukan kerajaan yang berjaga di pabrik.
"Rencana anda sangatlah luar biasa tuan olsen. Tapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan pada anda." Tanya Alan setelah mendengar semua penjelasan Olsen.
"Apa itu? Aku yakin tidak melewatkan satupun dalam rencanaku."
"Memang untuk kekuatan yang berjaga di dalam pabrik tidak ada yang terlewat. Tapi bagaimana jika kerajaan mengirimkan bantuan di saat anda menyerang?"
"Bantuan? hahaha....." Olsen tertawa mendengar penjelasan Alan.
"Rencana penyerangan ini akan kita lakukan secara sembunyi sembunyi. Tidak mungkin informan kerajaan akan mengetahui rencana ini." Tambah Olsen.
"Memang benar anda bisa menjaga informan kerajaan tidak mengetahuinya. Tapi bagaimana dengan para player sepertiku? Mereka bisa saja melapor pada kerajaan tentang rencana anda."
Olsen mengerutkan dahi mendengar penjelasan Alan. Harus dirinya akui, memang para player tidak masuk dalam hitungan strateginya.
"Lalu? Apa saranmu jika pasukan kerajaan memberi bantuan? Tidak mungkin kan kita akan membagi pasukan hanya untuk berjaga jaga hal yang tidak pasti?"
Alan pun tersenyum dengan liciknya. Dirinya sudah yakin olsen akan memberikan jawaban seperti itu.
"Beri aku 20 orang penyihir. Dan akan kupastikan tidak ada pasukan back up dari kerajaan."
"Dua puluh orang penyihir? Apa yang bisa kamu lakukan hanya dengan 20 orang penyihir?"
"Kita tidak akan tahu kan sebelum mencoba?" Alan masih menampilkan senyum liciknya. yang membuat Olsen tidak nyaman.
"Ok... 20 orang... Tapi kalau sampai 20 orang ini kenapa kenapa. kamu akan tanggung akibatnya." Olsen memberi peringatan pada Alan.
"Deal..."
Selesai berdiskusi dengan Olsen, Alan langsung mengumpulkan ke 20 orang yang diberikan olsen untuk membantunya. Tidak berlama lama alan langsung menuju tempat Pak Igor untuk meminta dibuatkan baju zirah seperti milik Alan dan yang lainnya untuk ke 20 orang tersebut.
Selesai mengantarkan ke 20 orang tersebut, Alan pergi melakukan persiapan yang harus dirinya lakukan. Alan berpesan pada Clara, Shoote Sun dan Freya untuk membawa ke 20 penyihir tersebut ke East Rock mountain setelah mereka selesai dengan baju mereka.
__ADS_1
Penyerangan ke pabrik senjata akan dilakukan besok malam. Olsen memilih malam hari karena penjagaan di area pabrik sedikit lebih longgar sewaktu malam. Pasukan revolusi pun bisa dengan mudah menyelinap di gelapnya malam asal memakai pakaian serba hitam.
Malam itu begitu gelap. Bulan dan bintang pun enggan menampakkan diri. Sepertinya mereka tidak ingin menjadi saksi peperangan yang akan terjadi.
Pasukan revolusi sudah bersiap di sekitar area pabrik. Mereka berpencar menjadi banyak grup mengelilingi pabrik senjata tersebut. Setiap grup selalu terisi paling tidak 4-5 penyihir dan elementalist, 5-8 orang pemanah dan sekitar 10 orang pasukan melee. Masing masing dari mereka memakai pakaian serba hitam yang membuat mereka tidak terlihat di kegelapan malam. Olsen benar benar membuat strategi yang bisa membingungkan pasukan kerajaan.
"Komandan... Semua sudah siap." Lapor salah seorang pasukan pada Olsen.
"Apa anak itu juga sudah siap? Kita tidak bisa memulai jika dia belum siap."
"Sudah komandan."
"Bagus... Kirim serangan pertama."
Dengan komando dari Olsen. Penyihir pasukan revolusi langsung bergerak. Setiap penyihir di dalam grup langsung membaca mantra. Mereka menggabungkan sihir mereka agar menjadi satu dengan penyihir lain di dalam grup mereka. Area sekitar pabrik yang tadinya gelap gulita langsung bercahaya karena adanya cahaya bola bola api mengelilingi pabrik.
ngeeeeeeeeenngggg....
Suara sirine bahaya dari pabrik langsung berbunyi setelah munculnya cahaya api mengitari pabrik. Pasukan yang berjaga di dalam pabrik langsung bangun dari tidurnya dan bersiap akan peperangan yang akan datang.
Tapi belum sampai pasukan pasukan kerajaan selesai bersiap. Cahaya bola bola api yang tadinya redup semakin lama semakin terang. Kenandakan sumber cahayanya semakin besar. Setelah semakin besar cahaya bola bola api itu langsung meluncur ke atas.
Ciuuu.....
Ciuuu....
Duuuarrr...
Duarrrrrr....
Bola bola api yang jumlahnya ratusan itu menghantam gudang senjata di dalam pabrik. Ada 5 gudang senjata di pabrik tersebut. Dan bola bola api itu menghancurkan 3 dari ke 5 gudang.
Serangan bola bola api itu tidak berhenti sampai disitu. Lemparan bola bola api meluncur lagi kedalam area pabrik. Tapi kali ini sasarannya bukan gudang, melainkan pos pos penjagaan yang berisi sihir pelindung untuk pabrik. Pasukan kerajaan pun tidak bisa mengaktifkan sihir pelindung untuk pabrik. Kini mereka hanya bisa menghadapi pasukan revolusi secara langsung.
Serangan bola bola api terus berlangsung selama 10 menit lebih. Lebih dari 1000 pasukan kerajaan yang telah menjadi korban dari serangan bola bola api. Pasukan kerajaan yang tersisa langsung keluar dari pabrik untuk menghadapi pasukan revolusi.
"Dimana mereka?" Teriak komandan pasukan kerajaan yang tidak bisa melihat adanya pasukan revolusi yang menyerang mereka.
Pasukan revolusi semuanya memakai pakaian serba hitam. Menjadikan mereka bisa bersembunyi di kegelapan malam.
Ciiuuuu
Ciiuuuu
Ciiuuuu
Anak panah langsung menghujani pasukan kerajaan yang baru saja keluar dari pabrik. Semua anak panah itu berwarna hitam yang membuatnya tidak terlihat di kegelapan malam.
Aaahhhh....
Aaahhhh....
Aaahhhh....
Suara jeritan pasukan kerajaan yang terkena panah memecahkan keheningan malam itu.
"Serang ke segala arah..." Teriak komandan pasukan yang panik karena mendapati serangan dari sekeliling mereka.
Pasukan kerajaan langsung bergerak ke segala arah. Meskipun mereka terkejut dengan serangan dadakan, mereka masih yakin bisa memenangkan pertempuran. Mereka yakin karena mereka masih menang dalam jumlah pasukan.
__ADS_1
Tapi apa yang mereka yakini sepertinya hanya angan angan belaka. Pasukan kerajaan bergerak ke segala arah tanpa adanya formasi yang mendukung. Berbeda dengan pasukan revolusi yang telah siap di dalam formasi mereka.
Setiap penyihir pasukan revolusi di dalam grup menciptakan perisai pelindung untuk menghalau serangan jarak jauh yang mengarah ke grup mereka. Pasukan melee selalu dengan mudah menghabisi pasukan kerajaan yang datang mendekat ke arah mereka. Elementalist dan archer setiap grup benar benar menjadi malaikat pencabut nyawa bagi pasukan kerajaan.
Alur peperangan benar benar memihak pada pasukan revolusi. Sepertinya rencana Olsen benar benar berjalan sempurna. Peperangan telah berlangsung lebih dari 1 jam, korban dari pasukan kerajaan hampir 6x lipat daripada korban dari pasukan revolusi. Olsen pun yakin peperangan ini akan dimenangkan.
"Komandan... Pasukan di utara telah dikalahkan semua." Kata seorang pasukan yang memberi kabar pada Olsen.
Olsen yang mendengar berita dari bawahannya langsung marah. "Bagaimana bisa?" Seru Olsen.
"Pasukan bantuan dari kerajaan telah datang. kita tidak bisa mempertahankan pengepungan."
"Pasukan bantuan?"
"Sepertinya anak itu benar benar tidak bisa diandalkan." Olsen menghela nafas dan menggelengkan kepala.
"Tarik semua pasukan kesini. Kita bentuk ulang formasi." Perintah Olsen.
Bawahan Olsen langsung bergerak untuk menyebarkan komando Olsen. Tidak sampai 10 menit pasukan Olsen yang tadinya menyebar sudah berkumpul di area selatan pabrik. Olsen mengerutkan dahi melihat pasukannya yang tersisa. Tidak sampai 1000 orang telah berkumpul ditempatnya ini.
"Dengarkan aku.... Aku tahu kalian semua takut malam ini... Aku tahu kalian semua ingin lari dari tempat ini.... Lihatlah... Pasukan bantuan dari kerajaan telah datang..."
"Aku tidak akan menghalangi kalian untuk lari dari sini... "
Ceramah Olsen membuat raut wajah pasukannya memburuk.
"Tapi ingatlah... Ada warga warga yang menderita karena tertindas oleh pasukan pasukan itu..."
"Ada anak anak yang tidak bisa menikmati indahnya masa kecil karena pasukan pasukan itu..."
"Ada istri yang kehilangan suaminya karena pasukan pasukan itu..."
" Apa kalian akan membiarkan pasukan itu bertindak semau mereka?" Bentak Olsen mencoba membangkitkan semangat pasukannya.
"Tidak...." Serempak jawab pasukan Olsen.
"Kalau begitu temani aku hadapi mereka."
"Temani aku sampai tidak ada satupun yang tersisa dari mereka."
"Apa kalian bersedia?"
"Bersedia..." Teriak semua pasukan kerajaan. Semangat mereka telah kembali setelah perkataan Olsen.
"Maju...."
Olsen dan pasukannya yang tersisa langsung bergerak menuju pasukan kerajaan yang telah berkumpul menjadi satu. Bantuan pasukan kerajaan berisi lebih dari 3000 pasukan, dan pasukan kerajaan yang tersisa masih ada sekitar 1000 orang. Olsen dan pasukannya harus menghadapi musuh yang berjumlah 5 kali lipat dari jumlah pasukannya sendiri.
Namun saat mereka akan segera mendekati pasukan kerajaan. Tiba tiba dari tengah pasukan kerajaan langsung keluar gas berwarna warni di seluruh area pasukan kerajaan. Olsen dan pasukannya pun terhenti langkahnya.
Ciung
Ciung
Crystal link Olsen yang terhubung dengan Alan pun berbunyi.
"Maaf aku terlambat. Ada sedikit masalah teknis. Tahan pasukanmu untuk tidak mendekat." Seru Alan yang suaranya tidak jelas karena tertiup angin.
Alan, Freya, Shoote sun dan ke 20 penyihir terbang di atas pasukan kerajaan. Mereka melempari pasukan kerajaan dengan racun racun yang telah Alan persiapkan. Setiap racun yang dilempar akan langsung menghasilkan gas beracun di sekitarnya, yang membuat pasukan kerajaan langsung teracuni. Alan dan semuanya memakai baju hitam yang membuatnya tidak terlihat di dalam kegelapan malam.
__ADS_1
Pasukan kerajaan yang tidak tahu asal serangan gas beracun berasal pun hanya bisa pasrah menjadi bahan percobaan dari efek racun Alan.