
seorang gadis berambut pirang tengah duduk di depan meja riasnya. pantulan dari cermin yang ada di hadapannya menampilkan wajah yang akan membuat iri kepada ribuan gadis lainnya. iris mata coklat dengan sedikit warna hitam di tengahnya, menatap kosong ke arah cermin yang merefleksikan sosok dirinya. dua orang pelayan wanita yang berada di belakangnya, senantiasa memperlakukan rambut gadis tersebut dengan sangat seksama. dua orang pelayan wanita tersebut dengan hati hati menyisir dan menata rambut gadis tersebut. bagaikan memperlakukan rambut tersebut laksana bayi yang baru saja lahir.
"puteri... puteri leoni?"
panggilan salah satu pelayan wanita yang memecahkan lamunan yang sedang singgah di pikiran gadis berambut pirang. "ya...?" jawaban nan singkat keluar dari bibir tipis puteri yang berumur 31 tahun tersebut. untuk ukuran seorang puteri di sebuah kerajaan, seharusnya 31 tahun sudah bukan waktunya lagi untuk terus melajang seperti yang dialami puteri leoni. seharusnya dirinya paling tidak sudah memiliki 1 atau 2 orang anak. namun hal itu tidak berlaku baginya.
bukan karena dirinya tidak laku, atau tidak ada pria yang ingin menikahinya. hanya saja puteri leoni memang sangat pemilih untuk urusan teman hidupnya. banyak para pemuda dari kalangan pejabat kerajaan atau pangeran dari kerajaan lain yang ingin meminangnya menjadi tambatan hati. tapi puteri leoni selalu menolaknya. puteri leoni beranggapan jika dirinya belum pantas untuk mendapatkan kebahagiaan yang lengkap sebelum dirinya bisa membebaskan rakyatnya dari penindasan yang diberikan oleh kerajaan yang dipimpin ayahnya sendiri.
"ada apa puteri? apa yang sedang puteri leoni cemaskan?" pelayan wanita tersebut telah menjadi pelayan pribadi puteri leoni lebih dari 20 tahun. dia sangat tahu jika majikannya satu ini sedang memiliki masalah yang dipikirkan.
"menurut kalian berdua... apakah raja robert sudah tahu apa yang aku lakukan selama ini?" kedua pelayan puteri leoni memang sudah mengetahui sejak dulu jika puteri leoni adalah sosok dibalik pergerakan pasukan revolusi. kedua pelayan tersebut semakin menaruh rasa hormat setinggi tingginya kepada puteri leoni. puteri yang selama ini mereka berdua layani ternyata adalah sosok yang sangat memperhatikan keselamatan rakyatnya.
belum sampai pelayan wanita tersebut menjawab, pintu masuk ruang tempat mereka bertiga berada di ketuk dari luar. satu orang pelayan wanita langsung berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang berkunjung ke kamar pribadi puteri leoni.
"puteri... prajurit kerajaan datang kesini. mereka semua membawa senjata lengkap." raut wajah pelayan wanita tersebut memucat setelah mengintip lewat lubang di pintu dan melihat prajurit kerajaan bersenjatakan lengkap sedang menunggu pintu dibukakan.
"hem..." puteri leoni hanya menjawab sekenanya karena pikirannya dipenuhi dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
"apa yang akan kita lakukan puteri?" tanya pelayan satunya yang masih berdiri di samping puteri leoni.
"bukakan pintunya..."
"tapi puteri... bagaimana jika prajurit prajurit itu diperintahkan oleh raja robert untuk menangkap tuan puteri."
"itu belum pasti kan? lagipula akan mencurigakan jika aku tiba tiba kabur."
pelayan yang berada di dekat pintu langsung membukakan pintu. sepuluh orang berbaju besi tengah menanti di depan pintu. raut muka yang sudah tidak sabar karena lama menunggu tergambar di wajah mereka.
"tuan puteri... hamba membawa perintah dari raja robert untuk menjemput tuan puteri. raja robert ingin bertemu dengan anda."
"baiklah... tunggu di luar sebentar... aku perlu bersiap siap..." puteri leoni sudah curiga maksud kedatangan dari para prajurit tersebut.
"maaf tuan puteri... tapi hamba diberi perintah untuk langsung membawa tuan puteri."
"apa maksudmu? tidak bisakah kalian menunggu sebentar?" puteri leoni nampak begitu kesal, sebenarnya dirinya ingin melarikan diri jika para prajurit tersebut mau menunggunya yang beralasan bersiap siap.
"hamba mohon jangan melawan tuan puteri. kalau anda melawan, kami tidak segan segan berbuat kasar." dua orang dari sepuluh orang prajurit tersebut langsung berdiri di samping puteri leoni. mencegah puteri leoni untuk kabur atau sekedar memberontak.
"ok... ok... aku ikuti mau kalian..." puteri leoni tidak ingin kedua pelayan wanitanya ikut terluka jika dirinya melawan. dengan terpaksa dirinya menuruti kesepuluh prajurit. sebelum melangkahkan kaki, puteri leoni melihat ke arah sudut ruangan yang sedikit gelap karena tertutup tirai jendela. matanya memberi isyarat ke arah tirai tersebut.
__ADS_1
thak...
thok...
thak...
thok...
langkah kaki iring iringan kesepuluh prajurit dan puteri leoni menggema di lorong istana yang menuju ruang singgasana. begitu pintu terbuka, nampak dua orang pria tengah berada di atas singgasana. satunya duduk di atas kursi tahta, yaitu raja robert. dan satunya berdiri di samping raja robert, yaitu sander sang great wizard kerajaan south mountain.
"yang mulia... hamba membawa puteri leoni seperti yang mulia perintahkan." ketua dari prajurit tersebut memberi hormat. raja robert hanya membalas dengan kibasan tangan kanannya, seketika prajurit prajurit tersebut langsung berpindah ke pinggir ruangan. meninggalkan puteri leoni sendiri di hadapan raja robert dan sander.
"ayahanda..." puteri leoni memberi hormat.
"hem..."
"ada apa ayahanda mencariku?" puteri leoni mencoba bersikap sewajarnya meskipun mendapat tanggapan yang tidak menyenangkan dari sapaannya.
"apa maksudmu melakukan semua itu di belakangku?" raja robert tidak ingin berbasa basi.
"apa maksud ayahanda?" puteri leoni tentu terkejut dengan pertanyaan raja diktator yang sekaligus ayahnya tersebut.
cethar...
walaupun puteri leoni sudah menduga jika hari seperti ini akan datang, tapi dirinya tidak menduga jika akan datang secepat ini. persiapan dirinya untuk menggulingkan kekuasaan raja robert belum lengkap. "darimana ayahanda mendapat kabar seperti itu?" puteri leoni mencoba membela diri, meyakinkan raja robert jika dirinya adalah korban fitnah.
"tidak usah banyak bicara! prajurit! kurung dia di penjara bawah tanah! dia akan di eksekusi di hadapan warga karena menentang kerajaan!"
puteri leoni langsung memucat, tidak disangka ayahnya akan langsung memberikan hukuman kepadanya. prajurit yang tadinya berdiri di samping ruangan langsung mengepung puteri leoni. mereka akan membawa puteri leoni untuk dikurung ke dalam penjara bawah tanah kerajaan.
namun begitu para prajurit mendekati puteri leoni, seseorang tiba tiba muncul di samping puteri leoni. seorang pria berbaju serba hitam, pria tersebut keluar dari dalam bayangan puteri leoni.
"arash?"
"berlindung di balikku puteri!" seru arash sambil menyiapkan senjatanya. dua belati erat digenggam di kedua tangannya, siap menyambut serangan dari prajurit kerajaan yang mengepung.
"siapa kamu? minggir!" bentak salah satu prajurit yang nampaknya adalah ketua dari sepuluh prajurit tersebut.
arash tentu tidak langsung minggir seperti yang prajurit tersebut minta. merasa arash tidak ingin menuruti perintahnya, ketua prajurit tersebut langsung menyerang arash dengan pedangnya. kesembilan prajurit yang lainnya juga ikut membantu ketuanya agar bisa menghabisi pria yang tiba tiba muncul ini dengan cepat.
__ADS_1
sander yang berdiri di samping raja robert hanya tersenyum sinis melihat kemunculan arash yang tiba tiba. dirinya yang seorang great wizard bahkan tidak bisa merasakan akan adanya pria berbaju hitam tersebut. hal itu membuktikan jika pria berbaju hitam tersebut adalah assassin yang handal. dugaan sander benar adanya, bukan hal yang sulit bagi arash untuk mengalahkan kesepuluh prajurit tersebut walaupun dirinya dikepung. sander langsung mengangkat tangan kanannya ke depan, telapak tangannya terbuka lebar. sander lalu membuat tangannya seperti sedang mencekik sesuatu.
argh...
arash yang baru saja berhasil membunuh kesepuluh prajurit tersebut langsung merasakan ada sesuatu yang mencekik lehernya. "pu... puteri... la... lari..." susah payah arash mengucapkan kata kata tersebut. walaupun tidak ada apa apa di lehernya, namun lehernya bagaikan sedang dililit dengan rantai.
"sander hentikan!" puteri leoni tahu jika apa yang terjadi kepada arash adalah ulah sander.
"menyerahlah puteri..." sander tersenyum menang. dirinya memanfaatkan kelembutan hati puteri leoni.
"lepaskan dia... dan aku akan menuruti kalian."
sander langsung menghentikan apa yang dilakukannya. arash pun bisa bernafas dengan lega setelah cekikan tidak terlihat sander lepas dari lehernya. arash tidak tahu pasti apa yang sander lakukan kepadanya, tapi dirinya tentu tidak ingin hal itu terjadi dua kali.
jleb...
jleb...
belum sempat arash bernafas 3 kali. kali ini tubuh arash bagaikan di tusuk oleh puluhan pisau. darah pun mulai mengalir keluar dari luka luka yang terbuka namun tidak terlihat apa yang telah menyebabkan luka tersebut.
"apa maksudmu sander? bukankah sudah kubilang aku akan menuruti kalian jika kamu melepaskannya."
"aku sudah melepaskannya puteri. namun kali ini aku akan membunuhnya." sander pun melepaskan serangan sihirnya lagi ke arah arash.
arash yang merasa tidak akan menang melawan sander memilih untuk menyelamatkan diri. arash langsung masuk ke dalam bayangan puteri leoni, membuat serangan sihir sander hanya mengenai lantai tempat arash tadi berpijak.
"hahaha... lihat... bahkan pasukan revolusi yang kamu banggakan itu meninggalkan dirimu." raja robert tertawa melihat arash yang menghilang lewat bayangan puteri leoni.
puteri leoni tentu tidak terkejut dengan apa yang dilakukan arash. tugas utama arash adalah penyampai pesan, bukan pelindung dirinya. dirinya yakin jika arash akan melakukan tugas utamanya dengan benar. mengabarkan pada pasukan revolusi jika dirinya akan dieksekusi.
sander tersenyum licik melihat kepergian arash. "bagus... bawa mereka kemari..." sander tidak menyesali akan arash yang berhasil kabut. dirinya malah bersyukur, tujuan utamanya akan lebih cepat terlaksana dengan kaburnya arash.
###
**HALO SEMUA... TIDAK KERASA TINGGAL 29 HARI LAGI MENUJU LEBARAN. CEPET BANGED YA? KAYA BARU KEMARIN HARI PERTAMA PUASA ITU YA... DUH...
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA BAGI KALIAN YANG MENJALANKAN. SEMOGA RAMADHAN DATANG, CORONA PULANG.
STAY SAFE BUAT KALIAN SEMUA. SEMOGA KITA SEMUA SELALU DIBERI PERLINDUNGAN OLEH YANG MAHA KUASA**.
__ADS_1