New World

New World
reruntuhan eldisium


__ADS_3

alan mengajak clara dan freya untuk berkeliling kota namsos. hari ini dirinya tidak ingin menghabiskan staminanya untuk levelling, mengingat dirinya pasti akan membutuhkan stamina yang cukup untuk menjalankan rencananya. mau tidak mau alan mengajak clara dan freya untuk berkeliling kota. lebih dari 1 jam alan mendengarkan clara yang terus merengek kebosanan karena terus terusan berada di penginapan.


clara begitu antusias melihat hiruk pikuk kota yang terlihat sangat hidup. tidak sedikit alan bisa melihat pedagang NPC dan beberapa pemain merchant yang membuka lapak mereka di sekitar jalan. alan hanya bertanya sesekali kepada penjual untuk melihat perbedaan harga antara kota namsos dengan kota irtys. harga potion maupun senjata di kota namsos lebih tinggi daripada di kota irtys. pikiran alan pun langsung memikirkan metode metode yang akan dirinya lakukan untuk mendapatkan uang dari selisih harga dari kedua kota.


clara begitu antusias melihat senjata dan peralatan yang di pajang oleh NPC. tidak henti hentinya dirinya terus memberi kode kepada alan untuk membelikannya peralatan yang dilihatnya. alan pun hanya menghela nafas panjang. dirinya tidak menyangka sifat dasar wanita yang doyan belanja juga terdapat di dalam diri NPC seperti clara. tentu saja alan tidak menggubris kode kode yang clara berikan. dirinya merasa peralatan yang dijual NPC di kota ini terlalu umum, tidak ada yang special. bahkan untuk senjata senjata yang dipajang kualitasnya tidak terlalu bagus.


lebih dari setengah hari alan mengajak freya dan clara untuk berkeliling kota dan baru kembali ke penginapan menjelang sore. alan meminta clara dan freya untuk menunggu dirinya di penginapan selama alan menjalankan misinya. dirinya tidak ingin membahayakan nyawa clara dan freya.


" kakak as... berhati hatilah... " clara menatap muka alan dengan perasaan sedih. dirinya sangat ingin membantu alan, tetapi alan selalu menolaknya dengan tegas.


" tenang saja... aku tahu apa yang aku lakukan." alan melangkahkan kaki keluar dari kamar penginapan, meninggalkan clara dan freya.


alan bukan menjadi orang pertama yang datang di kediaman bertholds, meskipun dirinya sudah datang lebih awal. rupa rupanya para pemain lain yang berhasil masuk menjadi pasukan pengawal begitu antusias dengan tugas pengawalan ini. para pemain tersebut tentu mencoba untuk mencari muka kepada juris bertholds, berharap mereka mendapatkan bantuan dari kerajaan south mountain jika bisa mendapatkan perhatian dari juris bertholds.


lebih dari 30 pemain telah berkumpul di depan kediaman bertholds, termasuk alan. mereka belum diijinkan masuk oleh penjaga kediaman. lebih dari 2 jam alan dan yang lainnya menunggu di depan kediaman bertholds tersebut. jumlah pemain yang datang pun mencapai 49 orang. alan hanya menunggu di bawah pohon di depan kediaman bertholds. dirinya mencoba mengurangi interaksi dengan pemain lainnya. mengingat tujuan utama alan berbeda dengan pemain lain yang ada disana.

__ADS_1


pandangan alan tertuju pada seseorang yang baru saja datang. dirinya sangat mengenali wanita berbaju penyihir putih tersebut. ya.... dia adalah shoote sun. perasaan alan bercampur aduk melihat shoote sun yang datang kesini. marah, kecewa, bingung larut dalam pikirannya kali ini.


" apa yang kamu lakukan disini? " alan menarik shoote sun dan berbisik kepadanya.


shoote sun mengedipkan matanya pada alan. " tentu saja membantumu." jawaban shoote sum yang begitu polos membuat alan begitu terperangah. alan sudah merencanakan secara matang apa yang akan dilakukannya. dirinya berniat menghabisi juris bertholds dan seluruh pengawalnya saat berburu dengan racun barunya. tentu saja rencana ini akan gagal jika shoote sun ikut dengannya.


" ahh... baiklah... sepertinya aku tidak bisa memaksamu untuk tidak ikut. " alan pun menyerah dan membiarkan shoote sun untuk ikut. kini dirinya perlu menyusun ulang semua rencananya.


penjaga akhirnya mengijinkan ke 50 pemain tersebut masuk ke kediaman bertholds. ke 50 pemain tersebut dikumpulkan kedalam sebuah ruangan besar. terdapat sajian prasmanan makan malam yang mewah di dalam ruangan tersebut.


alan mencoba beberapa makanan yang disajikan. mencoba untuk terlihat biasa seperti pemain yang lainnya. namun matanya terus mengawasi setiap pemain dan penjaga yang ada.


' joker... tampilkan informasi mengenai semua mereka.'


tampilan layar alan langsung dilengkapi dengan nama, level, class dan skill yang dimiliki setiap pemain. alan menghela nafas panjang, ke 50 pemain pilihan keluarga bertholds bukanlah pemain sembarangan. lebih dari 10 pemain yang berlevel diatas 45. skill skill yang mereka miliki juga beragam. pandangan alan semakin tajam saat melihat pria berumur 50an tahun yang tadi membuka acara. great knight, bujas itulah class dan nama yang ditampilkan oleh joker dari pria tersebut. alan pun yakin pria tersebut bukanlah pria sembarangan. bisa jadi dia adalah kepala penjaga kediaman bertholds.

__ADS_1


thing....


thing....


suara gelas dipukul dengan garpu terdengar. menandakan si pemukul gelas untuk mengharapkan perhatian dari seluruh orang yang ada di ruangan.


" maaf semuanya... tapi bisa kita memasuki acara utama kita? " suara bujas terdengar jelas ke seluruh sudut ruangan. dirinya menjelaskan tentang rencana menteri juris bertholds yang akan pergi berburu besok.


bujas menjelaskan tentang lokasinya dan kemungkinan bahaya yang akan mereka hadapi besok. alan tentu mengerutkan dahi mendengar penjelasan dari bujas. tidak dia sangka sangka, menteri juris akan melakukan perburuan di reruntuhan eldisium.


alan pernah membaca di forum tentang sekelompok pemain yang menjelajahi suatu reruntuhan kota. reruntuhan kota tersebut disebut reruntuhan eldisium. berdasarkan info di forum reruntuhan eldisium merupakan habitat alami monster monster berlevel 50 ke atas. sekelompok pemain tersebut akhirnya di bantai oleh monster monster yang ada disana. tidak menyisakan satupun yang hidup. berita tentang reruntuhan eldisium tersebut akhirnya menjadi viral ketika salah satu orang dari sekelompok pemain tersebut mempostingnya di forum global.


'joker... bisa tampilkan informasi mengenai reruntuhan itu?'


joker langsung menampilkan peta sebuah kota yang telah runtuh. di peta tersebut dijelaskan tentang perkiraan monster yang mendiami reruntuhan tersebut. dari penjelasan joker juga alan bisa mengetahui bahwa reruntuhan tersebut menyimpan harta karun peninggalan kota eldisium dulu.

__ADS_1


alan tersenyum licik setelah membaca penjelasan dari joker. sekarang dirinya mengerti tujuan utama dari juris bertholds. alan sangat yakin tujuan utama dari perburuan ini adalah untuk mencari harta karun di reruntuhan eldisium. pihak juris bertholds tidak menyebutkan tujuan utama mereka sebagai mencari harta karun, mereka hanya menyebutkan tujuan utama mereka adalah untuk berburu di reruntuhan. dari situ saja sudah terlihat kalau juris bertholds ingin memonopoli semua harta karun yang ada. sifat keserakahan memang sudah mendarah daging di dalam juris bertholds.


__ADS_2