
Full Winter terus mengamati piramida hitam di hadapannya dengan teliti. Dirinya bisa melihat kilauan api putih yang membara di dalam piramida tersebut.
Ingin sekali dirinya segera melesat ke arah pabrik, tapi dirinya juga tahu betul. Piramida hitam di hadapannya mustahil untuk ditembus dengan sebuah serangan biasa. Perlu serangan tingkat tinggi yang menghabiskan begitu banyak mana untuk bisa menembus piramida hitam di hadapannya. Dan mana adalah sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya saat ini.
Meskipun dirinya bisa menghancurkan piramida hitam di hadapannya dengan sebuah serangan skala besar. Dirinya masih membutuhkan mana dalam jumlah yang besar untuk menghadapi penyerang pabrik. Dan Full Winter tentu tahu dengan pasti, dirinya tidak boleh kehabisan mana sebelum pertarungan di mulai.
[Semua anggota... Di mana kalian? Cepat ke pabrik! Ini perintah!]
Satu pesan sekali lagi Full Winter sebarkan ke dalam grup chat Sun Flower Guild. Mengingatkan kepada semua anggota yang masih aktif saat ini untuk segera membantu dirinya.
"Ah... Peduli setan... Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi." Full Winter tahu, semakin lama dirinya mengulur waktu, semakin berbahaya pula kondisi saat ini. Kobaran api yang dirinya lihat nampak tidak padam sedikitpun. Malah justru terlihat semakin besar seiring berjalannya waktu.
Die sholen ist nur ein Maß. Hitze wird nicht für immer heiß sein. Nur die Hand des echten Reglers kann eine Maßnahme umkehren. Die Hand, die alles umkehren kann. Mit diesen Händen werde ich alles einfrieren, was ...
"Frezze!"
Tangan Full Winter menyentuh piramida hitam di hadapannya. Aura biru tipis berkilauan pun menyebar ke segala arah dari tangannya.
"Frezze!"
"Frezze!"
Berkali kali Full Winter mengeluarkan skill pembekuannya. Dirinya mencoba membekukan piramida hitam tersebut agar bisa hancur dengan sendirinya.
"Kuat sekali penghalang ini."
"Frezze!"
Piramida hitam tersebut nampak sudah mulai berubah warna. Warna birunya es kini mulai terlihat di permukaan piramida tersebut. Tinggal beberapa kali skill lagi maka piramida tersebut akan hancur dengan sendirinya.
Thang...
Ketika Full Winter ingin melanjutkan kembali aktifitasnya. Sebuah tombak baru saja lewat di sisi kirinya dan membentur piramida hitam di hadapannya. Tombak tersebut hanya meleset beberapa centimeter dari kepalanya.
"Oi... Oi... Kita masih belum selesai... Kenapa kamu begitu terburu buru?"
"Kau..." Full Winter bisa melihat sosok Ken yang kini tengah kembali berdiri di atas salah satu Violet Cactus.
"Ayolah... Kita bertarung dengan benar... Jarang jarang aku bisa mendapatkan tantangan seperti dirimu." Ken tersenyum sembari merenggangkan lehernya yang terasa sedikit kaku. Dirinya sudah bersiap untuk bertarung habis habisan dengan Guild Master Sun Flower Guild tersebut.
"Aku tidak punya waktu denganmu..."
"Frezze!"
__ADS_1
Full Winter tidak mengindahkan tantangan Ken. Dirinya kembali mengalihkan perhatiannya kepada piramida hitam di hadapannya.
"Mengacuhkan sebuah tantangan... Itu sungguh suatu tindakan yang tidak terpuji." Ken melesat ke arah Full Winter. Tombak miliknya yang tergeletak di atas tanah pun ikut melesat kembali ke tangan Ken. Menjadikan Ken kini menyerang Full Winter dengan sebuah senjata.
Thang...
Thang...
Full Winter bukannya tidak peduli dengan tantangan Ken. Namun dirinya tahu apa yang ahrus dirinya prioritaskan saat ini. Dirinya hanya membuat sebuah perisai pelindung dari es untuk menutupi tubuhnya dari serangan tombak milik Ken.
"Kamu benar benar tidak mau bertarung denganku? Baiklah... Akan aku paksa agar kamu mau bertarung denganku..."
"Four Lightning Strike!"
Empat tombak petir langsung menyasar Full Winter dengan begitu cepat. Full Winter sampai tidak sempat untuk membuat perisai pelindung es miliknya. Tubuh Full Winter yang terkena serangan tombak petir dari Ken pun langsung mengejang, seluruh tubuhnya bagaikan tersengat listrik ribuan Volt.
"Ayolah... Serangan seperti itu pasti tidak akan bisa membunuhmu..." Meskipun skill yang baru saja dirinya keluarkan cukup kuat, Ken tahu jika serangan tersebut tidak akan cukup untuk membunuh Full Winter dengan satu serangan.
Slash...
Slash...
Puluhan pisau pisau es tiba tiba saja langsung menyebar dari tubuh Full Winter. Setiap pisau es tersebut mengandung listrik yang tadinya menyengat tubuh Full Winter. Full Winter berhasil membebaskan dirinya dari sengatan listrik yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Kamu memang benar benar memuakkan..." Full Winter memandang Ken dengan penuh kebencian. "Akan aku pastikan kamu tidak akan bisa lagi bermain game di dunia ini..."
Wuing...
Wuing...
Aura biru keputihan keluar dari tubuh Full Winter. Dirinya tahu betul, jika dirinya tidak segera menghabisi Ken terlebih dahulu. Pabrik Violet Wine akan berada dalam bahaya. Oleh karena itu dirinya harus mengeluarkan segenap kekuatannya sedari awal.
"Kamu akan menyesal telah mengusik sesuatu yang tidak seharusnya kamu usik..."
"Ooo ya... Mari kita lihat..." Ken juga tidak mau kalah dari Full Winter. Dirinya juga mengeluarkan aura keemasan dari dalam tubuhnya. Membuat seluruh tubuhnya kini menjadi emas seutuhnya.
"Stille of Snow!"
Titik titik putih mulai turun dari langit setelah satu kalimat tersebut keluar dari mulut Full Winter. Butiram butiran salju nan indah kini menghiasi gelapnya malam yang indah tersebut.
"Salju?" Ken sedikit bingung dengan apa yang dilakukan oleh Full Winter. Tadinya dirinya berpikir jika Full Winter akan mengeluarkan skill terhebatnya. Namun rupa rupanya hanya butiran butiran salju saja.
"Sudah terlambat bagimu untuk menyesal..." Full Winter mengayunkan tangannya. Dan jumlah butiran salju yang turun dari langit semakin banyak.
Stille of Snow adalah salah satu skill terkuat yang dimiliki oleh Full Winter. Stille of Snow menciptakan hujan salju yang bisa Full Winter gunakan untuk merubah kondisi alam di sekitarnya. Membuat lahan perkebunan yang sejatinya bukan tempat bertarung alami untuk Full Winter. Menjadi sebuah lahan penuh salju yang akan sangat menguntungkan bagi elementalist es tersebut.
__ADS_1
"Jadi ini tujuanmu... Lalu apa selanjutnya?" Ken masih tidak menyadari dirinya berada dalam bahaya saat ini. Setiap salju yang mengenai tubuhnya juga tidak memberikan efek apapun bagi dirinya.
"Amatir..." Full Winter tidak terlalu terkejut dengan reaksi Ken. Bagi dirinya, hal seperti itu justru menguntungkan dirinya.
"Storm!" Satu tangan Full Winter kini terangkat ke udara. Dan semua butiran butiran salju yang tadinya turun dengan perlahan kini bertambah kecepatannya. Tidak hanya itu, butiran butiran salju yang sudah berada di atas tanah kini kembali melayang di udara.
"Apa?" Ken mulai merasakan adanya sedikit tekanan yang terasa dari setiap butiran salju yang mengenai tubuhnya. Jika bukan karena kulit keras tubuhnya. Mungkin kini Ken sudah mengalami begitu banyak luka ringan di sekujur tubuhnya.
Ken pun memilih untuk menghindari setiap butiran salju. Namun jumlah butiran salju yang begitu banyak, membuat Ken sama sekali tidak memiliki ruang gerak untuk kabur.
"Harimau pun akan bingung ketika dirinya terperangkap di dalam perangkap pemburu." Full Winter tersenyum kecil melihat reaksi Ken. Sudah tidak ada lagi celah bagi Ken untuk bisa kabur dari jeratan Stille of Snow miliknya. Meskipun Ken memiliki pertahanan yang kuat, Full Winter tahu betul. Jika Ken memerlukan mana untuk bisa mempertahankan kekerasan tubuhnya.
Dan Full Winter tahu dengan pasti, bagaimana cara untuk menguras mana milik Ken. Dengan terus memberikan serangan bertubi tubi kepada Ken.
"Sial... Aku meremehkan skillnya tadi..." Ken mulai merasakan efek serangan Full Winter. Setiap detik... Mana yang dirinya miliki terus berkurang karena benturan dengan butiran salju Full Winter.
"Aku harus menargetkan dia..." Ken tahu, satu satunya cara menghentikan skill ini adalah dengan membunuh Full Winter. Namun dirinya juga tidak bisa mendekati Full Winter karena efek butiran salju yang menahannya.
"Aku terpaksa harus menggunakannya saat ini..."
"Dragon Lightning Beem!" Ken melemparkan tombaknya sembari mengeluarkan skill terkuat dari senjata barunya tersebut. Ini adalah kali pertama Ken menggunakan skill Ultimate dari senjata barunya.
Tombak Ken membentuk sebuah Naga yang berselimut petir kebiruan. Sebuah Naga yang mengincar Full Winter untuk menjadi mangsanya.
"Serangan yang kuat... Tapi itu serangan yang sia sia..." Full Winter bersiap menyambut serangan dari Ken.
"Point of Zero!"
Satu jari Full Winter mengacung ke arah tombak Ken yang mengincar dirinya. Sebuah gelombang energi berbentuk es besar langsung memancar dari ujung jari Full Winter.
Boom...
Benturan antara dua kekuatan itu pun menggema ke seluruh penjuru. Gelombang energi es milik Full Winter hancur menjadi berkeping keping. Namun tombak milik Ken juga ikut membeku sepenuhnya. Naga yang menyelimuti tombak Ken pun kini telah tidak terlihat lagi.
"Ditahan?" Ken begitu terkejut. Serangannya barusan memiliki daya hancur yang sama dengan Hand of Budha miliknya. Dan Full Winter menahannya dengan begitu mudah barusan.
Namun Full Winter tidak berhenti di situ. Setiap pecahan gelombang energi es yang melayang masih dapat Full Winter kendalikan.
"Totally Frezze!"
Satu ayunan tangan dan semua pecahan es maupun butiran salju yang turun dari langit kini menyasar Ken. Mencoba membekukan tubuh Ken seutuhnya.
"Boom...."
Suara ledakan bukan dari tempat Ken berada, melainkan dari dalam piramida. Suara ledakan tersebut langsung mengalihkan perhatian Full Winter.
__ADS_1
"Tidak..." Full Winter berteriak sejadinya. Ketakutan terbesarnya benar benar telah terjadi malam ini. Full Winter pun mengalihkan sasaran serangannya ke arah piramida hitam. Mencoba membuka paksa piramida hitam yang menghalangi langkahnya.