New World

New World
Battle of Budha, Ultimate Mode Ken


__ADS_3

Sebuah aura hitam raksasa menutupi Abyss Colloseum. Aura hitam tersebut bukanlah sebuah item atau sihir, melainkan Shadow Zone milik Alan yang kini telah menutupi Abyss Colloseum secara seutuhnya. Alan menginginkan suatu pertarungan final yang adil, akan sangat tidak menguntungkan bagi XXX jika sinar matahari menyinari arena pertarungan.


Alan menggunakan Shadow Zone miliknya untuk menutupi semua Abyss Colloseum dari sinar matahari, membuat Abyss Colloseum akan nampak remang remang jika tidak ada Light Stone yang memberikan cahaya penerangan di sekitar arena pertarungan.


Semua penonton terus bersorak tiada henti. Mereka terus menerus meneriakkan nama Ken dan XXX, memberikan semangat kepada kedua petarung yang kini saling bertarung di atas arena pertarungan.


Pertarungan kedua finalis tersebut sudah berjalan lebih dari setengah jam. Namun belum ada tanda tanda kedua peserta sudah kelelahan atau kehabisan stamina. Mereka berdua saling menjaga diri satu sama lain untuk tidak menggunakan skill skill terkuat mereka terlalu cepat. Mereka berdua tahu, merupakan suatu tindakan percuma jika menggunakan skill terkuat di kala kondisi lawannya masih dalam kondisi fit.


Skill skill mereka paling hanya akan memberikan luka ringan, bukan membunuh secara instan. Mereka berdua saling menunggu momen yang tepat untuk bisa memaksimalkan fungsi dari skill skill mereka.


"Kenapa? Ayo keluarkan semua kekuatanmu!" XXX mencoba memprovokasi Ken untuk menjadi yang pertama mengeluarkan skill terkuatnya. Dirinya begitu percaya diri dapat menangkis skill terkuat Ken. Dan begitu skill Ken dalam masa cooldown, akan menjadi kesempatan emas bagi dirinya untuk menyerang balik.


"Cih... Aku tidak akan terkecoh..." Ken tidak memperdulikan provokasi dari XXX, dirinya tetap mengandalkan tekhnik bertarung ala Kuil Shaolin dan tubuh kerasnya. Suatu kebodohan jika dirinya sampai terpancing untuk mengeluarkan semua kekuatannya secara langsung.


XXX hanya tersenyum sembari menangkis pukulan tinju yang dilesatkan oleh Ken. Cakarnya yang tajam tidak kalah keras dengan tangan emas milik Ken. Ketika keduanya bertemu dalam peraduan, akan selalu terdengar bunyi nyaring.


"Baiklah kalau kamu tidak ingin memulainya, biar aku yang mulai..." XXX tentu tidak berniat menggunakan skill terkuatnya, dirinya berniat memancing Ken untuk mengeluarkan skill terkuatnya dengan mengeluarkan satu skill biasanya.


"Bat Wave!"


Dari balik jubah XXX langsung keluar puluhan kelelawar hitam dengan taring tajam di masing masing mulut mereka. Puluhan kelelawar hitam tersebut langsung menyasar ke arah Ken. Mencoba menghisap darah yang ada di dalam tubuh Ken.


Thang...


Thang...


Setiap taring kelelawar yang membentur kulit Ken langsung patah seketika. Menandakan tidak ada satupun taring kelelawar yang mampu menembus kulit emas Ken.


"Hanya ini?" Ken tersenyum kecil, dirinya tidak mencoba menangkis atau menghindari serangan para kelelawar yang dikeluarkan oleh XXX. Ken begitu percaya pada skill pasifnya. Skill pasifnya secara tidak langsung adalah skill pertahanan diri terkuat yang dirinya miliki. Tidak ada Cooldown, dan bisa dirinya atur sesuka hati. Skill pertahanan tingkat dewa yang tidak bisa ditembus oleh pedang tertajam sekalipun.


XXX tidak berekspektasi banyak pada kelelawar kelelawarnya, semua hanyalah sebuah pancingan dan maksud lain dari rencananya. "Aku akui.."


"Kamu kuat..." XXX mengambil sebuah item dari tas sistemnya. Dua buah sarung tangan yang berlubang bagian depannya. Namun sarung tangan tersebut memiliki satu buah pedang pendek di masing masing sisinya. Membuat tangan XXX kini memiliki cakar di depan dan pedang di setiap sisinya.


"Bat Wing!"


XXX tahu, semakin lama pertarungan ini berlanjut, dirinya akan semakin tidak diuntungkan. Ketahanan tubuh miliknya dan Ken jauh berbeda. XXX tahu jika Ken adalah seorang ahli bela diri, ketahanan tubuh utamanya tentu berada di atas dirinya yang hanya orang biasa.


Jubah XXX berubah dengan sendirinya. Jubah yang tadinya menempel di punggungnya, kini berubah menjadi dua buah sayap transparan berwarna gelap. XXX melesat terbang dengan kedua sayapnya tersebut. Dan bagaikan sebuah kelelawar hitam raksasa, XXX menyasar tubuh Ken dari ketinggian.


Penonton dan peserta lain terkesima dengan apa yang XXX tampilkan. Mereka begitu iri pada XXX, karena XXX memiliki item yang bisa dirinya gunakan untuk bisa terbang.


"Boleh juga... Majulah..." Ken justru menantikan apa yang XXX lakukan. Dirinya juga tidak ingin pertarungan ini berlanjut terlalu lama.

__ADS_1


Thang...


Thang...


Kecepatan terbang XXX jauh di atas kecepatan Ken yang mencoba menangkis serangan XXX. Jika saja bukan karena kerasnya tubuh Ken. Mungkin kini tubuh Ken sudah terpotong potong menjadi potongan potongan kecil.


Tubuh Ken pun terpental pental ke kiri dan ke kanan ketika menerima serangan dari XXX. Ken pun harus menerima dirinya menjadi bulan bulanan XXX yang terus terbang ke kiri ke kanan sembari mendaratkan tebasan dengan cakar maupun pedang pendek di kedua tangannya. Ken sama sekali tidak bisa mengimbangi kecepatan yang XXX miliki.


Pendukung XXX langsung bersorak sorak. Mereka begitu terkesima dengan tekhnik XXX. Mereka semakin yakin jika XXX bisa memenangkan pertarungan final.


Sementara pendukung XXX bersorak, pendukung Ken hanya bisa terdiam. Mereka tidak kuat membayangkan koin koin taruhan mereka akan lenyap karena jagoan mereka kalah.


"Cepat sekali..." Meskipun tidak mendapatkan luka, tapi tentu Ken tidak suka dengan kondisi dirinya. Hanya dirinya yang tahu, jika untuk mempertahankan tubuh kerasnya tersebut dirinya harus mengeluarkan mana. Setiap serangan yang mengenai dirinya, memaksa dirinya harus menghilanhkan sebagian mana yang dirinya miliki. Jika sampai dirinya kehabisan mana, maka skill pasifnya tersebut tentu tidak akan bisa aktif lagi.


"Hahaha... Masih belum mau serius?" XXX tertawa lantang ketika dirinya terus menyerang Ken. Meskipun dirinya tidak bisa memberikan luka. Paling tidak dirinya bisa menyudutkan Ken. Dirinya hanya perlu mencari titik lemah Ken, tidak mungkin jika tubuh keras milik Ken tersebut tidak memiliki kelemahan. Semua memiliki titik lemah, termasuk dirinya. Hanya Tuhan yang tidak memiliki kelemahan, dan Tuhan tidak ada di dalam game.


Ken pun tahu... Percuma bagu dirinya jika dirinya menggunakan Five Fist Step dalam menghadapi XXX saat ini. Kecepatan XXX bukanlah suatu kecepatan yang bisa ditangkap dengan tinjunya. Apalagi kini dirinya tidak bisa menyeimbangkan kedua kakinya. Perlu pondasi kaki yang kuat untuk membuat Five Fist Step miliknya bisa maksimal.


"Tidak ada cara lain..." Ken memaksakan kakinya untuk bisa melompat ke atas. Meskipun nantinya dirinya akan menjadi sasaran empuk bagi XXX, namun tidak ada pilihan lain bagi dirinya. Dirinya benar benar harus mengakhiri pertarungan ini dengan cepat, sebelum mana miliknya hanya terbuang sia sia.


"Bodoh..." Senyum XXX semakin lebar setelah melihat XXX melompat ke atas. Di udara? Ken tentu akan menjadi mangsa yang sangat mudah bagi dirinya. Akan semakin mudah pula bagi XXX untuk mencari titik lemah Ken.


XXX semakin gencar memberikan serangan kepada Ken. Mencoba menyisir setiap sisi tubuh Ken, yang mungkin menjadi titik lemah Ken.


"Sekarang..." Ken yang sudah puluhan kali menerima serangan dari XXX akhirnya mulai mengerti alur irama serangan XXX. XXX boleh kuat dan cepat, tapi XXX melupakan satu hal.


Ken adalah seorang ahli bela diri, dirinya bisa meneliti pola serangan lawannya dan memperkirakan arah dan waktu serangan lawannya.


"Ultimate mode!"


"Battle of Budha!"


Tubuh Ken memancarkan cahaya emas yang menyilaukan mata. Seakan akan Ken kini telah berubah menjadi sebuah manusia cahaya yang melayang di udara.


XXX tahu jika apa yang dilakukan oleh Ken akan membahayakan nyawanya, dirinya mencoba membatalkan arah serangan dengan mengubah arah terbangnya ke atas.


"Ingin kabur... Tidak mudah bagimu..." Ken kini berbalik tersenyum, XXX telah masuk ke dalam jangkauan dirinya. Battle of Budha adalah skill terkuat yang dirinya miliki, mustahil bagi XXX untuk bisa kabur dari dirinya saat ini.


Satu tangan Ken mengarah ke arah XXX yang sedang terbang menjauh. Dan dengan sendirinya arah terbang XXX berbalik arah, XXX terhisap ke dalam telapak tangan Ken.


"Tidak... Tidak..." XXX mencoba memberontak, namun apapun yang dirinya lakukan nampak percuma. Tenaga yang menarik tubuhnya begitu kuat, dirinya tidak bisa melawan atau sekedar menghalau tenaga yang menarik tubuhnya.


"Bathory Blood... Activated!"

__ADS_1


XXX mencoba mengaktifkan mode bertarung terkuatnya. Dengan mode bertarung terkuatnya, maka dirinya bisa merubah tubuhnya menjadi kelelawar kelelawar kecil.


"Deploy!"


XXX terus berusaha melakukan semua yang dirinya bisa untuk lolos dari hisapan telapak tangan Ken. Jika sampai dirinya terhisap dan menempel pada telapak tangan Ken, maka habislah sudah dirinya.


"Sudah aku bilang... Tidak akan mudah bagimu... Lagipula semua sudah terlambat..." Ken nampak tidak kehilangan ketenangannya. Meskipun kini tubuh XXX telah berubah menjadi kelelawar kelelawar kecil, namun kelelawar kelelawae kecil tersebut tetap terhisap ke dalam telapak tangannya.


Semua kelelawar kelelawar kecil yang merupakan perwujudan tubuh XXX pun kini terkumpul di depan telapak tangan kanan Ken. Membentuk sebuah bola hitam yang terbuat dari kelelawar hitam.


"Budha Judge!"


Ken mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah bawah.


Boom...


Sebuah hempasan gelombang energi yang luar biasa hebat membentur arena pertarungan. Abyss Colloseum bahkan sampai bergetar karena saking kuatnya gelombang energi tersebut. Padahal Abyss Colloseum telah dilindungi perisai pelindung yang mengitari seluruh arena pertarungan. Mencegah adanya serangan atau efek serangan yang keluar dari area arena pertarungan. Menandakan betapa kuatnya tenaga yang dilepaskan oleh Ken ke arah arena pertarungan.


Kepulan debu langsung menutupi arena pertarungan. Para penonton pun tidak bisa melihat apa yang terjadi di atas arena pertarungan. Penonton hanya bisa melihat sebuah cahaya keemasan yang perlahan turun dari ketinggian ke atas arena pertarungan. Semua penonton pun tahu jika cahaya keemasan tersebut adalah seorang Ken.


"Waw..."


"Gila..."


"Ken ya?"


Begitulah reaksi semua orang yang ada di Abyss Colloseum begitu kepulan debu menghilang. Mereka semua terpana melihat sebuah lubang besar berbentuk telapak tangan yang telah menghancurkan arena pertarungan seutuhnya. Sebuah tubuh yang lemas tidak berdaya pun tergeletak di tengah tengah lubang berbentuk telapak tangan tersebut.


Tubuh yang semua orang kenali adalah seorang XXX, tubuhnya kini tidak bisa lagi dikatakan sebagai tubuh player. Karena tubuh XXX kini terlihat setipis kain sutra.


"Pemenang Turnamen Abyss Colloseum yang pertama... Ken..." Pembawa acara mengumumkan Ken sebagai pemenang turnamen Abyss Colloseum yang pertama. Semua orang yang ada di Abyss Colloseum bersorak, menyambut pemenang dari turnamen paling menegangkan. Bahkan semua orang yang ada di Abyss Colloseum sepakat, turnamen yang diselenggarakan Abyss Colloseum lebih menegangkan daripada turnamen yang New World selenggarakan.


Ken pun menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada. Mengakhiri mode Battle of Budha miliknya. Cahaya emas yang menutupi tubuhnya kini mulai menghilang dengan sendirinya.


"Ken... Sebagai pemenang turnamen Abyss Colloseum yang pertama, berhak untuk menantang Shadow Warrior."


Penonton langsung bersorak sekali lagi. Mereka sudah begitu penasaran, seperti apa sebenarnya Shadow Warrior tersebut. Seseorang yang disebut sebut sebagai jagoan nomer satu Bangsa Demon.


Apakah mungkin sang penunggang Naga yang menghancurkan Kuil Cahaya? Atau kah ada yang lainnya? Tidak ada yang tahu jika sang Shadow Warrior belum menunjukkan dirinya sendiri.


***Duh... Kemaleman lagi... Maklumin ya... Minggu... Familiy time... Padahal nyatanya kerja...


Please like n vote... Bantu author ya...

__ADS_1


Thanks...***


__ADS_2