New World

New World
Babak 16 Besar 4


__ADS_3

Pertandingan antara Ken dan Blast tidak kalah menegangkan jika dibandingkan dengan pertandingan antara Poska dan Fire Blade. Awal mula pertandingan memang Blast terlihat mendominasi karena skill Silent areanya.


Namun lambat laun, Ken bisa mendominasi pertandingan antara mereka berdua. Meskipun Blast yang diperkuat Titan Armor telah mengaktifkan skill Titan One, yang membuat tubuh Blast membesar lima kali lipat. Di hadapan tubuh sekeras emas milik Ken nampak percuma.


Ken bisa menghabisi Blast dengan tinju tinjunya. Membuat petarung tangan kosong tersebut kini mengamankan satu posisi di delapan besar.


Turnamen pun terus dilanjutkan, pertandingan keempat adalah pertandingan antara Blue Spirit melawan Gorin. Kedua Kapten Light Guardian itu pun kini harus saling berebut satu posisi di delapan besar.


"Apa kamu yakin tidak ingin menyerah sekarang?" Tanya Gorin yang sudah bersiap dengan senjatanya. Senyum mengejek terlihat jelas pada bibir Kapten Light Guardian yang berbangsa Orc tersebut.


"Hem... Seharusnya aku yang bertanya seperti itu... Masih belum terlambat untuk tidak membuat malu dirimu sendiri..." Balas Blue Spirit dengan nada tidak kalah sinis daripada yang Gorin katakan kepada dirinya.


"Hem... Baiklah... Sudah lama juga aku ingin menghancurkan mulut pembualmu itu..." Geram Gorin yang sedari dulu memang tidak pernah bisa akur dengan Blue Spirit. Kedua Kapten Light Guardian tersebut sering berselisih paham hanya karena masalah sepele. Mendapatkan kesempatan untuk bisa saling bertarung satu sama lain, tentu Gorin tidak akan membuangnya begitu saja.


"Begitu pun aku..." Balas Blue Spirit sembari dirinya mengeluarkan satu buah senjata kipas dari tas sistemnya.


"Pertandingan keempat, Gorin melawan Blue Spirit... Di mulai..." Flyin yang menjadi wasit sekaligus pembawa acara langsug melakukan tugasnya. Seperti biasa dirinya langsung menjaga jarak begitu dirinya memulai pertarungan di atas arena.


"Ocean Wave!"


Tanpa berlarut larut, Blue Spirit langsung melancarkan sebuah serangan gelombang air ke arah Gorin. Ombak setinggi 5 meter pun kini meluncur dari tempatnya berdiri dan melaju ke arah Gorin untuk menghantam Orc tersebut.


Perlu mana yang cukup besar bagi Blue Spirit untuk bisa membuat ombak setinggi 5 meter seperti itu, dirinya harus mengumpulkan air yang terkandung dalam udara di sekitarnya. Itulah sebabnya Blue Spirit langsung melancarkan serangan dalam kapasitas besar, dirinya akan kesulitan mengumpulkan air jika Gorin sampai mendekatinya.


"Mainan anak anak..." Ketus Gorin sembari dirinya melemparkan kapak besarnya untuk membelah ombak yang mengarah kepada dirinya.


Byur...


Kapak besar Gorin berhasil menembus ombak setinggi 5 meter tersebut, namun ombak tersebut terus melaju ke arah tubuh Gorin. Penonton pun mengira jika Gorin kini telah tertelan ombak setinggi 5 meter tersebut.


Namun itu hanya pikiran penonton, Blue Spirit dan semua peserta turnamen mengetahui jika serangan seperti itu tidak akan bisa diandalkan untuk membunuh Gorin. Dan benar saja... Tubuh Gorin nampak terlihat di tempat kapak besarnya yang masih meluncur ke udara.


"Kamu dan senjatamu itu memang merepotkan..." Blue Spirit mengakui jika senjata yang dimiliki oleh Gorin tersebut memang hebat. Kapak besar yang dipakai Gorin tersebut adalah sebuah senjata yang terikat kontrak dengan Gorin. Gorin dapat berpindah tempat darimana pun dirinya berada ke tempat kapak besarnya berada.


"Iri bilang Bos..." Ketus Gorin sembari dirinya melesatkan gelombang energi angin ke arah Blue Spirit dari ketinggian.


Blue Spirit tidak perlu memakai skill skillnya untuk menghalau serangan seperti itu. Dirinya cukup mengangkat tangan kanannya, dan seketika keluarlah dinding air yang melindungi dirinya dari serangan gelombang energi Gorin.

__ADS_1


Gorin juga tahu betul jika serangan seperti itu tidak akan bisa membunuh Blue Spirit. Dirinya hanya menggunakan serangan tadi untuk mengalihkan perhatian Blue Spirit. Agar dirinya bisa mendekati Blue Spirit seutuhnya. Pertarungan jarak dekat sangatlah tidak menguntungkan untuk seorang Elementalist seperti Blue Spirit.


Dalam waktu singkat, Gorin sudah mencapai hadapan Blue Spirit. Kapak besar Gorin pun kini melakukan tugasnya, terus membabi buta mendaratkan serangan ke arah Blue Spirit.


"Cara bertarung yang kamu miliki itu mudah sekali ditebak..." Meskipun kemampuan Blue Spirit tidak diuntungkan dalam pertarungan jarak dekat, Blue Spirit nyatanya tetap bisa menghindari tebasan tebasan kapak yang Gorin lesatkan. Bahkan dirinya bisa sesekali mendaratkan pisau pisau air untuk menyerang Gorin dari jarak dekat.


"Hahaha... Seranganku memang mudah ditebak... Tapi paling tidak kamu tidak bisa membuat sebuah serangan kuat jika aku selalu menghimpit dirimu seperti ini... Kita lihat... Sampai kapan kamu bisa bertahan?"


Blue Spirit menggigit giginya sendiri, memang apa yang dikatakan oleh Gorin benar adanya. Untuk membuat sebuah serangan yang kuat, dirinya perlu menyiapkan mana dalam jumlah yang besar. Mustahil Gorin akan membiarkan dirinya mengumpulkan mana untuk membuat sebuah serangan yang mematikan.


"Menyerahlah... Lambat laun kamu juga akan kehabisan mana... Pisau pisau air kecilmu tidak akan cukup untuk menggores tubuhku..." Senyum Gorin terkembang begitu besar, Gorin sangat tahu gaya bertarung Blue Spirit.


Harus dirinya akui... Spell spell yang Blue Spirit miliki mempunyai daya hancur yang luar biasa besar. Bahkan bis diandalkan ketika terjadi sebuah pertarungan besar. Namun Gorin juga tahu, Blue Spirit akan merasa sangat kesulitan jika diserang dari jarak sedekat ini secara terus menerus.


Penonton pun bersorak dengan meriah, pertarungan antara Blue Spirit melawan Gorin memang tidak sehebat pertarungan sebelumnya. Namun bisa semua penonton lihat, pertarungan antara kedua Kapten Light Guardian ini merupakan sebuah pertarungan yang sarat akan gengsi. Tidak ada satupun dari kedua petarung yang mau menyediakan celah untuk lawannya manfaatkan.


"Jangan senang dulu... Ini belum berakhir..." Meskipun terlihat terdesak karena kesulitan melakukan serangan balasan, Blue Spirit tetap tidak mau mengakui jika Gorin lebih kuat dari dirinya. Gorin memang kuat, tapi Blue Spirit merasa lebih pintar dari Kapten Light Guardian berbangsa Orc tersebut.


Blue Spirit tidak kehilangan akal, Di setiap sela sela dirinya menghindari tebasan kapak besar Gorin, Blue Spirit selalu melesatkan satu pisau air. Ya... Satu pisau air, hanya sebatas itu yang dirinya bisa lakukan di sela dirinya menghindari tebasan kapak besar milik Gorin.


"Apa kamu melupakan sesuatu?" Senyum Blue Spirit terkembang begitu merasa pisau air yang dirinya miliki kini telah cukup. Ratusan pisau air kini telah tergeletak di atas arena pertarungan.


"Ya... Sepertinya aku lupa untuk menyiapkan tempat kuburan kepalamu..." Gorin masih belum paham dengan apa yang Blue Spirit senyumkan. Dirinya masih merasa jika dirinya berada di atas angin.


"Sekali bodoh tetap bodoh rupanya..." Blue Spirit tidak mau menanggapi perkataan Gorin terlalu panjang. Hanya orang bodoh saja yang mau menanggapi obrolan bodoh yang keluar dari orang bodoh.


"Water Prison!"


Dengan satu tangan terangkat ke udara... Blue Spirit mengangkat semua pisau air yang tergeletak di atas arena pertarungan. Dirinya mengarahkan semua pisau air tersebut untuk menuju ke arah dirinya dan Gorin berada.


Byur...


Semua pisau air melebur menjadi satu di tempat Gorin dan Blue Spirit berada. Sebuah bola air raksasa kini melayang di atas arena pertarungan. Di mana kedua petarung yang tadinya bertarung dengan sengit di atas arena pertarungan, kini terdiam tidak bergerak di dalam bola air raksasa tersebut.


Blup...


Blup...

__ADS_1


Hanya udara yang keluar dari mulut Gorin, suara Gorin tidak keluar sama sekali. Air yang mengurung dirinya memaksa suara yang akan keluar kembali masuk ke dalam mulut Gorin.


Berbeda dengan Gorin yang kesulitan bergerak, Blue Spirit yang seorang Elementalist air tentu tidak mungkin ikut terkurung di dalam skillnya sendiri. Tubuh Blue Spirit keluar dengan mudahnya dari bola air yang mengurung dirinya bersama dengan Gorin tadi.


"Sekali bodoh tetap lah bodoh..." Senyum Blue Spirit setelah dirinya keluar dari bola air. Hanya tinggal menunggu waktu saja sampai Gorin kehabisan nafas dan mati di dalam Water Prison miliknya.


Semua penonton pun terdiam, mereka tidak menduga jika kejadian di pertandingan kedua bisa terulang lagi. Dimana petarung yang terlihat terdesak, membalikkan keadaan dalam satu serangan. Hal itu menunjukkan jika apapun bisa terjadi di atas arena pertarungan. Tidak hanya kekuatan saja yang berbicara, melainkan kecerdasan juga menjadi sebuah faktor utama penentu kemenangan.


Setelah sepuluh menit di dalam Water Prison, tubuh Gorin pun terlihat lemas. Berkali kali Gorin mencoba untuk lepas dari Water Prison, namun Water Prison bagaikan sebuah lautan yang begitu dalam. Tidak pernah mau melepaskan siapapun yang sudah ditelan olehnya. Gorin pun harus menerima jika dirinya kehabisan nafas di dalam sebuah bola air raksasa milik Blue Spirit.


Byur...


Bruk...


Melihat tubuh Gorin sudah tidak bernyawa, Blue Spirit melepaskan temannya tersebut dari penjara air miliknya. Membuat tubuh Gorin beserta kapak besarnya kini tergeletak di atas arena pertarungan.


Penonton pun bersorak, pertandingan keempat telah menemukan pemenangnya. Blue Spirit telah menunjukkan sebuah kemenangan yang begitu cerdas.


Flyin yang melihat tubuh Gorin sudah tidak bernyawa di atas arena pun mendekati Blue Spirit. Dirinya ingin mengumumkan siapa pemenang pertandingan keempat tersebut.


Blue Spirit yang merasa bangga atas kemenangan cerdasnya, melambai lambaikan tangannya ke arah penonton yang ada... Hari ini dirinya membuktikan satu hal di atas arena pertarungan Abyss Colloseum. Jika kecerdasan lebih hebat daripada hanya sebuah kekuatan.


Slash...


Tanpa diduga siapapun. Kapak besar yang tadinya tergeletak di atas arena pertarungan kini menebas tubuh Blue Spirit. Kapak besar yang semua orang tahu jika kapak besar itu adalah milik Gorin, kini menancap di punggung Elementalist air tersebut.


"Harus aku akui... Penjaramu itu benar benar merepotkan... Aku harus mengorbankan satu nyawaku untuk bisa mengalahkanmu..." Bisik Gorin yang kini sudah muncul di tempat kapaknya berada. Dirinya menekan kapak besarnya agar semakin dalam menancap ke punggung Elementalist air tersebut.


"Kau... Bagai..."


Slash...


Kata kata Blue Spirit tidak pernah terselesaikan. Tubuh Blue Spirit sudah terlanjur terbelah menjadi dua.


"Kapak ini tidak akan memiliki nama Three Shining Star Axe tanpa alasan..." Kata Gorin yang begitu puas melihat lawannya kini terbelah menjadi dua. Meskipun dirinya harus mengorbankan satu nyawa dari tiga nyawa yang dirinya miliki. Namun dirinya merasa satu nyawa tersebut cukup untuk membayar kemenangannya.


Penonton pun terkejut bukan main, melihat Gorin kembali bangkit dan memenangkan pertarungan. Hilang sudah kepercayaan mereka jika kecerdasan bisa mengalahkan kekuatan di atas arena pertarungan. Blue Spirit mungkin boleh cerdas, tapi Blue Spirit juga ceroboh. Kecerobohannya tersebutlah yang membuat dirinya harus kalah dari Gorin.

__ADS_1


__ADS_2