
Tidak terasa sama sekali, waktu persiapan selama satu minggu untuk menentukan peserta turnamen telah selesai. Dan mulai hari ini, mini turnamen yang diadakan oleh Abyss Colloseum akan resmi dibuka.
Sebenarnya mini turnamen ini tidak bisa disebut sebagai mini lagi. Mengingat jumlah player yang akan ikut bertanding melebihi 200 player, lebih tepatnya 240 player. Bahkan Alan sampai dibuat pusing sendiri untuk menentukan sistem turnamen yang akan di selenggarakan. Jika saja bukan karena dibantu Joker, mungkin Alan bisa memerlukan waktu 2 hari sendiri untuk menentukan sistem yang akan dijalankan di dalam turnamen tersebut.
"Abyss Colloseum... Mana suaranya..." Suara yang begitu lantang terdengar dari tengah tengah arena pertarungan. Semua penonton langsung mengalihkan pandangan mereka ke tengah tengah arena.
"Selamat datang saya ucapkan kepada para penonton dan peserta..." Flyin dengan sensasionalnya muncul di atas arena pertarungan. Dirinya dipercaya oleh Alan untuk menjadi pembawa acara dalam turnamen kali ini.
"Perkenalkan... Saya Flyin... Saya yang akan menjadi pemandu acara untuk Anda semua selama turnamen ini di jalankan."
"Dan saya yakin... Tidak hanya saya sendiri... Anda semua pasti sudah tidak sabar untuk melihat pertarungan dalam turnamen pertama ini. Kita semua disini... Akan menjadi saksi... Saksi akan pertarungan pertarungan yang menegangkan nantinya..."
Sorak sorak penonton langsung terdengar begitu Flyin menyampaikan kata kata pembukaan. Mereka semua sudah begitu bersemangat untuk bisa melihat aksi aksi para petarung yang begitu kuat.
"Baiklah... Saya akan menjelaskan beberapa hal mengenai aturan di dalam turnamen ini..." sebuah kubus transparan tiba tiba muncul di atas arena pertarungan, di permukaan kubus tersebut terpampang penjelasan mengenai peraturan turnamen.
"Turnamen akan dibagi menjadi dua tahap... Tahap pertama adalah tahap grup, dan tahap kedua adalah tahap knock out." Flyin menjeda perkataannya, mengalihkan pandangan pada sisi Colloseum yang lainnya.
"Tahap grup adalah tahap pemangkasan jumlah peserta. Hanya para petarung yang benar benar terkuat saja yang nantinya bisa keluar dari fase grup."
"Dari total 240 player yang akan bertanding, kami akan membagi ke 240 peserta menjadi 16 grup. Dimana setiap grup akan dihuni oleh 15 player."
"Dari 15 player tersebut, kami hanya akan mengambil 4 orang dari masing masing grup untuk bisa lolos ke fase knock out. Kami akan memasukkan ke 15 peserta ke dalam suatu ruangan dimensi tersendiri. Dan setelah tersisa 4 peserta, kami akan mengeluarkan ke 4 peserta yang tersisa dan menobatkan mereka sebagai peserta fase knock out. Jadi saya harap pada para peserta, untuk tidak menganggap remeh fase grup. Karena jika Anda lengah... Anda tidak akan mendapatkan kursi untuk ikut berpartisipasi di dalam fase knock out."
__ADS_1
Semua peserta turnamen yang berdiri di samping arena pertarungan pun langsung menyipitkan mata mereka. Mereka merekam semua yang dikatakan Flyin, saling melirik satu sama lain. Dan bersiap bersaing untuk memastikan tempat di fase knock out.
"Itu untuk skema turnamen yang akan kita jalankan. Untuk selanjutnya... Saya akan menjelaskan peraturan turnamen." Flyin kembali menjeda kalimatnya agar tampilan di kubus transparan berganti terlebih dahulu.
"Tidak seperti pertarungan yang biasa tersaji di Abyss Colloseum, dimana peserta tidak boleh membunuh satu sama lain. Dalam pertarungan kali ini, peserta akan dinyatakan gagal jika telah terbunuh. Tidak ada kata menyerah di dalam turnamen ini. Jika peserta ingin menyerah, silahkan bunuh diri sendiri."
Bukannya terkejut akan peraturan turnamen, penonton malah bersorak kegirangan mendengar peraturan turnamen. Itu berarti mereka semua akan melihat pertarungan hidup dan mati dalam turnamen kali ini..."
Sementara penonton bersorak kegirangan, para peserta justru mengerutkan dahi. Tidak mereka sangka sama sekali jika mereka akan menghadapi pertarungan hidup dan mati seperti pertarungan di luar turnamen.
Bagi peserta yang cukup percaya diri akan kemampuannya, peraturan itu tentu tidak masalah sama sekali. Tapi bagi player yang beruntung bisa masuk ke dalam turnamen dan mencoba peruntungan. Mereka tentu sedikit merasa keberatan akan peraturan semacam itu.
"Tapi tenang... Abyss Colloseum tetap menjaga keselamatan para petarungnya. Kami akan menyediakan sebuah crystal jiwa untuk masing masing peserta. Crystal jiwa itu nantinya akan menyelamatkan para peserta dari kematian yang sebenarnya." Flyin mengeluarkan sebuah crystal berwarna putih seutuhnya dari balik jubahnya.
Crystal tersebut dapat digunakan untuk menyimpan jiwa player maupun NPC, jadi ketika player maupun NPC mati dalam turnamen. Mereka akan bisa dihidupkan kembali tanpa ada luka sedikitpun. Hanya saja... Bagi mereka yang telah dibangkitkan dari crystal jiwa, mereka akan berada dalam mode lemah selama 24 jam ke depan.
"Baiklah... Itu peraturan pertama... Untuk peraturan kedua adalah..." Flyin menjeda kembali perkataannya. "Tidak ada..."
Penjelasan Flyin mengenai peraturan kedua membuat gelak tawa dari para penonton. Untuk apa Flyin repot repot menjelaskan jika akhirnya tidak ada peraturan yang mesti ditaati. Tapi tentu hal itu malah semakin membuat nuansa persaingan semakin ketat. Peserta boleh menggunakan segala cara untuk memenangkan pertarungan. Termasuk cara terlicik atau terkotor sekalipun.
"Tanpa basa basi lebih banyak... Dengan ini... Fase grup di mulai..."
Semburan api berwarna merah, biru, dan kuning di setiap sisi arena pertarungan menjadi pengiring di mulainya turnamen pertama di Abyss Colloseum. Setelah api berwarna warni tersebut selesai berkobar. 16 pintu hitam setinggi 3 meter sudah berjajar dengan rapi di atas arena pertarungan. Pintu hitam dengan hiasan kepala demon yang sedang tersenyum di atasnya, dan ukiran ukiran rune berwarna emas yang menghiasi permukaannya. Terdapat nomer berwarna merah darah yang menjadi penanda untuk masing masing pintu. Pintu tersebut akan digunakan oleh para peserta untuk bisa memasuki dimensi tempat dilangsungkannya fase grup.
__ADS_1
Kubus transparan yang ada di atas arena langsung menampilkan 16 kotak tersendiri. Di masing masing kotak tersebut terdapat nama nama peserta yang nantinya akan saling bersaing memperebutkan 4 tiket ke fase knock out.
"Peserta dipersilahkan berbaris dengan rapi untuk memasuki pintu yang telah ditentukan!"
Semua peserta langsung menuju ke pintu grup mereka. Meskipun berjajar dengan rapi, mereka sudah saling melirik satu sama lain. Satu sama lain mencoba menerka kekuatan lawan yang harus mereka hadapi nantinya.
Sebelum memasuki pintu hitam tersebut, para NPC wanita berpakaian hitam putih menyentuhkan crystal jiwa ke atas kepala masing masing peserta. Mengamankan jiwa para peserta agar tidak benar benar mati dalam pertarungan hidup dan mati di dalam dimensi pertarungan.
[Player memasuki Abyss Dimension. Player tidak bisa log out selama berada di dalam dimensi ini. Kematian akan mengantarkan para player keluar dari dimensi ini secara otomatis.]
Penjelasan dari sistem sempat membuat para player terkejut. Tidak bisa log out? Itu berarti tidak ada cara untuk menghindari pertarungan di dalam Abyss Dimension. Mereka semua benar benar harus berjuang untuk mendapat 4 tiket fase knock out, agar bisa keluar dari Abyss Dimension ini dengan selamat.
Setelah semua peserta turnamen memasuki pintu hitam, kubus transparan yang ada di atas arena langsung menghilang. Berganti menjadi ratusan kubus transparan yang ukurannya jauh lebih kecil. Dari kubur transparan tersebut, peserta dapat melihat pertarungan yang terjadi antara para peserta di Abyss Dimension.
"Baiklah... Semua peserta sudah bersiap.. Mari kita hitung sama sama untuk di mulainya turnamen pertama Abyss Colloseum."
"Tiga..."
"Dua..."
"Satu..."
Semua penonton mengikuti layar tampilan kubus raksasa yang menunjukkan angka. Mereka begitu bersemangat dan langsung bersorak sambil bertepuk tangan ketika turnamen telah di mulai.
__ADS_1
Semua peserta pun langsung bergerak, berusaha menjadi yang tercepat untuk mendapatkan tiket ke fase knock out.
***Note : Abyss dimesion tidak sama dengan Abyss World ya... Itu hanyalah sebuah dimensi dari alat yang diciptakan oleh Asmodias.***