
Kerajaan Black Dessert... Sama seperti namanya, Kerajaan Black Dessert merupakan sebuah gurun besar yang membentang begitu luas di Benua Midland.
Seperti semua orang ketahui, gurun adalah sebuah hamparan pasir yang begitu luas. Sangat sedikit tanaman yang bisa tumbuh dan berkembang di tempat yang bernama gurun. Menyebabkan gurun selalu menjadi suatu daerah yang panas dan susah untum ditinggali. Suhu udara pada siang hari akan sangat panas sedangkan di malam hari suhu udara akan langsung turun dengan begitu cepat, bahkan hampir menyentuh titik 0 derajat.
Kondisi geografis yang begitu esktrim tersebut membuat Kerajaan Black Dessert hanya memiliki 4 kota yang bisa ditinggali oleh NPC maupun player.
Kota itu adalah Kota Niagra yang ada di sebelah utara Kerajaan Black Dessert. Kota Saman yang ada di sebelah barat Kerajaan Black Dessert. Kota Colips yang ada di sebelah selatan Kerajaan Black Dessert. Dan yang terakhir adalah Ibukota Kerajaan Black Dessert bernama Black Dessert City, yang terletak tepat di tengah tengah gurun.
Tidak ada kota di bagian timur Kerajaan Black Dessert. Karena wilayah timur dikuasai oleh Bangsa Titan. Bukannya Kerajaan Black Dessert tidak ingin membangun kota di daerah tersebut, namun usaha mereka selalu digagalkan oleh Bangsa Titan yang mendiami wilayah tersebut.
Bangsa Titan hidup secara tradisional, mereka hanya tidur beralaskan pasir gurun, dan beratapkan langit. Hidup mereka tidak menetap, mereka selalu berpindah pindah ke tempat yang sekiranya banyak monster untuk dijadikan sumber makanan. Jumlah mereka pun tidak begitu banyak, hanya berkisaran sekitar 500an orang.
Bukan berarti hidup mereka susah dengan cara hidup seperti itu. Mereka sangat menikmati cara hidup yang sudah turun temurun mereka jalani dari nenek moyang mereka. Bagi mereka, kebebasan adalah segalanya. Itulah sebabnya Bangsa Titan selalu menghancurkan Kota yang akan dibangun di sekitar wilayah mereka.
Bagi mereka, cara hidup dalam sebuah Kota sungguh merepotkan. Mesti membangun rumah yang sesuai dengan ukuran tubuh mereka yang besar, ditambah lagi masih harus melakukan perawatan pada tempat tinggalnya. Itulah mengapa Bangsa Titan lebih suka hidup apa adanya. Mereka terlalu malas dan kurang pintar untuk mengurus hal hal semacam itu.
Bangsa Titan sendiri adalah suatu ras yang tergolong dalam kelompok raksasa. Ukuran Bangsa Titan yang paling kecil adalah 3 meter tingginya. Sedangkan yang paling besar? Jangan ditanya... Bisa mencapai 10 meter tentunya.
Ukuran tubuh yang besar dan cara hidup yang berpindah pindah, membuat daerah timur Kerajaan Black Dessert begitu haram untuk dilewati para Merchant ataupun para petualangan. Mereka semua tentu tidak ingin menjadi korban kebringasan Bangsa Titan yang terkenal sering tidak terkontrol.
Di dalam ras Bangsa Titan tidak dikenal istilah raja atau ratu. Bangsa Titan dipimpin oleh seorang Titan yang menyandang gelar Lord Titan. Proses pemilihan kepemimpinan ditentukan dengan kekuatan. Jadi hanya Bangsa Titan terkuat saja yang berhak menyandang gelar Lord Titan.
Dan untuk saat ini, Bangsa Titan dipimpin oleh seorang Lord Titan bernama Thoren. Thoren menjadi Titan terkuat setelah berhasil mengalahkan Lord Titan pendahulunya, yaitu Grundal. Meskipun ukuran tubuh Thoren bukan yang paling besar di antara Bangsa Titan yang lainnya, namun Thoren memiliki suatu keistimewaan. Thoren menjadi satu satunya Titan yang bisa mengendalikan sihir di antara Bangsa Titan lainnya.
Ya... Mampu mengendalikan sihir... Thoren mampu mengendalikan pasir di sekitar tubuhnya. Fisiknya yang kuat dan besar, ditambah bisa mengendalikan pasir. Membuat Thoren begitu ditakuti di antara Bangsa Titan lainnya. Bahkan musuh musuhnya yang mencoba menghancurkan keberadaan Bangsa Titan, mesthi berpikir ulang karena keberadaan Thoren.
Punya pemimpin yang begitu ditakuti, bukan berarti kehidupan Bangsa Titan menjadi lebih baik. Dalam masa kepemimpinan Thoren ini, populasi Bangsa Titan justru semakin turun. Bukan karena adanya wabah atau masalah lain, melainkan karena seringnya Bangsa Titan mendapat serangan dari para penghuni Kota di Kerajaan Black Dessert. Entah itu dari pihak Kerajaan Black Dessert yang dibantu oleh para Guild atau dari Kuil Cahaya.
Kedua pihak tersebut terus secara intens memberikan serangan kepada Bangsa Titan. Membuat populasi Bangsa Titan selalu berkurang setiap kali mendapat serangan.
Pergerakan Bangsa Titan pun menjadi begitu terbatas, tidak seperti dahulu lagi. Mereka tidak bisa lagi terus berpindah tempat sesuka hati mereka seperti dahulu. Thoren mesti memikirkan keselamatan rakyatnya untuk memobilisasi Bangsa Titan secara besar besaran. Apalagi dengan ukuran tubuh yang besar, pergerakan Bangsa Titan tentu bisa terdekteksi dengan begitu mudah. Thoren sebagai Lord Titan tentu tidak menginginkan... Selama masa kepemimpinannya, menjadi masa terakhir keberadaan Bangsa Titan di Dunia ini.
Pergerakan yang terbatas, membawa masalah tersendiri bagi Bangsa Titan, yaitu suplai makanan untuk para Bangsa Titan. Selama ini Bangsa Titan hanya mengandalkan perburuan para monster untuk bisa mencukupi kebutuhan makanan ras mereka. Mereka selalu berpindah pindah tempat untuk bisa mendapatkan monster monster yang menjadikan gurun sebagai habitat mereka.
Monster yang ada di dalam gurun sangatlah banyak, dan ukuran mereka jauh lebih besar daripada monster yang ada di hutan. Namun ada satu kesulitan untuk bisa menemukan monster yang ada di gurun. Monster yang ada di gurun tinggal di dalam tanah. Bangsa Titan perlu menelusuri wilayah yang luas untuk bisa menangkap satu monster.
Thoren pun terpaksa harus mengirimkan beberapa Bangsa Titan untuk mencari makanan. Membagi mereka ke dalam beberapa kelompok kecil, agar pergerakan perburuan mencari makanan untuk ras Bangsa Titan tidak terdeteksi musuh musuh mereka.
__ADS_1
Dari sekian kelompok yang Thoren kirimkan, ada satu kelompok Titan yang terdiri dari 4 orang Bangsa Titan. Mereka adalah Yunof, Furgol, Dominoc, dan Grestal. Pemimpin dari keempat Bangsa Titan itu adalah Yunof, karena dirinya memiliki kekuatan dan postur tubuh yang paling besar di antara keempat Bangsa Titan lainnya. Dan di antara keempat Bangsa Titan tersebut yang paling muda dan terlemah adalah Grestal.
Menjadi yang terlemah tentu menjadi kemalangan tersendiri bagi Grestal, dirinya terus mendapat tugas tugas yang berat untuk mengurus kehidupan keempat Bangsa Titan selama berburu. Dirinya diminta membawa barang, mencari air untuk diminum selama perburuan berlangsung, bahkan dirinya juga diminta untuk memberikan pijatan kepada ketiga teman temannya. Membuat Grestal begitu tersiksa ketika mengikuti proses perburuan tersebut.
Meskipun berat, Grestal tidak pernah mengeluh ketika melakukan semua yang seniornya pinta. Grestal paham betul, jika apa yang dirinya lakukan saat ini adalah demi kelangsungan hidup Bangsa Titan. Bangsa yang membesarkan dirinya sejak kecil hingga bisa tumbuh remaja seperti sekarang.
Grestal sangat berharap, Bangsa Titan bisa kembali seperti dahulu lagi. Bebas berkelana kemana saja mereka inginkan, tanpa takut adanya suatu serangan sergapan dari musuh musuh Bangsa Titan. Bahkan Grestal sering berkhayal sendiri... Jika dirinya memiliki kekuatan yang tidak bisa dikalahkan, dirinya akan menghabisi semua musuh Bangsa Titan seorang diri. Dan membebaskan Bangsa Titan dari masalah yang menimpa mereka.
Namun itu hanyalah sebuah mimpi dari seorang remaja Bangsa Titan. Grestal terlahir dengan tubuh yang tidak sebesar dan sekuat Bangsa Titan pada umumnya. Dirinya pun harus menerima menjadi seorang pelayan para senior seniornya ketika berburu.
"Grestal... Mana air yang aku minta?" Yunof mengelap kepalanya yang mengeluarkan keringat cukup banyak. "Cepat... Kenapa lama sekali?"
Grestal langsung membuka tas besar yang dirinya bawa, memeriksa persediaan air yang masih tersisa.
"Maaf Yunof... Tapi air kita sudah habis... Kita belum beristirahat untuk mengisi persediaan air kita..." Grestal buru buru mendekati Yunof, menjelaskan kepada Yunof jika persediaan air di kelompok mereka telah habis.
"Bodoh sekali... Bisa bisanya kehabisan air..." Yunof langsung melayangkan pukulan ke arah kepala Grestal, membuat Titan remaja tersebut harus tersungkur dengan mulut yang penuh dengan pasir.
"Sudah Yunof... Biarkan anak tidak berguna itu... Lebih baik kita cepat selesaikan perburuan ini... Matahari sudah hampir terbenam..." Furgol mencoba meredam kemarahan Yunof. Meskipun dirinya juga sedikit emosi karena Grestal tidak mengisi persediaan air yang cukup untuk mereka berempat.
"Dasar... Sekali lagi kamu bertindak bodoh seperti ini... Maka akan aku jadikan kamu umpan untuk Cacing pasir..." Umpat Yunof sembari kembali melangkahkan kaki. Jika bukan karena perburuan mereka yang belum mendapatkan hasil, dan mereka sedang diburu waktu. Mungkin Yunof akan menghajar Grestal hingga Grestal tidak akan bisa bangkit lagi.
Monster cacing sepanjang 20 meter tersebut terus melompat antara pasir ke pasir yang lain. Mencoba kabur dari kelompok 4 orang Bangsa Titan yang mengejar dirinya. Yunof yang memiliki postur tubuh paling besar langsung melompat begitu tinggi, hingga akhirnya dirinya berhasil mendarat di depan jalur kabur monster cacing pasir.
Bung...
Bung...
Bung...
Tiga kali hantaman dari kepalan tinju Yunof sudah cukup bagi Yunof untuk menumbangkan monster cacing pasir. Monster cacing pasir yang setengah badannya sudah masuk ke dalam pasir langsung ditarik keluar secara paksa oleh Yunof.
Bruk...
Monster cacing pasir di hempaskan begitu saja di hadapan Grestal.
"Lihat... Apa kamu bisa melakukan seperti itu?" Senyum mengejek Yunof tunjukkan pada Grestal yang nampak terbengong sendiri. Rasa malu dan tidak percaya diri langsung terpancar di wajah Grestal.
__ADS_1
"Ayo kita pulang... Kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan..." Sekali lagi Furgol mencoba meredam apa yang Yunof lakukan. Meskipun dirinya juga tidak begitu suka dengan Grestal, tapi melihat kesombongan Yunof juga membuat dirinya muak.
"Bawa itu... Pastikan kamu tidak tertinggal... Hahaha" Yunof langsung berjalan memimpin rombongan untuk kembali ke tempat persembunyian Bangsa Titan. Dirinya tidak peduli bagaimana Grestal akan membawa Cacing pasir yang besarnya hampir 10 kali lipat tubuhnya tersebut.
Grestal tidak bisa mengelak, dirinya sadar diri akan posisinya. Dengan terpaksa dirinya harus menarik cacing pasir sepanjang 20 meter tersebut seorang diri.
Namun... Baru setelah sepuluh menit mereka berjalan.
Grrr....
Grrr....
Pasir yang menjadi pijakan kaki Grestal tiba tiba bergetar dengan hebat. Begitu pula dengan pasir yang dipijak oleh ketiga temannya di depan.
"Apa ini?"
"Gaia marah...."
Ketiga Titan yang terpisah beberapa puluh meter dari Grestal langsung panik. Mereka dibuat bingung dengan fenomena yang terjadi saat ini.
Begitu juga dengan Grestal, baru kali ini dirinya merasakan pasir di bawah kakinya bergetar dengan hebat. Dirinya langsung memeluk tubuh cacing pasir yang tadi ditariknya. Beranggapan jika cacing pasir itu adalah sebuah pilar yang bisa dirinya andalkan.
Kebingungan ketiga Titan tersebut langsung terjawab. Dari bawah kaki ketiga Titan tersebut keluar gigi gigi yang tajam. Setelah gigi gigi yang tajam tersebut keluar, pasir yang menjadi pijakan kaki mereka langsung terhisap ke bawah.
"Apa ini?" Yunof semakin panik. Dirinya berusaha melompat maupun berlari menjauh, namun pasir yang di bawah kakinya justru semakin cepat masuk ke dalam lingkaran hisapan pasir.
Booom...
Grestal menggosok matanya berkali kali. Mencoba memastikan apa yang dilihatnya barusan adalah sebuah kenyataan. Dirinya baru saja melihat sebuah mulut yang bisa menelan ketiga temannya sekaligus. Grestal ingin membantu ketiga temannya, namun kedua kakinya seakan mati rasa. Tidak mau bergerak bahkan untuk kabur dari tempatnya berada.
Bayangkan... Itu hanya mulut... Yang bisa menelan Tiga orang Bangsa Titan setinggi 4 meter. Lalu seperti apa sebenarnya tubuhnya. Grestal hanya bisa bernafas lega, setelah melihat mulut yang menelan ketiga temannya tersebut menghilang secara perlahan ke dalam pasir yang ada di bawah kakinya.
***Jangan tanya kenapa kemarin tidak update... Sudah pasti author liburan... hahaha
#ooopsss...
Gak ada Satgas Covid yang baca kan? Kalau ada author bisa ditangkep ni...
__ADS_1
Stay safe for you All...
Thank you for your like n vote...***