
Merasa tidak mampu untuk mengalahkan Naga Yin dan Naga Yang, Zepar memilih untuk kembali ke wilayahnya. Dirinya perlu menyiapkan strategi yang benar benar matang agar bisa mengalahkan Naga Yin dan Yang.
Pada mulanya Zepar merasa sangat frustasi akan kegagalannya dalam menguak rahasia di balik Mischurine. Namun seiring dengan perjalanan kembalinya dirinya ke wilayahnya, Zepar pun menyadari jika kekalahannya adalah suatu hal yang wajar.
Naga Yin dan Naga Yang adalah suatu bentuk keseimbangan, terbukti dari Naga Yin dan Naga Yang berhasil keluar dari jeratan efek Timeless Blade tanpa kesulitan. Keseimbangan? Siapa yang bisa mengalahkannya? Tidak peduli seberapa kuatnya Zepar dan sehebat apa kekuatan yang dimilikinya, pasti akan selalu diseimbangkan oleh Naga Yin dan Naga Yang. Naga Yin dan Naga Yang bagaikan sepasang kombinasi yang tidak akan bisa tergoyahkan.
Rombongan Zepar dan anak buahnya terhenti ketika mereka tinggal beberapa menit akan memasuki kota yang menjadi wilayah kekuasaan Demon Raider. Mata Zepar melebar tidak percaya, melihat apa yang ada di hadapannya.
Kepulan asap, bangunan bangunan yang rusak menyambut Zepar dan anak buahnya yang baru saja kembali dari Mischurine. Mata Zepar pun sampai memerah, karena menahan amarah yang memuncak. Dirinya masih kesal akan kekalahan dari Naga Yin dan Naga Yang. Dan kini dirinya mendapati ada yang berani menyerang kotanya? Zepar benar benar mendapatkan pelampiasan kekesalan yang tepat.
Zepar langsung melesat dengan cepat ke arah tengah kota. Melihat siapa yang berani beraninya menyerang kota kekuasaan Demon Raider. Mayat para Demon menjadi pemandangan biasa bagi Zepar ketika melesat menuju ke bagian tengah kota.
Dari mayat mayat Demon yang tergeletak di sepanjang jalan, Zepar bisa mengetahui jika di kota tersebut telah terjadi pertempuran yang lumayan sengit. Zepar bisa melihat adanya mayat mayat Demon yang bukan merupakan anggota Demon Raider. Namun Zepar tentu sedikit mengerutkan dahi melihat mayat mayat Demon tersebut. Karena mayat para Demon yang tergeletak di sepanjang jalan hampir 60% adalah anak buah Zepar. Menandakan pihak yang berani menyerang kota kekuasaan Demon Raider bukan lah sembarangan kelompok.
Zepar yang menjadi pimpinan Demon Raider tentu tahu betul seperti apa kekuatan Demon Raider sewaktu dirinya tinggal. Hanya sosok berpengaruh di dunia Abyss sajalah yang bisa memiliki kekuatan pasukan lebih kuat dari Demon Raider.
Dugaan Zepar terbukti benar semua. Hanya saja dirinya tidak menyangka siapa dalang di balik penyerangan ke kota kekuasaannya.
Zepar bisa melihat anak buahnya yang tersisa sedang berlutut sambil kedua tangan mereka terikat di belakang punggung mereka. Anak buah Zepar yang tadinya berjumlah ribuan, kini hanya tersisa tidak lebih dari 200 orang.
Di hadapan anak buah Zepar yang terikat pun ada lebih dari 500 Demon yang berbaris rapi, teriakan dan sorakan menjadi yel yel yang membisingkan telinga dari para Demon tersebut. Mereka semua berbaris dengan rapi, sambil senjata senjata mereka masih tersemat di tangan mereka. Menandakan mereka belum lama selesai bertarung.
Sosok Demon pria yang tingginya lebih dari 2 meter tengah berdiri dengan angkuhnya di hadapan barisan Demon. Sebuah sabit yang ukurannya hampir setengah badannya tersemat di tangan kanan Demon tersebut. Zepar bisa melihat jika sosok Demon pria tersebut berkata sesuatu, namun suaranya tidak bisa mencapai telinga Zepar karena tertutup suara gaduh dari para Demon yang berbaris rapi. Sesekali Demon pria tersebut menebas kepala anak buah Zepar setelah selesai berucap, namun ada pula yang dibiarkannya hidup.
"Behemout?" Zepar seakan tidak percaya jika salah satu Jenderal besar Demon yang telah menyerang kota kekuasaannya. Tapi untuk apa? Zepar tidak habis pikir dengan maksud dan tujuan Behemout menyerang kota kekuasaannya. Selama ini Behemout tinggal jauh dari wilayah kekuasaannya, dan dirinya juga tidak pernah menyinggung atau membuat masalah dengan salah satu Jenderal besar Demon tersebut.
"Hentikan..." Teriak Zepar dengan sekuat tenaga. Dirinya tentu tidak ingin melihat anak buahnya terus terusan dihabisi oleh Behemout dengan mudahnya. Sudah cukup sulit dirinya selama ini mengumpulkan Demon untuk menjadi pengikutnya. Dan kini dalam satu hari Behemout menghabisi lebih dari setengah anak buahnya.
Teriakan dari Zepar membuat Behemout menghentikan ayunan sabit besarnya. Pandangan tajamnya kini mengarah ke arah sumber suara. Selama ini tidak ada orang yang berani mengganggu dirinya ketika dirinya sedang bermain main, namun kini ada satu orang yang berani mengusiknya.
Senyum kecil langsung teruncing di ujung bibir Behemout. Sosok yang dirinya cari akhirnya berani menampakkan diri. "Akhirnya kamu keluar juga..."
__ADS_1
"Keluar? Aku tidak pernah bersembunyi. Apa maksudmu menyerang kotaku?" Zepar menaham geram di dalam hatinya. Dirinya perlu tahu alasan sebenarnya kenapa Behemout mengusik dirinya. Jika ini hanya sebuah salah paham, tentu Zepar akan lebih memilih untuk bernegosiasi. Akan sangat menyulitkan dirinya kelak jika dirinya menjadi musuh salah satu Jenderal besar Demon.
"Maksudku? Aku hanya sekedar lewat." Behemout tersenyum puas, dirinya kini melangkahkan kakinya mendekati Zepar.
"Sekedar lewat katamu?" Zepar tentu semakin terbakar emosi. Jika Behemout hanya sekedar lewat, Untuk apa dirinya sampai menyerang kota kekuasaannya. Jika pun Behemout perlu tempat untuk beristirahat, Zepar tentu akan langsung menyediakannya selama Behemout meminta dengan baik baik.
Lagipula kemana tujuan Behemout sehingga Behemout harus melewati kota wilayah kekuasaannya? Pertanyaan pertanyaan tersebut tentu hanya numpang lewat di dalam pikiran Zepar, Zepar sudah terlanjur emosi pada Behemout. Ditariknya Timeless Blade dari sarung pedang yang ada di punggungnya, dan langsung meluncur ke arah Behemout berada.
"Pedang itu?" Mata Behemout tentu melebar melihat pedang yang digunakan oleh Zepar. Dirinya tentu tahu milik siapa sebenarnya pedang yang kini ada di tangan Zepar tersebut.
"Darimana kamu mendapatkan pedang itu?"
"Kamu tidak perlu tahu darimana aku mendapatkan pedang ini. Yang kamu perlu tahu adalah pedang ini akan mengakhiri nyawamu!" Zepar mengayunkan Timeless Blade ke arah leher Behemout. Namun dengan mudahnya Behemout menangkis ayunan pedang Zepar dengan sabit besarnya.
"Harus kuakui pedangmu itu sangat bagus... Tapi kamu bukanlah orang yang cocok untuk menggunakannya." Behemout membalas serangan yang dilancarkan oleh Zepar. Sekali ayunan sabit Behemout memaksa tubuh Zepar untuk mundur beberapa langkah ke belakang. Terlihat jelas jika Behemout jauh lebih unggul dalam segi kekuatan.
Behemout tidak berhenti sampai di situ, dirinya langsung menyusulkan serangan selanjutnya. Zepar pun dipaksa harus terus mundur beberapa langkah setiap dirinya menangkis serangan dari Behemout.
Zepar yang tidak bisa terus menangkis serangan Behemout pun memilih untuk menghindari serangan. Zepar tahu betul jika dalam segi kecepatan dirinya jauh lebih unggul.
"Sial... Bagaimana dia bisa kuat sekali?" Zepar benar benar merasa tidak berdaya dalam menghadapi Behemout. Walaupun dari segi kecepatan dirinya unggul dari Behemout, tapi dalam segi kekuatan dirinya benar benar kalah jauh. Zepar tentu tidak berani terlalu lama berada di dalam jangkauan serangan Behemout, akan sangat berbahaya bagi dirinya jika sampai dirinya terkena serangan Sabit Behemout. Walaupun hanya satu serangan. Zepar yakin senjata sabit yang digunakan oleh Behemout bukanlah sabit biasa.
"Kamu bilang aku tidak cocok? Kamu belum melihat ini." Zepar menggenggam erat Timeless Blade yang ada di depan dadanya. Bersiap membungkam mulut Behemout yang sangat banyak membual.
Behemout yang melihat Zepar sedang bersiap melakukan sesuatu tentu langsung bertindak. Sabit yang ada di tangannya pun langsung memancarkan warna keunguan.
"Time Space!" Dengan satu kata dari Zepar, waktu seakan telah terhentikan. Semua yang ada di sekitar Zepar langsung seakan berhenti bergerak. Bahkan cahaya keunguan yang bersinar dari sabit Behemout pun padam secara sangat perlahan.
Time Space bukanlah kekuatan yang bisa menghentikan waktu. Karena waktu adalah sesuatu yang mustahil untuk dihentikan. Kecuali oleh Tuhan tentunya, namun ini dunia game. Tidak ada yang namanya Tuhan di dunia game. Time Space adalah kekuatan yang bisa memberikan kecepatan luar biasa kepada penggunanya, sehingga seolah olah penggunanya telah menghentikan waktu.
"Apa kamu menyesal sekarang?" Zepar yang telah berada di hadapan Behemout sudah bersiap untuk memberikan serangan kepada tubuh Behemout. Walaupun tubuh Behemout begitu keras dan kuat, Zepar yakin jika Behemout bisa mati selama dirinya terus mendaratkan serangan pada lehernya. Seperti orang yang sedang memotong pohon besar dengan kapak, Zepar hanya perlu menjadikan Timeless Blade sebagai kapaknya dan leher Behemout sebagai pohonnya.
__ADS_1
Thang...
Thang...
Suara nyaring pun secara perlahan lahan memasuki telinga Zepar. Bahkan suara nyaring tersebut kalah cepat dari ayunan Timeless Blade Zepar. Goresan demi goresan berhasil Zepar berikan kepada Behemout. Goresan yang terkumpul akhirnya menjadi luka yang cukup dalam.
Namun ketika Zepar sedang mengayunkan tebasan yang ke 87 kali. Sebuah rantai telah mengikat kakinya. Rantai tersebut keluar dari dalam tanah, dan di sekitar rantai tersebut terselubungi api merah yang bergoyang secara perlahan.
Jujur saja Zepar tidak menduga akan adanya rantai yang tiba tiba muncul di bawah kakinya. Dirinya terlaku fokus kepada leher Behemout yang sedang dirinya tebas.
Panas... Itulah yang Zepar rasakan di kakinya setelah kakinya terikat oleh rantai berselimut api merah tersebut. Zepar berusaha melepaskan kakinya dari jeratan rantai tersebut. Namun rantai tersebut seakan sudah menancap di kakinya, sama sekali tidak bisa dirinya lepaskan.
Rantai berselimut api merah tersebut terus merambat dari bawah kakinya menuju ke seluruh tubuhnya secara perlahan. Membuat Zepar benar benar sangat tersiksa akan rasa panas yang dirinya rasakan pada bagian tubuh yang terlilit rantai.
Barulah setelah 15 menit berlalu dalam hitungan Time Space, Tubuh Zepar telah terlilit seutuhnya. Membuat Zepar tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali. Efek Time Space pun juga menghilang seiring dengan tidak bisa bergeraknya dirinya.
"Tadi hampir saja bocah..." Suara Behemout langsung menginvasi telinga Zepar yang masih meronta ronta di dalam lilitan rantai.
"Jangan membuang tenagamu. Tidak akan ada yang bisa lolos dari Hell Chain ini." Behemout menendang tubuh Zepar, sehingga tubuh Zepar kini tersungkur di atas tanah.
"Jika kamu punya Timeless Blade, aku punya Hell Schyte. Senjata yang tidak kalah dengan kepunyaanmu." Behemout tersenyum menang, sudah tidak bisa lagi kini Zepar menghindari serangannya.
Jujur saja Behemout mengambil perjudian tadi. Dirinya tahu akan kemampuan Timeless Blade, sehingga dirinya langsung mengaktifkan Hell Chain tepat sebelum Zepar mengaktifkan Time Space. Untung saja Zepar terlalu naif akan kemampuan Time Space, sehingga tidak menyadari akan Hell Chain yang sangat perlahan mengikat kakinya. Jika saja Zepar menyadari kemunculan Hell Chain, tentu Zepar dan Behemout akan bertukar posisi sekarang. Bahkan mungkin Behemout sudah mati akibat kepalanya terpisah dari tubuhnya.
"Ini akibatnya kamu mengusik Marry ku!" Behemout mengayunkan Hell Schyte ke arah kepala Zepar. Berusaha membelah kepala Zepar menjadi dua.
Thang...
Sebuah perisai pelindung dari sihir tiba tiba muncul di depan kepala Zepar. Membuat ayunan Schyte Behemout terhenti.
"Apa ini?" Behemout tentu tidak menduga akan adanya perisai yang tiba tiba muncul di depan kepala Zepar. Yang membuat nyawa Zepar terselamatkan. Tidak hanya Behemout yang terkejut, Zepar juga terkejut dengan kemunculan perisai sihir yang menyelamatkan nyawanya. Tadinya dirinya berpikir nyawanya sudah tidak akan tertolong lagi.
__ADS_1
Sebuah bayangan hitam tiba tiba muncul di samping tubuh Zepar yang masih tergeletak di atas tanah. Membuat Behemout dan Zepar sama sama terkejut.
"Maaf Tuan... Tapi Anda tidak boleh membunuhnya..." Satu kata dari bayangan hitam tersebut membuat Behemout langsung naik pitam. Untuk kedua kalinya dalam satu hari ada orang yang berani mencegahnya membunuh seseorang.