New World

New World
orang dibalik pasukan revolusi


__ADS_3

alan dan yang lainnya kembali ke kota setelah pertempuran dengan silent rogue dan freedom hunter guild. alan berhasil mengumpulkan lebih dari 50 item dari drop item setiap pemain yang berhasil dia bunuh. alan juga telah berhasil mengumpulkan 57 jiwa abadi dari pertempuran tadi.


alan berencana untuk kembali ke penginapan. dirinya perlu membuat potion dalam jumlah yang besar untuk melanjutkan rencananya.


" apa tidak apa apa kita kembali ke kota irtys? bagaimana kalau mereka membalas dendam? " shoote sun tampak panik ketika mereka berempat telah berada didekat kota.


" membalas dendam? hahaha..... aku yakin mereka tidak ingin merasakan rasa sakit yang kuberikan lebih banyak lagi. " alan menanggapi dengan santainya.


bukannya merasa lega mendengar, shoote sun malah merasa merinding mendengar perkataan alan. dirinya teringat bagaimana jeritan rasa sakit dari setiap pemain yang di siksa alan dengan racun. shoote sun tidak mengira di dalam diri alan yang sangat baik terhadap kawan. terdapat hati yang tidak berperikemanusiaan terhadap lawan.


alan dan yang lainnya sampai di penginapan sore hari. shoote sun memilih untuk log out, sedangkan alan langsung menyibukkan diri dengan potionnya. semalaman suntuk alan membuat potion, alan hanya beristirahat sebentar untuk makan dan mandi.


" kamu tidak beristirahat? " shoote sun yang baru saja log in langsung bertanya pada alan yang masih terlihat sibuk dengan potionnya.


" nanti saja... " alan sekenanya menjawab. dirinya tidak mengalihkan perhatiannya dari potion yang dia buat.


sampai 2 jam lebih shoote sun hanya menunggu alan membuat potion. entah kenapa melihat alan yang gigih membuat potion menjadi daya tarik tersendiri baginya untuk betah memandanginya. mungkin karena dirinya tidak pernah melihat orang yang dengan gigihnya berusaha mencapai apa yang diinginkannya.


thok


thok


pintu kamar penginapan alan diketuk dari luar. shoote sun pun langsung beranjak untuk membukakan pintu. gold backer yang membawa sebuah karung besar sudah menunggu di depan pintu. shoote sun tentu terkejut melihat apa yang dibawa gold backer.


" kenapa tidak kamu masukkan ke tas penyimpananmu? " tanya shoote sun.

__ADS_1


" sudah... hanya saja tidak muat... " gold backer menjawab dengan sedikit menghela nafas. dirinya begitu kewalahan membawa barang pesanan alan yang hampir 1 karung lebih setelah ditambah barang yang ada di tas sistemnya.


shoote sun pun terheran dengan jawaban good backer. dirinya langsung mempersilahkan masuk gold backer yang tampak kelelahan membawa barang yang dia bawa.


alan dan gold backer langsung membicarakan bisnis begitu gold backer datang. alan memberikan potion buatannya yang berjumlah lebih dari 2000 botol. gold backer tentu sangat bersemangat menerimanya. tidak lupa pula alan memberikan peralatan yang dia dapat dari pertempuran sebelumnya. wajah gold backer semakin sumringah, membayangkan keuntungan yang akan dia dapat dari penjualan kali ini.


setelah di potong dari jasa gold backer dan biaya untuk membeli barang barang yang di minta alan, alan masih mendapat keuntungan 15 gold dari penjualan sebelumnya. alan tentu terkejut dengan hasilnya mengingat barang barang yang di inginkan alan memang banyak, alan kira dirinya kali ini harus mengeluarkan uang untuk menutup biaya pembelian material racun. gold backer pun menjelaskan kalau dirinya bisa mendapatkan barang dengan harga murah, dan bisa menjual potion buatan alan dengan harga tinggi dari kota lain.


selesai dengan urusannya gold backer memilih pamit. dirinya sudah tidak sabar untuk menjual barang barang yang alan berikan. sedangkan alan langsung mengalihkan ketertarikannya pada material racun yang sudah gold backer kumpulkan. alan perlu mengisi ulang ketersediaan racunnya yang telah terkuras untuk pertempuran 2 hari belakangan ini.


setengah hari sendiri alan mengisi stock poitonnya. lebih dari ratusan botol poiton telah alan buat, sekiranya ratusan botol poiton ini akan cukup untuk persediaan alan beberapa hari. jika tidak ada pertempuran besar lagi. alan mengajak shoote sun dan yang lainnya untuk pergi levelling.


begitu keluar dari penginapan alan sudah ditunggu oleh seorang NPC anak kecil. anak kecil itu memberikan surat kepada alan. alan tentu heran melihat seorang anak kecil datang menghampirinya dan memberikan sepucuk surat. belum sempat alan ingin bertanya tentang si pengirim surat, anak kecil tersebut sudah lari dengan cepat. alan pun hanya bisa melongo lalu membuka surat yang diberikan oleh anak itu.


" pahlawan south hill... maaf sudah membuatmu kecewa. aku harap kita bisa berdiskusi lebih lanjut. "


sesampainya di pabrik senjata alan sempat terkejut melihat pabrik senjata yang sudah diperbaiki hampir sempurna. bahkan tidak nampak pabrik ini menjadi tempat pertempuran 2 hari yang lalu. dengan perbaikan yang secepat ini, alan yakin orang yang dibalik pasukan revolusi bukanlah orang yang sembarangan. pastinya orang yang cukup berpengaruh dan memiliki kekayaan yang besar. alan dan yang lainnya melewati penjagaan tanpa kendala yang berarti karena lencana freya. mereka beremat langsung dikawal penjaga untuk menemui olsen yang menunggu di kantor utama pabrik.


" pahlawan south hill... ah.. tidak... pahlawan revolusi harusnya ku memanggilmu. " olsen langsung menyapa alan yang baru saja masuk ke kantornya.


" anda terlalu memuji tuan olsen. "


" ah... kamu yang terlalu merendah. mari duduk. " sikap olsen benar benar berubah setelah kejadian di pabrik 2 hari yang lalu. tentu saja alan merasa sedikit curiga dengan perubahan olsen yang begitu drastis.


" ada apa tuan olsen ingin menemuiku? " alan tanpa basa basi.

__ADS_1


" ah... bukan aku yang ingin menemuimu. tapi si nyonya besar. " olsen menghela nafas.


" nyonya besar? siapa dia? "


" beliau adalah orang yang membentuk pasukan revolusi. sebentar lagi beliau akan datang. kamu tunggulah sebentar. "


alan pun terkejut kalau yang ingin menemuinya adalah orang dibalik pahlawan revolusi. dirinya sudah penasaran dengan sosok yang membentuk pasukan revolusi.


sembari menunggu alan dan olsen bercerita banyak hal. alan menceritakan kenapa dirinya begitu kecewa sewaktu peperangan di pabrik. olsen pun mengerti akan kekecewaan alan. dirinya pun telah mengambil tindakan dengan tidak melakukan eksekusi kepada pasukan kerajaan yang menyerah. alan merasa lega karena sarannya begitu diterima. alan memang tidak ingin peperangan menimbulkan korban yang tidak diperlukan.


musuh yang sudah menyerah haruslah dihargai, mereka juga berhak untuk hidup. begitulah prinsip yang alan pegang.


olsen juga menjelaskan sistem yang ada di pasukan revolusi. seperti yang zain jelaskan bahwa pasukan revolusi dibagi menjadi 5 distrik. distrik timur yang di pimpin oleh berta. distrik utara yang dipimpin oleh nigel. distrik barat dipimpin oleh shoun. distrik utama yang dipimpin langsung oleh nyonya besar. dan distrik selatan yang dipimpin oleh zain.


sebenarnya kota irtys tergolong distrik selatan. hanya saja karena zain perlu mengawasi penjagaan tambang, perebutan pabrik senjata diserahkan oleh olsen yang merupakan tangan kanan tuan besar.


saat olsen bercerita banyak hal tentang pengalamannya. segerombol pasukan bersenjata lengkap memasuki kantor olsen dan berbaris membuat jalan di depan pintu masuk. segerombol orang itu hampir memenuhi kantor olsen yang tidak terlalu besar tersebut. setelah pasukan berbaris rapi, seorang wanita paruh baya berumur 30an tahun memasuki kantor olsen.


olsen langsung menyambut kedatangan wanita tersebut. " nyonya besar.... selamat datang. "


wanita itu hanya menjawab dengan mengangguk. pandangannya langsung tertuju pada alan dan yang lainnya yang masih duduk di kursi tamu.


" salam nyonya besar. " alan membuka sapa pada pemimpin pasukan revolusi.


" hahaha.... jangan terlalu resmi seperti olsen. panggil saja aku puteri leony. "

__ADS_1


" puteri leony? "


__ADS_2