New World

New World
pasukan elit 2


__ADS_3

seminggu telah berlalu setelah peperangan di pabrik senjata. berita tentang kemenangan pasukan revolusi pun sudah tersebar keseluruh penjuru kerajaan south mountain. hasil dari peperangan tersebut benar benar merubah arus para player.


para player mengetahui jika yang dilawan oleh pasukan revolusi adalah guild seven guardian. walaupun guild seven guardian tidak berbasis di kerajaan south mountain. para player mengetahui kebesaran nama seven guardian. jika sebuah guild besar saja kalah perang dengan pasukan revolusi, apa jadinya jika hanya pemain independen atau kelompok kecil. para player pun berpikir ulang untuk terus terusan memburu pasukan revolusi.


di dalam ruang penelitiannya, sander tetap bisa tersenyum walaupun pasukan revolusi memenangkan perang. "bagus... dengan ini selesai. akhirnya kekuatan yang kuimpikan bisa kudapatkan... hahaha" sander tertawa sambil memegang bola rubi yang semuanya telah berwarna hitam. perlahan tapi pasti sander berhasil mengendalikan kekuatan yang ada di dalam bola rubi tersebut dengan mengorbankan kepala pasukan revolusi atau warga sipil yang diberikan oleh para player.


sander memang tidak memperdulikan jika kepala kepala yang diberikan kepadanya adalah kepala pasukan revolusi atau pun warga sipil. bagi sander yang terpenting adalah dirinya bisa mengendalikan kekuatan dari bola rubi yang dirinya miliki. sander juga tidak memikirkan hasil perang antara pasukan revolusi dan guild seven guardian. tujuan utama dirinya memasang buronan untuk setiap kepala pasukan revolusi hanya untuk bisa mengendalikan kekuatan dari bola rubi tersebut. namun di satu sisi, sander juga bisa melemahkan pasukan revolusi dengan memasang buronan untuk kepala pasukan revolusi. tentu hal tersebut menjadi keuntungan lebih dari tujuan utama sander.


"tinggal satu langkah terakhir..." sander tersenyum licik, dirinya sudah tidak sabar untuk memenuhi niat terpendamnya selama ini. sudah terlalu sabar baginya menjadi pelayan raja robert selama ini. kini rencananya untuk mengambil alih kekuasaan kerajaan akan segera terwujud. dengan melemahnya pasukan revolusi, dan kekuatan baru yang dirinya miliki. tidak akan ada ancaman yang berarti bagi sander untuk mengambil alih kekuasaan dari tangan raja robert.


###


"kita sampai..." alan menunjukkan sebuah hutan yang sangat lebat. setelah seminggu perjalan, akhirnya alan dan prajurit elit yang dirinya pilih sampai di tempat pelatihan. saking lebatnya hutan tersebut, alan dan yang lainnya seakan tidak bisa melihat apa yang ada di dalam hutan. cahaya matahari yang masuk ke dalam hutan tersebut juga sangat terbatas. pohon pohon yang ada di hutan tersebut juga nampak berbeda dari hutan yang lainnya. jika biasanya pohon pohon yang ada di hutan hanya setinggi 5 sampai 10 meteran, pohon yang ada di hutan tersebut jauh lebih tinggi. batang pohonnya pun jauh lebih besar daripada pohon biasa. jika 5 orang dewasa menggabungkan tangannya untuk memeluk satu pohon di hutan tersebut, mereka belum tentu bisa memeluknya secara keseluruhan.


"ini..." freya tentu hafal betul dengan hutan yang ada di depannya. "kamu serius akan melatih mereka disini?"


"tentu... tidak ada tempat yang lebih baik daripada disini."


"hah... ini akan menjadi penyiksaan bagi mereka." freya menghela nafas panjang. dirinya sudah bisa membayangkan apa yang akan dialami pasukan pilihan alan.


"ayo bergegas. jika malam telah tiba akan sulit untuk memasuki hutan."


rombongan alan langsung mengikuti alan yang berjalan memasuki hutan. alan sengaja mengajak prajurit pilihannya untuk berlatih sambil levelling di hutan selatan, tempat freya berasal. bagi alan, tidak ada tempat yang lebih efektif daripada hutan selatan. selain area disini masih tidak terjamah oleh para player, kualitas monster disini juga jauh lebih kuat daripada di tempat lainnya.


"uaaarghh..."


belum ada setengah jam alan dan yang lainnya masuk ke dalam hutan. mereka sudah disambut dengan raungan keras seekor monster. dari suaranya saja mereka sudah tahu jika monster tersebut bukanlah monster biasa.


"hem... mangsa pertama..." bukannya takut setelah mendengar raungan monster tersebut, alan malah tersenyum bahagia. para prajuritnya yang berada di belakangnya pun hanya bisa tersenyum canggung menanggapi perkataan alan, menganggap alan tengah gila.

__ADS_1


[Lionwing. special elit monster, level 52


hp 80000.]


seekor monster singa dengan tinggi lebih dari 5 meter berlari ke arah alan. monster tersebut memiliki sepasang sayap di punggungnya. jika sayapnya dikepakkan, mungkin bisa seukuran 3 orang dewasa. sayap tersebut dihiasi bulu bulu yang terbuat dari besi, ujung ujung bulu nampak runcing, tajam, setajam pisau. di keempat kakinya terpasang cakar cakar yang bisa merobek apapun. belum lagi sepasang taring yang keluar dari mulut monster tersebut. ditambah dengan mata merah menyala, membuat monster tersebut nampak sangat mengerikan.


"ini..." tidak hanya para prajurit alan, jonta yang baru pertama kali melihat monster sebesar ini langsung merinding ketakutan. kakinya gemetaran, seakan akan kakinya tengah kehilangan tenaga untuk berlari.


"jangan diam saja! range class! awali serangan!" komando alan mengembalikan kesadaran prajuritnya dari ketakutan. prajurit alan sadar jika mereka tidak melawan, mereka hanya akan menjadi makanan bagi monster tersebut.


ciu...


ciu...


7 anak panah langsung menyasar ke monster singa tersebut. ketujuh anak panah tersebut berasal dari prajurit alan. ketujuh anak panah tersebut nampak meluncur dengan asal asalan. alan bisa melihat jika anak panah yang meluncur tersebut tidak memiliki tenaga yang cukup untuk menembus kulit monster singa.


thang...


thang...


"ah... sepertinya ini akan menjadi pelatihan yang panjang..." alan menghela nafas panjang melihat prajuritnya yang ketakutan dihadapan monster singa. saking takutnya, prajuritnya memanah dengan tangan gemetaran.


"clara... ikuti aku! freya, shoote sun back up belakang!" alan tentu tidak ingin mengambil resiko dengan mempertaruhkan nyawa prajuritnya dalam sesi latihan pertama. alan perlu memberi contoh terlebih dahulu bagaimana caranya berburu monster.


clara langsung maju ke hadapan monster singa. dengan tangan kanan menggenggam erat pedangnya, dan tangan kiri memegang perisainya, clara nampak seperti pejuang sejati yang sedang menantang monster.


slash...


sebuah tebasan langsung menyambar wajah monster singa. luka yang dalam terlihat dari bekas tebasan clara. semua prajurit alan beserta jonta tentu kagum melihat clara bisa memberikan luka yang dalam di wajah monster singa.

__ADS_1


alan langsung menyusul serangan clara dengan tembakan jarum beracunnya. tembakan alan bisa tepat menancap di bekas tebasan clara.


uargh...


monster singa tersebut langsung marah besar setelah wajahnya dilukai. monster singa tersebut langsung melepaskan serangan cakarnya ke arah clara.


boom...


sekilat sihir cahaya langsung menepis cakar monster singa tersebut. membuat cakar singa tersebut terpental ke belakang. belum sempat monster singa tersebut menapakkan kakinya secara utuh, akar akar pohon keluar dari dalam tanah, membuat pergerakan monster singa tersebut terkunci.


"clara... sekarang..." alan melompat bersamaan dengan clara. mereka berdua sama sama menyasar bagian kepala monster singa tersebut.


slah...


jleb...


clara memperdalam luka yang tadi dibuatnya, dan alan menyelesaikan penderitaan monster singa tersebut dengan canon clawnya. cakar alan menancap dalam, tembus sampai kebagian belakang kepala monster tersebut.


seluruh prajurit alan beserta jonta hanya bisa membuka mulutnya lebar lebar melihat kerjasama antara alan, shoote sun, clara dan freya. mereka seakan melihat alan dan yang lainnya sedang melawan anak kucing, bukan monster singa.


selesai membunuh monster tersebut, alan menghampiri jonta dan prajuritnya. "jika kalian tidak siap untuk menjadi kuat... silahkan kembali... tinggalkan senjata yang igor berikan kepada kalian. tapi jika kalian sudah siap... minimal kalian harus bisa melakukan hal seperti yang aku perlihatkan tadi."


jonta dan prajurit alan hanya mengangguk mendengar perkataan alan. namun tatapan mata mereka sangat bersemangat. mereka semua telah berniat untuk menjadi kuat dengan mengikuti alan.


"jonta... ada hal yang ingin kucoba..." alan menarik jonta untuk mendekati bangkai monster singa tersebut.


jonta tentu hanya bisa menuruti alan. dirinya masih belum tahu apa yang ingin alan pinta dari dirinya.


"coba bangkitkan monster ini!"

__ADS_1


perkataan alan tentu membuat semua orang yang ada disana. semua orang sudah tahu jika jonta memiliki skill untuk membangkitkan orang mati dan menjadi bawahan jonta. namun membangkitkan monster yang mati? semua orang yang ada disana pasti berpikir alan sudah gila.


__ADS_2