
Gila, sombong, sok sok an... Itulah mungkin yang dipikiran para pemain setelah membaca postingan provokasi Alan. Berbagai komentar pedas membanjiri forum yang semuanya mengarah ke Alan.
Alan sama sekali tidak menanggapi dengan serius berbagai komentar yang ada di forum. Dia segera menutup jendela forum dan melanjutkan persiapannya untuk menghadapi gelombang pemain yang mengincarnya.
Selang setengah jam Alan mulai melihat gerombolan pemain yang bersembunyi di pepohonan. Alan sangat yakin tidak ada grup yang berani menyerangnya terlebih dahulu.
Jika ada salah satu grup yang berhasil menangkapnya, Pasti grup itu akan menjadi incaran grup lainnya.
Alan terus mengamati dengan zoomnya. Ada lebih dari 20 grup yang anggotanya beragam. Ada grup yang beranggotakan 10 orang, 6 orang, 8 orang bahkan ada yang cuma 2 orang. Alan juga melihat ada pemain individu yang memisah dari grup. Menandakan pemain itu adalah pemain solo. Kalau dikira kira, pemain yang datang ke tempat Alan ada lebih dari 200an orang.
Alan dengan santainya berdiri menunggu para pemain itu untuk bergerak ke arahnya.
10 menit
15 menit
20 menit
Para pemain itu hanya mengawasi Alan. Alan yang mulai bosan pun memprovokasi mereka. Alan tiduran di batu, melakukan push up, sampai berlagak kencing. Semua Alan lakukan agar ada grup yang bergerak ke arahnya. Tapi tetap saja tidak ada yang bergerak.
"Sepertinya aku yang harus bertindak terlebih dahulu." Alan tersenyum licik. Dirinya langsung menghubungi Freya yang bersembunyi di area pepohonan.
Freya yang mendapat instruksi dari Alan segera bertindak. Freya menggerakkan pohon pohon yang menutupi lubang. Ada lebih dari 20 lubang yang terbuka oleh sihir Freya. Di dalam lubang tersebut terdapat gas beracun yang sudah Alan persiapkan.
Dengan perlahan tapi pasti, Gas beracun itu keluar dari lubang dan mulai menutupi area pepohonan. Gas beracun itu pun mendekati dari belakang ke arah grup grup pemain yang menunggu Alan.
[Player telah terkena Centipede poiton. Hp akan menurun 10 poin setiap detik. Segera keluar dari area racun untuk menghindari terkena racun lebih banyak.]
Pemberitahuan sistem benar benar mengejutkan para pemain yang menunggu Alan. Mereka segera mencari tempat yang aman untuk menghindari racun.
Namun naas bagi mereka. Area pepohonan sudah tertutup oleh gas beracun. Mereka tidak punya pilihan lain selain keluar ke area rerumputan di pinggir sungai.
"Akhirnya keluar juga kalian." Senyum Alan yang senang dengan keluarnya grup pengincarnya. Alan langsung menarik busur panahnya.
ciu....
duar...
Semburan api langsung tercipta dari benturan anak panah alan dengan armor besi salah satu Knight. Pemain yang berada di sekitar Knight pun ikut terkena serangan. Ada yang langsung mati, ada yang Hp nya langsung tinggal setengah, Ada juga yang sekarat.
"Hati hati dengan serangan jarak jauhnya... Dia seorang Archer..." Teriak seorang elementalist sambil mengarahkan serangan berupa pedang angin ke arah Alan.
Alan dengan sigap menghindari serangan tersebut. dirinya melompat ke batu yang lain. Serangan dari elementalist tersebut menjadi awal bombardir serangan ke arah Alan.
Pemain range class langsung melancarkan serangan bertubi tubi ke arah Alan. Bola api, sambaran petir, pedang angin, lesatan cahaya bergerak lurus mengarah ke tempat Alan berdiri.
Alan dengan santainya masuk ke bayangan batu di permukaan air. Semua serangan dari pemain range class itu pun hanya menghancurkan batu tempat Alan berdiri tadi.
Booom...
Batu meledak menjadi puing puing kecil, Air sungai pun ikut melompat ke atas hingga air yang melompat ke atas menimbulkan gerimis kecil yang membasahi setiap pemain.
"Mati sudah si belagu satu itu." Kata elementalist yang tadi menembakkan pedang angin.
"Apa kamu yakin?" Kata Alan yang tiba tiba muncul di samping elementalist tersebut.
Alan keluar dari bayangan ketika perhatian pemain tertuju pada lonjakan air. Dirinya langsung menggunakan Shadow Stab untuk muncul disamping elementalist.
"Ka...kau...bagaima..."
Slassh...
Pedang pendek Alan langsung menebas kepala elementalist tersebut. Tanpa sempat dirinya menyelesaikan kata katanya.
Tidak berlama lama Alan bersenang hati telah berhasil membunuh elementalist yang besar mulut tersebut. Alan langsung mengeluarkan Black Breathnya untuk menghentikan pergerakan pemain di sekitarnya.
[Player telah terkena racun Black Venom. Hp player akan berkurang 10 poin tiap detik. Player terkena efek stun.]
__ADS_1
Setiap player di dalam gas beracun mendapat notifikasi dari sistem. Mereka hanya bisa terkejut, memasang muka memelas agar tidak terjadi hal yang tidak mereka inginkan.
Sayangnya Alan benar benar tidak memiliki belas kasihan. Dengan mengaktifkan Shadow Stepnya, agility Alan langsung naik 2x lipat. Alan dengan cepat menghabisi setiap pemain yang ada di dalam gas beracun.
Tidak sampai 10 detik Alan sudah menghabisi semuanya. Lebih dari 70 pemain dihabisi Alan hanya dalam 10 detik. berarti setiap detik Alan menghabisi 7 pemain.
"Apa dia manusia?" Seorang knight sangat terpukul melihat Alan dengan sangat cepat menghabisi lawan lawannya.
Alan berjalan perlahan keluar dari gas beracun. Tetesan darah masih mengalir dari pedang pendeknya. Mata tajamnya benar benar menusuk sampai ke tulang bagi siapapun yang menatapnya.
"Apa masih ada yang penasaran?" Pertanyaan yang sederhana dari Alan tapi sangat sulit untuk dijawab.
Gerombolan pemain hanya terpaku melihat alan mendekati mereka.
"Jangan besar kepala... Apa yang bisa kamu lakukan tanpa skillmu?" Teriak seorang swordman.
Alan mengerutkan dahinya setelah melihat swordman tersebut. Dia adalah teman dari shoote sun. Alan langsung mencari keberadaan Shoote Sun.
Jika ada Shoote Sun, Alan akan sangat kesusahan mendaratkan serangan pada lawan. Mengingat kemampuan crowd control Shoote Sun benar benar hebat. Alan bisa menghela nafas lega setelah dirinya tidak mendapati adanya Shoote Sun di sekitarnya.
"Kamu bisa mencobanya kalau mau?" Alan hanya menyeringai. mencoba memprovokasi swordman.
Swordman itu pun hanya bisa menggigit giginya sendiri. Dia ingin menyerang, tapi tidak berani menyerang sendiri.
"Ayo serang dia bersama sama.... Kita buat dia menyesal telah begitu sombong..." Teriak swordman tersebut agar mendapat bantuan untuk menyerang Alan.
Swordman dan teman temannya itu pun maju untuk menyerang Alan bersama sama.Ppemain lain yang melihat swordman dan teman temannya menyerang, Ikut bergerak ke arah Alan.
Ciu...
Sebuah anak panah berlapis api menyerang Alan, Alan hanya melompat menghindar. belum sampai Alan mendarat dirinya sudah mendapat serangan dari dua orang knight.
thang.... thang...
Alan berhasil menangkis serangan kedua knight. pedang dan belati Alan tertahan oleh pedang kedua knight. Alan mencoba untuk melepaskan diri dari kedua knight tersebut, tapi kedua knight tersebut terus menyerang Alan.
"Double Chop!"
Alan langsung mengaktifkan Wind Shieldnya tepat saat serangan swordman mengarah kedirinya.
Thang... thang...
Serangan swordman terhenti, durability Wind Shield Alan berkurang setengahnya. Tidak menunggu serangan selanjutnya menyasar dirinya, Alan langsung mengaktifkan Tornado Dance.
"Tornado Dance..."
Angin puyuh langsung menarik swordman, knight dan pemain yang sedang mendekati Alan. Mereka pun terbang mengikuti angin puyuh. Alan langsung melompat kedalam angin puyuh dengan belati dan pedang pendeknya Alan menghabisi setiap pemain yang terseret di dalam angin puyuh.
Tidak sampai 1 menit Alan sudah menghabisi setiap pemain. tubuh dan drop item berjatuhan di sekitar Alan. Alan menyisihkan drop item yang berjatuhan di sekitarnya. Dia masih harus mengurus pemain range class yang tidak ikut terserap angin puyuh.
"Wind Slash!"
Tebasan angin langsung mengarah ke para pemain. Pemain yang tidak siap langsung terkena serangan, Sedangkan yang sudah siap dengan serangan Alan langsung menghindari. Serangan Alan tidak sampai di situ, dengan cepat dirinya sudah berada di dekat para pemain range class. Pemain range class sangat efektif untuk serangan masal ataupun serangan jarak jauh. Tapi untuk serangan jarak dekat, mereka tentu tidak seahli pemain melee class.
Alan pun tidak menemui kesulitan berarti menghadapi pemain range class tersebut. Alan hanya perlu sesekali menggunakan skill Shadowingnya untuk menghindari serangan yang mengarah ke dirinya.
Layaknya seorang penari yang sedang memainkan pedangnya. Tebasan demi tebasan Alan lepaskan ke setiap pemain. Setiap tebasan Alan selalu mengarah ke titik vital pemain. Darah dari setiap pemain yang Alan tebas membasahi pedang pendek dan belatinya.
Pemain pemburu Alan yang tadinya berjumlah 200an, kini hanya tersisa tidak lebih dari 30 pemain. Alan dengan santainya membersihkan pedangnya dari darah pemain yang dia tebas, sambil menoleh ke arah pemain yang tersisa. Selesai membersihkan darah dari pedangnya. Alan dengan perlahan menghampiri kumpulan pemain tersebut.
"Jadi?" Alan memasang senyum terjahatnya.
Pemain yang sudah melihat Alan menghabisi lawannya satu persatu kehilangan niat untuk melanjutkan pertarungan. Lebih tepatnya mereka takut kepada Alan. Mereka yakin akan bernasib sama dengan pemain yang sudah menjadi korban Alan.
Tidak sampai Alan sudah berada di dekat mereka. Mereka langsung memilih untuk balik kanan dan kabur dari Alan.
Alan yang melihat para pemain kabur pun memilih tidak melanjutkan pertarungan. Dirinya memilih untuk mengumpulkan drop item dari setiap pemain yang dia bunuh.
__ADS_1
"Hahaha.... Panen besar..." Gumam Alan pelan sambil mengumpulkan drop item.
Di area pepohonan Soothe Sun mengamati Alan yang sedang mengumpulkan drop item. Dia hampir tidak percaya dengan apa yang telah diihatnya tadi.
Kepungan ratusan pemain hampir tidak berarti untuk Alan. Setiap pergerakan Alan benar benar terukur. Cara Alan menghindari serangan. Cara Alan menempatkan posisinya. cara Alan menyerang. Seakan akan apa yang berada di dalam medan pertempuran memang sudah berada di tangan Alan.
"Hah... Paling tidak aku sudah memperingatkan mereka." Gumam Shoote Sun.
Sring....
Shoote Sun terkejut dengan suara pedang yang ditarik dari sarung pedangnya. Begitu sadar dia sudah mendapati sebuah pedang sudah menempel di lehernya. Shoote Sun pun tidak berani bergerak, takut si pemilik pedang akan menebaskan pedangnya.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya si pemilik pedang.
ShooteSun sangat mengenal suara tersebut.
"Clara... Ini aku..." Jawab Shoote Sun yang mencoba menjelaskan tentang keberadaannya ditempat itu.
"Aku tahu itu kamu... Apa yang kamu lakukan ditempat ini? Kamu mencoba menyerang kakak AS secara tiba tiba kan?" Tanya Clara.
"Tidak... aku..."
"Cukup... Cepat keluar dari sini..." Kata Clara sambil menarik Shoote Sun untuk berdiri dan berjalan ke arah Alan. Shoote Sun pun menuruti Clara, dirinya berjalan ke arah Alan dengan pedang yang menempel di lehernya.
Alan yang melihat Clara dan Choote Sun pun terheran dengan adegan yang mereka berdua tunjukan.
"Ada apa ini?" Tanya Alan.
"Dia mencoba menyerangmu secara diam diam." Kata Clara
Alan mengerutkan dahinya setelah mendengar perkataan Clara. Dirinya sangat yakin Shoote Sun tidak akan bertindak seperti itu. karena Shoote Sun lah yang memberi tahu tentang poster buronan Alan.
"Benarkah itu?" Tanya Alan dengan dingin. Siap bertindak jika mendapatkan jawaban yang tidak tepat.
"Ti... tidak... a... Aku hanya datang untuk melihat..." Jawab Shoote Sun dengan tergagap. Dirinya sudah melihat sendiri Alan beraksi membunuh pemain yang mengincarnya. Tentu dirinya tidak ingin menambah daftar pemain yang dibunuh Alan.
"Ok... Lepaskan dia..."
"Tapi kak..." Sanggah Clara.
"Lepaskan saja..." Alan mencoba meyakinkan Clara.
"Tapi bagaimana kalau dia menyerangmu?"
"Hahaha... Menyerangku? Aku yakin dirinya mesti berpikir 1000 kali setelah melihat semuanya." Jawab Alan dengan senyuman jahatnya.
Shoote Sun seakan tahu apa yang dipikiran Alan. Dirinya memang tidak ada niat untuk menyerang Alan. Tapi melihat senyum jahat Alan, seakan akan Alan berkata kalau Alan bisa membunuh dirinya dengan mudah jika dia ingin menyerang Alan.
Clara pun dengan berat hati menurunkan pedangnya. Shoote Sun bisa bernafas dengan lega sekarang. Alan yang masih sibuk mengumpulkan item pun tertawa geli melihat wajah Shoote Sun yang tampak sangat lega.
"Apa yang akan kamu lakukan dengan semua item itu?" Tanya Shoote Sun yang terheran dengan Alan. Biasanya pemain hanya akan mengambil item yang bisa dipakai oleh dirinya. Tapi Alan mengambil semua item yang dijatuhkan pemain. Entah itu yang bisa dia pakai atau tidak.
"Aku ingin menjualnya." Kata Alan yang masih sibuk dengan kegiatan mengumpulkan item.
Shoote Sun yang mendengar jawaban alan langsung terpikir dengan kenalannya.
"Menjual? Mungkin aku bisa bantu." Jawab Shoote Sun
"Kamu? Membantu? Aku bisa menjualnya sendiri." Alan merasa bantuan dari Shoote Sun hanya akan mengurangi keuntungannya dari penjualan item.
"Ah... Kamu pasti belum tahu fungsinya pemain Merchant."
Alan yang mendengar kata merchant langsung menoleh ke Shoote Sun. Dirinya memang belum tahu betul tentang New World dan sistem perdagangan di New World.
"Ok... Aku dengarkan dulu saran darimu." Kata Alan sambil mendekat ke arah Shoote Sun.
__ADS_1