
***Surat dari Liliyana Scraft, Liliyana Proove***
Satu kecupan hangat sebagai pengawal pesan terakhir dariku kepadamu.
Entah apa yang membuatku bisa berpikir untuk menulis sebuah surat kepadamu. Entah kamu akan membacanya kapan dan dimana, aku harap kata kata yang ada di dalam surat ini bisa berguna.
Mendengar tangisanmu yang pertama kali di dunia ini adalah sebuah keajaiban tersendiri bagiku. Aku tidak menyangka sama sekali, dari dalam perut besar yang aku bawa selama sembilan bulan, akan memunculkan seorang malaikat tak bersayap seperti dirimu.
Tangisan pertama yang kamu berikan kepadaku waktu itu, memberikan sebuah status yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya, IBU. Ya... Kelahiran dirimu membawa sebuah perubahan kepada kehidupanku. Aku tidak tahu apa yang Julian pikirkan tentang kelahiran dirimu, tapi satu hal yang aku yakin, dia juga pasti berpikir kelahiran dirimu memberikan sebuah perubahan tersendiri kepada dirinya.
Tangisan pertamamu... Tangisan itu begitu terngiang di sepanjang hidupku... Tidak akan pernah aku lupakan, sesosok bayi kecil yang masih berwarna merah, berhasil membuat gaduh suasana malam yang tadinya begitu hening. Bukan kegaduhan yang membuat suasana menjadi gempar, melainkan kegaduhan yang memberikan senyuman senyuman hangat di dalamnya.
Tangisan pertamamu... Tangisan itu tidak akan pernah aku lupakan sepanjang hidupku... Karena dalam tangisan pertamamu itu, satu hal baru kamu ajarkan kepadaku...
Cinta sejati...
__ADS_1
Cinta yang benar benar sejati... Melebihi kapasitas dari cinta sepasang kekasih.
Cinta yang tidak akan pernah menuntut dan dengan suka rela memberi. Tidak akan pernah meminta, dan akan selalu menawarkan yang terbaik.
Tangisan pertamamu itu... Adalah suatu hadiah terindah dalam hidupku...
Terima kasih Alan... Kamu telah memberikan suatu warna yang berbeda untuk kehidupanku...
Membesarkan dirimu... Merawat dirimu... Mendidik dirimu... Itu adalah suatu kesempatan yang tidak akan pernah bisa aku dapatkan lagi di manapun dan kapanpun.
Kamu telah berhasil menambah cinta di dalam hidupku... Cinta yang bahkan tidak akan pernah Julian mampu berikan kepadaku.
Melahirkan dirimu... Adalah suatu langkah paling tepat yang aku ambil dalam hidupku...
Aku tak bisa menahan tangis, ketika melihat dirimu harus pergi meninggalkanku dan Julian. Rasa tidak ingin kehilangan akan sosok malaikat tak bersayapku, begitu memukul segala sisi pikiran dan hatiku.
__ADS_1
Tapi aku pun juga tahu, jika kamu juga memiliki hidup seperti diriku. Kamu juga nantinya akan menemui keadaan seperti diriku. Di mana kamu nantinya akan bertemu dengan cinta sejati milikmu.
Satu hal yang aku tanamkan di dalam pikiranku waktu itu, kamu pergi untuk mencari cinta sejati milikmu. Seperti aku menemukan cinta sejati dari dirimu.
Terima kasih Alan... Kamu telah memberikan kesempatan kepadaku untuk merasakan cinta sejati. Aku tahu dan yakin dengan pasti...
Suatu saat... Kamu juga akan mendapatkan kesempatan yang aku dapatkan ini.
Karena satu hal yang pasti... Kita hidup berdasarkan cinta... Seseorang akan benar benar mati jika sudah tidak ada cinta di dalam hatinya.
Selama masih ada cinta di dalam hatinya. Maka orang tersebut akan terus hidup selamanya. Entah itu hanya di dalam hati seseorang, atau pun hanya dalam ingatan.
Terima kasih banyak cinta sejatiku yang pertama dan yang terakhir.
Liliyana Scraft
__ADS_1
NB:
Jangan lupa makan! Potong rambut jika sudah panjang! Kumis dan jenggot dicukur, Ibu tidak suka melihat pria yang brewokan.