
"Aku tidak menduga... Ternyata kekuatan yang kamu miliki begitu besar."
"Percayalah... Aku belum serius dalam menghadapimu..."
Alan dan Toni saling bertukar serangan dengan masing masing senjata mereka. Toni dengan Mino Hammernya, dan Alan dengan The Forgotten Daggernya. Pertukaran kedua senjata Legendary Class tersebut menggetarkan ruang dimensi yang Alan buat untuk latih tanding mereka berdua.
Jika saja ruangan tempat mereka berlatih tanding tidak dilindungi ruang dimensi yang Alan buat, pastilah tidak hanya ruangan tersebut yang hancur. Melainkan seisi Istana Kerajaan Demon God bisa luluh lantah.
"Kalau begitu seriuslah... Kamu tidak ingin Joker jatuh ke tanganku seutuhnya kan?" Toni tersenyum di balik serangannya. Dirinya sudah meminta kepada Joker untuk menampilkan semua skill skill yang Alan miliki, dan dirinya begitu yakin tidak akan terjebak dalam satu skill yang begitu merepotkan bernama Shadow Zone.
"Aku tidak bisa konsentrasi, bayangan akan mengendarai mobil barumu terus terngiang di kepalaku..." Ejek Alan sembari menangkis serangan palu dari Toni.
"Besar mulut tidak akan berpengaruh kepadaku, bodoh!" Umpat Toni yang merasa risih mendengar serangan psikis dari Alan.
"Baiklah kalau kamu memintaku serius..." Alan menjaga jarak dari Toni, mengalirkan sensasi panas di dalam tubuhnya ke dalam bayangannya.
"Aku tidak akan membiarkanmu..." Toni seketika menghentakkan kakinya.
Lantai tempat bayangan Alan berada pun langsung retak, membuat keseimbangan Alan goyah. Seketika Alan gagal mengaktifkan Shadow Zonenya.
"Sial..." Alan melompat ke udara untuk mencegah tubuhnya terperangkap dalam retakan lantai.
Toni tidak membuang kesempatan. Dengan satu hentakan kakinya sekali lagi, lantai di bawah kakinya melontarkan tubuhnya ke udara untuk meluncur ke arah Alan.
Thang...
Thang...
"Skillmu lumayan..." Puji Alan akan keanekaragaman skill yang Toni miliki.
"Ini bukanlah skill... Ini adalah pengaturan mana... Kamu tidak akan selamat jika aku mengeluarkan skill skill ku..." Toni tidak memberi ampun pada Alan, dirinya sudah merasakan seperti apa manfaat memakai Joker. Jika dirinya bisa mendapatkannya dari Alan tanpa merusak persahabatannya, tentu dirinya tidak ingin membuang kesempatan yang ada.
"Bukan skill? Pengaturan mana?" Alan sedikit terkejut mendengar apa yang Toni katakan. Hal seperti itu terasa asing bagi dirinya, bahkan hal seperti itu tidak dirinya jumpai sama sekali di Dunia Abyss.
"Aku tahu jika kamu belum bisa melakukan hal seperti itu... Itu lah sebabnya aku berani memasang taruhan padamu..." Senyum licik Toni kini terpancar di wajah Toni. Seakan dirinya begitu bangga akan senjata rahasianya tersebut.
"Seorang Kapten Light Guardian memang bukan sembarangan player..." Puji Alan yang mengakui kekuatan yang Toni miliki.
"Jadi? Apa kamu akan menyerah secara baik baik?" Tawar Toni pada sahabatnya satu itu.
"Menyerah? Kata itu sudah aku hapus dalam daftar kamusku..." Alan tersenyum kecil menanggapi pertanyaan bodoh dari Toni. Toni memang kuat dan bisa mengendalikan mananya sesuka hati, lebih dari 3 item epic class tersemat di tubuhnya, ditambah senjatanya juga sama levelnya dengan senjata Alan. Tapi Toni belum lah sekuat Asmodias, Jenderal Demon terkuat yang pernah Alan kalahkan.
"Baiklah... Mari kita serius..."
"Earth Blade Wave!"
__ADS_1
Pedang pedang runcing langsung mencuat dari dalam tanah, mengejar sosok Alan yang berdiri beberapa meter di hadapan Toni.
"Ini yang aku harapkan... Aku memberikanmu kebanggaan menjadi yang pertama melihat hal ini..."
Wuing...
Tanpa mengalirkan sensasi panas di dalam tubuhnya ke dalam bayangannya, Alan mengeluarkan aura kegelapan.
"Bagaimana bisa?" Toni sedikit terkejut melihat Alan bisa mengeluarkan aura kegelapan tanpa persiapan. Padahal berdasarkan informasi dari Joker, Alan perlu mengalirkan kekuatan Shadow Blood ke dalam bayangannya untuk mengaktifkannya.
"Terkejut? Itu belum seberapa..."
Tubuh Alan langsung menghilang dengan sendirinya, pedang pedang tanah yang mengincar dirinya langsung saling bertabrakan satu sama lain karena tidak menemukan sasarannya.
Alan telah mengganti Class utamanya menjadi Assassin, second class yang dimilikinya. Jika Alan menggunakan Wind Archer sebagai Class utamanya, maka Alan perlu mengalirkan kekuatan Shadow Blood ke dalam bayangan untuk mengaktifkan Shadow Blood. Karena selama Alan memakai Wind Archer sebagai Class utamanya, darah Elfnya lah yang bekerja lebih dominan.
Berbeda cerita jika Alan memakai class Assassin, Darah Demon Alan akan lebih dominan. Membuat Alan akan lebih leluasa memakai kekuatan Shadow Blood yang ada di dalam tubuhnya.
"Aku tahu kamu akan mengincar titik butaku..." Toni segera menghindari serangan tebasan belati Alan yang tiba tiba menyerang dari belakang.
"Hebat... Tapi ini akan berakhir dengan cepat..."
"Rain of Shadow Blade!"
Hampir sama dengan serangan pedang tanah Toni, Alan mengeluarkan ratusan pedang bayangan dari dalam bayangan Toni.
Merasa tidak bisa menghindari serangan ratusan pedang bayangan Alan yang menyerang tiba tiba, Toni mengaktifkan skill perlindungan tubuhnya. Serangan pedang Alan pun langsung berbalik arah dan menyerang Alan.
"Bagus juga skillmu..." Alan mengibaskan tangannya, dan semua pedang bayangan yang mengincar dirinya langsung menghilang seketika. Mengembalikan semua pedang bayangan tersebut kembali ke bentuk semulanya, bayangan Toni.
"Shake and Shake!"
Toni menghantamkan Mino Hammer ke lantai. Seketika pijakan kaki Alan bergetar dengan hebat, Alan merasa kesulitan untuk menyeimbangkan tubuhnya.
"Hammer Fly!"
Mino Hammer langsung meluncur ke arah Alan yang masih mencoba menegakkan tubuhnya. Toni benar benar tidak memberikan kesempatan kepada Alan untuk bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya.
Tidak berhenti sampai disitu, Toni tidak percaya jika kombinasi serangannya tadi akan bisa mengalahkan Alan. Dirinya segera meluncur ke arah Alan dan bersiap mendaratkan satu skill tangan kosong terkuatnya.
"Luar biasa... Kombinasi yang mematikan..." Alan sedikit terkejut dengan apa yang Toni tampilkan. Terlihat jelas jika Toni begitu berpengalaman dan sangat menguasai semua skill skillnya.
"Absolute Darkness!"
Alan tahu dirinya tidak akan bisa selamat jika tidak memberikan yang terbaik pada satu pertukaran serangan ini. Dirinya pun juga harus menghargai Toni yang sudah mengeluarkan segenap kekuatan yang dimilikinya.
__ADS_1
Wuing....
Semua yang ada di dalam ruangan tersebut langsung gelap seketika. Meskipun tubuh Alan masih bisa Toni lihat dengan jelas, tapi Toni tahu jika ini adalah kekuatan terbesar yang Alan keluarkan.
Slash...
Mino Hammer hanya menembus tubuh Alan ketika mengenai tubuh Alan. Seakan akan tubuh Alan hanya sebuah bayangan proyektil.
"Bayangan? Tidak mungkin..."
Toni terlambat untuk menghentikan serangannya, dirinya sudah mengumpulkan semua mana yang dirinya miliki pada tinjunya. Bersiap mengakhiri Alan dengan satu serangan.
Slash...
Sama seperti Mino Hammer, Toni hanya menembus tubuh Alan yang diserangnya. Tanpa sedikitpun memberikan luka pada tubuh Alan. Toni mencoba berbalik arah, bersiap melepaskan tinjunya sekali lagi. Mana yang dirinya kumpulkan di tangan kanannya masih belum terlepas sehingga dirinya masih bisa memberikan serangan yang mematikan pada Alan.
"Menyerahlah..." Belum sampai Toni membalikkan setengah badan, Alan sudah berdiri di belakang Toni dengan The Forgotten Dagger menempel di leher Toni. Toni tidak tahu kapan Alan melakukan hal tersebut. Namun dirinya sangat tidak menduga jika Alan bisa melakukan hal seperti itu.
"Hah... Luar biasa..." Toni menghela nafas panjang dan menurunkan kepalan tinjunya, pertanda dirinya mengakui kekalahan atas latih tanding dengan Alan.
###
"Apa yang kamu katakan? Katakan dengan jelas!" Bentak Atlantik pada Silent Rogue yang menghubungi dirinya melalui panggilan sistem.
"Aaa... Aaa... Begini Commander... RnP Guild telah dikalahkan dalam perang... Dan Kuil Cahaya juga telah dihancurkan..." Jawab Silent Rogue yang masih belum sepenuhnya sadar atas apa yang tadi dirinya lihat.
Matanya hampir lepas dari kepalanya ketika melihat RnP Guild yang berjumlah ribuan, harus menyisakan beberapa ratus player yang mencoba kabur dari area pertempuran. Bahkan Sang Guild Master RnP Guild ikut terbunuh dalam pertempuran yang dirinya lihat.
"Kamu jangan bercanda!" Bentak Atlantik sekali lagi... Mengingatkan pada Silent Rogue agar tidak memberikan informasi yang palsu.
"Ah... Lebih baik saya kirimkan video yang saya rekam saja Commander..." Jawab Silent Rogue, terlalu banyak kata kata tidak akan membuat Atlantik percaya begitu saja. Hanya dengan memperlihatkan video yang dirinya rekam dirinya bisa membuktikan kebenaran dari setiap perkataannya.
Setelah mendapat ijin dari Commandernya, Silent Rogue langsung mengirimkan video pada Commandernya tersebut.
"Mustahil..." Hanya satu kata yang keluar dari mulut Atlantik ketika dirinya melihat video kiriman Silent Rogue.
Tadinya dirinya berpikir jika Bangsa Demon tidak akan sekuat pria bertudung hitam itu katakan. Namun dengan video penyerangan Kuil Cahaya ini, pikirannya terbukti salah besar.
"Sepertinya aku benar benar telah memilih pihak yang benar kali ini..." Senyum kecil terpancar di wajah Atlantik. Dirinya begitu beruntung mendapat satu rekanan kerja yang nantinya akan bisa begitu menguntungkan dirinya dan Death Mask.
Dirinya langsung menghubungi seseorang melalui panggilan sistemnya.
"Greedy Bear... Kapan kamu punya waktu? Akan aku kenalkan seseorang yang bisa membantumu..." Atlantik tersenyum senyum sendiri ketika menghubungi Greedy Bear, seorang petinggi dari salah satu Guild terbesar bernama Polar Guild.
"Baiklah... Akan ku tunggu dirimu di markas Death Mask..." Sambung Atlantik di panggilan tersebut setelah mendengar jawaban dari Greedy Bear.
__ADS_1
"Tenang... Dia bisa diandalkan..." Kata terakhir tersebut keluar dari mulut Atlantik sebelum Atlantik menutup panggilan sistemnya.