New World

New World
Pembebasan Puteri Leoni 13 End of Arc 1


__ADS_3

"Apa maksudmu?" Alan tidak paham kenapa Shoote Sun tiba tiba menghentikan dirinya yang baru akan menyerang salah satu monster naga.


"Kamu lihat saja!" Shoote Sun mengambil sesuatu dari tas sistemnya. Sebuah cincin keemasan berhiaskan permata biru kecil. Sekali melihat saja Alan bisa tahu jika cincin itu bukanlah cincin biasa.


"Apa itu?" Alan tidak bisa menghiraukan rasa penasarannya, dirinya sudah bersama Shoote Sun cukup lama. Dan tidak pernah sekalipun Alan melihat Shoote Sun memakai cincin bermata biru tersebut.


"Ini adalah senjata terkuatku!" Shoote Sun memakainya dan mengarahkan kedua tangannya ke udara.


[Helios Ring. epic item.]


Alan bisa melihat nama dari cincin yang dikeluarkan oleh Shoote Sun dengan bantuan Joker. Meskipun Alan bisa melihat atributnya secara lengkap, namun Alan merasa ini bukan waktu yang tepat untuk melakukannya. Mengalahkan Sander sedang menjadi masalah utama mereka saat ini.


"Light of Helios!"


Teriak Shoote Sun untuk mengaktifkan skillnya. Sebuah tirai cahaya langsung turun dari langit dan menyelubungi seluruh tubuh Shoote Sun. Semua cahaya tersebut langsung meresap ke dalam tubuh Shoote Sun secara perlahan.


Sander yang melihat sebuah tirai cahaya turun dari langit tentu tidak tinggal diam. Dirinya tahu jika tirai cahaya tersebut adalah salah satu sihir cahaya berskala besar, yang pastinya akan membahayakan dirinya dan naga naganya. "Tak akan ku biarkan!" Sander mengirimkan bola bola apinya untuk menyerang Shoote Sun sebelum sihir cahayanya terbentuk sempurna.


Boom


Boom


Bola bola api Sander hanya mengenai pelindung akar Freya yang cepat tanggap melindungi Shoote Sun. Meskipun akar akar Freya langsung terbakar dan menciptakan kobaran api yang besar, paling tidak akar akarnya bisa menghentikan laju bola api yang menuju ke arah Shoote Sun. Memberi kesempatan kepada Shoote Sun untuk menyelesaikan sihirnya.


Naga naga hitam pun juga tidak tinggal diam begitu saja. Mereka langsung mengabaikan para pasukan revolusi dan memilih untuk bergegas ke arah tempat Shoote Sun berdiri. Mencoba menghentikan Shoote Sun mempersiapkan sihirnya.


Boom...


Boom...


Monster Golem, Monster serigala dan pasukan revolusi tentu tidak membiarkan para naga hitam tersebut. Mereka mencoba menahan naga hitam tersebut selama mungkin.


Tirai cahaya tersebut akhirnya padam, seluruh cahaya dari tirai tersebut telah merasuk ke dalam tubuh Shoote Sun seutuhnya. Tubuh Shoote Sun pun kini di penuhi dengan cahaya keemasan yang membuat jubah putihnya semakin berkilau dan indah. Mata Shoote Sun tertutup namun ada rona keemasan menghiasi kelopak matanya, setelah mata Shoote Sun terbuka. Mata Shoote Sun bagaikan sebuah bintang yang bersinar, terang, menyilaukan.


Shoote Sun mengarahkan kedua tangannya ke depan, sebuah bola keemasan yang melayang dan bersinar terang langsung tercipta di hadapan Shoote Sun.


"Kalian para pengguna kekuatan kegelapan. Biarkanlah cahaya Helios mensucikan kalian!" Suara Shoote sedikit serak, bagaikan bukan Shoote Sun yang baru saja berbicara. Melainkan orang lain yang merasuki tubuh Shoote Sun.


Bola keemasan tersebut meledak setelah perkataan Shoote Sun selesai. Namun bukan ledakan yang tercipta, melainkan sebuah terpaan cahaya yang menyilaukan mata menyebar ke seluruh penjuru arah. Cahaya tersebut menyebar sampai ke seluruh penjuru ibukota. Membuat siapapun yang berada di ibukota menutup mata akibat silaunya terpaan cahaya tersebut.


Ketika semua orang di taman tengah ibukota membuka mata, mereka melihat api yang tadinya berkobar tengah padam. Monster naga yang tadinya memenuhi taman tengah ibukota telah tiada. Dan monster serigala yang tadinya bisa bergerak kini tengah menjadi bangkai. Hanya monster golem saja yang masih bisa berdiri dengan tegapnya.


"Apa itu?" Alan tidak bisa untuk tidak kagum. Sebuah skill yang begitu dahsyat baru saja dikeluarkan oleh Shoote Sun. Pandangannya pun kini terarah kepada Shoote Sun yang tengah kembali ke bentuk semulanya, tidak ada lagi cahaya keemasan yang menyelimuti tubuhnya.


"Itu skill ultimateku dari special classku." Jawab Shoote Sun dengan nafas terengah engah. Terlihat jelas jika skill tersebut memberikan beban yang berat bagi tubuhnya. Memang selama ini dirinya menyembunyikan special classnya dari siapapun. Shoote Sun sadar diri jika ada orang atau guild lain yang tahu tentang kekuatan special classnya ini, dirinya pasti akan sangat direpotkan dengan hal hal yang tidak diinginkannya.


"Menyerahlah Sander! Naga nagamu telah habis!" Alan menggertak Sander yang masih tegap berdiri di atas panggung eksekusi. Tatapan mata Sander masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


"Kalian..." Sander menggigit giginya sendiri setelah mendengar perkataan Alan. Dirinya pun memegang erat bola crystal rugbi hitam yang ada di tangan kanannya.


"Lalu kenapa kalau mereka hilang? Aku bisa memanggil mereka lagi!" Sander mencoba mengaktifkan sihir pemanggilannya lagi.


Namun sayang, sihir pemanggilan Sander tidak mau bekerja. Berkali kali Sander mencobanya namun dirinya tidak bisa membangkitkan naga dari dalam bayangan.


"Sayang sekali... Semua sihir bertipe kegelapan sudah tidak bisa lagi di gunakan disini. Tanah ini sudah diberkati oleh dewa helios, sang dewa cahaya." Shoote Sun bersiap melancarkan sihir elemen cahayanya ke arah Sander.


Sander pun bereflek dengan mengeluarkan bola api untuk menghalau serangan sihir cahaya Shoote Sun yang mengarah kepadanya.


Boom...


"Hahaha... Lalu kenapa kalau aku tidak bisa memanggil nagaku? Kalian belum tentu bisa mengalahkanku!" Sander merasa percaya diri karena dirinya masih bisa mengeluarkan sihirnya. Dirinya sangat yakin, tanpa bantuan kekuatan kegelapan dari bola crystal rugbi hitam dirinya masih bisa menang.


"Jangan terlalu percaya diri!" Alan melepaskan anak panahnya untuk membidik Sander. Sander sekali lagi mengeluarkan bola api untuk menangkis panah angin Alan.

__ADS_1


Boom...


"Semua serang!" Komando dari Alan langsung menggerakkan pasukan revolusi dan yang lainnya untuk menyerang Sander secara bersamaan.


Namun Sander juga tidak tinggal diam, dirinya membentuk beberapa lingkaran sihir di sekitarnya. Dari setiap lingkaran sihir tersebut melesat bola bola api yang menyerang pasukan revolusi dan yang lainnya. Sander pun tidak lupa untuk mempersiapkan perlindungan. Dirinya Membuat tubuhnya terselimuti perisai sihir yang akan menjaga tubuhnya dari serangan jarak dekat.


"Cobalah kalau kalian bisa!" Sander yakin tidak akan ada yang bisa menembus pertahanannya, serangan jarak jauh akan langsung dimentahkan oleh bola bola api yang otomatis keluar dari lingkaran sihir di sekitar tubuhnya. Sedangkan perisai sihir akan memblokir serangan jarak dekat bagi pasukan revolusi yang bisa mendekatinya.


Namun siapa yang bisa mendekati Sander dengan perlindungan rentetan bola api yang terus menerus keluar dari lingkaran sihir? Bahkan untuk bisa menghindari bola bola api itu saja sudah sangat merepotkan bagi pasukan revolusi.


"Clara! Gunakan monster golemmu!" Alan melihat pasukan revolusi tidak bisa mendekati Sander sama sekali. Hanya monster golem Clara sajalah yang mungkin bisa bertahan dari rentetan serangan bola bola api Sander.


Boom...


Boom...


Kelima monster golem yang mencoba mendekati Sander terus menerus mendapat serangan bola bola api. Pertahanan yang tinggi membuat monster golem dapat bertahan. Perlahan namun pasti kelima monster golem bisa mendekati Sander.


Boom...


Pukulan dari monster golem mendarat di tempat Sander berdiri. menghancurkan panggung eksekusi. Membuat kepulan debu langsung menutupi bekas area panggung eksekusi


"Puteri..." Egner yang melihat hancurnya panggung eksekusi langsung teringat akan keselamatan puteri Leoni.


"Tenanglah... Dia sudah aman..." Alan menenangkan Egner yang panik. Egner yang mendapat peringatan dari Alan langsung melihat ke arah Alan.


Dan... Emosi yang tadinya sudah akan memuncak langsung mereda setelah melihat Puteri Leoni sedang diturunkan dari lilitan akar. Freya menggunakan kesempatan lengahnya Sander untuk menggunakan sihir akarnya guna menyelamatkan Puteri Leoni.


Ketika kepulan debu menghilang... Setiap orang yang berada disana mencari sosok Sander. Mencoba mencari tahu apakah serangan dari monster golem tadi berhasil membunuh Sander atau tidak. Namun... Sosok Sander sama sekali tidak bisa mereka dapati di bekas panggung eksekusi.


"Cukup... Kalian membuatku muak..." Sebuah suara dari angkasa membuat semua orang mengalihkan pandangannya. Sosok Sander tengah terbang di atas langit dengan perisai pelindung yang terlihat sedikit retak.


"Akan kuhancurkan kalian semua!" Sander sekali lagi menggambar tulisan tulisan rune di udara yang kosong.


Boom...


Boom...


Berbagai serangan mengenai perisai Sander, namun tidak ada yang bisa menghancurkannya secara langsung. Barulah setelah Sander menyelesaikan persiapan sihirnya, perisai pelindung yang melindungi dirinya hancur.


Semua orang yang di bawah Sander tidak sanggup untuk mengeluarkan serangan setelah melihat apa yang Sander siapkan. Bahkan untuk berteriak pun mereka tidak akan mampu. Sebuah lingkaran sihir yang besarnya seluas ibukota tengah menghantui semua orang.


"Hahaha... Akan kubakar kalian semua!" Meskipun harus menghancurkan seluruh ibukota, Sander tidak akan ragu selama dirinya bisa memenangkan pertarungan ini.


"Apa dia gila?"


'Joker... Sihir apa itu?'


[Lingkaran sihir tersebut akan mengeluarkan api hitam yang akan menghanguskan seluruh ibukota.]


Alan terdiam... Tidak bisa berkata apa apa. Dirinya benar benar tidak menduga jika seorang Great Wizard memiliki kekuatan yang mampu menghapuskan keberadaan satu kota.


'Kamu punya solusi?' Merasa tidak ada yang bisa dirinya lakukan, Alan bertanya kepada Joker untuk mendapatkan jawaban terbaik.


[Sihir dapat digagalkan jika pengguna sihir mati atau dipindahkan ke tempat yang tidak terjangkau, sehingga aliran mana untuk mempersiapkan sihir terputus.]


Penjelasan dari Joker sama sekali tidak memberikan solusi. Mau yang manapun dari kedua cara yang diberikan Joker, semuanya mustahil. Membunuh Sander saja sudah sulit, Apa lagi untuk membawa Sander ketempat yang jauh? Tentunya lebih sulit.


[Kamu bisa menggunakan Demon Necklet mu AS.]


Penjelasan terakhir dari Joker langsung membuat Alan memeriksa Demon Neckletnya, memang selama ini dirinya tidak pernah melihat berapa jiwa abadi yang telah dikumpulkannya. Jika jiwa abadinya telah mencukupi, mungkin dirinya bisa memanfaatkannya untuk memindahkan Sander.


"Kurang satu?" Alan mendapati jiwa abadi yang telah dikumpulkannya berjumlah 999. Kurang satu lagi dan dirinya bisa menggunakan Demon Neckelt untuk membuka Demon Gate. Alan pun memeriksa sekitarnya untuk mencari pemain yang bisa dia bunuh. Namun... Player mana yang cukup gila berdiri dan melihat pertarungan besar seperti ini?

__ADS_1


Alan tidak bisa mendapati adanya player lain di daerah tersebut selain dua orang, Jonta dan Shoote Sun. Jarak Jonta terlalu amat jauh dengannya berdiri saat ini, sedangkan Shoote Sun kini tengah berdiri di sampingnya.


"Maafkan aku... tapi ini harus kulakukan. Kamu bisa memarahiku nanti." Alan menebas leher Shoote Sun. Membuat tubuh Shoote Sun langsung tergeletak tanpa kepala.


"AS?" Freya yang melihat apa yang dilakukan oleh Alan tidak bisa berkata apa apa. Rasa panik yang hebat langsung menghampirinya. Dirinya tidak tahu apa maksud dan tujuan Alan dari menebas leher Shoote Sun.


Bahkan Shoote Sun sendiri pun tidak sadar jika dirinya terbunuh. Dirinya masih memandang takut pada lingkaran sihir raksasa yanh ada di atas langit ibukota. Dan tiba tiba, yang dirinya tahu hanyalah rasa sakit di leher dan pandangannya langsung gelap.


'Joker... Bantu aku!'


[Siap AS.]


Alan meminta bantuan Joker untuk mengaktifkan Demon Necklet tepat waktu, Alan harus membuat perhitungan waktu yang tepat jika tidak ingin Sander mengetahui rencananya.


"Shadow Stab!"


Alan langsung muncul di belakang tubuh Sander setelah menggunakan skill Shadow Stabnya. Dagger Alan yang ada di tangan kiri Alan pun Menyasar leher Sander.


Thang...


"Tikus kecil... Kamu kira trik murahan seperti itu akan berguna?" Sander menangkis dagger Alan dengan tangan yang sudah dilapisi oleh perisai sihir.


"Memang ini tujuanku!"


'Joker!'


Dengan aba aba Alan, Joker mengkatifkan Demon Necklet untuk membuka Demon Gate. Sebuah Lingkaran hitam kelam langsung muncul di belakang tubuh Sander yang kini berhadap hadapan dengan Alan. Lingkaran hitam yang seakan tidak adanya dasar, tidak terlihat apa yang ada di dalamnya.


"Canon Claw!" Cakar dari Gauntlet Alan keluar, dan Alan langsung mengarahkan cakarnya ke tubuh Sander sebelum dirinya jatuh dari langit. Sander bereaksi dengan membuat perisai pelindung di dadanya untuk memblokir serangan cakar Alan.


Boom...


Cakar Gauntlet Alan dan perisai pelindung Sander berbenturan, tubuh Sander pun terpental ke belakang karena kuatnya efek dari Canon Claw. Meluncur menuju lubang hitam kelam yang ada di belakangnya.


Sander terlambat menyadari jika adanya sebuah lingkaran hitam kelam di tempat dirinya meluncur. Sander tahu jika lingkaran hitam tersebut adalah sebuah lubang dimensi. Sander pun tidak bisa berkutik, dan hanya bisa menerima tubuhnya masuk ke dalam lubang dimensi tersebut. Lingkaran sihir yang tadinya menutupi langit ibukota pun seketika menghilang setelah masuknya Sander ke dalam lubang dimensi


Tubuh Alan pun kini meluncur jatuh ke bawah. Alan segera membuka sayap bajunya agar bisa mendarat dengan aman. Namun bisa mendarat dengan aman ternyata hanya menjadi impian Alan. Dari dalam lubang dimensi tersebut keluar rantai rantai hitam yang langsung melilit tangan dan kaki Alan. Rantai rantai hitam tersebut langsung menarik Alan untuk masuk ke dalam lubang dimensi.


"Aaaa...." Alan hanya bisa berteriak ketika tubuhnya terseret masuk ke dalam lubang dimensi tersebut.


"AS!" Freya, Clara, Jonta, Puteri Leoni dan pasukan revolusi langsung berteriak melihat tubuh Alan ikut terseret ke dalam lubang dimensi tersebut. Mereka tidak bisa berbuat apa apa untuk membantu Alan. Lubang dimensi tersebut akhirnya hilang setelah tubuh Alan masuk ke dalamnya.


"Kakak AS..." Perkataan Jonta terhenti setelah dirinya mendengar suara dari sistem.


[Update sistem akan dijalankan. Player harap segera meninggalkan game untuk sementara.


Perkiraan update : 12 jam.]


***


**Terima kasih buat pembaca yang telah setia membaca sampai chapter ini. Chapter ini adalah akhir dari ARC 1 "REVOLUTION". Mulai besok akan memasuki ARC 2 yang berjudul... (masih belum kepikir judulnya...)


Semoga saja semua bisa lancar sampai cerita ini tamat ya...


semoga kita semua selalu diberi kesehatan, dan kelancaran dalam segala urusan kita.


salam


.


.


AF**

__ADS_1


__ADS_2