
"Kenapa?"
"Bagaimana bisa?"
Pertanyaan pertanyaan tersebut langsung terngiang di kepala setiap anggota Sun Flower Guild setelah semua item item yang mereka gunakan untuk menyerang Grestal tidak bekerja sama sekali. Padahal mereka sangat yakin jika item item yang mereka gunakan tidaklah rusak.
"Kapten? Bagaimana selanjutnya?" Salah satu anggota Sun Flower Guild bertanya pada Rebel yang mungkin memiliki ide untuk kondisi saat ini. Tanpa bantuan item item offensive, mustahil bagi mereka untuk membunuh bangsa Titan di hadapan mereka.
"Sial... Jangan tanya padaku... Tanya pada bapakmu sana..." Sama halnya dengan semua anggota Sun Flower Guild, Rebel juga begitu frustasi dengan kondisi saat ini. Dirinya tidak tahu langkah apa yang harus dirinya ambil saat ini.
Perisai pelindung yang melindung pabrik Violet Wine pun terus bergetar karena serangan pukulan dari Grestal. Bahkan beberapa retakan telah muncul di beberapa titik. Hanya menunggu waktu saja sampai perisai pelindung itu hancur seutuhnya.
"Jangan menyerah... Kita pasti bisa menang..." Cursed Venom yang masih mengomando para penyihir di area meriam sihir mencoba memberi dorongan semangat. Jika semua anggota Sun Flower Guild yang berjaga telah kehilangan semangat, maka berakhir sudah usaha mereka malam ini. Dan mereka bisa kehilangan sumber penghasilan terbesar untuk Sun Flower Guild.
"Terus serang... Gunakan semua yang bisa digunakan!" Rebel memberi perintah kepada 70 anggota Sun Flower Guild yang ada. Walaupun hanya mengandalkan senjata pedang dan tombak tanpa skill, mereka harus bisa menahan Bangsa Titan tersebut sampai bala bantuan datang.
Bala bantuan? Ya... Rebel sangat yakin jika Guild Masternya telah mengetahui perihal penyerangan ke pabrik ini. Dirinya yakin jika bala bantuan yang dirinya harapkan akan segera datang.
Cursed Venom terus mengomando para penyihir untuk melancarkan serangan dengan meriam sihir. Meskipun meriam sihir terlihat tidak bisa melukai Grestal, Cursed Venom tetap tidak mau kehilangan harapan. Saat ini hanya meriam sihir sajalah yang bisa mereka andalkan untuk menghambat serangan dari Grestal.
###
"Akan lebih mudah jika kalian menyerah dan menerima nasib kalian..." Alan yang berdiri dengan santai di atas Chiro menatap sinis pada semua anggota Sun Flower Guild yang masih mencoba berjuang dengan sekuat tenaga.
"Ayo Chiro! Kita akhiri ini!" Alan mengeluarkan aura hitam yang cukup besar. Jika mungkin di siang hari, semua aura yang Alan keluarkan itu akan terlihat, namun gelapnya malam yang hanya berhiaskan bintang membuat semua orang tidak menyadari apa yang Alan lakukan.
Chiro dan Alan telah menjalin kontrak satu sama lain. Chiro tentu paham apa yang Alan inginkan, dirinya langsung menyerap semua aura yang Alan keluarkan. Semua aura milik Alan tersebut terkumpul di mulut Chiro di tambah dengan kekuatan yang Chiro miliki, membentuk sebuah bola energi berwarna hitam dan putih.
__ADS_1
"Yin Yang Destruction!"
Ciu...
Boom...
Dentuman yang begitu keras terdengar ketika bola energi yang Chiro lepaskan mengenai perisai pelindung pabrik. Terpaan angin yang kencang langsung menyebar ke segala penjuru, menerbangkan semua anggota Sun Flower Guild yang ada di sekitar area pabrik. Bahkan Grestal yang berukuran besar pun sampai ikut terpental puluhan meter ke belakang karena kencangnya angin yang menerpa dirinya.
###
"Apa itu?"
"Kekuatan macam apa itu?"
Rebel dan semua anggota Sun Flower Guild yang terpental jauh dari tempat mereka tadi sama sekali tidak menduga akan adanya serangan yang begitu dahsyat. Mereka hanya bisa bersyukur serangan tadi tidak mengenai mereka.
"Venom?"
"Venom... Kamu baik baik saja?" Rebel langsung mencoba menghubungi Cursed Venom. Mencoba memastikan apakah serangan tadi berhasil ditahan atau tidak.
Wajah Rebel langsung menjadi pucat ketika nama Cursed Venom menghitam dari daftar temannya di tampilan sistem. Menandakan jika Cursed Venom telah tidak aktif dari New World.
"Tidak... Tidak mungkin..." Rebel ingin sekali tidak percaya dengan apa yang terjadi. Namun bukti di hadapannya menunjukkan jika semua yang ada di hadapannya adalah suatu kenyataan.
Pabrik yang sedari tadi dirinya lindungi terlihat telah hancur setengahnya. Bangunan yang begitu kokoh itu kini telah menjadi setengah puing puing bangunan.
Boom...
__ADS_1
Sekali lagi ledakan terjadi di area pabrik yang ada di hadapan Rebel. Menghancurkan setengah bangunan pabrik yang masih berdiri menjadikan pabrik tersebut luluh lantah seketika.
"Tidak... Tidak mungkin..." Rebel tergeletak lesu bertopang kedua lututnya, melihat pabrik yang menjadi sumber penghasil koin koin emas untuk Guildnya telah hancur.
Rebel pun sudah tidak peduli dengan apa yang ada di sekitarnya. Pikirannya kosong menatap reruntuhan pabrik tersebut. Tidak peduli jika para anak buahnya kini sedang di bantai oleh seorang pria Elf. Bahkan Rebel pun tidak memperdulikan akan raungan Raven yang kini sedang dilipat lipat oleh Grestal. Menjadikan ular panjang itu menjadi sebuah bola mainan yang tidak sepenuhnya bundar.
Pikiran Rebel baru kembali setelah seorang pria tengah berdiri di hadapannya. Seorang pria dengan baju zirah serba hitam dan jubah yang serba hitam.
"Si... Siapa?" Rebel tidak berani melihat ke arah pria tersebut. Sosok yang bisa menghancurkan bangunan seukuran pabrik dengan begitu mudah pasti bisa membunuh dirinya dengan begitu mudah.
"Kalian tidak perlu tahu siapa aku... Yang kalian perlu tahu adalah... Aku sudah mulai bergerak untuk menuntut balas."Jawab pria Elf tersebut yang tidak lain adalah Alan.
"Menuntut balas?" Rebel kini mulai berpikir siapa sebenarnya pria misterius tersebut. Begitu banyak pihak yang berselisih dengan Sun Flower Guild selama ini. Membuat Rebel tidak bisa menduga siapa pihak di balik pria misterius tersebut. Tapi Rebel bisa mengetahui satu hal yang pasti. Sun Flower Guild akan mendapatkan masalah yang jauh lebih besar dari pada hanya hancurnya pabrik Violet Wine milik mereka.
"Hahaha....." Rebel pun tertawa terbahak bahak. Dirinya sudah menerima nasibnya untuk mati saat ini. Tapi paling tidak dirinya bisa memberitahukan kepada Guild Master untuk bersiap akan adanya masalah nantinya.
"Masih bisa tertawa?" Alan justru menjadi geram melihat tawa Rebel yang seakan dibuat buat. Apa yang dilakukan Rebel seakan menghina peringatan Alan tadi.
"Siapapun dirimu... Kami Sun Flower Guild tidak akan takut... Kami akan membalas apa yang telah kamu lakukan malam ini pulu..."
Slash...
Perkataan Rebel terhenti di tengah jalan ketika belati Alan memenggal kepala Rebel. Membuat kepala Rebel terpisah dari badannya dan memaksa Rebel untuk kembali ke dunia nyata.
"Dasar banyak bicara..." Alan membersihkan darah di The Forgotten Dagger miliknya. Pandangannya kini terarah keluar Prison Dimension, dimana Alan bisa merasakan adanya seseorang yang tengah mencoba memaksa masuk ke dalam Prison Dimension.
"Tangkapanku benar benar besar malam ini..." Alan tersenyum kecil setelah membaca informasi yang Joker tampilkan mengenai sosok yang tengah mencoba memaksa masuk ke dalam Prison Dimension.
__ADS_1