New World

New World
Kota Morelia 2


__ADS_3

Para Demon yang mengelilingi Istana Marry tidak menyadari jika Alan berdiri di belakang mereka. Mereka tetap sibuk memandangi Istana Marry, berharap sosok Marry akan menampakkan dirinya kembali, dan mengobati rasa rindu yang memenuhi pikiran mereka.


'Joker... Ada apa dengan mereka?'


[Mereka semua terpengaruh sebuah kekuatan bernama Absolute Love. Kekuatan special yang akan membuat penerima merasa jatuh cinta kepada pemilik kekuatan.]


'Absolute Love?' Alis mata Alan naik sebelah, kekuatan yang bisa membuat jatuh cinta. Jika saja kekuatan seperti itu ada di dunia nyata, para jomblo pasti akan saling memperebutkannya.


Tanpa basa basi Alan mengaktifkan Shadow Zone ke batas maksimal. Membuat hampir semua Demon yang ada di sekitar Istana Marry tertutupi oleh Shadow Zone.


"Apa... Apa yang terjadi?"


Para Demon yang tertutupi Shadow Zone bingung mendapati tubuhnya melayang di udara, kakinya tidak lagi menginjak di atas tanah. Kini mereka mengambang bagaikan sebuah gelembung udara yang melayang layang tak beraturan.


Jleb...


Jleb...


"Aaa.... Aaa..."


Jeritan demi jeritan terdengar dari para Demon yang melayang. Setiap Demon yang menjerit pasti langsung mati seketika. Mengirimkan jiwa mereka untuk diserap oleh Shadow Blood, membuat Shadow Blood dan Shadow Zone semakin kuat. Tidak ada yang tahu apa yang telah membunuh para Demon tersebut, yang mereka tahu hanyalah setiap Demon yang mati mendapatkan luka tebasan di leher mereka.


Mendengar jeritan dari kelompoknya, para Demon yang tidak tertutupi Shadow Zone mengalihkan pandangannya. Kebingungan jelas terpancar di mata setiap Demon, mendapati sebuah aura abu abu menutupi para Demon yang melayang layang tak beraturan.


"Apa yang kalian lakukan?" Salah satu Demon menanyakan perilaku bodoh teman temannya. Namun pertanyaan Demon tersebut tidak mendapatkan jawaban, sebuah panah angin tepat melesat dan menembus kepala Demon tersebut. Membuat Demon tersebut tidak pernah mendapatkan jawaban atas pertanyaannya.


Barulah setelah melihat panah angin yang membunuh salah satu Demon, semua Demon yang ada di tempat tersebut menyadari adanya sosok Alan. Sosok yang tertutupi aura abu abu, dan memegang sebuah panah di tangan kanannya.


"Sia..." Pertanyaan salah satu Demon tidak sempat terucap, kembali sebuah panah angin melesat dan menancap di kepala Demon tersebut.


"Kurang ajar... Habisi dia!" Teriak salah satu Demon yang berada di tempat tersebut. Mereka tentu tidak akan melepaskan sosok yang telah membunuh temannya, apalagi sosok tersebut bukanlah seorang Demon.


Semua Demon yang tidak terdampak Shadow Zone langsung mengepung Alan, tidak memberikan jalan sedikitpun bagi Alan untuk kabur.


Melihat para Demon mendekatinya, nyatanya tidak membuat Alan panik ataupun gentar. Alan malah tersenyum kecil mendapati para Demon menuju ke arahnya.

__ADS_1


Semakin dekat para Demon tersebut dengan dirinya, semakin mudah pula bagi Alan untuk memperangkap mereka di dalam Shadow Zone.


"Apa yang terjadi? Kenapa tubuhku terasa begitu berat?"


Entah itu Elite Demon ataupun Advance Demon yang tengah menuju ke arah Alan, semua merasakan tekanan yang membebani tubuh mereka. Tubuh mereka terasa begitu berat untuk digerakkan.


Alan manfaatkan kondisi terkejutnya para Demon yang menuju ke arahnya untuk menghabisi mereka. Dengan Black Poison Dagger di tangan kanannya, dirinya mengakhiri nyawa setiap Demon dengan satu tebasan.


"Efek Shadow Zone benar benar semakin kuat..." Alan bergumam sendiri merasakan tebasan Black Poison Daggernya kini lebih mudah untuk menembus kulit para Demon yang begitu kuat. Sembari terus membunuh para Demon, dirinya terus mengumpulkan jiwa para Demon untuk semakin memperkuat Shadow Zonenya.


"Siapa yang berani berbuat onar di depan Istana Nona Marry?" Sebuah suara dari atas benteng Istana terdengar. Meskipun jarak suara pemilik suara tersebut masih jauh dari Alan, namun suara tersebut begitu jelas terdengar. Menandakan si pemilik suara memiliki kekuatan yang cukup besar.


Alan menghentikan aktifitas pengumpulan jiwa Demon dan melihat kepada sosok pemilik suara. Dirinya bisa melihat 5 orang Demon tengah berdiri dengan sombongnya di atas benteng Istana. Dari sekali melihat saja... Alan bisa mengetahui jika kelima sosok Demon tersebut bukanlah Demon biasa, lebih tepatnya masuk ke dalam golongan High Demon.


"Lima High Demon?" Jujur saja Alan tidak menyangka... Di Istana Marry akan terdapat pengawal yang merupakan High Demon, tentunya akan merepotkan bagi Alan untuk menghadapi kelima High Demon tersebut.


Thang...


Belum sempat Alan selesai mengamati kelima High Demon tersebut, sebuah panah telah meluncur ke arahnya. Panah tersebut melesat begitu cepat, jika saja bukan karena Shadow Zone yang memperlambat laju anak panah, mungkin Alan akan langsung terkena anak panah tersebut tepat di bagian vital.


"Habisi dia!" Dengan aba aba dari si pemegang busur, keempat High Demon lainnya melompat turun dari atas benteng. Menyerang Alan yang masih terkepung oleh ratusan Demon yang tersisa. Membuat Alan semakin kerepotan menghadapi situasi yang dihadapinya.


###


Mata Naga Yang seakan ingin lepas dari matanya. Melihat satu sosok yang begitu dirinya kenal kini tengah dinaiki oleh seorang gadis High Demon dan menyerang dirinya.


"Yin... Apa yang kamu lakukan?" Naga Yang menghindari semburan api hitam yang diluncurkan oleh Naga Yin. Dirinya masih tidak percaya Naga Yin yang selama ini selalu bersama dirinya malah menyerang dirinya.


"Kamu kenal dengan Naga itu?" Flyin yang masih berpegangan erat di atas punggung Naga Yang menanyakan identitas Naga Hitam yang kini tengah menyerang mereka berdua.


"Dia adalah Naga Yin... Partnerku dalam menjaga segel pintu keluar Dunia Abyss."


"Partnermu?" Flyin nampak terkejut mendengar penjelasan dari Naga Yang. Jika benar Naga Hitam tersebut adalah partner Naga Yang, lalu kenapa kini Naga Hitam itu menyerang mereka berdua.


"Pasti dia telah dikendalikan oleh penunggangnya!" Flyin mencoba mengamati sosok wanita penunggang Naga lebih detil, barangkali dirinya mengenali sosok wanita penunggang Naga Hitam tersebut.

__ADS_1


"Jangan kamu pandang mata Wanita itu! Naga Hitam dikendalikan oleh kekuatan special wanita itu!" Flyin memperingatkan Naga Yang untuk menghindari tatapan wanita tersebut. Takut jika Naga Yang ikut terpengaruh kekuatan special wanita tersebut.


"Darimana kamu tahu?" Naga Yang tidak percaya dengan apa yang Flyin katakan.


"Aku membaca pikirannya! Dia menjadikanmu sasaran selanjutnya!"


"Ah... Merepotkan!" Naga Yang mendengus kesal, dirinya terus menghindari serangan yang dilancarkan oleh Naga Yin tanpa membalas sedikitpun. Dirinya tentu tidak ingin melukai partner seperjuangan yang selama ini terus bersamanya.


"Apa yang harus kita lakukan? Aku tidak mau melukai Yin!"


"Buat aku sedekat mungkin dengan mereka berdua. Aku akan mencoba menaiki Naga Hitam itu!"


"Apa kamu gila? Lalu apa yang akan kamu lakukan jika sudah naik?"


"Menjauhkan Naga Hitam dari wanita itu tentunya bodoh! Kamu urus Naga Hitam itu, dan aku urus wanita itu!" Flyin tidak menyangka Naga Yang tidak mengerti maksud dari rencana Flyin. Padahal Naga terkenal akan keperkasaan dan kekuatannya, namun nampaknya kepintarannya tidak sebesar kekuatan yang dimilikinya.


"Baiklah! Tapi jangan mati! Aku tidak mau repot repot membuat buat alasan pada bocah kecil itu jika kamu mati!" Naga Yang mengikuti perkataan Flyin, dirinya meluncur cepat ke arah Naga Yin agar Flyin bisa melompat ke atas Naga Yin.


"Mati? Perlu seribu wanita seperti itu untuk membunuhku!" Flyin melompat ke atas punggung Naga Yin dengan cepat.


Slash...


Sebuah lesatan cambuk melesat ke arah Flyin, namun Flyin yang bisa membaca isi pikiran Selene tentu sudah paham dengan apa yang akan Selene lakukan. Flyin menangkap cambuk tersebut dan menariknya. Membuat dirinya dan Selene kehilangan keseimbangan dan terjun bebas dari ketinggian.


"Bodoh!" Naga Yang mencoba mengejar Flyin dan Selene yang terjun bebas dari ketinggian, namun langkahnya terhenti oleh Naga Yin yang kini tengah menghadangnya.


"Yin... Sadarlah... Ini aku... Yang... partner dirimu!" Naga Yang masih mencoba menyadarkan Naga Yin. Dirinya sama sekali tidak ada niatan untuk bertarung dengan Naga Yin.


Namun nyatanya, Naga Yin tidak memperdulikan perkataan Naga Yang, dirinya tetap menyemburkan api hitamnya ke arah Naga Yang. Membuat Naga Yang harus ikut membalas dengan semburan api putih. Api putih dan hitam pun bersatu padu, membuat benturan kedua tenaga yang cukup besar, hingga menimbulkan gelombang angin ke segala arah.


"Kamu yang memaksaku Yin... Jangan salahkan aku jika kamu terluka!" Naga Yang menggigit giginya sendiri. Dirinya sudah berusaha untuk menyadarkan Naga Yin, namun nampaknya... Hanya pertarungan sajalah yang bisa membuat Naga Yin tersadar dari pengaruh kekuatan Selene.


Naga Yang bersiap mengumpulkan api putih dalam jumlah besar di mulutnya. Membuat sebuah bola api yang kerapatannya jauh lebih tinggi daripada semburan semburan api sebelumnya.


"Uargh..."

__ADS_1


Dengan raungan Naga Yang, bola api putih yang sudah dikumpulkannya kini melesat ke arah Naga Yin dengan cepat. Mencoba menghabisi Naga Yin dengan satu kali serangan dahsyat.


__ADS_2