
"Apa maksud Anda?" Toni berteriak sambil menggebrak meja yang ada dihadapannya. Seluruh orang yang ada di restoran bintang lima tersebut langsung menjadikan Toni dan pria yang duduk bersamanya sebagai pusat perhatian mereka. Sangat jarang sekali orang orang elit akan sampai kehilangan kendali jika sedang makan di restoran tersebut.
"Tolong tenang dulu Tuan Wellington. Seorang pria paruh baya yang duduk di seberang meja mencoba menenangkan Toni yang tersulut emosi. Tidak hanya malu menjadi pusat perhatian, dirinya juga takut jika Toni akan melakukan hal yang tidak diinginkan nantinya.
Menggunakan nama keluarganya, saat ini Toni sedang bertemu dengan salah satu pimpinan perusahaan Microboot. Toni meminta pertanggung jawaban kepada Microboot tentang musibah yang menimpa Alan. Dirinya meminta agar pihak Microboot segera menyelesaikan masalah yang menimpa Alan, dan mengembalikan kesadaran Alan.
Namun bukannya mendapat jawaban yang diinginkan, pihak Microboot malah terkesan menyalahkan Alan yang terkesan ceroboh tidak log out sebelum update dimulai.
"Coba Anda pikir Tuan Mason, apa yang menimpa teman saya bisa menjadi masalah besar bagi perusahaan bapak, jika sampai masalah ini menyebar luas."
"Saya juga mengerti akan hal itu Tuan Wellington. Tapi kami juga tidak bisa berbuat apa apa saat ini."
"Maksud Anda?"
"Kami sama sekali tidak menemukan kejanggalan dari akun teman anda."
"Kalau tidak ada kejanggalan, kenapa hal seperti itu bisa terjadi pada teman saya?"
"Kami masih menyelidikinya Tuan Wellington. Tapi kemungkinan besar hal ini berkaitan dengan main story New World."
"Main story?"
"Benar Tuan... Dan sayangnya..." Wajah Mason menunjukkan sedikit keraguan untuk melanjutkan kata katanya.
"Kenapa?"
"Sebelum saya mengatakan lebih lanjut, tolong Anda berjanji untuk tidak membocorkannya apa yang akan Anda dengar."
"Baiklah... Cepat katakan!"
"Kami tidak punya akses untuk merubah main story New World. Semua yang ada di dalam New World itu berkembang selayaknya kehidupan di dunia nyata. Hiro Tamada benar benar mendedikasikan hidupnya untuk menciptakan game yang bisa digunakan sebagai kehidupan kedua nantinya."
Perkataan Mason membuat Toni sedikit kehilangan semangat. Bahkan pihak penyedia game tidak bisa membantu mengembalikan kesadaran Alan.
"Lalu apa yang harus aku lakukan? Paling tidak... Kalian bisa kan mencari keberadaan temanku?"
"Bisa Tuan... Saat ini akun teman Anda terdeteksi berada di dunia Abyss. Dunia di bawah New World."
"Abyss?" Toni tentu bingung dengan penjelasan Mason. Dirinya sama sekali tidak mengetahui tentang adanya dunia bernama Abyss di New World.
"Melihat reaksi Anda... Sepertinya Anda belum mengetahuinya Tuan. Saya akan sedikit membocorkan tentang Main Story New World..." Mason pun menceritakan tentang 3 dunia yang ada di New World dan garis besar jalannya main story. Tentu saja Mason tidak berani mengatakan semuanya secara detail. Melakukan hal itu sama saja dengan membocorkan rahasia perusahaan. Jika bukan karena memandang status keluarga Wellington, dan masalah yang menimpa Alan. Mason tentu tidak akan pernah menceritakan hal tersebut.
__ADS_1
"Itu artinya... Semua tergantung dari temanku?" Toni yang mendengar penjelasan dari Mason bukannya senang malah semakin murung. Dirinya tidak bisa memikirkan cara untuk menyelamatkan Alan.
"Benar Tuan... Saya yakin teman anda akan selamat selama kita merawat tubuhnya. Anda tenang saja... Seluruh biaya pengobatan dan perawatan teman Anda akan kami tanggung."
"Itu sudah menjadi kewajiban kalian. Lagipula akan aneh jika kalian lepas tangan tentang kondisi temanku."
"Anda tidak perlu khawatir Tuan... Kami tentu akan bertanggung jawab. Tapi kami minta agar Anda merahasiakan hal ini dari siapapun. Termasuk keluarga Anda."
Toni sedikit berpikir mengenai hal tersebut. Menimbang baik buruknya jika dirinya menceritakan kejadian Alan kepada keluarganya. Toni bisa saja menceritakan kepada keluarganya tentang apa yang baru saja dirinya dengar. Dan menggunakan keluarganya untuk menanggung biaya pengobatan dan perawatan Alan, tapi sampai kapan? Pertanyaan itu pun tidak bisa dijawab oleh Microboot sendiri yang sebagai pihak penyedia game. Keluarganya pasti akan mempertanyakan kepada Toni jika Toni terus menggunakan uang keluarganya untuk membiayai keperluan Alan di rumah sakit.
Lagipula keluarganya telah mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk berinvestasi di New World, akan sangat disayangkan jika keluarganya menarik investasi yang sudah di keluarkan hanya karena satu masalah seperti ini.
"Baiklah... Tapi saya harap Anda tidak mengingkari perkataan Anda!" Toni sedikit menekankan perkataannya, tanda dirinya siap bertindak tegas jika Microboot tidak menepati janjinya.
"Anda bisa pegang kata kata saya Tuan. Saya akan pastikan semuanya..."
Toni pun kembali ke asramanya setelah mencapai kesepakatan dengan Microboot. Meskipun tidak mendapatkan 100% hasil yang dirinya inginkan, paling tidak Toni mendapatkan kejelasan tentang keberadaan Alan.
"Abyss? Aku harus segera mencari tahu tentang hal itu!" Toni memakai helm virtualnya untuk log in ke New World. Dirinya akan menggunakan kekuatan intelijen guild Supernova untuk mencari informasi tentang keberadaan dunia Abyss beserta pintu masuknya.
[Welcome to New World!]
Pandangan Toni kembali setelah dirinya berada di dalam sebuah ruangan yang cukup luas, kira kira seluas lapangan sepak bola. Ruangan tersebut biasanya digunakan sebagai tempat pertemuan para anggota guild Supernova. Beberapa player terlihat menyambut kedatangan Toni yang menjadi wakil Guild Master di guild tersebut.
Di dalam guildnya, Supernova Guild menggunakan istilah Commannder sebagai pimpinan. First Commannder merupakan Guild Master yang dipegang oleh Winston. Second Commander merupakan Wakil Guild Master yang dipegang oleh Steven, kakaknya sendiri. Sedangkan dirinya menjadi Third Commander menjadi salah satu Wakil Guild Master. Total semua Commander di guild Supernova ada 5, setiap Commander memegang satu divisi yang paling tidak memiliki 300 player bawahan.
"Bagaimana kondisinya?" Toni tanpa basa basi menanyakan kondisi kemajuan divisinya, sudah 3 hari ini dirinya tidak log in karena harus mengurus masalah Alan.
"Setelah update kondisi divisi kita sedikit tertinggal Commander. Muncul dungeon dungeon di beberapa tempat yang bisa digunakan sebagai tempat levelling dan mendapatkan item. Kita tentu tidak berani bertindak tanpa perintah Commander."
"Dungeon?" Terakhir kali Toni log in setelah update belum muncul yang namanya dungeon. Informasi ini jelas baru dirinya dengar.
"Benar Commander... Apa yang akan kita lakukan?"
"Siapkan 100 pasukan! Tentu kita tidak boleh sampai tertinggal dengan divisi maupun guild lain."
"Siap Commander..." Assassin tersebut langsung pergi untuk menyiapkan player yang berada di bawah naungan divisi Toni. Toni pun melihat ke dalam daftar temannya, memastikan apakah kekasih hatinya sudah log in atau belum. Nama 'Red Ascend' terlihat masih hitam, tanda jika May masih belum log in ke New World.
"Ah... Nanti paling dia menghubungiku setelah log in." Toni pun meninggalkan ruangan tersebut untuk berkumpul dengan anggota divisinya.
###
__ADS_1
Alan membuka matanya, dan mendapati dirinya berada di atas ranjang ruangan pribadinya. "Ahh... " Rintih Alan pelan yang masih merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya. Alan pun mengambil heal potion untuk menyembuhkan rasa sakitnya. Setelah menghabiskan 2 botol heal potion, kondisi tubuhnya pun kembali seperti semula.
Alan mencoba mengingat kenapa dirinya bisa berakhir di ranjangnya, hal yang dirinya bisa ingat adalah dirinya dipukuli beberapa kali oleh Flyin. Alan tidak menduga jika Flyin yang terlihat begitu lemah lembut dari luar, langsung berubah 180° ketika bertarung. Flyin seakan tidak memberi kesempatan kepada Alan untuk sekedar mengambil kuda kuda untuk bertahan.
"Anda sudah sadar Tuan?" Suara Flyin terdengar dari ujung ruangan. Sosok Flyin yang tengah kembali berpakaian rapi pun tertangkap oleh dua irish mata Alan. Flyin membawa segelas air putih yang kemudian diberikan kepada Alan.
"Ya... Terima kasih sudah membantuku Flyin..." Alan meminum air dari gelas yang diberikan Flyin. Walaupun dirinya tidak merasakan apa apa setelah meminumnya, Alan tetap menghabiskan air tersebut. Alan menghargai Flyin yang tengah membawakan air putih untuknya.
"Sudah menjadi tugas saya Tuan." Flyin kembali menerima gelas kosong yang diberikan Alan. Dirinya pun membalikkan badan untuk meninggalkan ruangan pribadi Alan.
"Tunggu Flyin..." Cegah Alan.
"Ada yang lain Tuan?"
"Kenapa kamu perlu melatihku?" Alan tidak bisa untuk tidak bertanya kepada Flyin. Dirinya bingung alasan Flyin harus melatih dirinya.
"Saya hanya menjalankan perintah Tuan Azazel. Mengenai alasannya, saya tidak tahu Tuan."
"Begitu... Kamu tahu kan kalau player sepertiku akan bertambah kuat dengan naik level? Tidak perlu sampai harus melatihku seperti itu."
"Saya tahu Tuan. Tapi saya melatih Anda bukan untuk menjadi kuat."
"Maksudmu?" Alan tidak habis pikir. Untuk apa berlatih kalau tidak untuk menjadi kuat?
"Saya melatih Anda untuk membiasakan Anda menggunakan kekuatan Demon Anda...." Flyin pun menjelaskan kepada Alan tentang maksud latihannya.
Flyin pun menjelaskan lebih detail lagi. Setiap Demon lahir dengan minimal satu kekuatan special, seperti halnya dirinya juga memiliki kekuatan special. Kekuatan special Flyin adalah omniscienity. Flyin dapat mengetahui tentang apapun yang ada di hadapannya, begitu pula dirinya juga bisa menutupi apapun tentang dirinya pada siapapun yang mencoba mencari tahu tentang dirinya.
"Jadi begitu... Pantas saja..." Alan kini mengerti kenapa Joker tidak bisa mengetahui identitas Flyin ketika dirinya dan Flyin bertemu pertama kali dulu. Itu semua karena kekuatan special Flyin.
"Lalu... Apa kamu tahu tentang kekuatan specialku?" Alan tentu penasaran dengan kekuatan dari darah Demon yang mengalir dalam tubuhnya. Lagipula jawaban dari Flyin nantinya akan membantu Alan untuk lebih mudah menguasai kekuatan specialnya.
"Mengenai itu..." Flyin nampak ragu untuk menjawab pertanyaan Alan.
"Tidak apa apa jika kamu tidak bisa menjawabnya Flyin." Alan tahu jika bukan wewenang Flyin untuk menjawab pertanyaan dirinya.
"Bukan begitu Tuan. Tapi darah Demon yang dialirkan ke tubuh anda adalah akumulasi darah Demon yang selama ini dibunuh oleh Tuan Azazel. Yang kami sebut sebagai Shadow Blood."
"Jadi?" Alan nampak terkejut mendengar perkataan Flyin barusan.
"Kami masih belum tahu kekuatan unik yang ada di dalam tubuh Anda. Itulah sebabnya saya mengajak anda dalam pertarungan, agar Anda dapat mengeluarkan kekuatan unik dalam darah Demon anda."
__ADS_1
Alan pun lemas mendengar perkataan Flyin. Tidak dirinya sangka, dirinya menjadi objek percobaan bagi Azazel. Kekuatan yang Azazel janjikan, tidak lebih dari iming iming untuk mendapatkan objek percobaan.
"Malang nasibku..." Gumam Alan pelan yang meratapi nasibnya.