New World

New World
masuk ke ibukota


__ADS_3

alan tak kuasa melihat kesedihan para wanita dan anak anak yang kehilangan suami maupun ayah mereka saat memakamkan seluruh korban pembantaian senzu dan teman temannya. alan tahu betul bagaimana rasanya ditinggalkan anggota keluarganya untuk selamanya.


"kalian tenanglah... jika kalian semua terus bersedih, ayah kalian tentu akan sedih jika tahu kalian bersedih." shoote sun mencoba menghibur anak anak yang sedang terisak isak karena seharian menangis.


"kakak... apa ayah akan kembali?" seorang anak perempuan mungil nan lucu bertanya pada shoote sun dengan menahan isak tangisnya.


shoote sun tentu terdiam karena pertanyaan anak kecil tersebut. dirinya tentu tidak ingin memberitahukan hal yang sebenarnya pada anak kecil tersebut. "ayahmu sedang membuat rumah yang bagus untuk mu di suatu tempat sana. kini kamu do'akan saja ya ayahmu..." clara mengusap dahi anak kecil tersebut. mencoba memberi jawaban yang mungkin bisa menenangkan hati anak perempuan tersebut.


"kapan ayah akan kembali kak?" anak tersebut kembali merengek, seakan dirinya sudah sangat rindu dengan ayahnya.


"kakak juga tidak tahu... karena tempatnya juga sangat jauh... kini kamu berdo'a saja... biar ayahmu cepat kembali." clara memberikan senyuman terhangatnya agar bisa menenangkan anak tersebut.


anak tersebut pun hanya mengangguk lalu pergi untuk mencari ibunya. "kenapa kamu berbohong kepadanya?" shoote sun pun berbisik pada clara.


"terkadang lebih baik tidak mengetahui sama sekali, daripada harus merasakan sakit yang berkepanjangan." clara menjawab dengan tatapan mata yang masih melihat larinya anak perempuan tersebut.


"tapi..."


"aku hanya tidak ingin menghancurkan semangat hidupnya kak sun... paling tidak dia masih memiliki semangat untuk bisa bertemu dengan ayahnya suatu saat nanti."


shoote sun pun terdiam mendengar jawaban clara. karena dirinya belum pernah merasakan kehilangan anggota keluarganya untuk selamanya, berbeda dengan clara yang telah mengalaminya sejak kecil.


sebelum meninggalkan desa alan tentu tidak lupa memberikan uang kepada istri kepala desa. alan berpesan agar uang tersebut digunakan untuk memperbaiki rumah rumah warga yang rusak dan membuka lapangan kerja baru bagi warga warga desa tersebut.


"terima kasih banyak pahlawan... tanpa kedatangan kalian... kami tidak tahu lagi harus berbuat apa..." istri kepala desa itu pun bersujud di hadapan alan untuk memberi hormat. alan pun langsung bereaksi untuk mencegah istri kepala desa tersebut bersujud kepadanya.


"saya hanya kebetulan lewat nyonya... jangan terlalu melebih lebihkan. kalau boleh... boleh kah saya membeli kuda yang ada di desa sini? kebetulan kami sedang dalam keadaan terburu buru..."


"tentu tuan pahlawan... anda bisa membawa kuda kuda tersebut tanpa membayarnya..." istri kepala desa tersebut mencoba untuk membalas jasa yang telah alan berikan.


alan pun memilih 4 kuda yang sekiranya kuat untuk bisa ditunggangi selama seharian. dirinya tentu tidak ingin membawa kuda tersebut begitu saja. dilemparkannya sekantong uang ke arah istri kepala desa saat dirinya dan yang lainnya pergi meninggalkan desa tersebut.


"maafkan karena ketidaksopanan kami?" teriak alan tanpa menoleh sedikitpun saat mengendarai kudanya.


istri kepala desa pun semakin terharu melihat apa yang alan lakukan. dirinya merasa sangat bersyukur telah dibantu oleh alan dan teman temannya.

__ADS_1


###


"itu dia... gerbang masuk ibu kota!" terlihat dari kejauhan, tembok setinggi lebih dari 20 meter membentang dari ujung barat sampai ujung timur. ibu kota merupakan sebuah kota terbesar di kerajaan south mountain. seluruh kota tersebut dipisahkan oleh tembok setinggi 20 meter lebih, dan hanya ada 4 jalan di setiap sudut untuk bisa melewati tembok tersebut. pengawalan di setiap pintu masuk pun sangat ketat. penyusup yang mencoba untuk masuk ke dalam ibukota pasti akan berpikir ratusan kali.


alan mengajak semuanya berhenti sejenak di hutan pinggir ibukota sebelum memasuki ibukota. dirinya perlu menyiapkan beberapa hal, mengingat identitas dirinya dan freya yang merupakan seorang elf.


lagipula semua orang di kelompoknya merasa kelelahan setelah 2 hari ini terus terusan bertarung dengan player lainnya yang mencoba memanfaatkan situasi yang ada dengan membunuh warga sipil.


"bagaimana cara kita masuk?" shoote sun tentu khawatir jika identitas alan dan freya akan diketahui oleh pasukan kerajaan south mountain.


"kita tunggu rombongan pedagang NPC terlebih dahulu. kamu dan clara bisa mengikuti rombongan pedagang. sedangkan aku dan freya akan menyelinap di barang barang yang mereka bawa."


tidak berselang lama rombongan pedagang NPC yang dinantikan alan dan teman temannya pun datang.


"sun... aku serahkan hal ini padamu!" alan dan freya langsung memisahkan diri.


sementara shoote sun dan clara berjalan selayaknya orang biasa di depan rombongan tersebut. melihat ada 2 gadis muda cantik berjalan tanpa ada yang mengawal, rombongan tersebut tentu mengambil inisiatif untuk menanyai 2 gadis tersebut.


"nona... kenapa kalian berdua berjalan sendiri di tempat seperti ini. apa kalian tidak takut?" ketua pengawal yang berada di paling depan rombongan langsung menyapa shoote sun dan clara untuk menggoda mereka.


"apa kalian tidak takut berjalan berdua seperti itu? aku dengar disini sering ada bandit."


"benarkah?" shoote sun memasang wajah yang seolah olah terkejut.


"benar... kamu bisa ikut bersama kami agar perjalanan kalian lebih aman."


"maaf kalau sudah merepotkan."


"tidak masalah..."


shoote sun dan clara pun ikut naik ke kereta yang digunakan untuk membawa barang. sedangkan alan dan freya telah lebih dahulu bersembunyi di tumpukan barang barang yang rombongan itu bawa.


sepanjang perjalanan ketua pengawal yang tadinya berada di paling depan kini menaiki kudanya di dekat kereta yang shoote sun dan clara tumpangi. dia tanpa segan segan mengajak bercerita panjang lebar tentang dirinya sendiri, mencoba menarik perhatian shoote sun dan clara. mereka berdua pun menjaga sopan santun dengan mencoba menanggapi apa yang ketua pengawal itu ceritakan.


"berhenti!" penjaga pintu gerbang ibukota memberhentikan rombongan pedagang untuk memeriksa barang bawaan yang mereka bawa.

__ADS_1


ketua pengawal langsung menghampiri penjaga gerbang untuk menjelaskan barang barang yang mereka bawa hanyalah bahan makanan untuk dijual ke ibukota.


"buka semua yang mereka bawa!" penjaga gerbang tetap tidak percaya dengan apa yang ketua pengawal sampaikan.


wajah shoote sun pun tampak memucat, takut jika penjaga gerbang akan mengetahui keberadaan alan dan freya. "tenang... mereka tidak akan tahu." bisik clara pada shoote sun.


penjaga gerbang membuka gerbong kereta kuda yang membawa barang barang satu persatu. nampak biji biji gandum, sayur mayur mengisi setiap peti yang ada di dalam gerbong tersebut.


"dimana mereka?" bisik shoote sun yang tidak melihat adanya alan maupun freya di dalam gerbong tersebut.


clara pun hanya cekikikan karena kekhawatiran shoote sun. tanpa shoote sun ketahui, jika alan dan freya telah mengaktifkan fungsi kamuflase dari jubah mereka.


"buka gerbangnya!" suara pimpinan penjaga gerbang membuat shoote sun bisa bernafas lega. meskipun alan dan freya telah mengaktifkan fungsi dari jubah mereka, namun tetap saja dirinya masih merasakan ketakutan.


"terima kasih banyak atas tumpangannya..." shoote sun memberi hormat pada ketua pengawal rombongan pedagang setelah dirinya turun dari kereta.


"tidak masalah... kalau kamu punya waktu,bagaimana kalau kita makan dulu. aku tahu restoran yang menyajikan makanan lezat disini." ketua pengawal tersebut nampaknya masih ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan shoote sun dan clara.


"terima kasih banyak atas tawarannya... namun kami perlu mengurus beberapa hal terlebih dahulu." shoote sun tentu mencoba menolak secara halus, takut jika menyinggung perasaan ketua pengawal.


"kalian tentu tidak akan menolak ajakan orang yang telah menolong kalian kan?" ketua pengawal tersebut terlihat memaksakan ajakannya.


"maaf... tapi kami benar benar sedang terburu buru." shoote sun langsung menarik tangan clara untuk segera meninggalkan tempat tersebut.


"hey... hey..." ketua pengawal tersebut sepertinya tetap tidak ingin membiarkan shoote sun dan clara pergi begitu saja. dikejarnya shoote sun dan clara.


melihat ketua pengawal tersebut mengejarnya. shoote sun dan clara memilih untuk berbelok ke dalam gang yang kecil. "disini aman sepertinya..."


"kalian tidak bisa lari lagi sekarang..." ketua pengawal tersebut tersenyum bahagia mendapati shoote sun dan clara terpojok.


"kau benar... kami tidak bisa lari lagi... karena kami memang tidak ingin lari..."


clara dan shoote sun tanpa basa basi menghajar ketua pengawal tersebut sampai babak belur. mereka sengaja berlari ke gang kecil agar tidak menarik perhatian pasukan kerajaan.


"jangan pernah berpikir untuk mempermainkan kami!" clara menginjak punggung kepala pengawal tersebut yang telah tergeletak di tanah. diinjaknya sekuat tenaga punggung tersebut sampai ketua pengawal tersebut kesakitan.

__ADS_1


"ampun... ampun... aku tidak berani..." ketua pengawal memohon ampun pada shoote sun dan clara karena telah berusaha melakukan tindakan yang tidak pantas pada mereka. dirinya menyesal telah berurusan dengan orang yang salah...


__ADS_2