New World

New World
perjuangan pasukan revolusi barat


__ADS_3

pergerakan para player yang memburu pasukan revolusi benar benar massive. pasukan revolusi wilayah barat yang terlebih dahulu memulai pergerakan pun kini terkena imbasnya. elman yang menjadi pemimpin pasukan wilayah barat pun kini merasakan pusing karena jumlah anggotanya yang terus berkurang hari demi hari.


"tuan elman... tuan elman..." seorang prajurit bawahan elman masuk ke dalam tenda dimana elman berada.


"ada apa?" elman tentu bingung dengan kedatangan tiba tiba prajuritnya satu ini. dirinya telah memberikan tugas pada prajuritnya ini untuk mengintai ke dalam kota velsen. kota yang akan menjadi tujuan selanjutnya dari pergerakan pasukan revolusi wilayah barat.


"saya membawa kabar baik dan juga kabar buruk tuan..." prajurit tersebut terlihat mencoba mengatur nafasnya.


"cepat beritahu!" elman tentu tidak sabar mendengar kabar baik di tengah suasana pikirannya yang sedang kacau.


"kabar baiknya... menteri menteri yang menguasai kota velsen telah terbunuh tuan."


"apa? bagaimana bisa?" elman tentu terkejut mendapati berita baik yang datang. dirinya bisa mengira ngira kekuatan pasukan kerajaan yang ada di kota velsen jauh lebih kuat daripada kekuatan pasukan revolusi yang dirinya pimpin.


"saya dengar beberapa hari yang lalu telah terjadi insiden pembebasan tahanan elf tuan. dan insiden itu menyebabkan terbunuhnya dua menteri dari tiga menteri yang ada.


"lalu bagaimana dengan satu menteri yang ada?"


"saya mencoba mencari informasi lebih jauh, tapi yang saya dapat hanyalah menteri tersebut telah meninggalkan kota velsen tuan."


"bagus lah... lalu apa kabar buruknya?"


"itu..." prajurit tersebut tampak ragu untuk menjelaskan kabar buruk yang dia bawa.


"cepat katakan!" elman tentu saja tidak sabar melihat anak buahnya menggantung pertanyaannya. untung saja yang digantung cuma pertanyaan, bukan perasaan.


"pasukan pengintai kita telah disergap dan dihabisi tuan. hanya saya yang bisa kabur..." wajah prajurit tersebut tampak sedikit memucat. takut jika dirinya merusak suasana hati elman yang sedang baik.


"apa? bagaimana bisa?" elman tentu terkejut dengan kabar yang datang. dirinya telah menggerakkan 30 orang untuk menjadi pengintai ke kota velsen. namun hanya satu orang yang bisa kembali. satu hal lagi menambah beban di kepalanya.


"lalu bagaimana kamu bisa kabur?" elman tentu merasa curiga karena hanya satu orang yang bisa kabur dari pasukan pengintai yang dirinya kirim.


"saya bisa memisahkan diri ketika kelompok kami di sergap tuan."

__ADS_1


kecurigaan elman tentu tidak berhenti disitu. jika saja penyergap memiliki kekuatan untuk menghabisi pasukannya tentu mereka tidak akan membiarkan satu orang pun lolos.


"cepat berkemas! kita akan memindahkan kamp!" elman memilih bersiaga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. bisa saja kelompok penyergap tersebut membiarkan satu orang lolos untuk memberitahukan lokasi kamp pasukan revolusi.


"baik tuan..." prajurit tersebut tentu tidak berani menentang perintah dari elman. jika kecurigaan elman benar, maka yang patut disalahkan adalah dirinya karena telah menuntun musuh ke kamp pasukan revolusi.


dari kejauhan, seorang assassin tampak sedang mengawasi pasukan revolusi yang tengah sibuk berkemas. assassin tersebut langsung melakukan panggilan pada seseorang setelah melihat aktifitas pasukan revolusi.


"komandan... sepertinya rencana kita gagal..." assassin tersebut menjelaskan kepada pimpinannya jika pasukan revolusi sedang bersiap siap untuk berpindah tempat. rencana penyergapan yang sudah tertata rapi pun mesti ditunda.


"sudah kuduga... tidak akan semudah itu menyergap kamp pasukan revolusi... kamu awasi terus. jangan sampai kehilangan jejak mereka!"


"baik komandan!" assassin tersebut langsung menutup panggilan dan melanjutkan kegiatan pengintaiannya.


assassin tersebut terus mengawasi sembari dirinya menjaga jarak dari rombongan pasukan revolusi yang mulai bergerak. dengan hati hati dirinya melewati satu pohon ke pohon yang lain agar keberadaan dirinya tidak terdeteksi. sampai akhirnya rombongan pasukan revolusi berhenti di sebuah tebing. di bawah tebing tersebut terdapat sebuah gua. assassin tersebut tentu beranggapan jika pasukan revolusi akan berkemah ditempat itu.


"kita berkemah disini!" seru elman pada prajurit prajuritnya agar segera mempersiapkan tenda dan keperluan lainnya untuk berkemah.


elman duduk termenung memandangi prajurit prajuritnya yang sedang mempersiapkan perkemahan. "hah..." elman menghela nafas panjang. lebih dari 200 orang prajurit yang dia pimpin telah gugur. dirinya yang menjadi pemimpin pasukan tentu merasa sangat bersalah atas gugurnya para prajurit prajuritnya.


naasnya... elman tidak memiliki cukup waktu untuk melatih prajurit prajurit barunya. alhasil jumlah prajuritnya yang gugur pun semakin banyak. prajuritnya pun kini hanya tersisa sekitar 300an orang.


"tuan... semua sudah siap." laporan dari prajuritnya membangunkan elman dari lamunannya.


"kalian istirahatlah dulu... kita akan mengadakan pelatihan besok pagi!" elman merasa dirinya perlu menenangkan diri dari rasa bersalahnya. itulah sebabnya dirinya memberikan waktu prajuritnya untuk beristirahat.


###


"komandan... mereka sudah selesai membuat perkemahan." lapor assassin tersebut pada pimpinannya.


"bagus... kirim koordinat lokasimu! kita langsung bergerak!"


assassin tersebut tentu langsung menuruti perintah dari pimpinannya. dikirimnya koordinat lokasinya berada kepada pimpinannya agar pimpinannya bisa segera sampai di lokasi dirinya.

__ADS_1


###


cuma perlu waktu 1 hari bagi alan dan yang lainnya untuk bisa sampai ke kota velsen. tidak seperti perjalanannya sewaktu berangkat ke ibukota. perjalanan kembali dari ibukota begitu tenang. player player yang membunuh warga secara brutal sepertinya telah jauh berkurang.


"ini aneh..." alan merasa kejadian ini tidak masuk akal. tidak mungkin player player yang berusaha mencari gold dengan memburu pasukan revolusi akan langsung berhenti begitu saja.


mencoba mencari tahu apa yang terjadi, alan membuka buka forum player di kerajaan south mountain. benar saja... alan mendapati beberapa postingan video dimana player player memamerkan keberhasilan mereka dalam membunuh pasukan revolusi.


"ini..." alan tentu terkejut mendapati player player berhasil mengetahui keberadaan pasukan revolusi yang sesungguhnya.


"kita tidak bisa tinggal di kota ini begitu saja. kita harus bergerak." alan mengajak shoote sun dan yang lainnya untuk segera berangkat dari kota velsen.


"tapi kemana? kita tidak bisa menjelajahi seluruh wilayah barat untuk mencari keberadaan pasukan revolusi kan?" shoote sun tentu mengeluh pada alan. baru saja dirinya menginjakkan kaki di kota velsen, kini alan langsung mengajaknya berangkat lagi.


"tenang... aku punya cara tersendiri untuk itu." alan tentu hanya cekikikan menanggapi keluhan shoote sun. itu karena shoote sun tidak tahu mengenai joker yang bisa mendeteksi posisi dari pasukan revolusi.


"awas saja kalau sampai kita hanya berkeliling tanpa arah!"


"pernah kah aku kehilangan arah?" alan tersenyum meledek pada shoote sun.


shoote sun pun tidak bisa mengelak lagi. bagaimana pun selama ini alan memang tidak pernah sekalipun kehilangan arah.


alan dan yang lainnya langsung berangkat untuk mencari pasukan revolusi. mereka menelusuri hutan hutan. sesekali mereka berempat bertemu dengan monster monster. namun tentu saja alan dan yang lainnya dengan mudah menghabisi mereka. shoote sun dan yang lainnya pun mulai meragukan alan kali ini. karena lebih dari setengah hari mereka telah menelusuri hutan.


"AS... berapa lama lagi kita menelusuri hutan? hari sudah mulai gelap ini..." shoote sun sudah tidak bisa menahan kekesalannya.


"tenang... mereka ada tepat di depan kita..." alan terus berjalan maju tanpa mempedulikan keluhan shoote sun.


"teman teman... inilah pasukan revolusi." alan membuka semak semak untuk mempersilahkan teman temannya bisa melihat perkemahan pasukan revolusi.


"ini..." shoote sun dan yang lainnya tentu terkejut melihat apa yang alan tunjukkan.


melihat ekspresi shoote sun dan yang lainnya begitu aneh. alan langsung melihat ke depan. begitu terkejutnya dirinya saat mendapati apa yang ada di balik semak semak.

__ADS_1


"ini..."


__ADS_2