
Ibukota Kerajaan South Mountain telah kembali utuh setelah perang perebutan kekuasaan yang terjadi beberapa hari yang lalu. Puteri Leoni pun sudah secara resmi diangkat menjadi Ratu, menjadi pemimpin yang sah atas kerajaan yang terletak di ujung selatan benua Midland tersebut.
Kehidupan para warga Ibukota pun sudah mulai berangsur pulih. Luka batin akan pertempuran besar yang terjadi, derita akan kehilangan sanak keluarga, berangsur angsur pudar dengan sendirinya. Semua karena bantuan para Angel yang menyebarkan ajaran untuk menyembah Dewa Helios. Para Angel membagikan ajaran kepada para warga agar tidak terlalu larut akan masalah di masa lalu dan tetap optimis untuk menyambut hari esok. Para warga yang merasa sangat tertolong akan kehadiran para Angel tentu dengan hati terbuka menerima ajaran yang diberikan para Angel.
Perekonomian di Ibukota juga mulai berjalan, para Merchant juga mulai memasuki Ibukota, entah itu player ataupun NPC. Membuat roda perekonomian secara perlahan kembali pulih seperti sedia kala.
Satu rombongan Merchant yang cukup besar nampak akan memasuki Ibukota South Mountain. Setelah melewati pemeriksaan yang ketat, akhirnya rombongan tersebut dipersilahkan melewati pintu gerbang masuk Ibukota. Penjagaan di Ibukota kini jauh diperketat setelah Olsen memegang kendali atas pasukan kerajaan. Olsen tentu tidak ingin kecolongan seperti saat Raja Robert yang kecolongan oleh penyusup atau mata mata pasukan revolusi. Meskipun rakyat Kerajaan South Mountain sangat suka pada Ratu mereka yang baru, tetap saja akan ada pihak atau kelompok yang tidak suka. Mengingat Ratu Leoni merombak besar besaran sistem pemerintahan di Kerajaan South Mountain. Tentu saja ada pihak yang dirugikan dari perombakan yang Ratu Leoni lakukan.
Sudah menjadi tugas utama Olsen untuk memastikan pihak pihak yang tidak suka tersebut untuk tidak bisa berkembang. Dengan meningkatkan pengawasan Pintu masuk Ibukota lah salah satu caranya.
Setelah rombongan Merchant tersebut berhenti pada satu daerah perdagangan yang ada di ibukota, seorang player Merchant nampak memisahkan diri dari rombongan yang tadi bersamanya. Player tersebut adalah Gold Backer, Merchant pribadi Alan.
Setelah berhasil menjual semua senjata yang dirinya bawa dari pabrik senjata dulu, Gold Backer belum memberikan uang yang seharusnya menjadi bagian Alan. Gold Backer selalu berusaha untuk menghubungi Alan, agar dirinya bisa memberikan hasil pembagian penjualan senjata kepada Alan. Namun nama AS selalu nampak hitam dari daftar temannya, menandakan Alan tidak aktif atau tidak bisa dihubungi.
Gold Backer telah menghubungi Shoote Sun untuk menanyakan keberadaan Alan, mengingat hubungan mereka begitu dekat. Namun bukan jawaban yang dirinya dapatkan, Gold Backer malah mendapat curahan hati dari Shoote Sun yang sedih akan menghilangnya Alan secara tiba tiba. Shoote Sun pun hanya menyarankan kepada Gold Backer untuk memberikan jatah Alan kepada Clara, yang kini berada di Ibukota South Mountain.
Gold Backer yang tidak tahu harus berbuat apa akhirnya hanya bisa menuruti saran Shoote Sun. Mengingat dirinya menandatangani kontrak perjanjian dibawah sistem New World sebagai saksinya.
Langkah kaki Gold Backer terhenti pada sebuah bangunan besar yang berdiri tidak jauh dari Istana Kerajaan South Mountain. Tidak salah lagi... Bangunan ini yang menjadi alamat yang Shoote Sun berikan kepadanya. Pagar nan tinggi dengan kawat berduri di atasnya menjadi pembatas antara bagian dalam dan bagian luar bangunan tersebut, membuat siapapun yang ada diluar tidak bisa melihat apa yang ada di dalam bangunan tersebut. Gold Backer sempat bertanya tanya sendiri di dalam hati. Bangunan apa ini? Kenapa modelnya seperti ini? Namun pertanyaan itu dihiraukan sendiri, dirinya lebih memilih untuk langsung menghampiri penjaga yang berjaga di pintu masuk.
"Berhenti! Ini wilayah terlarang bagi orang asing!" Teriak penjaga setelah melihat Gold Backer yang baru mendekatinya untuk bertanya.
Gold Backer pun langsung panik, dirinya tidak menduga jika bangunan aneh ini merupakan wilayah yang tidak boleh dirinya masuki. Padahal dirinya perlu bertemu seseorang di dalamnya. Gold Backer pun beradu argumen dengan penjaga tersebut, mencoba menjelaskan jika dirinya ingin menemui Clara. Salah satu temannya.
"Kalau kamu memang teman Nona Clara, tunjukkan buktinya!" Bentak penjaga tersebut tidak ingin kalah dalam beradu argumen dengan Gold Backer.
Gold Backer tersentak, dirinya tidak bisa menunjukkan bukti yang bisa menunjukkan jika dirinya memang teman Clara. Penjaga pintu masuk tersebut tentu melihat sikap Gold Backer yang berubah panik. Dirinya pun semakin yakin jika Gold Backer mencoba coba mencari alasan untuk bisa memasuki bangunan yang dirinya jaga.
Sebuah kereta kuda tiba tiba datang dan menuju ke bangunan tersebut, penjaga pintu masuk yang melihat kedatangan kereta kuda tersebut langsung mendorong Gold Backer agar menyingkir. Membuat Gold Backer terjatuh, tersungkur di pinggir jalan.
Kereta kuda tersebut melewati Gold Backer tanpa kendala, di dalam kereta kuda tersebut Gold Backer melihat sosok yang dirinya kenal sewaktu di pabrik senjata. "Olsen!" Teriak Gold Backer tanpa ragu.
Penjaga pintu masuk yang mendengar Gold Backer memanggil nama Menteri pertahanan dengan sembarangan tentu langsung murka. Dirinya langsung menghampiri Gold Backer untuk memberikan tata cara sopan santun yang benar.
Kereta kuda yang dinaiki Olsen pun berhenti tiba tiba. Olsen melihat siapa sosok yang tiba tiba memanggilnya tanpa menyebutkan statusnya. Dirinya yakin jika itu adalah teman atau kerabat lama.
"Dia..." Olsen tampak mengerutkan dahi melihat Gold Backer yang sedang dipukuli oleh penjaga pintu masuk.
"Hentikan!" Perintah Olsen sebelum penjaga pintu masuk bertindak lebih jauh.
"Tapi Tuan... Dia..." Penjaga pintu masuk mencoba menjelaskan kepada Olsen apa yang terjadi. Tapi perkataannya langsung dihentikan oleh lambaian tangan Olsen.
"Mari masuk... Kenapa Anda tidak bilang jika akan datang kesini?" Olsen mengulurkan tangannya kepada Gold Backer yang masih tersungkur di atas tanah. Gold backer meraih tangan Olsen dan membersihkan bajunya yang kotor. Gold Backer melirik tajam kepada penjaga yang baru saja memukulinya, yang membuat Hpnya turun sampai setengah bar.
Penjaga tersebut hanya bisa menelan ludahnya, membayangkan apa yang akan terjadi kepadanya setelah kesalahan yang dirinya buat.
"Ada perlu apa Anda datang kemari?" Olsen bersikap hormat kepada Gold Backer karena tahu jika Gold Backer adalah orang kepercayaan Alan. Dan Alan adalah pahlawan terbesar bagi Kerajaan South Mountain. Siapapun yang memiliki hubungan dengan Alan pasti akan mendapat kemudahan di Kerajaan South Mountain.
"Aku ingin bertemu Clara. Ada hal yang perlu aku bicarakan dengannya." Gold Backer masih merasa aneh melihat sikap Olsen yang tiba tiba berubah hormat kepadanya. Berbeda jauh saat di pabrik senjata dulu. Olsen memandangnya dengan tatapan sinis, seakan akan Olsen menganggap dirinya perampok pabrik senjata.
__ADS_1
"Oh... Tentu... Akan segera saya panggilkan." Olsen pun meninggalkan Gold Backer yang masih duduk di salah satu bangku taman yang tersedia.
Di sela sela menunggu, Gold Backer melihat apa saja yang ada di kanan dan kirinya. Ternyata bangunan tempat dirinya berada ini adalah tempat latihan untuk pasukan kerajaan. Terlihat pasukan kerajaan yang sedang melatih fisik mereka, ada pula yang sedang berlatih tanding dengan senjata tumpul, dan adapula yang duduk sendirian sambil memikirkan utang yang tidak bisa terbayarkan.
Gold Backer menunggu lebih dari 2 jam di tempat tersebut. Barulah setelah 2 jam, Clara datang menemuinya. Itupun Clara datang dari luar bangunan.
"Kakak Backer..." Clara yang melihat salah satu teman lamanya langsung memeluk Gold Backer. Sudah beberapa bulan dirinya tidak bertemu dengan Gold Backer.
Gold Backer yang terkejut akan perubahan fisik Clara langsung terdiam. Jujur saja... Dirinya terdiam karena menikmati pelukan dari gadis cantik berambut pirang yang terlihat seperti 20an tahun tersebut. Gold Backer pun berefleks membalas pelukan Clara. "Ah... Nikmatnya..."
Clara yang merasa Gold Backer mengambil kesempatan langsung berefleks dengan membanting Gold Backer ke tanah. Gold Backer pun sekali lagi harus tersungkur di atas tanah, Hpnya yang belum pulih langsung tinggal 10% dari bar Hpnya.
"Ma... Maaf Clara?" Gold Backer merintih kesakitan, rasanya tulang belakangnya telah bergeser dari posisinya.
"Aaa..." Clara hanya menutup mulutnya dengan kedua tangannya, tidak menyangka gerakan refleknya hampir saja membunuh teman kakaknya. Clara pun membantu Gold Backer berdiri.
Gold Backer kini lebih berhati hati ketika menerima uluran tangan dari Clara, jika dirinya salah bergerak lagi. Bisa dipastikan dirinya langsung mati dalam satu gerakan Clara.
"Maaf membuat Kakak menunggu. Aku masih di Hutan selatan ketika Kakak datang."
"Hutan selatan?" Gold Backer memang belum pernah kesana, tapi dirinya tahu seberapa jauhnya tempat tersebut.
"Ya... Kenapa Kak?'
"Bagaimana kamu bisa sampai disini dalam 2 jam?" Gold Backer berpikir keras, jika Clara terbang pun paling tidak memerlukan waktu satu hari. Lalu bagaimana cara Clara bisa sampai ke Ibukota dalam 2 jam?
"Oh... Aku pakai Alat teleportasi tentunya."
"Darimana kamu mendapatkan alat itu?" Gold Backer seakan lupa dengan tujuan utama dari kedatangannya, dirinya kini malah fokus membombardir Clara dengan pertanyaan pertanyaannya.
Clara pun menjelaskan tentang alat teleportasi milik bangsa Oread dan apa yang terjadi setelah Gold Backer dan Alan berpisah. Gold Backer yang mendengar cerita Clara hanya bisa terperangah, tidak menyangka petualangan Alan akan seperti itu.
Gold Backer memang tahu tentang pertempuran perebutan kekuasaan yang terjadi di Ibukota, tapi dirinya tidak akan menduga jika Alan yang menjadi pahlawannya. Kini dirinya pun mengerti kenapa Olsen bersikap sangat hormat kepadanya.
"Clara... Apa bangsa Oread bisa membuat alat teleportasi itu dalam jumlah yang banyak?" Gold Backer yang melihat peluang bisnis tentu tidak ingin membuang peluang begitu saja.
"Bisa... Tapi..."
"Tapi apa?"
"Tapi untuk membuat satu alat teleportasi saja diperlukan biaya yang tidak sedikit." Clara seakan tahu apa yang ada di dalam pikiran Gold Backer, beberapa kali Clara melihat Gold Backer bertemu dengan Alan, selalu saja uang yang menjadi pembicaraan antara mereka berdua.
"Begitu ya..." Gold Backer nampak berpikir mencari solusi untuk bisa memproduksi alat teleportasi tersebut secara masal. 5 menit, 10 menit, diantara mereka berdua tidak ada pembicaraan. Gold Backer nampak berpikir keras untuk mencari solusi terbaik.
"Bisakah kamu membawaku untuk bertemu dengan Ratu Leoni?" Pinta Gold Backer setelah dirinya mendapat pencerahan.
"Bisa saja... Tapi untuk apa?" Clara tidak habis pikir.
"Nanti kamu juga tahu..." Gold Backer langsung menarik tangan Clara untuk segera menemui Puteri Leoni.
__ADS_1
"Hamba memberi hormat pada Yang Mulia Ratu." Serentak Clara dan Gold Backer memberi penghormatan kepada Ratu Leoni yang tengah duduk santai di taman kerajaan.
"Bangunlah... Jangan terlalu formal." Ucap Ratu yang melihat Clara. Ratu Leoni memang menaruh hormat kepada Clara, karena Ratu Leoni tahu jika Clara adalah orang yang berjuang bersama Alan sedari awal untuk membantu dirinya merevolusi Kerajaannya. Namun Ratu sedikit menaruh curiga pada pria yang bersama Clara. Dirinya baru sekali ini bertemu dengan pria tersebut.
"Siapa dia Clara?"
"Ah... Maaf Yang Mulia... Ini Gold Backer... Tangan Kanan Kakak AS dalam urusan bisnis."
Raut wajah Sang Ratu langsung berubah setelah mendengar nama AS disebut. Rasa curiga di dalam dirinya langsung sirna seketika. Tangan kanan AS? Itu berarti Alan sangat percaya kepadanya. Ratu yang berhutang budi kepada Alan tentu juga harus percaya kepadanya.
"Ada apa kalian mencariku? Jangan bilang kalian ingin meminta restu!" Canda Ratu Leoni.
Raut wajah kedua orang di hadapan Ratu Leoni langsung salah tingkah mendengar lelucon Ratu Leoni. " Tidak... Tidak Yang Mulia... Kami tidak seperti itu." Gold Backer langsung berusaha menyanggah, takut jika dirinya kembali menjadi korban dari gerakan refleks Clara.
"Aku hanya bercanda... Katakan! Apa yang kalian ingin sampaikan?"
"Saya ingin menawari anda sebuah peluang usaha Yang Mulia Ratu..."
"Maksudmu?" Ratu Leoni mengerutkan dahi mendengar perkataan Gold Backer.
"Saya tahu jika Kerajaan Anda sedang berusaha memulihkan roda perekonomian setelah peralihan kekuasaan. Saya mencoba menawarkan kepada Anda sebuah cara jitu untuk mempercepat laju perekonomian."
"Katakan!" Puteri Leoni merasa sangat tertarik dengan apa yang akan disampaikan oleh Gold Backer.
"Tapi rencana saya ini memerlukan modal yang besar Yang Mulia... Tapi saya jamin... Modal yang Anda curahkan akan pulih dengan cepatnya. Bahkan berkembang lebih banyak."
"Iya... Cepat katakan rencanamu!" Puteri Leoni sudah tidak sabar mendengar rencana yang diajukan oleh Gold Backer. Jujur saja... Dirinya belum menemukan solusi yang tepat untuk bisa memperbaiki roda perekonomian yang sempat terhenti di Kerajaannya.
"Saya memberi saran kepada Anda untuk membangun Alat teleportasi di setiap kota yang ada di Kerajaan South Mountain ini."
"Apa?" Bukan Ratu Leoni yang terkejut, melainkan Clara. Clara tidak habis pikir jika rencana dari Gold Backer akan segila itu. Alat teleportasi di seluruh kota? Berapa besar biaya yang diperlukan? Bahkan Ratu Leoni pasti berpikir keras untuk melakukan hal yang disampaikan oleh Gold Backer.
"Kenapa aku harus menuruti saranmu?" Berbeda dengan Clara yang terkejut. Ratu Leoni masih nampak tenang, dirinya siap melakukan apapun asalkan Kerajaannya bisa cepat pulih.
"Hambatan kami para Merchant dalam menyalurkan barang adalah jarak dan waktu tempuh. Jika Anda membangun alat teleportasi di seluruh kota, kedua masalah tersebut akan dengan sendirinya teratasi. Lagipula... Dalam segi keamanan pengiriman barang juga lebih terjamin."
Ratu Leoni nampak memikirkan apa yang Gold Backer katakan.
"Alat teleportasi tidak hanya berfungsi sebagai penggerak roda ekonomi. Tapi juga bisa digunakan sebagai penyokong Keamanan Kerajaan. Anda bisa sewaktu waktu mengirimkan bala bantuan kepada daerah yang terjadi konflik. Sehingga Konflik bisa cepat teratasi."
"Hem..." Ratu Leoni terdiam beberapa saat. Memang semua yang dikatakan oleh Gold Backer benar, Ratu Leoni juga setuju. Tapi masalahnya... Apakah Kerajaannya mampu untuk membangun semua alat teleportasi dalam satu waktu?
Gold Backer seakan tahu apa yang menjadi pertimbangan Ratu Leoni. Gold Backer pun menambahkan argumennya.
"Saya tahu kendala Anda ada pada modal. Saya sarankan untuk membangun alat teleportasi tersebut di beberapa kota yang menurut Anda penting terlebih dahulu. Baru setelah itu membangun di semua kota yang ada."
"Baiklah kalau begitu... Aku setuju dengan rencanamu. Kamu urus semua rencana itu, Dan mulai sekarang aku mengangkatmu sebagai salah satu penasihatku." Ratu Leoni merasa ide dari Gold Backer sangat brilian, Dirinya tentu tidak ingin kehilangan orang yang bisa berpikir seperti itu. Dengan menawarkan posisi yang tinggilah satu satunya cara agar dirinya tidak kehilangan orang seperti Gold Backer.
perkataan terakhir Ratu Leoni membuat Gold Backer dan Clara terkejut. Menjadi penasihat Ratu? Alangkah beruntungnya Gold Backer. Belum ada player di New World yang mendapat kesempatan seperti Gold Backer. Gold Backer benar benar harus berterima kasih kepada Alan. Kini dirinya sudah tidak perlu menjadi player merchant demi mencukupi hidupnya. Hidupnya sudah pasti akan terpenuhi dengan posisi yang ditawarkan oleh Ratu Leoni.
__ADS_1
"Thanks AS!"