
Babak semifinal atau 4 besar pun di selenggarakan pada malam hari. Sebelum pertarungan dimulai, tidak ada acara yang special. Semua peserta dan panitia penyelenggara turnamen diberikan waktu untuk istirahat. Lagipula... Para penonton lebih memilih untuk pergi ke loket taruhan, daripada harus berdiam diri di kursi penonton.
"Jadi ini rencanamu? Membuat sebuah tempat taruhan seperti ini?" Sindir Selene yang kini tengah berdiri bersama Alan. Dirinya memandang satu loket yang dipenuhi dengan orang orang yang saling berebut. Mencoba menjadi yang pertama untuk bisa memasang taruhan pada jagoan mereka.
"Ini belum seberapa... Ini hanyalah tahap awal dari rencana pembentukan Kerajaan Demon. Akan aku buat Kerajaan ini menjadi pusat ekonomi dunia ini nantinya..." Kata Alan yang pandangannya juga mengarah ke barisan player yang sedang mengantri.
"Hem... Asal kamu tidak terlalu sering membuat aku repot saja..." Balas Selene sembari dirinya meninggalkan tempatnya berdiri. Dirinya tidak tahan untuk terlalu lama bersama Alan. Bukan karena benci... Tapi entah mengapa jika di dekat Alan terlalu lama, dirinya akan merasakan suatu hal yang begitu aneh. Satu hal bernama kenyamanan. Suatu hal yang sulit sekali untuk didapatkan di Dunia Abyss.
"Dasar wanita jadi jadian..." Batin Alan setelah mendengar celotehan Selene.
Alan pun ikut meninggalkan tempatnya. Dirinya harus menemui Erebus untuk mengurus para peserta yang telah gugur di dalam pertarungan. Dirinya perlu membangkitkan semua peserta yang telah mati, agar peserta yang mengikuti turnamen bisa melihat pertandingan semi final.
Waktu istirahat pun berakhir sudah. Para penonton kembali membanjiri kursi penonton sekali lagi. Raut wajah para penonton dipenuhi antusiasme yang besar. Mereka semua berharap, kedua pertarungan yang akan terjadi nanti bisa menghibur mereka dengan layak.
Para peserta yang baru saja dibangkitkan pun ikut memasuki wilayah arena pertarungan. Mereka duduk dengan manis di atas kursi yang telah disediakan untuk bisa menikmati pertandingan semi final.
Highlight pertandingan dari fase knock out pun diputarkan di layar datar yang ada di kanan dan kiri. Menampilkan adegan adegan yang begitu epic ketika Turnamen Abyss Colloseum berlangsung.
Penonton pun kembali terbawa masuk ke dalam atmosfer pertarungan setelah mereka melihat Highlight yang ditampilkan. Mereka saling bersorak dan meneriakkan jagoan jagoan mereka masing masing. Memberi semangat tambahan agar jagoan mereka tidak mengecewakan mereka, dan membuat koin taruhan mereka lenyap tak bersisa.
"Abyss Colloseum... Mana suaranya?" Flyin yang tiba tiba muncul di atas arena pertarungan langsung membuat sebuah sambutan yang menghebohkan. Sambutan pembuka Flyin pun kembali mendapat sorakan dari segala sisi Abyss Colloseum.
__ADS_1
"Malam ini... Kita akan menjadi saksi... Saksi dimana akan terpilihnya dua petarung terkuat untuk bertanding di final turnamen Abyss Colloseum..."
Yeiii....
"Kita semua telah membuktikan, jika semua kemungkinan bisa terjadi di atas arena pertarungan ini. Dimana kekuatan belum tentu bisa menjadi satu satunya solusi untuk meraih kemenangan."
"Malam ini... Kita akan membuktikan satu hal di tempat ini..." Flyin menjeda kalimatnya. Mencoba menekankan apa yang hendak dirinya utarakan selanjutnya. "Di tempat ini... Kita semua duduk berdampingan. Semua Bangsa dan Ras saling duduk dalam satu tempat bernama Abyss Colloseum..."
"Hem... Apa maksudnya pembawa acara itu?" Poska yang duduk di kursi peserta sedikit bingung, kenapa pembawa acara mengutarakan satu hal yang tidak ada kaitannya dengan turnamen.
"Siapapun kalian, dari mana pun kalian... Kalian akan tetap dihargai di tempat ini. Selama kalian bersikap sopan tentunya..."
Penonton pun merasa bingung sendiri, mendengar sambutan pembukaan Flyin untuk pertandingan semi final sedikit melenceng dari temanya.
Namun setelah dilihat dengan seksama. Memang apa yang dikatakan Flyin tersebut ada benarnya. Hampir semua ras di dunia ini ada di dalam Abyss Colloseum. Mereka tidak memperdulikan siapa mereka, darimana asal mereka. Tujuan semua orang di tempat ini hanya satu, mereka ingin bisa melihat pertandingan yang menghibur semua orang.
"Baillah... Untuk mempersingkat waktu... Kita perkenalkan keempat petarung semifinal kita..."
Penonton mungkin sudah mengetahui siapa saja peserta petarung semifinal. Namun tentu informasi yang dimiliki penonton tidak selengkap informasi yang diberikan Joker kepada Alan.
"Yang pertama... Salah satu Kapten dari RnP Guild. Satu satunya wanita yang berhasil lolos ke semifinal. Shadow Archer... Gina..." Flyin menunjuk ke arah Gina yang sedang berjalan naik ke atas arena pertarungan. Layar datar yang ada di kanan dan kiri arena pertarungan pun memunculkan sosok Gina lengkap dengan cuplikan pertandingan yang pernah Gina alami.
__ADS_1
"Peserta kedua... Seorang solo player yang selalu mengandalkan kedua tangannya. Seorang Gold Fighter dengan tubuh emasnya. Ken..."
"Untuk peserta ketiga... Seorang Dragon Swordman yang legendaris. Coward..." Penonton langsung menyambut naiknya Coward dengan tepuk tangan yang meriah. Coward adalah salah satu favorit juara yang paling di favoritkan oleh para penonton.
"Dan yang terakhir... Seorang Vampire yang selalu menyembunyikan identitasnya, XXX" Mata para penonton langsung tertuju pada XXX yang tengah naik ke atas arena. Semua orang tidak mengira jika XXX merupakan seorang Vampire.
"Cih... Darimana mereka tahu..." Umpat XXX sembari naik ke atas arena pertarungan. Padahal dirinya sudah menggunakan sebuah jubah Epic Class untuk menutupi identitasnya sebagai seorang Vampire. Namun dirinya tidak menduga, pihak Abyss Colloseum tetap bisa mengetahui jika dirinya adalah seorang Vampire.
Memang tidak ada yang salah dengan seorang Vampire. Tapi ras Vampire adalah satu ras yang tidak akan diuntungkan jika bertarung di siang hari. Tubuh Vampire akan melemah dengan sendirinya ketika terkena sinar matahari secara langsung. Itulah kenapa XXX selalu memakai jubahnya sepanjang waktu sedari tadi. Mencegah sinar matahari mengenai tubuhnya secara langsung, yang membuat dirinya kehilangan 25% dari atribut yang dimilikinya.
"Vampire ya... Pantas saja..." Gumam Burning Moon yang masih menaruh rasa penyesalan setelah kalah dari XXX. Kini dirinya tahu kenapa dirinya gagal mengaktifkan skill Black Replicanya sewaktu berhadapan dengan XXX. Vampire tidak memiliki bayangan, mustahil bagi Burning Moon yang seorang elementalist bayangan untuk mengendalikan bayangan dari seorang XXX.
"Tanpa berlama lama... Mari kita mulai pertarungan semifinal Turnamen Abyss Colloseum yang pertama."
Penonton kembali bergemuruh. Mereka benar benar sudah tidak sabat untuk bisa melihat pertandingan semi final.
"Pertandingan pertama... Ken melawan Gina..."
Ken dan Gina sama sama sudah bersiap di atas arena pertarungan. Adegan saling tatap pun tidak terhindarkan, mereka mencoba menelisik sekilas, tentang kekuatan dan kelemahan yang dimiliki lawannya.
"Dimulai..." Satu tanda dari Flyin langsung diikuti dengan sorak sorak penonton. Ken dan Gina pun juga langsung bergerak. Ken yang maju ke arah Gina, sedangkan Gina mencoba menjaga jarak dari Ken.
__ADS_1